historycal_ bandung lautan api

3
8/27/2015 Historycal: Bandung Lautan Api http://traveltoourstory.blogspot.com/2013/10/bandunglautanapi.html 1/3 18 JUMA T, OKTOB Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 24 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Latar belakang Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orangorang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakantindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 24 November 1945, TKR dan badanbadan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukankedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata. Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 24 Maret 1946. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di manamana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api. Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan search... GO ChatBox Ikuti Follow @gilangmahasena About Me gilang mahasena Lihat profil lengkapku Blog Archive Blog Archive Labels Belajar (39) HISTORYCAL Home History KataKata Bijak PerfectWorld Offline Antropologi Blogspot GAME'S Misteri Bandung Lautan Api

Upload: tiong-ning-doreen

Post on 14-Dec-2015

14 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

dt

TRANSCRIPT

Page 1: Historycal_ Bandung Lautan API

8/27/2015 Historycal: Bandung Lautan Api

http://traveltoourstory.blogspot.com/2013/10/bandung­lautan­api.html 1/3

1 8JUMAT ,

O KTO B

Peristiwa Bandung Lautan Api adalahperistiwa kebakaran besar yang terjadi di kotaBandung, provinsi Jawa Barat, Indonesiapada 24 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam,sekitar 200.000 penduduk Bandungmembakar rumah mereka, meninggalkankota menuju pegunungan di daerah selatanBandung. Hal ini dilakukan untuk mencegahtentara Sekutu dan tentara NICA Belandauntuk dapat menggunakan kota Bandungsebagai markas strategis militer dalamPerang Kemerdekaan Indonesia. Latar belakang ­ Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semuasenjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orang­orangBelanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan­tindakan yang mulaimengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 24November 1945, TKR dan badan­badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan­kedudukanInggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagaimarkas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agarBandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu)meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihakRepublik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusanuntuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean PerdjoanganPriangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 24 Maret1946. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarahtersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandungmengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung. Bandungsengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakanBandung sebagai markas strategis militer. Di mana­mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udaradan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besarterjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milikTentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (BarisanRakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Tohaberhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersamakedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatanmereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejaksaat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masihmembubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api. Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang KemerdekaanIndonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICAyang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secaragerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan

search... GO

ChatBox

Ikuti

Follow @gilangmahasena

About Me

g i lang mahasena

Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Blog Archive

Labels

Belajar (39)

HISTORYCAL

Home History Kata­Kata Bijak

PerfectWorld Offline Antropologi

Blogspot GAME'S Misteri

Bandung Lautan Api

Page 2: Historycal_ Bandung Lautan API

8/27/2015 Historycal: Bandung Lautan Api

http://traveltoourstory.blogspot.com/2013/10/bandung­lautan­api.html 2/3

perdebatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo, Halo Bandung" secara resmi ditulis, menjadi kenanganakan emosi yang para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu, menunggu untuk kembali kekota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api. Asal istilah ­ Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwapembumihangusan tersebut. Jenderal A.H Nasution adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan diRegentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir diJakarta, memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatumInggris tersebut. "Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu diRegentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana,Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautanapi.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air." ­ A.H Nasution, 1 Mei 1997. Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorangwartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukitGunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yangmemerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman denganbersemangat segera menulis berita dan memberi judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". Namun karenakurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi "Bandoeng Laoetan Api". Lagu Halo, Halo Bandung menjadi sangat terkenal dan menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia.Sampai hari ini sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa lagu tersebut diciptakan oleh salah satumaestro musik Indonesia, Ismail Marzuki, namun sebagian kalangan juga masih meragukan hal tersebut,karena sumber informasi yang tak jelas mengenai lagu tersebut, ditambah dengan kondisi industri musikIndonesia yang kurang memprioritaskan perlindungan hak cipta. Nama pencipta resmi dari lagu Halo, Halo Bandung masih diragukan sebagian masyarakat Indonesia.Perdebatan tentang siapa pencipta lagu Halo­Halo Bandung sebenarnya sudah lama terjadi. Di dalam bukuSaya Pilih Mengungsi: Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan yang ditulis Ratnayu Sitaresmi,Pestaraja HS Marpaung menyebutkan bahwa polemik itu mulai terjadi pada 1995. Pestaraja Marpaungadalah salah seorang pejuang yang sempat bergabung ke dalam Pasukan Istimewa (PI) Indonesia dan turutterlibat langsung dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Komponis senior Indonesia, AT Mahmud, membenarkan adanya polemik tersebut, dengan menyebutkanbahwa lagu tersebut tidak diketahui siapa penciptanya, menurut kutipan dari surat kabar Pikiran Rakyatedisi 23 Maret 2007. "Informasi yang saya dengar, lagu tersebut, seharusnya, NN (No Name; Pencipta takdiketahui­red.)". Saya sendiri tak tahu bagaimana kemudian lagu itu jadi ciptaan Ismail Marzuki,”ungkapnya, ketika dihubungi, Kamis (22/3) petang." Sejauh ini, masyarakat Indonesia menganggap bahwa lagu perjuangan tersebut merupakan ciptaan IsmailMarzuki. Akan tetapi, banyak orang yang meragukannya. Hal ini karena berkecenderungan Ismail untukmencipta lagu­lagu berirama lambat dan romantis. Sementara Halo­Halo Bandung dimasukkan dalamkategori lagu mars yang berirama cepat dan heroik. Keraguan ini ditentang oleh pengamat musik Indonesiayang mengatakan bahwa Ismail Marzuki adalah pencipta lagu yang dinamis, karena terdapat sisiromantisme yang adalah ciri khas Ismail Marzuki dalam lagu tersebut. Anggapan lain muncul bahwa Cornel Simanjuntak, salah seorang pencipta lagu dan pahlawan nasionalIndonesia kelahiran Sumatera Utara, adalah pencipta lagu Halo­Halo Bandung. Sementara Ibu Kasur,salah seorang tokoh komponis senior Indonesia, mengatakan bahwa mendiang suaminya, Pak Kasur yangjuga tokoh komponis Indonesia, mengatakan bahwa lagu tersebut diciptakan oleh seseorang bernamaTobing. Dalam buku Saya Pilih Mengungsi, Pestaraja Marpaung menyatakan bahwa Bona L Tobing adalahorang yang pertama kali mengucapkan "Halo! Halo Bandung!" yang menjadi sumber inspirasi lagutersebut. "Ceritanya, pada suatu malam, di Ciparay, diselenggarakan perayaan Batak. Di sana, disediakan pulasebuah panggung dan memberikan kesempatan kepada pengunjung yang ingin menyumbangkan lagu.Seorang pemuda Batak bernama Bona L. Tobing, tiba­tiba menyapa, "Halo!" kepada Kota Bandung dikejauhan, “Halo Bandung!". Kemudian sapaan itu memiliki irama, “Halo­Halo Bandung” seperti iramayang dikenal saat ini. "Akan tetapi, irama itu tidak selesai karena malam sudah larut,". Di dalam buku Saya Pilih Mengungsi, Pestaraja Marpaung, yang akrab dipanggil Bang Maung,menyebutkan bahwa lagu tersebut bukan ciptaan perseorangan melainkan merupakan ciptaan bersamapara pejuang di Ciparay, Bandung Selatan, tanpa melihat asal­usul suku bangsa. Hal tersebut dicerminkandengan penggunaan kata "Halo!" yang adalah sapaan khas pemuda dari Medan, Sumatera Utara, yangditimbulkan dari pengaruh film­film koboi dari Amerika yang sering diputar pada waktu itu. Ditambahdengan penggunaan kata "beta", bahasa daerah Ambon, Maluku, yang berarti "saya". Berikut kutipan dari buku Saya Pilih Mengungsi tentang cerita Pestaraja Marpaung mengenai penciptaanlagu Halo­Halo Bandung. "Sebagai pejuang, Bang Maung pun turut menyusup ke Kota Bandung, setiapmalam, setelah peristiwa Bandung Lautan Api. "Siang hari tidak ada kerja. Jadi di Ciparay ini, anak­anakBandung dari Pasukan Istimewa tiduran. ‘Eh, lagu yang kemarin itu mana? Halo! Halo Bandung! de­de­de— (berirama menurun).’ Setelah lama, orang Ambon juga ikut. Pemuda Indonesia Maluku itu, di antaranyaLeo Lopulisa, Oom Teno, Pelupessy. Sesudah Halo­Halo Bandung, datang orang Ambonnya. Sudah lama beta! tidak bertemu dengan kau!’

Blogspot (10)Emulators (4)GAME'S (16)History (41)ISO FILE PS1 (1)ISO FILE PS2 (1)Kata­kata bijak (6)Perfectworld (4)

Popular Posts

Cara Penulisan Footnote (catatankaki) dari Buku, Majalah, SuratKabar dan Internet

Footnote (catatan kaki) adalahcatatan di kaki halaman untuk

menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat,pernyataan, atau ikhtisar. Ada bebe...

Pertama kali Musik Dangdut diIndonesia

Dangdut adalah aliran musik yangsudah tidak asing bagi masyarakatIndonesia, Dangdut kita ketahui

merupakan musik yang sangat Merakyat b...

Misteri Pulau Boneka Berhantu La Isla De LasMunecas

La Isla De Las Munecas yang berada di Meksiko inidikenal dengan julukan Pulau Boneka. Hal itu tidakterlepas dari keberadaan ribu...

Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwakebakaran besar yang terjadi di kota Bandung,provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 24 Mare...

Jumlah Visitors & Translate

Mari Berhitung

Select LanguagePowered by Translate

Subscribe To

Pos

Komentar

Page 3: Historycal_ Bandung Lautan API

8/27/2015 Historycal: Bandung Lautan Api

http://traveltoourstory.blogspot.com/2013/10/bandung­lautan­api.html 3/3

Posting Lebih Baru Posting Lama

Karena itu, ada ‘beta’ di situ. Bagaimana kata itu bisa masuk kalau tidak ada dia di situ. Si Pelupessy­lah itu,si Oom Tenolah itu, saya enggak tahu. Tapi, sambil nyanyi bikin syair. Itulah para pejuang yangmenciptakannya. Tidak ada itu yang menciptakan. Kita sama­sama saja main­main begini. Jadi, kalaudikatakan siapa pencipta (Halo­Halo) Bandung? Para pejuang Bandung Selatan,” ucapnya." Sumber:http://kalender­peristiwa.blogspot.com/2013/03/peristiwa­bla­bandung­lautan­api.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Beri tahu saya

Keluar

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Dorren Tiong (Google)

Publikasikan Pratinjau

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Copyright © Historycal. Design By Gilang Code | Downloaded from Free TemplatesBuy Traffic and Templates On Sales

Diposkan oleh gilang mahasena di 23.22Label: History