guidebook ft bayat-karsam iageoupn2010

Download Guidebook Ft Bayat-karsam Iageoupn2010

Post on 11-Jul-2016

60 views

Category:

Documents

68 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah

TRANSCRIPT

  • FIELDTRIP ALUMNI TG UPN VETERAN YOGYAKARTA

    RINGKASAN GEOLOGI DAERAH BAYAT & KARANGSAMBUNG

    (Jogjakarta Bayat Jogjakarta Karangbolong Karangsambung - Jogjakarta)

    7 8 Agustus 2010

    Pelaksana:

    Pengurus Ikatan Alumni Geologi UPN (IAGEOUPN)

    DAFTAR ISI PENDAHULUAN

    - PENGANTAR - JADWAL PERJALANAN - NAMA PESERTA

    RINGKASAN GEOLOGI DAERAH BAYAT & KARANGSAMBUNG

    - FISIOGRAFI - STRATIGRAFI - STRUKTUR

    REFERENSI

    i ii

  • PENDAHULUAN Ada berbagai cara untuk mempererat tali silaturahmi alumni. Mulai dari reuni, pembuatan mailist, sampai dengan mengadakan fieldtrip. Dua cara pertama, reuni dan mailist, sudah terlaksana dan memberikan hasil yang menggem-birakan, manfaatnya makin dirasakan oleh sebagian besar alumni dan ikatan alumni semakin kuat. Acara fieldtrip ini diharapkan juga mampu mempererat rasa kekeluargaan alumni disamping itu fieldtrip ini juga dapat menjadi sarana berbagi pandangan, pengetahuan dan pengalaman berkaitan dengan objek fieldtrip yang diamati. Dipilihnya Bayat dan Karangsambung sebagai objek fieldtrip karena disamping aspek nostalgia-nya yang kental (semua alumni adalah alumnus KL Bayat dan KL Karangsambung) juga karena kedua daerah tersebut memiliki pesona wisata dan keilmuan geologi yang menarik. Di kedua daerah tersebut kita kembali menengok sejarah geologi tertua di Jawa. Fieldtrip ini dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 7 dan 8 Agustus 2010. Hari pertama kita menuju Bayat dengan stop site di Krakitan (lokasi ex-basecamp KL Bayat sampai tahun 1980-an), di Watuprau (lokasi istimewa dimana singkapan-singkapan yang ditemui hampir mewakili separuh sejarah geologi Jawa) dan di Temas (singkapan baru unconformity, memberikan informasi baru tentang geologi Bayat). Dari Bayat, dalam perjalanan ke Karangsambung, kita akan mampir pada sore hari di Karangbolong dan menginap di Hotel Candisari, Karanganyar, Kebumen. Hari kedua menuju Karangsambung dimana kita akan berkunjung ke Kampus LIPI (basecamp kuliah lapangan Karangsambung), ke tempat bentang alam K-T boundary di Desa Totogan, ke lokasi kepingan kerak samudera (serpentinit) Pucangan, dan ke lokasi singkapan lantai samudera Zaman Kapur di Watukelir, Seboro. Sebelum kembali ke Jogja, akan kita nikmati makan siang berlauk wader Luk Ulo di Kampus LIPI.

    JADWAL FIELDTRIP

    HARI-1 (Sabtu, 7 Agustus 2010) Jam 06.30 WIB: Berkumpul di halaman gedung dekanat FTM (pintu masuk gerbang timur kampus Condongcatur), pembagian fieldtrip kits (kaos, topi, dan buku petunjuk fieldtrip). Jam 07.00 WIB: Berangkat dari kampus Condongcatur, menuju stop site-1 (SS-1): Rawa Jombor, Bayat (Nostalgia basecamp kuliah lapangan Bayat pertama di Krakitan). Jam 08.00-08.30 WIB: SS-1, Krakitan, Rawa Jombor, lokasi bekas basecamp bersejarah KL Bayat. Jam 09.00-10.00 WIB: SS-2, Watuprau, lokasi wajib setiap KL Bayat karena terdapat kontak 3 jenis unit batuan yang berbeda (Unit batuan metamorf Pra-Tersier Gunung Semangu-, unit batuan sedimen Eosen Watuprau-, dan unit batuan beku Gunung Pendul). Jam 10.00-11.00 WIB: SS-3, Gunung Temas, singkapan baru nonconformity, kontak antara batuan beku gabbro lapuk dengan batuan sedimen volkaniklastik dan karbonat. Jam 11.00-12.00 WIB: Kembali ke Jogja (mampir sebentar, 15 menit, di Komplek Kampus Lapangan Bayat UGM). Jam 12.00-13 WIB: Rumah Makan Nyonya Suharti. ISHOMA

  • Jam 13.00-16.00 WIB: Perjalanan menuju SS-4, pantai Karangbolong, Gombong. Jam 16.00-16.30 WIB: SS-4, Pantai Karangbolong. menikmati indahnya panorama pantai selatan Karangbolong dimana terdapat singkapan yang menarik juga, yakni breksi volkanik (OAF = old andesite formation) yang terpisah jauh dengan singkapan ekivalennya breksi volkanik Formasi Waturanda di Karangsambung. Jam 17.30 WIB : Tiba dan check in di Hotel Candisari, Karanganyar, Kebumen. Jam 19.00 WIB : Makan Malam, dilanjutkan dengan acara ramahtamah (dimeriahkan oleh hiburan organ dan biduanita tunggal). Jam 22.00 WIB : Istirahat.

    HARI-2 (Minggu, 7 Agustus 2010) Jam 06.30 WIB: Sarapan pagi di Hotel Candisari. Jam 07.00 WIB: Berangkat menuju Kampus LIPI Karangsambung, back to Karangsambung fieldcamp Jam 08.00 08.30 WIB: SS-5, tiba di Kampus LIPI, bertukar kendaraan dengan kendaraan lokal untuk ke lokasi Totogan, Pucangan dan Seboro.

    Jam 09.00 09.30 WIB: SS-6, Bentangalam Totogan. Menikmati bentangalam K-T (Cretaceous-Tertiary) boundary yang spektakuler. Jam 10.00 12.00 WIB: SS-7, Desa Seboro, berjalan sejauh 400 m ke lokasi G.Watukelir untuk menikmati sensasi jejak-jejak lantai samudera Zaman Kapur. Jam 12.00 12.30 WIB: SS-8, Pucangan, lokasi singkapan blok serpentinit yang eksotik. Jam 13.00 15.00 WIB: Kampus LIPI Karangsambung, makan siang dan ISHOMA (dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Kampus LIPI Karangsambung). Jam 15.00 WIB : Kembali ke Jogja. Jam 17.30 WIB: Sampai di Jogja, tiba kembali di Kampus Condongcatur. sayonara

  • DAFTAR PESERTA

    1. Bambang Prastistho (67) 2. Hendrobusono (68) 3. Bambang Sugeng (71) 4. Joewono H (71) 5. Helmy Murwanto (71) 6. Zulmar Zainuddin (71) 7. Sutanto(73) 8. Habash Semimbar (74) 9. Achmad Rodhi (74) 10. Sari Bahagiarti (75) 11. Budiyono Suryosumarno (76) 12. Nur Haryanto (76) 13. Hadi Prasetyo (77) 14. Kun Yulia (77) 15. Mustoto (77) 16. Buskamal (77) 17. Djoko Sunaryanto (78) 18. M.Jauzi Arief (78) 19. Susetyadi (78) 20. C.Prasetyadi (78) 21. Achmad Subandrio 22. Premonowati (79) 23. Kunto Wibisono (81) 24. Soegino (82) 25. Rahmatul Hakim (82) 26. Sutarto (83) 27. Gde Wirawan (86) 28. Hendratmoko (87) 29. Riana Muliani (87) 30. Amir Hidayat (90) 31. Benyamin Sembiring (91) 32. Dandy Hidayat (92) 33. Arief Prasetya (97) 34. Anton P.Sukendarmono (99) 35. Ibak (99)

    36. Hery Riswandi (00) 37. Vivian B Indranadi (01) 38. Purnama AS (02) 39. Adi Gunawan (04) 40. Ketua HMJ TG UPNVY 2010

  • Geologi Daerah PerbukitanJiwo Bayat

    Daerah Bayat terletak sekitar 45 Km tenggara Yogyakarta. Di daerah Bayat kelompok batuandasar Pra-Tersier yang tersingkap terdiri dari filit, sekis mika, dan marmer. Umur komplek batuandasar ini belum diketahui. Sebaran batuan Pra-Tersier di Bayat yang terdapat di Perbukitan Jiwo terbagi dua oleh aliran K. Dengkeng, daerah sebelah timur K. Dengkeng disebut Jiwo Timur dan yang di sebelah baratnya disebut Jiwo Barat seperti yang ditunjukkan oleh peta geologi Bayat (Gambar-1). Stratigrafi daerah Bayat dan sekitarnya dapat dilihat pada Gambar-2 (strat Bayat dskt).

    Satuan Batuan Pra-Tersier Perbukitan Jiwo, Bayat oleh peneliti terdahulu diinterpretasikan memiliki tatanan tektonik mirip dengan daerah Luk Ulo, Karangsambung (Asikin, 1974; Hamilton, 1979). Beberapa peneliti telah melakukan kajian geologi secara umum di daerah ini, diantaranya Bothe (1929), Van Bemmelen (1949), Sumosusastro (1956), Sumarso dan Ismoyowati (1975), Sartono dkk. (1986, dalam Setiawan, 2000); Toha dkk. (1994); dan Setiawan (2000). Diantara penelitian terdahulu ini, Sartono dkk.(1986) dan Setiawan (2000) meneliti secara khusus tentang batuan Pra-Tersier daerah Perbukitan Jiwo, Bayat. Sartono dkk (1986) menginterpretasikan terdapatnya berbagai jenis batuan metamorf di Bayat sebagai hasil polydeformation yang berkaitan dengan orogenesa Variscia dan orogenesa Larami. Setiawan (2000) berdasarkan kemiripan arah struktur dan dijumpainya tanda-tanda berkembangnya struktur boudin di lokasi-lokasi tertentu di Jiwo Barat menginterpretasikan bahwa Komplek batuan Pra-Tersier Bayat menunjukkan kemiripan dengan Komplek Melange Luk Ulo. Kelompok batuan Pra-Tersier Perbukitan Jiwo, Bayat secara umum terdiri dari filit, sekis dan marmer (Gambar-3). Filit

    merupakan litologi yang dominan dijumpai, baik di daerah Jiwo Timur dan Jiwo Barat, di lokasi-lokasi Gunung Konang, Gunung Semangu, Gunung Merak, Gunung Kebo, Gunung Budo, dan Gunung Sari. Sebagian besar singkapan filit dalam keadaan lapuk; hanya sedikit singkapan filit yang segar. Pada singkapan filit biasanya dijumpai urat-urat kuarsa dan kalsit sejajar foliasinya. Komposisi filit terdiri dari mineral kuarsa yang hadir dominan (60-70%), klorit dan serisit (20-25%), sedikit mineral opak. Sejumlah sampel filit dan sekis merupakan calc phyllite dan calc schist karena komposisi mineral kalsitnya berkisar 15-60% (Gambar-4). Singkapan sekis dijumpai setempat-setempat, seperti di Jiwo Timur dijumpai di bagian barat G.Jokotuo, G.Konang, G. Semangu, dan lereng tenggara Gunung Pendul, sedangkan di Jiwo Barat lereng selatan G. Merak. Di lokasi sekis ini terdapat sebagai fragmen dalam batulempung Eosen Formasi Wungkal-Gamping. Hasil analisis petrografi menunjukkan, bahwa mineralogi penyusun sekis ini antara lain mineral kuarsa (40-55%), felspar (10-15%), muskovit (10-35%), dan sedikit mineral opak seperti yang ditunjukkan oleh sampel BY-50 (Gambar-4b). Diantara sekis ini, sampel BY-53 (Lokasi: lereng selatan G.Konang) komposisinya ada yang mengandung garnet (15%) disamping kuarsa dan muskovit (Gambar-4c). Marmer singkapannya terdapat di daerah Jokotuo dan lereng utara Gunung Jabalkat. Terdapat menyisip di dalam filit, singkapan marmer ini memiliki sebaran tidak terlalu luas dan terpotong oleh sesar seperti yang terdapat di daerah Jokotuo. Hasil analisis petrografi memperlihatkan komposisi mineralogi yang terdiri dari mineral kalsit (85 %), kuarsa (10 %) dan sedikit mineral opak (Gambar-4h). Umur batuan Pra-Tersier di daerah Perbukitan Jiwo, Bayat diinterpretasikan berdasarkan kontak ketidakselarasan dengan batuan Eosen yang menumpang di atasnya. Belum adanya penentuan umur berdasarkan penanggalan radiometri

  • kemungkinan karena sulitnya memperoleh singkapan batuan sekis yang segar. Penelitian ini berhasil mendapatkan beberapa sampel segar sekis kuarsa-mika yang merupakan fragmen di dalam batupasir kerikilan yang tersingkap di