filsafat ilmu dan etika

64
FILSAFAT ILMU DAN ETIKA Filsafat Ilmu dan Etika sebagai dasar dalam mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu Farmasi 1

Upload: dini-kartika

Post on 26-Dec-2015

51 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

penjelasan tentang arti filsafat ilmu dan etika

TRANSCRIPT

Page 1: Filsafat Ilmu Dan Etika

FILSAFAT ILMU DAN ETIKA

Filsafat Ilmu dan Etika

sebagai dasar dalam mempelajari

berbagai ilmu termasuk ilmu Farmasi

1

Page 2: Filsafat Ilmu Dan Etika

Arti kata Filsafat

Filsafat berasal dari bahasa Yunani dari kata-kata Philosophia. Asal katanya dari Philein (cinta) dan Sophos (hikmah).

Jadi arti kata harfiahnya : Hikmahnya Cinta Dalam bahasa sehari-hari filsafat sering

diartikan sebagai pandangan atau pedo-man hidup manusia untuk dapat hidup dengan baik.

2

Page 3: Filsafat Ilmu Dan Etika

Filsafat Ilmiah

Filsafat ilmiah dikembangkan dengan bertitik tolak dengan pembuatan perta-nyaan-pertanyaan mengenai manusia yang bersangkutan dengan kenyataan-kenyataan kehidupan yang disusun se-cara sistematis dan metodis.

Filsafat mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan budaya dan karak- ter suatu bangsa.

3

Page 4: Filsafat Ilmu Dan Etika

Cara mempelajari filsafat

1. Dengan mempelajari sejarah perkem-bangan filsafat secara kronologis menge-nai aliran-aliran dan tokoh-tokohnya.

2. Dengan usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendasar secara siste-matis dan metodis.

3. Dengan cara menggabungkan 2 cara pendekatan tersebut.

4

Page 5: Filsafat Ilmu Dan Etika

Perkembangan awal

Sebagai ilmu, filsafat bersifat universal, ob-yeknya mengenai kenyataan dan pandangan terhadap sesuatu dengan landasan atau latar belakang arti manusia secara keseluruhan.

Filsafat sebagai ilmu mulai berkembang di Yunani dalam abad ke 5 sebelum Masehi dengan aliran sofisme.

5

Page 6: Filsafat Ilmu Dan Etika

Filsafat Jaman Yunani

Yang pertama ada, aliran filsafat sofisme di-kembangkan oleh Protagoras dan Gorgias.

Dasar ajarannya mengenai kebenaran adalah relativisme dan subyektivisme. Dalam filsafat aliran sofisme kebenaran bersifat relatif, ber-gantung pada pendapat pribadi masing-masing.

Aliran sofisme berkembang sangat rumit, ka-rena masing-masing ahli berpendapat bahwa pendapat dirinya selalu yang paling benar.

6

Page 7: Filsafat Ilmu Dan Etika

Aliran sofisme mendapat tantangan dari

Socrates (469-399 seb.M) dan muridnya Plato mencari kebenaran yang sungguh-sungguh dengan cara berdialog, dan men-ciptakan aliran filsafat dialogis.

Dialog adalah percakapan antara 2 orang atau 2 pihak untuk mencari jawaban atas suatu pertanyaan melalui diskusi yang se-lanjutnya disetujui berdasarkan kesepakat-an kedua pihak.

7

Page 8: Filsafat Ilmu Dan Etika

Pendapat Socrates ini dianggap me-nentang Pemerintah Athena pada ja-man itu, karena Athena sangat meng-agungkan demokrasi.

Socrates diadili dan mendapat hu-kuman mati, dan meninggal setelah meminum racun.

8

Page 9: Filsafat Ilmu Dan Etika

PERKEMBANGAN LANJUT

Sampai meninggal, Socrates tidak sempat menuliskan teori atau pendapat-nya, dan pendapat-pendapatnya ditulis oleh muridnya, Plato, antara lain: Apo-logia (pertahanan Socrates), Kriton (Ke-taatan terhadap tata hukum), Laches (ten-tang keberanian), Phaidon (tentang keke-kalan), Politea (tentang politik), dan Sim-posion (tentang cinta).

9

Page 10: Filsafat Ilmu Dan Etika

PENGARUH FILSAFAT PADA PERKEMBANGAN ILMU

Usaha para ilmuwan Yunani berlan-jut, dan Aristoteles (384-322 SM) sa-lah seorang murid Plato jadi ilmuwan Yunani yang sangat terkenal dan be-sar sekali perannya dalam pengem-bangan ilmu di jaman itu. Karyanya mencakup hampir semua bidang ilmu yang berkembang pada waktu itu.

10

Page 11: Filsafat Ilmu Dan Etika

Aristoteles adalah pencipta konsep ilmu yang membagi-bagi ilmu antara teori, praktek dan produksi.

Tulisan Aristoteles meliputi berbagai ilmu se-perti logika (kategori, interpretasi, analisis dan bentuk sofisme), ilmu eksakta (ilmu alam, ilmu angkasa, ilmu pertumbuhan dan kerusakan, me-teorologia, biologi (sejarah dan jenis-jenis he-wan, gerakan, penciptaan jiwa dan lahirnya ji-wa), psikologi, metafisika, etika dan politik, bahasan seni sastra, retorika dan puisi.

11

Page 12: Filsafat Ilmu Dan Etika

Filsafat sebagai induk berbagai ilmu

Filsafat sebagai ilmu yang mendasari semua bidang ilmu di jaman Yunani menjadi pemicu berkembangnya berbagai bidang ilmu dengan sangat pesat.

Filsafat dianggap sebagai induk dari berbagai bidang ilmu dan berbagai bidang ilmu tersebut disebut sebagai anak dari ilmu filsafat.

Pengaruhnya ilmu-ilmu Yunani sampai seka-rang terasa dengan digunakannya alfabet Yu-nani: alfa, beta, gamma dstnya. dalam berbagai bidang keilmuan dewasa ini.

12

Page 13: Filsafat Ilmu Dan Etika

Perkembangan filsafat sesudah jaman Yunani

• Sesudah jaman Yunani kekuasaan politik di Eropa berkembang dan pada awalnya berpusat di Roma dibawah kekuasaan kaisar Roma, yang pada jamannya me-nguasai hampir seluruh Eropa sampai Eropa Utara (Skandinavia), bahkan sam-pai daerah Inggris, Scotlandia dan Afrika Utara.

13

Page 14: Filsafat Ilmu Dan Etika

Bersamaan dengan timbulnya kekuasaan Roma yang pada waktu itu dapat mengua-sai seluruh daratan Eropa, kebetulan juga timbul agama Kristen (Katolik) yang pada waktu itu berpusat di Roma (Vatikan) dan menguasai bidang agama di Eropa ber-dampingan dengan kekuasaan politik yang otokratik dari para raja dan kelompok aris-tokrat (bangsawan keturunan para raja).

14

Page 15: Filsafat Ilmu Dan Etika

PERKEMBANGAN FILSAFAT DI DUNIA BARAT (EROPA)

Perkembangan filsafat di dunia Barat (Ero-

pa) merupakan interaksi antara pengaruh alam

pikiran dan budaya Yunani dan Romawi (Latin)

dengan agama Kristiani (Katolik Roma) dan situ-

asi sosial politik di masing-masing negara di ja-

man itu yang menuju pada nasionalisme.

15

Page 16: Filsafat Ilmu Dan Etika

Jaman Renaissance

Sekitar tahun 1350-1650 di Eropa terjadi peru-

bahan yang sangat mendasar di bidang filsafat

dan ilmu. Timbul aliran Renaissance yang berar-

ti kelahiran kembali, yang pada dasarnya meru-

pakan gerakan reformasi, dan para ilmuwan ber-

usaha untuk kembali pada cara-cara berpikir ja-

man Yunani dan Romawi kuno.

16

Page 17: Filsafat Ilmu Dan Etika

Karena timbulnya negara kebangsaan yang

besar dengan raja-raja yang sangat berkua-

sa serta hegemoni gereja Katolik Roma pa-

da waktu itu, ada gerakan reformasi yang

menimbulkan aliran humanisme (kemanu-

siaan).

17

Page 18: Filsafat Ilmu Dan Etika

Jaman renaissance juga merupakan peru-

bahan dari jaman abad pertengahan ke a-

bad-abad modern. Filsafat sebagai ilmu dan

ilmu-ilmu lain secara umum berkembang le-

bih baik dibanding dengan perkembangan

sebelum jaman itu.

18

Page 19: Filsafat Ilmu Dan Etika

Revolusi Perancis

Pada akhir abad ke 18 karena absolu-tisme dalam pemerintahan yang membe-dakan antara rakyat biasa yang hidup da-lam kemelaratan dan sangat susah, di-paksa membayar pajak tinggi.

Sangat dibedakan antara rakyat dengan kelompok Gereja dan Pemerintahan.

19

Page 20: Filsafat Ilmu Dan Etika

• Pada waktu itu Pemerintah Perancis di bawah kekuasaan Raja Louis XVI yang bersifat sangat lemah. Dia sangat dikuasai oleh istrinya, Maria Antoinette yang suka kemewahan dan berpesta pora di istana. Maka rakyat berontak dengan semboyan liberte (kebebasan), egalite (per-samaan), dan fraternite (persaudaraan).

• Rakyat melakukan perlawanan terhadap keku-asaan Raja dan merusak penjara Bastille.

• Kejadian itu dikenal dalam sejarah sebagai awal Revolusi Prancis.

20

Page 21: Filsafat Ilmu Dan Etika

• Akibat adanya Revolusi Perancis, terjadi perubahan dalam berbagai bidang terma-suk bidang budaya dan filsafat di Eropa Barat dan timbul aliran liberalisme dan individualisme. Terjadi perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat, banyak penemuan-penemuan baru yang mempengaruhi pembangunan dalam berbagai bidang.

21

Page 22: Filsafat Ilmu Dan Etika

Dengan penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 mempe-ngaruhi perkembangan pesat dalam bi-dang teknologi dan transportasi, antara lain dengan dibangunnya jaringan kere-

ta api yang meluas meliputi seluruh da-ratan Eropa.

22

Page 23: Filsafat Ilmu Dan Etika

PERKEMBANGAN FILSAFATDI INDIA

Perkembangan filsafat di India sangat erat hubungannya dengan agama.

Di India agama Hindu (Hindhuisme) yang berdasarkan kepercayaan pada dewa-dewa, sudah berkembang berabad-abad sebelum tahun Masehi dan makin berkembang dengan adanya epos Maha-barata dan Ramayana sebagai hasil sastra yang ditulis sekitar 400 SM.

23

Page 24: Filsafat Ilmu Dan Etika

• Selain agama Hindhu di India berkembang agama Budha yang diajarkan oleh Sidharta Gautama (560-480 SM).

• Agama Budha (Buddhisme) semula bukan merupakan ajaran agama me-lainkan ajaran hidup untuk dapat melepaskan diri dari Samsara (pende-ritaan dan keruwetan hidup) dengan ke-kuatan sendiri.

24

Page 25: Filsafat Ilmu Dan Etika

PERKEMBANGAN FILSAFAT DI CHINA

Selain Hindhuisme dan Buddhisme yang ada dan berkembang di India, di daratan China timbul dan berkembang Taoisme (dengan Lao Tse dan Chuang Tse se-bagai pengembangnya) serta Konfusi-anisme (dengan pendirinya Kong Hu Tsu) semula juga berkembang sebagai ajaran kehidupan yang kemudian berkembang menjadi kepercayaan atau agama.

25

Page 26: Filsafat Ilmu Dan Etika

Perkembangan Filsafat Di Indonesia

Di Indonesia perkembangan budaya dan Iptek sangat muda. Pada awal abad-abad permulaan tahun Masehi Indonesia dida-tangi pendatang dari India dan manusia perahu yang datang mengungsi dari dae-rah Indocina dan China Selatan menyebar ke Nusantara, berbaur dengan penduduk asli dan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia.

26

Page 27: Filsafat Ilmu Dan Etika

Di sekitar abad ke 7-8 M di Jawa Tengah berdiri kerajaan Mataram Kuno yang sa-ngat kental dengan pengaruh budaya dan agama Hindhu dan Budha di bawah keku-asaan raja-raja keturunan Syailendra.

Agama Budha yang berkembang dan dapat membangun candi Borobudur yang menjadi monumen yang sangat terkenal sampai jaman sekarang.

27

Page 28: Filsafat Ilmu Dan Etika

Terjadi perubahan kekuasaan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dan timbul kera-jaan-kerajaan yang berakhir pada kerajaan Majapahit.

Dengan terbangunnya kasultanan Demak yang bersamaan dengan masuknya para pedagang dari Eropa terjadilah perubahan jaman yang membawa jaman penjajahan Indonesia selama lebih dari 3 abad.

28

Page 29: Filsafat Ilmu Dan Etika

Masa penjajahan membuat Indonesia dan

penduduknya terpecah belah. Selama lebih

dari 3 abad sebagai negara jajahan, Indo-

nesia sangat terbelakang dalam berbagai

segi, baik segi ekonomi, politik maupun dan

segi budaya.

29

Page 30: Filsafat Ilmu Dan Etika

Berawal dari Hari Kebangkitan Nasional

yang dipelopori oleh dr. Soetomo dan

Dr,Tjipto Mangoenkoesoemo dengan pendi-

rian Boedioetomo tahun1912 menjadi pe-

micu bangkitnya rasa nasionalisme yang

berlanjut dengan diselenggarakannya Hari

Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928

30

Page 31: Filsafat Ilmu Dan Etika

Terjadilah Perang Dunia II dan Indonesia didu-duki Tentara Jepang dari tahun 1942 sampai ta-hun 1945. Dengan dijatuhkannya bom nuklir di Nagasaki dan Hiroshima, tentara Jepang me-nyerah tanpa syarat dan pada tanggal 17 Agus-tus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta mempro-klamasikan Indonesia sebagai Negara Republik Indonesia dengan UUD 45 dan lambang Bhi-neka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila.

31

Page 32: Filsafat Ilmu Dan Etika

Filsafat bangsa Indonesia

Sejak Kemerdekaan Indonesia

Pancasila menjadi Filsafat

Negara dan Bangsa Indonesia

dengan landasan dasar Negara

Bhinneka Tunggal Ika

32

Page 33: Filsafat Ilmu Dan Etika

PANCASILA

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat In-donesia.

33

Page 34: Filsafat Ilmu Dan Etika

Maka sejak Proklamasi Kemerdekaan RI

17 Agustus 1945, Pancasila menjadilah

landasan Filsafat Bangsa dan Negara Indo-

nesia dan sebagai warga Bangsa Indonesia

kita wajib pertahankan dan perjuangkan

sampai akhir Jaman.

34

Page 35: Filsafat Ilmu Dan Etika

Perkembangan filsafat sebagai ilmu

Dalam perkembangan lebih lanjut filsafat sebagai ilmu berkembang menjadi ca-bang-cabang filsafat seperti: filsafat aga-ma, filsafat hukum, filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat sejarah, filsafat etika (moral), filsafat seni (estetika), filsafat pemerintahan, filsafat pengetahuan dll.

35

Page 36: Filsafat Ilmu Dan Etika

Apa saja yang perlu kita ketahui untuk

mempelajari sesuatu ilmu tertentu?

36

Page 37: Filsafat Ilmu Dan Etika

Perkembangan Ilmu danPeranan Bahasa dalam Ilmu

Dalam mempelajari Ilmu, peranan bahasa sa-ngat penting, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Dalam bahasa ini juga penting istilah-istilah yang digunakan dalam mempelajari suatu bidang ilmu.

Dalam bahasa Inggris dibedakan pengertian antara istilah ilmu (science) dan pengetahuan (knowledge).

Dalam bahasa Indonesia istilah ilmu dan pe-ngetahuan tidak terlalu dibedakan, dan disatu-kan menjadi satu istilah ialah:

Ilmu-pengetahuan.37

Page 38: Filsafat Ilmu Dan Etika

Lebih lanjut dalam bahasa Indonesia dikenal

singkatan istilah Iptek (Ilmu Pengetahuan

dan Teknologi) dan ada Lembaga yang di-

sebut sebagai LIPI (Lembaga Ilmu Penge-

Tahuan Indonesia) dalam lingkungan Ke-

menterian Urusan Riset Nasional (dulu De-

partemen Urusan Riset Nasional, Durenas)

38

Page 39: Filsafat Ilmu Dan Etika

Ciri-ciri Ilmu

Ilmu-ilmu yang berkembang secara umum

memiliki ciri-ciri ilmu sebagai berikut:

1. Ciri pertama ialah ciri empiris. Ilmu pe-ngetahuan diperoleh dengan melalui pe-ngalaman (empiri) yang dapat dibagi 2, ialah dengan pengamatan (observasi) dan percobaan (eksperimen)

39

Page 40: Filsafat Ilmu Dan Etika

2. Ciri kedua ialah ciri sistematis.

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disistematikkan. Berbagai keterang-an dan data dalam ilmu pengetahuan disu-sun sebagai sebagai suatu kumpulan pe-ngetahuan yang mempunyai keterkaitan yang teratur yang satu dengan yang lain.

40

Page 41: Filsafat Ilmu Dan Etika

3.Ciri ketiga ialah ciri obyektif. Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat obyektif, harus bebas dari pendapat pribadi dan kesukaan pribadi.

41

Page 42: Filsafat Ilmu Dan Etika

4. Ciri keempat ialah ciri analitis. Pengeta-huan yang ilmiah harus dapat membeda-kan pokok-pokok persoalan ke dalam bagian-bagian yang lebih rinci, dan harus dapat mempelajari sifat-sifat, hubungan dan peranan dari masing-masing bagian-bagian tadi.

42

Page 43: Filsafat Ilmu Dan Etika

5. Ciri kelima ialah ciri utama dari ilmu, ialah ilmu harus selalu mengarah kepada kebenaran. Ilmu dikembangkan manusia untuk mencapai nilai-nilai luhur dalam kehidupan manusia yang disebut sebagai kebenaran ilmiah.

43

Page 44: Filsafat Ilmu Dan Etika

Kebenaran ilmiah berupa azas-azas yang

universal (berlaku umum). Dengan memi-

liki pengetahuan ilmiah, manusia dapat

membuat ramalan-ramalan dalam berbagai

hal atau peristiwa mendatang dan dapat me-

nerangkan gejala-gejala alam yang terjadi

dan menguasai alam disekitarnya.

44

Page 45: Filsafat Ilmu Dan Etika

Dalam mempelajari suatu bidang ilmu sese-orang harus disiplin, konsekuen dan serius.Oleh karena itu seringkali bidang-bidang il-mu sering disebut sebagai disiplin ilmu.Suatu disiplin ilmu selalu memiliki keterka-itan dengan disiplin ilmu lain, sehingga se-seorang yang mempelajari suatu bidang il-mu harus juga mempelajari ilmu lain.

45

Page 46: Filsafat Ilmu Dan Etika

ILMU DEDUKTIF DAN ILMU EMPIRIK Dalam perkembangan lanjut, ilmu dibagi menjadi 2 kelompok atau golongan ilmu, ia-lah ilmu deduktif dan ilmu empirik.Ilmu deduktif berkembang melalui proses deduksi atau penjabaran, sedangkan ilmu empirik berkembang dengan landasan em-piri atau pengalaman

46

Page 47: Filsafat Ilmu Dan Etika

ILMU-ILMU DEDUKTIF

Secara umum arti deduksi adalah penalaran, yang

sesuai dengan hukum dan aturan logika formal.

Sebagai contoh ilmu deduktif ialah ilmu matema-

tika. Dalam matematika dalil-dalil dibuktikan tidak

dengan dasar pengalaman, melainkan melalui

deduksi atau penjabaran, berdasarkan dalil-dalil

yang ada sebelumnya melalui penalaran.

47

Page 48: Filsafat Ilmu Dan Etika

Apabila ilmu deduktif penalarannya ditarik

ke belakang, maka dalil paling awal tidak

mungkin lagi dilakukan pembuktiannya me-

lalui penalaran, maka dalil paling awal dise-

but sebagai aksioma. Aksioma juga sering

disebut sebagai postulat.

48

Page 49: Filsafat Ilmu Dan Etika

Ilmu deduktif yang utama ialah matematika.

Matematika membicarakan tentang bilangan-bila-

ngan, bangun-bangun geometri, fungsi-fungsi

bilangan, dan sebagainya. Sebenarnya pada awal-

nya matematika juga merupakan ilmu empirik yang

didasarkan atas pertanyaan-pertanyaan mengenai

hitung menghitung, ukur mengukur, timbang meni-

mbang dan sebagainya.

49

Page 50: Filsafat Ilmu Dan Etika

Kemudian berkembang menjadi ilmu deduktif yang men-jabarkan dalil-dalil lewat penalaran dari dalil yang sudah diterima atau disetujui lebih dulu.Dalam perkembangannya matematika tidak bertahan se-bagai sebagai ilmu deduktif murni karena dalam usahamembuktikan dalil-dalil berdasarkan eksperimen. Matematika lalu berkembang menjadi ilmu fisika atau ilmu alam. Perkembangan ini melahirkan adanya ilmu deduktifmatematka menjadi cabang ilmu baru.

50

Page 51: Filsafat Ilmu Dan Etika

ILMU-ILMU EMPIRIK

Ilmu empirik berasal dari empiri atau pe-

ngalaman, berkembang berdasarkan ob-

servasi (pengamatan) dan eksperimen

(percobaan).

Contoh-contoh ilmu empirik :

51

Page 52: Filsafat Ilmu Dan Etika

1. Ilmu Alam. Ilmu Alam mempelajari ten-tang benda-benda alam yang tidak hi-dup. Termasuk dalam golongan ilmu a-lam ialah: ilmu fisika, mekanika, kimia, fisikokimia, astronomi, meteorologi, hidrologi, geologi, geografi, minera-logi dll.

52

Page 53: Filsafat Ilmu Dan Etika

Karena keterbatasan indera manusia, baik untukkepentingan observasi maupun eksperimen, di-perlukan peralatan atau fasilitas yang berkem-bang mengikuti perkembangan teknologi.Misal saja untuk astronomi diperlukan observa-torium dan teropong bintang dan untuk fisika,kimia dan fisikokimia diperlukan laboratoriumdan peralatan laboratorium yang dapat mendu-kung eksperimen yang diperlukan untuk pengem-bangan ilmu yang bersangkutan.

53

Page 54: Filsafat Ilmu Dan Etika

Peralatan tersebut makin canggih,

diperlengkap, diperhalus dan dipre-

sisikan sesuai dengan perkemba-

ngan teknologi yang maju.

54

Page 55: Filsafat Ilmu Dan Etika

Dalam usaha mengembangkan ilmu empirik,

untuk melakukan eksperimen diperlukan pe-

nyusunan hipotesis-hipotesis yang akan di-

buktikan kebenarannya melalui eksperimen.

Hipotesis lalu berkembang menjadi teori-te-

ori.

55

Page 56: Filsafat Ilmu Dan Etika

Dalam mengembangkan ilmu alam sering diper-

lukan bidang ilmu lain sebagai alat bantu, seper-

ti matematika, aritmatik, algoretmik dll. Demikian

juga diperlukan fungsi-fungsi khusus dalam ma-

tematika, diferensial, integral yang dirancang khu-

sus untuk memecahkan masalah dan menelaah

lebih lanjut dalam mempelajari ilmu alam yang

lebih khusus.

56

Page 57: Filsafat Ilmu Dan Etika

2.Ilmu Hayat (Biologi). Ilmu Hayat atau Bi-

logi adalah contoh ilmu empirik kedua.

Biologi mempelajari benda-benda hidup.

Secara umum dibagi menjadi 2 ilmu, ialah Zoologi (ilmu Hewan) dan Botani (ilmu Tumbuhan).

57

Page 58: Filsafat Ilmu Dan Etika

3.Contoh ketiga ilmu empirik ialah ilmu yang mempelajari tentang manusia atau huma-niora.

Dalam kelompok ilmu humaniora ialah il-

mu psikologi, ilmu hukum, ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu sastra, ilmu bahasa, teologi dll.

58

Page 59: Filsafat Ilmu Dan Etika

4.Ilmu Farmasi. Ilmu farmasi juga termasuk go- longan ilmu empirik. Farmasi berasal dari kata-

kata dalam bahasa Yunani, Pharmacon, yang berarti obat. Untuk mempelajari ilmu farmasi di-perlukan ilmu-ilmu dasar antara lain ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu fisikokimia, anfisman, anfis-tum, dll. Karena obat digunakan terutama untuk pengobatan ilmu farmasi juga sangat erat hu-bungannya dengan ilmu kedokteran, kedokter-an gigi, kedokteran hewan, kesehatan masya-rakat, ilmu kebidanan, ilmu keperawatan dll.

59

Page 60: Filsafat Ilmu Dan Etika

KAITAN FILSAFAT ILMU DAN ILMU Filsafat yang semula berkembang di Yunani danberkembang di seluruh belahan dunia, baik di du-dunia barat (Eropa) maupun di dunia timur (Asia). Dalam usaha manusia untuk mengembangkan dan mempelajari berbagai ilmu, filsafat merupakanpedoman awal dan dimulai dengan mencari jawa-ban atas 3 kelompok pertanyaan, ialah ontologi, epistemologi dan aksiologi

60

Page 61: Filsafat Ilmu Dan Etika

ONTOLOGI ialah kelompok pertanyaan un-

tuk mencari jawaban pertanyaan-pertanya-

an : obyek apa yang ditelaah suatu ilmu, ba-

gaimana hubungannya obyek tadi dengan

daya tangkap manusia seperti berpikir, me-

ngindera, merasa yang membuahkan suatu

ilmu?

61

Page 62: Filsafat Ilmu Dan Etika

EPISTEMOLOGI ialah bagaimana proses yang

memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang

berupa ilmu, bagaimana prosedurnya dengan

memperhatikan apakah ilmu atau pengetahu-

an itu benar? Lalu apa yang apa yang disebut

sebagai kebenaran itu? Apa kriterianya? Ba-

gaimana cara, teknik yang membantu kita dalam

mendapatkan ilmu?

62

Page 63: Filsafat Ilmu Dan Etika

AKSIOLOGI. Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu? Bagaimana kaitan antara penggunaan il-mu itu dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana pilihan-pilihan yang dipelajari ilmu itu dengan pilih-an-pilihan moral? Bagaimana teknik pemanfaatan ilmu itu dikaitkan dengan norma-norma moral?

Dalam mempelalajari Ilmu Farmasi pemikiran-pemikiran dari filsafat ilmu sangat penting un-tuk kita dapat lebih memahami ilmu farmasi

63

Page 64: Filsafat Ilmu Dan Etika

ILMU FARMASI ITU APA?

Farmasi berasal dari kata Pharmacon da-

lam bahasa Yunani yang berarti obat. Ja-

di Ilmu Farmasi berarti Ilmu tentang Obat.

64