File Presentasi

Download File Presentasi

Post on 06-Jul-2015

91 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATTAINING CONCEPT DI SMP MUHAMMADIYAH 31 PANYABUNGANOLEH</p> <p>ABDUL MAJIDProgram Studi : Pendidikan Fisika</p> <p>FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN PADANGSIDIMPUAN 2011</p> <p>A. LATAR BELAKANG MASALAHBerdasarkan hasil observasi peneliti tanggal 15 oktober 2010 di SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan pada umumnya siswa berpendapat bahwa belajar fisika membosankan, tidak menarik dan sulit dipahami. Hal ini dapat disebabkan karena cara penyajian pelajaran yang kurang menarik, kurangnya pemahaman dan penguasaan materi pelajaran, gaya (modalitas) belajar, daya intelegensi yang rendah serta adanya perbedaan individual dalam proses belajar- mengajar.Lanjut</p> <p>Terbukti saat penulis melakukan tes diagnostik pada kelas VII 2 SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan dengan jumlah siswa 40 orang, 22 perempuan dan 18 laki-laki, hasilnya masih kurang memuaskan hanya sekitar 12 (30 %) siswa yang mampu mencapai nilai KKM dan 28 (70%) siswa yang tidak mencapai nilai KKM (kriteria ketuntasan minimal) yaitu nilai 65. (data terlampir). Hal ini membuktikan bahwa siswa belum dapat memahami dan menguasai materi yang diajarkan.</p> <p>Lebih lanjut saat penulis mewawancarai seorang guru Fisika di sekolah tersebut yaitu Samsiah, S.Pd mengatakan :1. 2. 3. 4. 5.</p> <p>6.</p> <p>Kelas yang selalu menunjukkan hasil belajar rendah adalah kelas VII 2 Metode yang selama ini digunakan dalam proses pembelajaran adalah kurang bervariasi Kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran adalah kurangnya pemahaman siswa tentang konsep-konsep fisika Rendahnya hasil belajar siswa Kurangnya minat mengerjakan soal-soal pada diri siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya siswa yang tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah. Adanya perubahan model pembelajaran sehingga akan meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa</p> <p>Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : PENINGKATANPEMAHAMAN KONSEP FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATTAINING CONCEPT DI SMP MUHAMMADIYAH 31 PANYABUNGAN</p> <p>B. IDENTIFIKASI MASALAH</p> <p>Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Siswa menganggap fisika merupakan pelajaran yang sulit dipahami 2. Hasil belajar siswa masih rendah 3. Pemahaman konsep fisika siswa rendah 4. Metode mengajar yang biasa digunakan oleh guru dalam mengajar fisika adalah kurang bervariasi</p> <p>c. Batasan Masalah1.</p> <p>2.</p> <p>3.</p> <p>Model pembelajaran yang digunakan adalah Attaining Concept untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa Sub pokok materi yang diajarkan adalah zat dan wujudnya Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII 2 SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Tahun Pelajara n 2010-2011</p> <p>D. Rumusan MasalahApakah model pembelajaran Attaining Concept dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi zat dan wujudnya dikelas VII 2 semester I SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Tahun Pelajaran 2010-2011?</p> <p>E.Tujuan PenelitianUntuk mengetahui apakah model pembelajaran Attaining Concept dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi zat dan wujudnya dikelas VIII semester I SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Tahun Pelajaran 2010-2011.</p> <p>F. Manfaat Penelitian1. 2.</p> <p>3. 4.</p> <p>5.</p> <p>Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika Sebagai bahan masukan bagi peneliti untuk memperluas wawasan peneliti mengenai model pembelajaran Attaining Concept sebagai calon guru Sebagai bahan masukan bagi peneliti yang lain apabila meneliti dengan metode yang sama Sebagai bahan masukan bagi guru ditempat penelitian agar dapat memahami model pembelajaran Attaining Concept dan menerapkannya dalam pembelajaran Sebagai bahan masukan bagi sekolah tentang model pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa</p> <p>G. DEFENISI OPERASIONAL1.</p> <p>2.</p> <p>3.</p> <p>Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid Model pembelajaran Attaining Concept adalah model pembelajaran yang menekankan pada atribut-atribut yang di miliki oleh suatu konsep, yang selanjutnya dapat menjelaskan apa, fungsi, serta peranannya. Model ini sangat bagus dikembangkan karena di samping mudah (simpel) tetapi mempuyai masa simpanan memori anak/seseorang jangka Panjang Sub materi pokok zat dan wujudnya adalah suatu mata pelajaran fisika yang diajarkan di sekolah</p> <p>J. Pengajuan HipotesisAdapun rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah : Model pembelajaran Attaining Concept dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Tahun Pelajaran 2010-2011.</p> <p>K.METODOLOGI PENELITIANa.Setting Penelitan 1.Jenis penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran fisika terkait peningkatan pemahaman konsep fisika melalui penerapan model pembelajaran Attaining Concept</p> <p>2. Subjek dan Objek penelitian(1) Subjek penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas VII 2 di SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan dengan jumlah siswa 40 orang dengan komposisi laki-laki 22 orang dan perempuan 18 orang Objek penelitian Objek yang diamati dalam penelitian ini adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan kemampuan konsep fisika siswa dalam melaksanakan pembelajaran di kelas yang mengkhusukan pada model pembelajaran Attaining concept di kelas VII 2 SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan</p> <p>(2)</p> <p>(3) Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan bertempat di Gunung Tua Panyabungan Kec. Panyabungan. Waktu penelitian ini direncanakan selama 3 bulan sejak surat persetujuan penelitian diterima.</p> <p>b. Pendekatan Penelitian (1) Penelitian kepustakaan (library research) (2) Penelitian lapangan (field research)</p> <p>c. Prosedur PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan 3 (tiga) siklus, masing-masing siklus terdiri 4 tahap, yaitu : planning (perencanaan) acting (pelaksanaan), observation, da reflection (refleksi).</p> <p>d. Data-data yang akan diambil(1) Jenis data Jenis data dalam penelitian ini ada dua macam yaitu: 1. Data primer 2. Data sekunder Sumber data Yang dimaksud sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII 2 SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan yang masih terdaftar pada Tahun Pelajaran 2010-2011.</p> <p>(2)</p> <p>e. Teknik dan Alat pengumpulan data1.Teknik Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, wawancara dan angket 1.Tes 2.Observasi 3.Wawancara 4.Angket</p> <p>2. Alat pengumpulan dataa. b. c. d.</p> <p>Tes Lembar observasi Panduan wawancara Lembar kuesioner atau angket</p> <p>f.</p> <p>Teknik Analisis Data</p> <p>Analisis data yang digunakan untuk menyelesaiakan masalah yang disajikan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu menjelaskan arah perubahan peningkatan pemahaman konsepsi siswa tentang konsep zat dan wujudnya, aktivitas dan interaksi belajar siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Attaining concept untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.</p> <p>g. Indikator KinerjaSiswa a. tes : rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep fisika siswa b. Observasi : keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar Guru a. Dokumentasi : Kehadiran siswa b. Observasi : hasil observasi</p> <p>h.</p> <p>Tolak ukur keberhasilan siswa</p> <p>Sebagai tolak ukur keberhasilan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari: 1. Meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran fisika dengan sub pokok bahasan wujud zat dan perubahannya, yang ditandai dengan tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 75 % siswa telah memperoleh ratarata tes minimal 65. 2. Adanya peningkatan kegiatan proses pembelajaran siswa di dalam kelas yang disesuaikan dengan model pembelajaran Attaining concept, dan hasil observasi tersebut tercapai mencapai 75 % 3. Guru telah mencapai 75 % penguasaan pengelolaan dalam melaksanakan proses pembelajaran 4. Siklus akan diberhentikan jika indikator-indikator yang telah ditetapkan telah tercapai selama pelaksanaan penelitian.</p>