BAB III METODE PENELITIAN Metode ?· SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, SMAN 3 Cimahi dan SMAN 6 Cimahi.…

Download BAB III METODE PENELITIAN Metode ?· SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, SMAN 3 Cimahi dan SMAN 6 Cimahi.…

Post on 02-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>51 </p> <p>BAB III </p> <p>METODE PENELITIAN </p> <p>A. Metode Penelitian </p> <p>Dalam sebuah penelitian sangat erat hubungannya dengan suatu metode, </p> <p>karena dalam penggunaan metode dalam penelitian harus disesuaikan dengan </p> <p>permasalahan dan tujuan yang akan dikaji. Keberhasilan dalam sebuah penelitian </p> <p>tidak terlepas dari suatu metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengumpulan </p> <p>data dan analisis data. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi </p> <p>deskriptif yang sifat penelitian kualitatif. </p> <p>Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dapat menjawab </p> <p>permasalahan tentang gejala-gejala sosial yang memerlukan pemahaman secara </p> <p>mendalam dalam konteks waktu dan situasi yang bersangkutan dengan kondisi </p> <p>yang objektif terjadi dilapangan tanpa adanya manipulasi. Seperti yang dijelaskan </p> <p>oleh Moleong (2007:6) tentang penjelasan penelitian kualitatif sebagai berikut: </p> <p>Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami </p> <p>fenomena tentang apa yang akan dialami oleh subjek penelitian misalnya </p> <p>perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll., secara holistik, dan dengan cara </p> <p>deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang </p> <p>alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. </p> <p>Dalam menggunakan penelitian kualitatif, data yang didapat lebih lengkap, </p> <p>dan lebih mendalam karena dalam proses penelitian kualitatif ini melakukan </p> <p>pengamatan terhadap orang dalam kehidupannya sehari-hari, melihat interaksi </p> <p>dengan peneliti sehingga tujuan penelitian dapat dicapai dan program yang akan </p> <p>dikembangkan akan memungkinkan untuk dilaksanakan. </p> <p>Penelitian studi deskriptif dijelaskan oleh Sudjana dan Ibrahim (1989:64), </p> <p>yaitu sebagai berikut: </p> <p>52 </p> <p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu </p> <p>gejala, peristiwa kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Dengan perkataan </p> <p>lain, penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian </p> <p>kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian </p> <p>dilaksanakan. </p> <p>Dari penjelasan diatas, bahwa penelitian deskriptif merupakan suatu </p> <p>penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi dan </p> <p>yang nampak dalam situasi tersebut. Adapun ciri-ciri tentang metode penelitian </p> <p>deskriptif yang dijelaskan oleh Surakhmad (1998:140), yaitu sebagai berikut: </p> <p>1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang, pada masalah-masalah yang aktual. </p> <p>2. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisi (karena itu metode ini sering pula disebut metode analitik). </p> <p>Penggunaan metode penelitian ini, peneliti ingin mengetahui gambaran </p> <p>menganai proses pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Menengah Atas </p> <p>(SMA) Negeri Se-Kota Cimahi, yaitu SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, SMAN </p> <p>3 Cimahi, SMAN 4 Cimahi, SMAN 5 Cimahi, dan SMAN 6 Cimahi. Berdasarkan </p> <p>dari penjelasan Surakhmad tentang ciri-ciri penelitian studi deskriptif penulis </p> <p>kemukakan bahwa dalam melaksanakan penelitian data yang diperoleh mula-mula </p> <p>dikumpulkan, disusun, dijelaskan, serta dianalisis. Dengan penelitian ini peneliti </p> <p>untuk memperoleh gambaran yang jelas sehingga tujuan dalam penelitian ini </p> <p>akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. </p> <p>Dalam pelaksanaan penelitian ini sesuai dengan penelitian studi deskriptif </p> <p>adalah dimulai dari menyusun instrumen penelitian, berupa observasi sederhana </p> <p>pada proses pembelajaran pendidikan jasmani dan berupa wawancara yang </p> <p>dilakukan kepada guru pendidikan jasmani di SMAN se-kota Cimahi, siswa yang </p> <p>mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah tersebut. </p> <p>53 </p> <p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>B. Deskripsi Latar, Entri, dan Kehadiran Peneliti </p> <p>1. Deskripsi Latar </p> <p>Deskripsi latar yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berusaha </p> <p>memaparkan atau menggambarkan secara jelas dan rinci mengenai tempat atau </p> <p>lokasi penelitian yaitu SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, SMAN 3 Cimahi, </p> <p>SMAN 4 Cimahi, SMAN 5 Cimahi, dan SMAN 6 Cimahi. Dari ke enam sekolah </p> <p>ini hanya empat sekolah yang penulis teliti, karena beberapa hal yang penulis </p> <p>alami dalam proses perijinan penelitian. Ke empat sekolah tersebut diantaranya </p> <p>SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, SMAN 3 Cimahi dan SMAN 6 Cimahi. Hal </p> <p>ini dilakukan untuk memberikan kejelasan secara utuh dan menyeluruh tentang </p> <p>proses pembelajaran pendidikan jasmani di SMAN 1 Cimahi, SMAN 2 Cimahi, </p> <p>SMAN 3 Cimahi, dan SMAN 6 Cimahi. </p> <p>a. SMAN 1 Cimahi </p> <p>SMA Negeri 1 Cimahi berdiri sejak tahun 1961 dengan nama SMA DT II </p> <p>Bandung di Cimahi dan berlokasi di Sekolah Hsin Hua milik Yayasan </p> <p>BAPERKI jalan Pasar Atas No.47 D. Pada awalnya di bawah kepemimpinan </p> <p>Kepala Sekolah pertama Syukron Sulaeman hanya memiliki 2 kelas yaitu bagian </p> <p>B (Pasti Alam) dan bagian C (Ilmu Sosial) . Kemudian pada tahun 1962 SMA </p> <p>Swasta DT II Bandung di Cimahi menjadi Filial SMA Negeri 5 Bandung. </p> <p>Kemudian pada tahun 1964 berubah menjadi SMA Negeri Cimahi berdasarkan </p> <p>Surat Keputusan Pendirian Nomor : 79/SK/B/III/64 dengan Kepala Sekolah Tan </p> <p>kim Hay (Soetjonegoro) tepatnya tanggal 30 Juli 1964. </p> <p>Fasilitas yang dimiliki selain 27 ruang kelas, juga terdapat 1 perpustakaan, 1 </p> <p>ruang multi media dan 3 laboratorium (laboratorium bahasa, Lab. IPA, Lab.IPS </p> <p>dan komputer), 1 Kepala sekolah, , 1 ruang guru MP, 1 ruang guru BK, 1 Ruang </p> <p>TU, 1 ruang Komite Sekolah, 1 lapangan olahraga , mesjid, ruang OSIS, 1 ruang </p> <p>stusio musik, 1 ruang tata boga, dan ruang ruang Ekstrakurikuler yang ada </p> <p>berjumlah 4 ruang kegiatan yang dibagi menjadi 12 unit kegiatan, 2 ruang parkir </p> <p>motor dan garasi mobil Kepsek. </p> <p>54 </p> <p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>b. SMAN 2 Cimahi </p> <p>SMA Negeri 2 Cimahi pada awalnya merupakan pengembangan dari SMA </p> <p>Negeri Cimahi (SMA Negeri 1 Cimahi sekarang) yang dikenal sebagai kelas jauh </p> <p>SMA Negeri Cimahi dan mulai dibangun pada tahun 1976 - 1977 ( Kelas III </p> <p>Jurusan IPA SMA Negeri Cimahi ). </p> <p>Pada tanggal 19 Nopember 1981 diadakan upacara peresmian Penegerian </p> <p>SMA Negeri Cimahi Filial Sriwijaya terhitung mulai tanggal 1 Juli 1981 yang </p> <p>kemudian ditegaskan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan </p> <p>Kebudayaan Republik Indonesia No. 0220 / O / 1981 tanggal 14 Juli 1981. </p> <p>Selanjutnya sejak saat itu SMA Negeri Cimahi Filial Sriwijaya menjadi SMA </p> <p>Negeri 2 Cimahi sampai dengan sekarang. </p> <p>Berdasarkan prestasi yang telah diukir oleh para siswa dibawah bimbingan </p> <p>para tenaga pengajar yang ada di SMA Negeri 2 Cimahi, maka pemerintah </p> <p>melalui Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat memberikan Piagam Penghargaan </p> <p>kepada SMA Negeri 2 Cimahi sebagai Sekolah Yang bermutu Tinggi ( Piagam </p> <p>Penghargaan No.002 / Kep.3268.Disdik / 2002 tanggal 20 Juni 2002 ) dan piagam </p> <p>penghargaan Badan Akreditasi Sekolah Jawa Barat dengan nilai A Amat Baik ( </p> <p>Piagam Penghargaan No. 057/BAS/JB/2003, tanggal 11 Nopember 2003 ) </p> <p>Berdasarkan Surat keputusan No. 169/C.C4/MN/2009, tanggal 10 Pebruari 2009, </p> <p>SMA Negeri 2 Cimahi ditetapkan sebagai Calon RSBI Rintisan Sekolah </p> <p>Bertaraf Internasional. </p> <p>c. SMAN 3 Cimahi </p> <p>Berawal dari menempati 2 lokal yang dipinjamkan SMPN 2 Cimahi, SMAN </p> <p>3 Cimahi berdiri sebagai filial / sekolah binaan dari SMAN 2 Cimahi pada tahun </p> <p>1984. Kemudian atas dasar prakarsa PYMT Kepala Sekolah pada saat itu yakni </p> <p>Bpk. Drs Tatang Bachrum Adji, Bpk. Moch Wasid SH dibantu oleh Bpk. Drs. </p> <p>Dede Suyatna, membeli sebidang tanah yang luasnya 9.326 M2 di jln. Pesantren </p> <p>Cibabat, Cimahi Utara. Dilahan itulah dibangun 3 ruangan belajar,1 ruang Guru </p> <p>dan 1 ruang TU. Maka berpindahlah kegiatan SMAN 3 Cimahi dari SMPN 2 </p> <p>Cimahi di jln. Jend Sudirman ke jln. Pesantren Cimahi Utara yang secara Yuridis </p> <p>55 </p> <p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>ditetapkan berdiri sendiri dengan SK Pendirian Sekolah No 0601/10/1985 pada </p> <p>tanggal 22 November 1985. Kepemimpinan saat itu dipegang oleh ibu Dra. Hj. </p> <p>Ratu Yetty Amin Argakusumah dan Bpk. Moch. Wasid. SH. </p> <p>Berawal dari menempati 2 lokal yang dipinjamkan SMPN 2 Cimahi, SMAN </p> <p>3 Cimahi berdiri sebagai filial / sekolah binaan dari SMAN 2 Cimahi pada tahun </p> <p>1984. Kemudian atas dasar prakarsa PYMT Kepala Sekolah pada saat itu yakni </p> <p>Bpk. Drs Tatang Bachrum Adji, Bpk. Moch Wasid SH dibantu oleh Bpk. Drs. </p> <p>Dede Suyatna, membeli sebidang tanah yang luasnya 9.326 M2 di jln. Pesantren </p> <p>Cibabat, Cimahi Utara. Dilahan itulah dibangun 3 ruangan belajar,1 ruang Guru </p> <p>dan 1 ruang TU. Maka berpindahlah kegiatan SMAN 3 Cimahi dari SMPN 2 </p> <p>Cimahi di jln. Jend Sudirman ke jln. Pesantren Cimahi Utara yang secara Yuridis </p> <p>ditetapkan berdiri sendiri dengan SK Pendirian Sekolah No 0601/10/1985 pada </p> <p>tanggal 22 November 1985. Kepemimpinan saat itu dipegang oleh ibu Dra. Hj. </p> <p>Ratu Yetty Amin Argakusumah dan Bpk. Moch. Wasid. SH. </p> <p>Tahun Ajaran 1986 1990, barulah ada Kepala Sekolah yang definitive </p> <p>yaitu Bpk. Ardjo. Dibawah pimpinan beliau bertambahlah ruangan belajar SMAN </p> <p>3 Cimahi menjadi 10 ruangan, yang dilengkapi dengan 1 ruang LAB IPA, 1 </p> <p>sarana ibadah mesjid yang diberi nama AL MUQODAS , 1 lapangan olah </p> <p>raga Siswa da rehab ruang Guru plus ruang TU. Tahun Ajaran 1990 1995, </p> <p>tampuk pimpinan beralih ke Bpk. Drs. Ace Rukoman, ruang belajar bertambah </p> <p>lagi 4 ruangan hingga jumlahnya menjadi 14 ruangan, ditambah 1 ruang Wakasek, </p> <p>1 ruang OSIS, 1 ruang kantin. Pintu gerbang depan dan pembentengan batas </p> <p>sekolah dengan masyarakatpun ditata dan dibenahi. Lapang olah raga siswa </p> <p>diperbaiki ditambah dengan penataan dan penghijauan lingkungan. Tahun terus </p> <p>berganti, hingga pada periode 1995 1999 pada saat kepemimpinan Bpk. Drs. </p> <p>Sukarja AS; pembangunan fisik sekolah tidak ada, kecuali rehab untuk beberapa </p> <p>ruangan. Periode tahun ajaran 1999 2002 SMAN 3 Cimahi dipimpin oleh Bpk. </p> <p>Drs. Asep Ikhsan. Belaiu menambah 4 ruang belajar, 1 ruang perpustakaan, 1 </p> <p>LAB. Komputer yang dilengkapi dengan 20 buah computer Pentium 2, 1 ruang </p> <p>BP dan terjadi penggatian nama mesjid menjadi NURUL IKHSAN . Tahun </p> <p>56 </p> <p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>Ajaran 2003 2004 kepemimpinan dipegang oleh Bpk. Jojo Sutia, pun tidak ada </p> <p>penambahan pembangunan fisik sekolah tetapi LAB. IPA sempat direnovasi. </p> <p>Pada tahun ajaran 2004 2005 Kepala Sekolah dijabat PYMT Bpk. Drs. Edi </p> <p>Junaedi, dengan pelaksana harian Bpk. Drs. Yayat Hidayat. Pada tahun ini SMAN </p> <p>3 Cimahi mendapat bantuan 1 set perangkat LAB. BAHASA. Sesuai dengan </p> <p>perkembangan dan kemajuan elektronika; juga kebetulan SMAN 3 Cimahi pada </p> <p>tahun ini hanya satu satunya SMA Negeri di Cimahi yang mempunyai jurusan </p> <p>Bahasa. Tahun Ajaran 2005 2006, Bpk. Drs. Asep Ikhsan kembali menjadi </p> <p>PYMT, sebagai pelaksana harian tetep dipercayakan kepada Bpk. Drs. Yayat </p> <p>Hidayat. Pembangunan fisik SMAN 3 dilanjutkan kembali dengan menambah 1 </p> <p>buah sarana lapangan olah raga, 1 ruang UKS, 1 ruang Tata Boga ( adanya </p> <p>MULOK pada kurikulum 2004 yang memuat adanya mata pelajaran tambahan </p> <p>untuk keterampilan. SMAN 3 Cimahi memilih keterampilan Tata Boga dan </p> <p>Elektronika ); 1 ruang piket Guru. Ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha pindah </p> <p>ke lantai dua, sementara lantai dasar digunakan untuk lahan parker sesuai dengan </p> <p>kebutuhan dan kapasitas kendaraan yang terus bertambah baik untuk roda dua </p> <p>maupun roda empat. </p> <p>Bulan Desember 2006 terjadi pergantian Kepala Sekolah, Bpk. Drs. Asep </p> <p>Ikhsan dilaih tugaskan ke SMAN 1 Cimahi dan Bpk. Drs. Rochiman Satisha </p> <p>bertugas di SMAN 3 Cimahi. Ditahun Ajaran 2006 2007 SMAN 3 Cimahi </p> <p>menata lingkungan yang bersih dan sehat dengan merenovasi wc siswa dan guru, </p> <p>perbaikan kursi dan meja belajar siswa, termasuk lapangan olah raga yang ada di </p> <p>lahan sebelah utara diperbaiki dan dibuat lapang tennis hinga berfungsi ganda, </p> <p>baik untuk guru ataupun siswa; karena Tenis dijadikan kegiatan ekstra kurikuler </p> <p>ditambah dengan Mading, EAC ( English Activity Corner) Jurnalist ( dilengkapi </p> <p>dengan kamera khusus ). Penataan halaman yang rindang dan hijau, taman yang </p> <p>rapih hingga terlihat asri adalah sarana yang menunjang kenyamanan aktivitas </p> <p>suatu komunitas sehingga bisa dijadikan lahan kegiatan yang memadai baik untuk </p> <p> Flexibility Learning dan Pentas Kreasi Seni siswa SMAN 3 Cimahi ataupun </p> <p>ajang silaturahmi dengan para orang tua siswa dan Alumni.Tahun Pelajaran 2007 </p> <p> 2008 SMAN 3 Cimahi mendapat bantuan dana Block Grant (RKB) untuk 2 </p> <p>57 </p> <p>Astri Muharohmah, 2013 Analisis Pedagogis Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu </p> <p>lokal tetapi yang berhasil dibangun menjadi 4 lokal ,( 2 ruang belajar, 1 ruang </p> <p>perpustakaan dan 1 ruang Multi Media) Tuntutan kemajuan dan perkembangan </p> <p>ilmu pengetahuan. </p> <p>d. SMAN 6 Cimahi </p> <p>SMA Negeri 6 Cimahi sebelumnya disebut sebagai SMAN 13 Bandung. </p> <p>Angkatan pertama SMAN 13 Bandung pada saat itu masih bergabung dengan </p> <p>SMAN 4 Bandung di Jalan Gardujati no. 20 Bandung. Karena SMAN 13 </p> <p>Bandung masih baru dan masih bergabung dengan SMAN 4 Bandung maka </p> <p>belum bisa berjalan sendiri dalam menampung siswa didiknya. Begitu juga para </p> <p>staf pengajar kebanyakan masih guru-guru SMAN 4 Bandung. Pada saat itu </p> <p>Kepala Sekolah SMAN 13 Bandung adalah juga Kepala Sekolah SMAN 4 </p> <p>Bandung yaitu Ibu. Dra. Nani Soekartini. </p> <p>Setelah berpisah secara administrasi dengan SMAN 4 Bandung Kepala </p> <p>Sekolah SMAN 13 Bandung dipimpin oleh Bapak Komaruddin yang berasal dari </p> <p>Cikampek. Pada saat itu pembangunan fisik Gedung Sekolah SMAN 13 Bandung </p> <p>di Cijerah masih berlangsung sehingga para siswa-siswi SMAN 13 Bandung </p> <p>sebagian belajar di Gedung SMAN 4 Bandung Jalan Gadujati no. 20 sebag...</p>