bab 2 landasan teori dan kerangka pemikiran to bab2003.pdf · landasan teori dan kerangka...

Download BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN to Bab2003.pdf · LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN…

Post on 19-May-2019

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

8

BAB 2

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1. Manajemen

Manajemen berasal dari kata kerja to manage (bahasa inggris), yang berarti

mengurus, mengatur, melaksanakan dan mengelola (Gomes, 1995:1). Sebagai

ilmu pengetahuan, manajemen bersifat universal dan mempergunakan kerangka

ilmu pengetahuan yang sistematis, mencakup kaidah-kaidah, prinsip-prinsip dan

konsep-konsep, yang cenderung benar, dalam situasi manajerial (Martoyo,

1987:3). Dengan mengerti pengetahuan dasar tentang manajemen maka seorang

manajer akan mampu menjalankan manajemen secara efektif dan efisien.

Menurut Hasibuan (2003:1-2), manajemen adalah ilmu dan seni yang

mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya

secara efktif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Selanjutnya

menurut Martoyo (1987:3), manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja

dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai

tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan

(planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau

kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan

(controlling)

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa defenisi manajemen adalah suatu

alat yang digunakan dalam organisasi untuk menjalankan tugas-tugasnya demi

mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

9

Dasar-dasar manajemen menurut Hasibuan (2003:2) adalah sebagai berikut:

1. Adanya kerja sama diantara sekelompok orang dalam ikatan yang formal.

2. Adanya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai.

3. Adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur

4. Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik.

5. Adanya sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan.

6. Adanya human organization.

2.1.1 Manajemen Sumber Daya Manusia

Pada awalnya, sumber daya didefenisikan sebagai alat mencapai tujuan atau

kemampuan memperoleh keuntungan dari kesempatan-kesempatan tertentu atau

meloloskan diri dari kesukaran sehingga dengan demikian perkataan sumber

daya (resources) mendahului personase perkataan itu merefleksikan appraisal

manusia. Jadi pernyataan sumber daya tidak dapat menunjukkan suatu benda atau

suatu substansi, melainkan kepada suatu fungsi dimana suatu benda atau suatu

substansi dapat berperan dalam suatu proses atau operasi, yakni suatu fungsi

operasional untuk mencapai tujuan tertentu, seperti memenuhi kepuasan. Dari

penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian sumber daya timbul dari

interaksi antara manusia yang selalu mencari alat untuk mencapai tujuan dan

sesuatu diluar manusia pada saat ini disebut Alam. (Martoyo,1987:5).

Sumber daya manusia sebenarnya terjadi karena interaksi antara manusia

dan alam yang saling membutuhkan dalam memenuhi kebutuhannya. Sumber

Daya Manusia merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam sebuah

10

organisasi. Berbagai istilah yang dipakai untuk menunjukkan Manajemen Sumber

Daya Manusia antara lain: manajemen sumber daya manusia, manajemen sumber

insani, manajemen personalia, manajemen tenaga kerja, manajemen kepegawaian,

administrasi personalia, industrial relation, man power management, dan

sebagainya. Menurut Martoyo (1986:6), Man Power Management dan Personnel

Administration memang benar sama dengan istilah Management Personalia,

karena ketiga istilah tersebut dapat dipertukarkan untuk maksud yang sama.

Namun terdapat persamaan dan perbedaan Manajemen Personalia dan

Manajemen Sumber Daya Manusia. Persamaannya adalah keduanya merupakan

ilmu yang mengatur unsur manusia dalam suatu organisasi , agar mendukung

terwujudnya tujuan. Sedangkan perbedaannya adalah : (1) Manajemen Sumber

Daya Manusia dikaji secara makro sedangkan manajemen personalia dikaji secara

mikro, (2) MSDM menganggap bahwa karyawan adalah kekayaan (asset) utama

organisasi, jadi harus dipelihara dengan baik sedangkan Manajemen Personalia

mengganggap karyawan adalah faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan secara

produkstif, (3) MSDM pendekatannya secara modern sedangkan Manajemen

Personalia pendekatannya secara klasik. (Hasibuan,2003:9-10).

Agar pengertian MSDM ini lebih jelas dirumuskan dan dikutip definisi

yang dikemukakan para ahli :

Hasibuan mengatakan MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan

dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya

tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

11

Andrew F. Sikula menggambarkan implementasi tenaga kerja manusia

adalah pengadaan, pemeliharaan, penempatan, latihan-latihan dan

pendidikan sumber daya manusia. Implementasi sumber daya manusia

adalah rekruitmen, selection, training, education, development.

John B. Miner dan Mary Green Miner mendefinisikan manajemen

personalia sebagai suatu proses pengembangan, menerapkan dan menilai

kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur, metode-metode dan

program-program yang berhubungan dengan individu-individu karyawan

dalam organisasi.

Dale Yoder mengartikan manajemen personalia adalah penyedia

kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam pekerjaan atau

hubungan kerja mereka.

Beberapa persamaan yang dapat kita defenisikan dari pendapat

para ahli diatas yaitu sama-sama mendefenisikan MSDM itu sebagai suatu

proses dan upaya untuk mengatur hubungan pekerjaan dan manusia. Dan

dengan melihat pendapat para ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwa

MSDM adalah proses atau upaya mengatur hubungan dan peran tenaga

kerja agar lebih efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan,

karyawan dan masyarakat.

2.1.2 Pentingnya MSDM

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bagian dari manajemen. Oleh

karena itu, teori-teori manajemen umum menjadi dasar pembahasannya. MSDM

12

lebih memfokuskan pembahasannya mengenai peranan pengaturan manusia

dalam mewujudkan tujuan yang optimal. MSDM mendapat perhatian dan sorotan

yang sungguh dari berbagai pihak, baik yang berasal dari sektor publik maupun

swasta. Berbagai penyelenggaraan seminar, pelatihan, dan kursus dan yang

sejenisnya semuanya menekankan pada manajemen sumber daya manusia.

Pentingnya MSDM ini dapat disoroti dari berbagai perspektif. Moses

K.Kiggundu misalnya, menyoroti relevansi dan pentingnya MSDM ini dari

keempat perspektif, yaitu politik, ekonomi, teknologi, dan sosial budaya.

Sementara Siagian melangkah lebih jauh lagi dengan mengemukakan enam

perspektif yaitu politik, ekonomi, hukum, sosial kultural, administratif dan

teknologi.

Dengan begitu MSDM memang sangat penting dalam sebuah organisasi

dan menjadi kebutuhan pokok bagi organisasi apapun dan semuanya berusaha

untuk memperbaiki diri melalui MSDM untuk tujuan yang efektif dan efisien.

Fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli :

G.R.Terry : (1) planning, (2) organizing, (3) actuating, (4) controlling

John F.Mee : (1) planning, (2) organizing, (3) motivating, (4) controlling

Henry Fayol : (1) planning, (2) organizing, (3) commanding,

(4)coordinating, (5)controlling

Maka dapat dirumuskan fungsi manajemen yang baik adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan

13

Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan

kebutuhan perusahaan dan efektif serta efisien dalam membantu

terwujudnya tujuan.

Perencanaan ini untuk menetapkan program kepegawaian. Program

kepegawaian ini meliputi pengorganisasian, pengarahan, pengendalian,

pengadaan pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan,

kedisplinan, dan pemberhentian karyawan. Program kepegawaian yang

baik akan membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan

masyarakat.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua

karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja,

delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasinya dalam bagan

organisasi. Organisasi hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan.

Dengan organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan

secara efektif.

3. Pengarahan

Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau

bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu

tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Pengarahan

dilakukan oleh pemimpin dengan kepemimpinannya, pemerintahan

bawahan agar mengerjakan semua tugasnya dengan baik.

4. Pengendalian

14

Pengendalian adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan agar

mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai rencana.

Bila terdapat penyimpangan atau kesalahan, diadakan tindakan

perbaikan dan atau penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan

ini meliputi kehadiran, kedisplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan

pekerjaan, dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.

5. Pengadaan

Pengadaan adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi,

dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan

Recommended

View more >