asuhan keperawatan keluarga tn.t

Click here to load reader

Post on 18-Feb-2016

14 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

111

TRANSCRIPT

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA PRALANSIA DENGAN PENYAKIT STROKE TROMBOTIK

DI KELURAHAN BENDUNGAN INDAH

A. Data Identitas

1. Nama kepala keluarga: Bp. T

2. Alamat

: RT 07/23 Kel. Bendungan Indah3. Komposisi keluarga:

NoNamaJenis kelaminHubUmurPekerjaanPendidikan

1

2

3

4

Bp. TIbu MPWL

P

PL

KK

Istri

Anak

Anak53 tahun

43 tahun

18 tahun15 tahun

Tidak BekerjaPedagang Tidak Bekerja

Pelajar

SMASMPSMASMP

Genogram:

Keterangan :

: Perempuan

: Laki-laki

: Penderita penyakit

: Meningal Dunia

: Tinggal dalam 1 rumah1

4. Tipe keluarga : The Nuclear Family (Keluarga inti) yaitu dalam satu keluarga terdiri dari ayah. Ibu dan anak.5. Latar belakang budaya

Latar belakang budaya keluarga adalah suku sunda atau Indonesia, bahasa yang dipakai adalah bahasa Sunda. Menurut masyarakat setempat penderita stroke harus dibawa ke dukun setempat karena menurut masyarakat setempat bahwa penderita stroke tengah diguna-guna oleh seseorang.6. Identifikasi agama

Seluruh anggota keluarga beragama Islam. Keluarga jarang mengikuti kegiatan pengajian yang ada di lingkungannya. Ketika ditanya mengapa tidak mau ikut kegiatan pengajian, keluarga mengatakan tidak ingin ikut, karena kondisi kesehatannya yang semakin menurun.

7. Status sosial ekonomi keluarga :

Bp. T tidak bekerja karena keadaan, sehingga yang mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari adalah Ibu M, dahulunya Bp. T bekerja di perusahaan swasta, kemudian di PHK karena pengurangan karyawan. Hanya Ibu M yang bekerja sebagai pedagang sayuran di Pasar. Penghasilan keluarga seluruhnya kurang lebih yaitu Rp 1.200.000,-/bulan. Penghasilan tersebut dipakai untuk makan, bayar sekolah, bayar listrik dan pengobatan Bp T. Keluarga Bp. T tidak mempunyai tabungan, baik untuk kebutuhan yang mendesak maupun untuk biaya kesehatan keluarganya. Perabotan rumah tangga yang dimiliki keluarga adalah 4 buah kursi, televisi 14 inch, bufet dan 2 tempat tidur. 8. Aktivitas rekreasi keluarga :

Kegiatan yang dilakukan keluarga untuk rekreasi adalah nonton TV bersama di rumah. Keluarga ini jarang berekreasi ke tempat hiburan di luar rumah karena keterbatasan ekonomi.

B. Riwayat Perkembangan Keluarga9. Tahap perkembangan keluarga saat ini:Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga yang memiliki anak usia Remaja. Tugas perkembangan keluarga saat ini yaitu mempertahankan hubungan intim dalam keluarga dan memberikan kebebasan yang seimbang dan bertanggung jawab mengingat remaja adalah seorang dewasa muda dan mulai memiliki otonomi, mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua, serta mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan (anggota ) keluarga untuk memenuhi kebutuhan tumbang keluarga 10. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi: Keluarga belum menata kembali peran dan kegiatan rumah tangga. Bp T berperan sebagai kepala rumah tangga, tetapi tidak dapat memenuhi peranannya sebagai ayah yaitu sebagai pencari nafkah untuk keluarganya, pendidik untuk anak anaknya, pemberi rasa aman bagi keluarga dan pelindung bagi keluarganya. Menurut Ibu M, karena adanya gangguan dalam berkomunikasi dan beraktivitas, Bp T hanya pasrah dengan keadaan dan menggantungkan pemasukan keuangan dari Istrinya saja.

11. Riwayat keluarga inti :

Bp. T dan Ibu M menikah berdasarkan rasa saling mencintai, menikah pada tahun 1980. Bp. T menikah pada umur 35 tahun dan Ibu M umur 25 tahun. Saat ini Bp T mengalami adanya gangguan dalam berkomunikasi atau berbicara (petot), makan masih disuapi oleh anaknya, badan tidak bisa bergerak atau lumpuh sebelah dibagian kiri (ekstremitas atas sinistra dan ektremitas bawah sinistra) . Ibu M mengeluh badannya sering pegal pegal dan pinggang juga sakit. An P dan W tidak ada keluhan mereka dalam keadaan sehat. 12. Riwayat keluarga sebelumnya

Bp T dan Ibu M tidak mengetahui riwayat kesehatan ayah dan ibunya. Semuanya sudah meninggal. Keluarga tidak ingat tahun berapa orang tuanya meninggal. Ayah Bp T menderita stroke dan ibunya menderita DM, kakak pertama Bp T telah meninggal dunia secara mendadak karena serangan jantung, kakak kedua Bp T menderita stroke sejak 2 tahun yang lalu dan dirawat dirumah. Sedangkan saudara tertua Ibu M meninggal saat berusia 50 tahun akibat kecelakaan. Bp T mempunyai riwayat Hipertensi sejak 10 tahun yang lalu dan pada saat pengkajian Tekanan Darah Bp T 200/130 mmHg, sedangkan Ibu M tidak memiliki riwayat penyakit apapun, beliau hanya mengeluh pegal pegal saja. Selama ini Ibu M berobat ke Puskesmas hanya 1 bulan sekali dan Bp T berobat ke RS juga 1 bulan sekali. C. Data Lingkungan

13. Karakteristik Rumah

Status kepemilikan rumah yang ditempati sekarang adalah milik keluarga sendiri. Luas rumah yang ditempati 48 m2 terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 ruang dapur, 1 kamar mandi dan WC. Tipe bangunan rumah adalah permanen. Keadaan lantai terbuat dari plester yang lembab, tidak ada sinar matahari yang masuk melalui genting kaca, jumlah jendela samping hanya 1, jendela kamar tidak ada karena berimpitan dengan rumah tetangga. Penataan alat / perabot rumah tangga kurang rapi, pencahayaan dan ventilasi kurang. Sumber air minum dan untuk keperluan cuci dan mandi menggunakan air sumur (Sanyo). Keluarga membuang sampah disungai kecil di depan dekat rumah. Lingkungan sekitar rumah kumuh.Denah rumah

Ruang Tamu Ruang kmr Tidur 1Ruang kmr Tidur 2Ruang DapurKamar Mandi

14. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Jarak rumah keluarga Bp. T berdekatan dengan tetangga. Hubungan dengan tetangga terjalin baik. Keluarga Bp. T hidup dilingkungan tempat tinggal yang sebagian besar adalah penduduk asli. Tipe penduduk adalah penduduk urban. Tipe hunian adalah daerah perkampungan. Kelas sosial ekonomi masyarakat adalah menengah ke bawah. Status pekerjaan masyarakat berbagai macam, yaitu pedagang, buruh dan kuli bangunan. Fasilitas yang ada di komunitas adalah mushola. Jarak antara rumah ke Puskesmas adalah + 10 km. Transportasi yang biasa dipakai masyarakat adalah motor dan angkutan umum. Kebersihan lingkungan masyarakat kurang baik. 15. Mobilitas Geografis Keluarga

Keluarga Ibu M sudah menetap dan menempati rumah tersebut sejak tahun 1982. Sejak menikah keluarga Bp. T bertempat tinggal di Bendungan Indah-Bandung Selatan. Rumah yang ditempati sekarang merupakan warisan dari keluarga Ibu M. 16. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Anak-anak Bp. T berkumpul bersama setiap hari anak pertama Bp T merawatnya setiap hari memenuhi kebutuhan Bp T, sedangkan anak keduanya membantu Ibu M berjualan setiap harinya setelah pulang sekolah. Keluarga jarang berinteraksi dengan para tetangganya. Ibu M berjualan di pasar dari pagi hingga sore jarang ada waktu untuk mengobrol dengan tetangga karena sibuk berjualan dipasar, Bp T hanya berbaring ditempat tidur setiap harinya karena mengalami gangguan dalam berkomunikasi dan beraktivitas. Keluarga juga tidak aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Menurut keluarga tidak ada gunanya ikut kegiatan-kegiatan, paling hanya ngobrol saja. Keluarga tidak tahu manfaat mengikuti kegiatan kemasyarakatan.17. Sistem pendukung keluarga

Ibu M sangat memperhatikan kesehatan Bp. T, demikian juga dengan Bp. T. Anak-anak yang memperhatikan kesehatan Bp. T dan Ibu M adalah P dan W karena mereka yang tinggal serumah dengan Bp. T tersebut. Semua kegiatan rumah tangga dikerjakan oleh An P karena yang berada dirumah dan ditugasi oleh Ibu M untuk merawat Bp T dan mengurus rumahnya. Apabila salah satu anggota keluarga yang serumah ini mempunyai keluhan sakit, maka anggota keluarga yang lain berusaha untuk membantu. Tempat berobat yang sering dipakai keluarga adalah Puskesmas. Fasilitas penunjang kesehatan yang dimiliki keluarga masih kurang misalnya tidak tersedia obat P3K dalam rumah, serta tidak menganggarkan biaya untuk pemeliharaan kesehatan.

D. Struktur Keluarga

18. Pola dan proses komunikasi keluarga

Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan dengan anggota keluarga yang ada di rumah setiap hari. Permasalahan yang dirasakan oleh ibu M selalu diceritakan kepada Bp T, meskipun Bp T hanya sebagai pendengar karena gangguan bicara yang diderita Bp T. Anaknya tidak pernah menceritakan permasalahan yang ada karena takut membebani kedua orang tuanya yang sudah banyak masalah. 19. Struktur Kekuatan Keluarga:Apabila ada permasalahan Ibu M berembuk dengan Bp T dan mengambil keputusan dari hasil berembuk itu, Ibu M selalu bertanya kepada Bp T tentang keputusan yang akan diambil oleh Ibu M, dengan isyarat menganggukan kepala Bp T jika menyetujui keputusan Bp T. Pengambil keputusan dalam keluarga dan orang yang paling disegani adalah Ibu M.20. Struktur Peran Keluarga

a. Bp. T sebagai kepala keluarga, orang tertua dan paling dihormati. Meskipun Bp T hanya dapat terbaring di tempat tidur dan mengalami gangguan dalam berkomunikasi, tetapi Bp T berperan pula dalam pengambilan keputusan di keluarga.

b. Ibu M adalah pencari nafkah, pengambil keputusan dalm keluarga, mengatur rumah tangga dan ikut dalam membimbing serta mendidik anak.

c. P adalah anak ke 1, merawat Bp T dan ikut dalam mengatur rumah tangga.

d. W adalah anak ke 2 (anak bungsu), pelajar dan ikut dalam mencari nafkah yaitu membantu Ibu M berjualan.

Menurut keluarga peran masing-masing anggota keluarga tidak bermasalah. Misalnya Bp. T yang tidak bekerja atau pencari nafkah dianggap tidak bermasalah oleh P dan W karena ayahnya sudah tua dan sakit.

21. Nilai-nilai dan norma keluarga

Nilai yang dianut keluarga adalah kerukunan berorientasi hanya dalam keluarga. Menurut keluarga yang bisa menolong keluarganya adala