a. hasil pengolahandan analisis 1).pdf · partisipasi/aktivitas mahasiswa dalam program kegiatan...

Download A. Hasil Pengolahandan Analisis 1).pdf · Partisipasi/aktivitas mahasiswa dalam program kegiatan ekstra-kurikuler

If you can't read please download the document

Post on 02-Mar-2019

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan analisis data berpedoman pada langkah-langkah yang telah

diuraikan pada BAB III. Pada bagian ini akan diuraikan hasil pengolahan dan

analisis data sebagai berikut

1. Karakteristik Sampel Penelitian

Berdasarkan kriteria dan klasifikasi pada masing-masing variabel, maka dapat

diidentifikasi beberapa hal seperti berikut:

a. Partisipasi/aktivitas mahasiswa dalam program kegiatan ekstra-kurikuler.

Tabel 4.01 menunjukkan bahwa sampel yang berjumlah 265 orang

mahasiswa ternyata terdapat 76 orang atau 28,68 % yang tergolong aktif

mengikuti program ekstra-kurikuler, dan sebagian besar 71,32 % atau

sebanyak 189 mahasiswa tergolong mahasiswa yang kurang aktif dalam

mengikuti program kegiatan ekstra-kurikuler. Mereka lebih banyak meng-

konsentrasikan dirinya pada kegiatan akademik dibandingkan dengan

mahasiswa aktivis.

102

TABEL 4.01

PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PROGRAM

KEGIATAN EKSTRA-KURIKULER

103

KATAGORI JUMLAH PRESENTASE

AKTIVIS (Yl) 76 26,68NON-AKTIVIS (Y2) 189 71,32

JUMLAH 265 100

Pengelompokan mahasiswa didasarkan atas skor yang diperoleh dari angket

yang nereka isi. Skor yang mereka peroleh atas dasar jabatan yang pernah

dialami selama enam semester dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan

antara lain jabatan dalam Senat Mahasiswa Institut, Senat Mahasiswa

Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Badan Perwakilan Mahasiswa,

Unit Kegiatan Mahasiswa dan kegiatan mahasiswa lainnya, seperti

kepanitiaan yang dibentuk sewaktu-waktu sesuai dengan keperiuan sebagai

perwujudan pelaksanaan program organisasi kemahasiswaan. Setiap jabatan

yang dialami mahasiswa diberi nilai sesuai dengan pembobotannya. Jabatan

Ketua adalah jabatan yang memperoleh bobot penilaian lebih tinggi dari

pada sekretaris. Jabatan Sekretaris memperoleh bobot penilaian lebih tinggi

dari pada bendahara. Jabatan Bendahara memperoleh bobot penilaian lebih

tinggi dari pada Ketua Seksi. Begitu juga jabatan Ketua Seksi memperoleh

bobot penilaian lebih tinggi dari pada anggota. Pembobotan ini berdasarkan

asumsi bahwa seorang ketua adalah jabatan yang memperoleh wewenang

104

mengelola suatu organisasi dan meniikul tanggung jawab atas keberhasilan

dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Namun dalam pelaksanaannya

secara organisatoris birokrasi wewenang ketua sebagian dilimpahkan kepada

pejabat yang lebih rendah dalam tanggung jawab sesuai dengan kewe-

wenangannya. Oleh karena itu bobot tanggung jawabnya sesuai dengan

tinggi rendahnya jabatan yang didudukinya. Nilai-nilai yang diperoleh itu

dikumpulkan kemudian dijumlahkan menjadi skor partisipasi mahasiswa

dalam program kegiatan ekstra-kurikuler. Sebagai gambaran partisipasi

mahasiswa dalam kegiatan program ekstra-kurikuler dapat dilihat pada rata-

rata skor yaitu 24,37 dan simpangan baku 12,02. Mahasiswa yang mem

peroleh skor di atas rata-rata (24,37) terdapat 76 orang atau 26,28 %

termasuk kelompok mahasiswa aktivis dan mahasiswa yang memperoleh

skor di bawah rata-rata terdapat 189 orang atau 71,32 %termasuk kelompok

mahasiswa non-aktivis. Rentang skor yang diperoleh antara 0 - 59.

Mahasiswa yang termasuk kelompok non-aktivis yang memiliki skor antara

0-24 sebanyak 189. Betapa tidak, selama 6 semester rata-rata mereka

hanya mencapai skor antara 0-4. Artinya mahasiswa non-aktivis ini hanya

terlibat dalam program kemahasiswaan pada tarap anggota, bahkan tidak

sama sekali. Mahasiswa kelompok ini diduga kegiatannya sehari-hari hanya

berkaitan dengan program kurikuler saja. Dikhawatirkan mahasiswa

105

kelompok non-aktivis ini kelak menjadi sarjana yang berwawasan ke

masyarakatan dan kenegaraannya sempit. Sebaliknya terdapat 26,28 %

mahasiswa termasuk kelompok aktivis. Mereka aktif dalam berbagai ke

giatan kemahasiswaan seperti Senat Mahasiswa Institut, Senat Mahasiswa

Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan kegiatan-kegiatan Iain seperti

kegiatan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa yang terdiri atas kegiatan ke

terampilan, kerohanian, kesenian, olahraga, bakti sosial dan seminar.

Dalam berbagai kegiatan yang diikuti mahasiswa terjadi "hubungan" atau

interaksi sosial (Mar'at, 1981:108) yang mengandung kontak sosial yang

terdiri atas proses persepsi, proses belajar, proses pengalaman. Proses ini

ditentukan oleh komponen sikapyaitu kogniti afektif dan konatif. Hal inilah

yang menyebabkan timbulnya kekhawatiran dikalangan mahasiswa non-

aktivis, bila mereka terlalu aktif dalam kegiatan ekstra-kurikuler akan meng-

hambat program studi mereka. Oleh karena itu aktivitas mereka dalam ke

giatan ekstra-kurikuler ala kadarnya.

b. IPK MKDU

1) Gambaran Umum IPK MKDU Mahasiswa IKIP Bandung

Gambaran umum IPK MKDU mahasiswa IKIP Bandung dapat dilihat

pada tabel 4.02. Ternyata dari 265 sampel mahasiswa yang memperoleh

IPK MKDU di atas 3,0 terdapat 103 orang atau 38,87 %, di bawah 3,0

106

terdapat 62 orang atau 61,13 % dan tidak ada yang memperoleh IPK

MKDU kurang dari 2,00. Skor rata-rata 2,99.

TABEL 4.02

IPK MKDU MAHASISWA IKIP BANDUNG

KATAGORI IPK MKDU JUMLAH PRESENTASE

TINGGI 3,10-4,00 103 38,87

SEDANG 2,10-3,00 162 61,13

RENDAH -2,00 0 0

JUMLAH 265 100,00

2) Gambaran umum IPK MKDU mahasiswa aktivis

Tabel 4.03 menunjukkan, bahwa dari 76 mahasiswa yang termasuk

kelompok aktivis ternyata yang memperoleh IPK MKDU di atas 3,00

sebanyak 45 orang atau 59,21 % di bawah 3,0 terdapat 31 orang atau

40,79 %.

TABEL 4.03

IPK MKDU MAHASISWA AKTIVIS IKIP BANDUNG

KATAGORI IPK MKDU JUMLAH PRESENTASE

TINGGI 3,10-4,00 45 59,21

SEDANG 2,10-3,00 31 40,79

RENDAH -2,00 0 0

JUMLAH 76 100

Tabel 4.03 ini menunjukkan bahwa walaupun para aktivis sibuk dengan

kegiatan kemahasiswaan tetapi mereka dapat meraih nilai MKDU yang

cukup baik. Hal ini sudah tentu berkat kerja keras mereka dan kemampu

an mereka mengatur kegiatannya sehari-hari

107

yaitu dengan mengikuti jadwal harian yang cukup ketat. Kesibukan

mereka dalam berbagai kegiatan ekstra-kurikuler tidak menjadikan

mereka lalai melaksanakan tugas utamanya sebagai mahasiswa yaitu

"belajar".

3) Gambaran IPK MKDU kelompok mahasiswa non-aktivis

IPK MKDU mahasiswa non-aktivis dapat dilihat pada tabel 4.04.

Mahasiswa yang memperoleh nilai di atas 3,00 sebanyak 58 orang dan

103 responden atau 56,31 % atau 31,22 % dari 189 mahasiswa non-

aktivis.

TABEL 4.04

IPK MKDU MAHASISWA NON-AKTIVIS

KATAGORI IPK MKDU JUMLAH PRESENTASE

TINGGI 3,10-4,00 58 31,22

SEDANG 2,10-3,00 131 68,78

RENDAH -2,00 0 0

JUMLAH 189 100,00

Mahasiswa non-aktivis lebih banyak waktu untuk belajar dibandingkan

dengan mahasiswa "aktivis". Namun ternyata "banyaknya waktu" tidak

menjamin "keberhasilan" mahasiswa dalam meraih "prestasi akademik".

Keberhasilan prestasi banyak tergantung pada pemanfeatan waktu secara

efektif dalam belajar. Di lain pihak mahasiswa sebagai calon pemimpin di

masa yang akan datang diharapkan selalu akrab dengan lingkungan dan

masyarakat sehingga mereka "peka" terhadap keresahan yang dirasakan oleh

anggota masyarakat. Selanjutnya diharapkan mereka akan merasa terpanggil

108

untuk turut bertanggung Jawab atas keresahan termaksud, sehingga mereka

turut berpartisipasi dalam upaya memecahkan permasalahan yang dihadapi

masyarakat. Keterlibatan mereka dalam kegiatan kemasyarakatan secara

bertahap para mahasiswa terlatih berpikir kritis, logis baik indukatif maupun

dedukatif dan mampu mengendalikan emosinya dalam menghadapi berbagai

masalah.

c Tanggung jawab Sosial

1) Gambaran Umum Tanggung jawabSosial Mahasiswa IKIP Bandung.

Gambaran umum tanggung jawab sosial mahasiswa IKIP Bandung dapat

dilihat pada tabel 4.05 Tanggung jawab sosial dalam penelitian ini dibagi

tiga katagori berdasarkan skor yang diperoleh. Mahasiswa yang memiliki

skor antara 146-165 termasuk katagori sedang. Mahasiswa yang ter

masuk katagori tinggi dalam hai tanggung jawab sosialnya, yaitu

mahasiswa yang memperoleh skor di atas 165, dan mahasiswa yang

memiliki tanggung jawab sosial rendah, yaitu mahasiswa yang mem

peroleh skor di bawah 146. Atas dasar itu ternyata terdapat 52 responden

yang masuk katagori tinggi, 158 responden masuk katagori sedang dan

55 responden masuk ke dalam katagori rendah.

TABEL 4.05

TANGGUNG JAWAB SOSIAL MAHASISWA IKIP BANDUNG

KATAGORI SKOR JUMLAH PRESENTASE

TINGGI 166-lebfli 55 19,62

SEDANG 146-165 158 59,62

RENDAH s/d 145 55 20,76

JUMLAH 265 100,00

109

Pada tabel 4.05 menunjukan terdapat 210 mahasiswa atau 79,24 %

memiliki tanggung jawab sosial rata-rata dan di atas rata-rata. Hal ini

diartikan bahwa di samping mereka memperhatikan kepentingan sendiri

tetapi cukup besar perhatiannya terhadap kepentingan umum. Namun

perlu diwaspadai 20,76 % mahasiswa yang memiliki tanggung jawab

rendah. Diduga mereka terlalu mementingkan diri sendiri dan kurang

memperha

Recommended

View more >