2020 panduan anti doping panduan bagi atlet, pelatih dan praktisi olahraga untuk mencegah doping...

Download 2020 PANDUAN ANTI DOPING Panduan bagi Atlet, Pelatih dan Praktisi Olahraga untuk Mencegah Doping 2020

Post on 23-Jul-2020

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BUKU PANDUAN

    ANTI DOPING Panduan bagi Atlet, Pelatih dan Praktisi Olahraga untuk Mencegah Doping

    2020

  • 2020 ANTI DOPING

    KATA PENGANTAR

    Salam Olahraga Puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya, karena Buku Panduan Anti-Doping untuk Atlet, Pelatih, maupun Praktisi Olahraga dapat disusun dan diterbitkan oleh Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Buku Panduan Anti-Doping 2020 merupakan review buku saku 2019, yang dilengkapi dengan daftar zat-zat maupun metode terlarang sesuai dengan Prohibited List 2020 yang telah dikeluarkan oleh World Anti-Doping Agency (WADA).

    Sesuai Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 4 Tahun 2017 tanggal 11 Januari 2017 tentang Pengurus LADI Sisa Masa Bakti Tahun 2017-2019, LADI diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan pemangku kepentingan di bidang olahraga termasuk peningkatan pendidikan dan sosialisasi tentang anti-doping, hal ini sesuai dengani misi LADI: (1) mewujudkan LADI yang terbaik di kawasan Asia Tenggara & (2) pencapaian bebas doping pada single/multi event nasional/internasional tahun 2020

    Dengan diterbitkannya Buku Panduan Anti Doping ini diharapkan para atlet, pelatih, maupun praktisi olahraga lebih memahami tentang gerakan anti-doping, sehingga dapat bertindak dengan lebih bertanggung jawab untuk mencegah Doping baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

    Semoga bermanfaat Jakarta, Desember 2019 Ketua LADI,

    dr. Zaini Kadhafi Saragih, S.pKO

    i

    Pada dasarnya Buku Panduan ini tidak berbeda dengan Buku Saku Anti-Doping Tahun 2019, namun ada tambahan beberapa zat yang masuk dalam daftar doping 2020 dari WADA. Zat baru ini sering ditemukan dalam berbagai suplemen yang dikonsumsi oleh atlet, sehingga perlu diwaspadai penggunaannya

    Masyarakat olahraga percaya, bahwa semua ingin bermain sportif, jujur, dan disiplin sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam olahraga, sedangkan doping merupakan salah satu tindakan yang menciderai nilai-nilai tersebut, sehingga LADI merasa berkepentin- gan untuk mencegahnya dengan berbagai jalan, dan salah satunya adalah menerbitkan Buku Panduan ini

  • 2020 ANTI DOPING

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR

    DAFTAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN

    BAB II PEMAHAMAN DOPING SECARA UMUM

    BAB III DAFTAR ZAT DAN METODE YANG TERMASUK

    DOPING BESERTA EFEK UTAMA DAN EFEK

    SAMPINGNYA

    BAB IV THERAPEUTIC USE EXEMPTION / TUE

    BAB V ALUR PENGAJUAN PENGAWASAN DOPING

    BAB VI PROSEDUR PENGAMBILAN SAMPEL

    BAB VII TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN DOPING

    BAB VIII FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

    DAFTAR PUSTAKA

    PROHIBITED LIST

    SUMMARY OF MAJOR MODIFICATIONS AND

    EXPLANATORY NOTES

    FORMULIR PENGAJUAN THERAPEUTIC USE

    EXEMPTIONS (TUE)

    TIM PENYUSUN

    i

    ii

    1

    2

    7

    12

    16

    17

    20

    23

    27

    28

    38

    41

    45

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    ii

  • 2020 ANTI DOPING

    BAB I PENDAHULUAN

    Pengawasan Doping sudah mulai melembaga di Indonesia sejak berdirinya LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) tahun 2004. Dalam usia 14 tahun, LADI mengalami berbagai perkembangan, sudah ikut aktif dalam berbagai kegiatan pengawasan doping, baik pada kegiatan nasional maupun internasional.

    Secara organisasi, LADI sebagai institusi negara menginduk kepada WADA (World Anti Doping Agency). Dalam dasawarsa terakhir WADA melakukan beberapa perubahan mendasar:

    1. Intelligence testing (pemeriksaan doping dengan menggunakan basis ilmiah dengan menggunakan prinsip sports science -> lebih mengutamakan kualitas pemeriksaan daripada kuantitas pemeriksaan).

    2. Proactive program (program pengawasan doping dilakukan secara aktif, diluar masa kompetisi, atlet unggulan dapat diperiksa hingga 3x dalam setahun)

    3. Compliance Assessment (organisasi anti doping, secara aktif untuk mengikuti kesepakatan pengawasan doping WADA (seperti yang tertuang dalam “the code”)

    Menghadapi transformasi tersebut, LADI harus segera berlari untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain dalam rangka menciptakan olahraga yang bersih dari doping (clean sports).

    Salah satu upaya LADI untuk menyebarkan informasi tentang pengawasan doping adalah dengan menerbitkan buku panduan anti doping, yang isinya merangkum berbagai hal tentang pengawasan doping dari mulai peraturan dasar, zat atau metoda yang dilarang hingga proses yang dilakukan jika terdapat pelanggaran peraturan doping.

    1

  • 2020 ANTI DOPING

    2

    BAB II PEMAHAMAN DOPING SECARA UMUM

    Penggunaan doping dalam olahraga yang bertujuan untuk meningkatakan performance atau prestasi pada perlombaan olahraga DILARANG, karena:

    1. Hal tersebut merupakan penipuan terhadap diri sendiri, orang lain, dan nilai - nilai olahraga.

    2. Penggunaan doping pada dasarnya bertentangan dengan semangat olahraga yakni fair-play, sehingga negara-negara di dunia termasuk Indonesia menentang penggunaan doping.

    3. Penggunaan doping juga berbahaya karena berpotensi merusak organ-organ tubuh dan menimbulkan penyakit di kemudian hari.

    Doping didefinisikan sebagai terjadinya pelanggaran terhadap satu atau lebih peraturan anti-doping. Terdapat 10 pasal peraturan anti-doping (anti doping rule violation), bila atlet melanggar salah satunya maka atlet dinyatakan telah melakukan pelanggaran doping, yaitu:

    1. PRESENCE: Terdapat zat terlarang atau metabolit atau marker dalam sampel atlet; 2. USE : Penggunaan atau upaya penggunaan zat terlarang atau metode terlarang oleh

    atlet; 3. REFUSING : Atlet Mengelak, menolak, atau gagal untuk menyerahkan sampel; 4. FAILURE : Kegagalan memberitahukan keberdaaan atlet (Atlet tidak diketahui

    keberadaannya) 5. TAMPERING : Merusak atau upaya untuk merusak bagian manapun dari pengawasan

    doping; 6. POSSESSION : Memiliki zat terlarang dan metode terlarang; 7. TRAFFICKING : Memperdagangkan zat atau upaya memperdagangkan zat terlarang

    atau metode terlarang apapun; 8. ADMINISTERING : Memberikan atau upaya memberikan zat terlarang atau metode

    terlarang kepada atlet di dalam kompetisi atau memberikan atau upaya memberikan kepada atlet di luar kompetisi zat terlarang atau metode terlarang yang dilarang di luar kompetisi;

    9. COMPLICITY : Keterlibatan (mencakup membantu, mendorong, menolong, bersekongkol, menutup-nutupi, atau keterlibatan lainnya secara sengaja yang menimbulkan pelanggaran peraturan anti-doping dan upaya pelanggaran peraturan anti-doping);

    10. PROHIBITED ASSOCIATION : Hubungan atau kerjasama professional terkait fasilitas keolahragaan dengan orang atau badan yang sedang menjalani hukuman akibat pelanggaran peraturan anti doping. 11. DISCOURAGE AGAINST REPORTING : Upaya untuk tidak melaporkan pelanggaran doping pada lembaga berwenang.

    Atlet yang berkompetisi di event olahraga tingkat nasional maupun internasional, dapat dilakukan pengujian doping di dalam kompetisi (In Competition Test : ICT) atau di luar kompetisi (Out of Competition Test : OOCT). Uji doping ini dilakukan dengan perencanaan yang baik berdasarkan Testing Distribution Plan yang dibuat oleh lembaga antidoping nasional, dalam hal ini LADI.

  • 2020 ANTI DOPING

    Di dalam kompetisi, seorang atlet bisa terpilih untuk menjalani pemeriksaan sampel doping secara random, atau karena meraih posisi juara, atau memang menjadi target pemeriksaan karena alasan tertentu. Di luar kompetisi, seorang atlet bisa dilakukan pemeriksaan doping kapan saja, dimana saja tanpa adanya pemberitahuan terlebih dulu. Untuk itu setiap atlet perlu memberitahukan keberadaan dirinya (disebut sebagai Whereabouts), yakni meliputi: alamat rumah, jadwal latihan dan lokasinya, jadwal kejuaraan yang akan diikuti, serta aktivitas harian yang biasa dilakukan misalnya sekolah, kuliah atau pekerjaan.

    Bila atlet tersebut tergolong minor atau dibawah umur, atau memiliki kebutuhan khusus, maka prosedur pemeriksaan doping dapat di modifikasi dan didiskusikan sebelumnya dengan DCO yang bertugas saat itu.

    DAFTAR ZAT DAN METODE TERLARANG YANG TERMASUK DOPING

    Daftar ini dikeluarkan dan diperbaharui oleh WADA setiap tahun, versi terbaru dapat ditemukan pada website WADA, http://www.wada-ama.org

    Setiap atlet diminta untuk waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk obat-obatan, suplemen makanan ataupun zat lain yang masuk ke dalam tubuhnya, bahkan terhadap suplemen kesehatan yang menyatakan 100% dari bahan alami, karena bisa saja terkontaminasi oleh zat-zat doping. Sebelum meminum obat-obatan ataupun suplemen kesehatan, setiap atlet dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter (dokter tim), orang yang mengerti akan isi daftar zat doping, atau berkonsultasi dengan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

    BAHAYA PENGGUNAAN ZAT DAN METODE DOPING

    Sebagian besar obat-obatan yang terdapat dalam daftar zat terlarang yang termasuk doping dapat ditemui dengan mudah di apotik/ toko obat. Namun obat-obatan medis semestinya memang digunakan oleh orang-orang yang memiliki masalah kese

Recommended

View more >