wilson cycle

Click here to load reader

Post on 27-Oct-2015

129 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Slide 1

Siklus wilsonPrinsip dasarnya adalah jika lempeng benua retak dan terpisahkan satu sama lain untuk membentuk cekungan samudra, maka samudra lainnya haruslah tertutup. Wilson Cycle terkait juga dengan convection cycle atau siklus konveksi. Adanya siklus konveksi ini menyebabkan timbul siklus Wilson, sebab gerak lempeng terjadi oleh gerak di convection cell.Contoh: samudera IAPETUS antara Inggris dan skotlandia pada awal palaezoikum, tertutup pada caledonian; kemudian bukaan atlantic, hampir pada waktu yang bersamaan. :Siklus wilson : Rifting benua oleh mantel diapirism (mantle diapirism)Pergeseran benua(continental drift) , penyebaran dasar laut, pembentukan cekungan lautPenutupan yang bersifat kontinu dari cekungan laut oleh subduksi laut litosferTabrakan antar benua dan penutupan akhir (final closure) dari cekungan laut

Stage A: A Stable Continental Craton sebuah kerak benua tektonik stabil dibatasi oleh cekunganlaut( ocean basins) di sekitarnya, kerak benua tererosi kesegala arah (peneplain) menuju permukaan laut(sea level); kerak benua tadi akhirnya mati karena berada dalam kondisi equilibrium isostatik sempurnadan tidak memungkinkan terjadinya pergerakan dari ujung ke ujung dan sudut ke sudut (tidak ada aktivitas tektonik) selama berjuta tahun.

Stage B: Hot Spot and Riftingpanas dari dalam bumi naik menuju ke permukaan dan menciptakan hot spot. Panas tersebut menghangatkan kerakbenua dan menyebabkan kerak benua tersebut memperluas dan membengkak, Sehingga terbentuk persimpangan tiga yang disebut sebagai Rincian rifting awal.

Stage C: Creation of New Oceanic Crust: Early Divergent Margin

Hot spot yang terbentuk akan aktif untuk sementara waktu dan kemudian mati. Namun terkadang dijumpai serangkaian hot spot yang bersamaan menciptakan sel konveksi (convection cell). hal ini, menyebabkan hot spot menjadi sistem rifting yang kemudian menciptakan kerak benua yang baru.Hasil akhirnya adalah keretakan/celah dari plate tektonik pada stage A, menyebabkan terbentuknya sebuah batas plate divergen yang baru dan dua plate lainnya, yaitu dibagian barat (west continent) dan dibagian timur (east continent).

Stage D:Full Divergent Margin

Pada stage D, Continental timur(east continent) sudah tidak lagi bergerak, hanya continental barat (west continent) dan dasar samudra(mid ocean-ridge) yang masih bergerak. Panas bumi dari convection cell terus naik ke permukaan dan terkonsentrasi pada zona retakan di bagian tengah dasar samudra, jadi dengan meluasnya dasar samudra maka continental margin yang baru akan terbentuk( dinamakan divergent continental margin[DCM], margin ini bersifat pasif) margin ini menjauh dari sumber panas, dan menjadi dingin. Kerak yang dingin densitasnya lebih tinggi dari pada panas, begitu juga dengan DCM, cepat saat-saat pertama tapi semakin melambat seiring berjalannya waktu.

Stage E: Creating a Convergent Boundary: Volcanic Island Arc Mountain Building Divergen dan pemunculan litosfer samudera terjadi dalam kurun waktu yang lama, puluhan atau ratusan juta tahun. namun,pada titik tertentu, proses divergen akan berhenti dan dua continent akan bergerak menuju satu sama lain/berdekatan, dan kemudian memulai yang kedua, serta menutup setengah dari siklus Wilson. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan konvergen dan batas plat baru terus menerus diciptakan. Gerak konvergen dimulai ketika kerak samudera berhenti di suatu tempat dan mulai turun kedalam mantel sepanjang zona subduksi.

Biasanya kerak samudera yang turun ke zona subduksi karena kerak benua terlalu ringan untuk menunjam ke zona subduksi. Zona subduksi dapat terbentuk dimana saja di oceanic basin. Pada gambar tahapan E diatas, arah penunjaman ke timur, atau bisa saja ke barat, atau arah lainnya.

Stage F: Island Arc-Continent Collision Mountain Building

Continent barat (west continent) dan pulau vulkanik saling mendekat dan bertabrakan, membentuk gunung yang besar, dan menyebabkan dasar samudra mengecil. Gunung Collision terjadi dari dua buah tumbukan, yaitu :(1)Busur Kepulauan-Kerak Benua(Island arc-Continent collision)(2)Kerak Benua-Kerak Benua (Continent-Continent collision)Bisa kita simpulkan, setiap terjadinya tumbukan salah satu plate akan naik diatas plate lainnya. Apapun yang berada pada tepi sebuah plate(busur vulkanik,hot spot vulkanik,continent)atau arah zona subduksi,plate yang berada diatas adalah bagian hinterland, sedangkan yang berada dibawah disebut foreland.

Stage G: Cordilleran Mountain Building

Stage G,zona subduksi dibawah busur kepulauan mati atau vakum dan pegunungan ditepi bagian barat continental menjadi satu bagian, tetapi westcontinent dan eastcontinent masih bergerak karena adanya dorongan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diluar penampang(cross section). Pada saat bersamaan zona subduksi lainpun mulai terbentuk, baik dalam oceanic basin maupun busur kepulauan dan terjadi ke segala arah. Dalam model ini, arah penunjaman zona subduksi terjadi mengarah ke timur dibawah tepi East Continent membentuk Cordilleran (Busur Vulkanik).

Stage H: Continent-Continent Collision Mountain Building

Oceanic basin yang memisahkan bagian timur dan barat kerak benua telah tertutup dan akhirnya saling bertabrakan dan membentuk tumbukan Orogenesa antar benua (continent-continent collision orogeny).Perbedaaan utama antara Orogenesa collision yang terjadi pada tahapan F adalah bahwa hinterland sebagai DCM dengan lapisan tebal sedimen yang mendorong DCM kearah foreland. Pada tumbukan busur kepulauan dan kerak benua, busur vulkanik terdorong kearah foreland.

Stage I: Stable Continental Craton

Siklus yang dimulai di stage A berhenti, dimana continental craton stage A yang terbagi menjadi dua pada stage C akan menyatu dan stabil kembali. Namun bisa kita lihat, adanya busur vulkanik yang terjebak diantara westcontinent dan eastcontinent serta dua foreland basin dengan kandungan clastic ( mungkin sedimentasi keduanya sedikit berbeda karena satunya tererosi dari busur vulkanik dan yang lainnya dari pegunungan cordilleran [cordilleran mountain]).