tugas mandiri etika profesi

Download Tugas Mandiri Etika Profesi

Post on 18-Jan-2016

13 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • TUGAS MANDIRI

    Pelanggaran Kode Etik PNS

    Mata Kuliah : Etika Profesi

    Nama Mahasiswa : Dina Septiana

    NPM : 100810095

    Kode Kelas : Karol Teovani Lodan, S.AP, M.AP.

    UNIVERSITAS PUTERA BATAM

    2013

  • 1

    KATA PENGANTAR

    Segala puji bagi Allah SWT atas kemudahan yang diberikanNya kepada

    penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pelanggaran

    Kode Etik PNS ini dengan baik. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata

    kuliah Etika Profesi.

    Penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Karol Teovani Lodan,

    S.AP, M.AP. selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Profesi penulis, dan kepada

    kedua orang tua penulis atas semua dukungan dan semangat yang diberikan kepada

    penulis serta kepada teman-teman seperjuangan penulis.

    Makalah ini tentunya masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis

    mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan makalah

    ini.

    Semoga makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk

    pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

    Batam, 7 Juni 2013

    Dina Septiana

  • 2

    DAFTAR ISI

    Halaman Judul . i

    Kata Pengantar 1

    Daftar Isi . 2

    BAB I PENDAHULUAN 3

    A. Latar Belakang 3

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA .. 5

    BAB III PEMBAHASAN ... 9

    A. Kronologis Kasus Gayus 9

    B. Kasus Gayus menurut Kode Etik Profesi .. 14

    BAB IV PENUTUP .. 18

    A. Kesimpulan . 18

    B. Saran 18

    DAFTAR PUSTAKA . 19

  • 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah orang yang

    diangkat oleh negara dan kemudian dipekerjakan untuk

    kepentingan melayani masyarakat. Orang yang diangkat

    menjadi PNS tersebuut digaji oleh masyarakat melalui

    pajak, dimana gaji mereka itu dialokasikan dari Anggaran

    Pemasukan dan Pengeluaran Belanja Negara. PNS adalah

    salah satu instansi yang melekat dari eksistensi atau keberadaan lembaga eksekutif,

    lembaga yang menjalankan kebijakan yang dirumuskan oleh lembaga legislatif.

    Setelah adanya Reformasi 1998, terjadi perubahan paradigma

    kepemerintahan. Pegawai Negeri Sipil yang sebelumnya dikenal sebagai alat

    kekuasaan pemerintah, kini diharapkan menjadi unsur aparatur negara yang

    profesional dan netral dari pengaruh semua golongan dari partai politik (misalnya

    menggunakan fasilitas negara untuk golongan tertentu) serta tidak diskriminatif

    dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk menjamin netralitas

    tersebut, pegawai negeri dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik.

    Pegawai Negeri Sipil memiliki hak memilih dalam Pemilu, sedangkan anggota TNI

    maupun Polri, tidak memiliki hak memilih atau dipilih dalam Pemilu. Berdasarkan

    PP Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pegawai Negeri Sipil yang menjadi anggota partai

    politik jo PP Nomor 12 Tahun 1999. Beberapa inti pokok materi dalam PP tersebut

    adalah:

    1) Sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat dalam

    penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, maka Pegawai Negeri

    Sipil harus bersikap netral dan menghindari penggunaan fasilitas negara

  • 4

    untuk golongan tertentu. Selain itu juga dituntut tidak diskriminatif

    khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota atau pengurus partai

    politik pada saat PP ini ditetapkan dianggap telah melepaskan keanggotaan

    dan/atau kepengurusannya (hapus secara otomatis).

    3) Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan keanggotaan dan/atau

    kepengurusannya dalam partai politik, diberhentikan tidak dengan hormat

    sebagai Pegawai Negeri Sipil.

    4) Pegawai Negeri Sipil yang ingin menjadi anggota atau pengurus partai

    politik harus mengajukan permohonan kepada atasan langsungnya (peraturan

    pelaksanaan yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara).

    5) Pegawai Negeri Sipil yang mengajukan permohonan sebagai

    anggota/pengurus partai politik diberikan uang tunggu selama satu tahun.

    Apabila dalam satu tahun tetap ingin menjadi anggota atau pengurus partai

    politik, maka yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dan mendapat

    hak pensiun bagi yang telah mencapai Batas Usia Pensiun (BUP).

    Pegawai Negeri Sipil berkumpul di dalam organisasi Pegawai Negeri Sipil

    atau Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Tujuan organisasi ini adalah

    memperjuangkan kesejahteraan dan kemandirian Pegawai Negeri Sipil. Terwujudnya

    KORPRI sebagai organisasi yang kuat, netral, mandiri, profesional dan terdepan

    dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mensejahterakan anggota,

    masyarakat, dan melindungi kepentingan para anggota agar lebih profesional di

    dalam membangun pemerintahan yang baik.

  • 5

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    Pengertian Etika menurut :

    Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan

    salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

    Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan

    kewajiban moral.

    Maryani & Ludigdo (2001) Etika adalah Seperangkat aturan atau norma

    atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan

    maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau

    segolongan masyarakat atau profesi.

    Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti

    adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan

    manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang

    menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :

    Kebutuhan Individu

    Tidak Ada Pedoman

    Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi

    Lingkungan Yang Tidak Etis

    Perilaku Dari Komunitas

    Sanksi Pelanggaran Etika :

    Sanksi Sosial adalah Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan

    yangdapat dimaafkan.

  • 6

    Sanksi Hukum adalah Skala besar, merugikan hak pihak lain.

    Jenis-jenis Etika :

    Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar .

    Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.

    Ada tiga prinsip dasar perilaku yang etis :

    Hindari pelanggaran etika yang terlihat remeh. Meskipun tidak besar

    sekalipun, suatu ketika akan menyebabkan konsekuensi yang besar pada

    profesi.

    Pusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang. Disini harus diingat bahwa

    reputasi adalah yang paling berharga, bukan sekadar keuntungan jangka

    pendek.

    Bersiaplah menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada

    perilaku etis. Mungkin akuntan akan menghadapi masalah karier jika

    berpegang teguh pada etika. Namun sekali lagi, reputasi jauh lebih penting

    untuk dipertahankan.

    Kode Etik Pegawai Negeri Sipil

    1) Etika dalam bernegara meliputi:

    a. Melaksanakan sepenuhnya pancasila dan undang-undang dasar 1945;

    b. Mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara;

    c. Menjadi perekat dan pemersatu bangsa dalam negara kesatuan republik

    indonesia;

    d. Menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam

    melaksanakan tugas;

    e. Akuntabel dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan yang

    bersih dan berwibawa;

  • 7

    f. Tanggap, terbuka, jujur, dan akurat, serta tepat waktu dalam melaksanakan

    setiap kebijakan dan program pemer intah;

    g. Menggunakan atau memanfaatkan semua sumber daya negara secara efisien

    dan efektif;

    h. Tidak memberikan kesaksian palsu atau keterangan yang tidak benar.

    2) Etika dalam berorganisasi adalah:

    a. melaksanakan tugas dan wewenang sesai

    b. ketentuan yang berlaku;

    c. menjaga informasi yang bersitat rahasia;

    d. melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang;

    e. membangun etos kerja untnk meningkatkan kinerja organisasi;

    f. menjalin kerja sama secara kooperatif dengan unit kerja lain yang terkait

    dalam rangka pencapaian tujuan;

    g. memiliki kompetensi dalam pe laksanaan tugas;

    h. patuh dan taat terhadap standar operasional dan tata kerja;

    i. mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inova tif dalam rangka

    peningkatan kinerja organisasi;

    j. berorientasi pada upaya peningkatan kualias kerja.

    3) Etika dalam bermasyarakat meliputi:

    a. mewujudkan pola hidup sederhana;

    b. memberikan pelayanan dengan empati horma t dan santun tanpa pamrih dan

    tanpa unsur pemaksaan;

    c. memberikan pelayanan secara cepat, tepal, terbuka, dan adil serta tidak

    diskriminatif;

    d. tanggap terhadap keadaan lingkungan masyarakat;

    e. berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam

    melaksanakan tugas.

  • 8

    4) Etika terhadap diri sendiri meliputi :

    a. jujur dan terbuka serta tidak memberikan informasi yang tidak benar.

    b. bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan;

    c. menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan;

    d. berinisia tif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan,

    keterampilan, dan sikap;

    e. memiliki daya juang yang tinggi;

    f. meme lihara kesehatan jasmani dan rohani;

    g. menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga;

    h. berpenampilan sederhana, rapih, dan sopan.

    5) Eti