tugas aplikom harly ok

Download Tugas Aplikom Harly Ok

Post on 24-Dec-2015

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas aplikom iini berguna bagi mahasiswa yang ingin belajar statistik penelitian dengan spss

TRANSCRIPT

UJIAN AKHIR SEMESTERAPLIKASI KOMPUTER

HUBUNGAN ANTARA UJIAN NASIONAL (UN) SISWA SLTA, GAYA BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DIKAMPUS X

Oleh:MUHAMMAD HARLYNIM. 1308016030

PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKANUNIVERSITAS UHAMKAJAKARTA2012

HUBUNGAN ANTARA UJIAN NASIONAL (UN) SISWA SLTA, GAYA BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI KAMPUS X

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai ujian nasional (UN), gaya belajar dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mahasiswa di kampus X. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment dengan taraf signifikansi 5%. Di dalam penelitian ini juga dilihat hubungan antara variabel bebas secara individu terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan antara UN dengan prestasi belajar mahasiswa; (2) tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar mahasiswa; (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar mahasiswa; (4) ada hubungan yang signifikan antara UN, gaya belajar dan motivasi terhadap prestasi belajar mahasiswa. Nilai kontribusi variabel gaya belajar dengan prestasi belajar praktik instalasi listrik sebesar 10,2%; variabel motivasi berprestasi dengan prestasi belajar praktik instalasi listrik berkontribusi sebesar 9,60%; variabel gaya belajar dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar praktik instalasi listrik berkontribusi sebesar 16,6%.

Kata kunci: Hasil UN Siswa SLTA, gaya belajar, motivasi berprestasi, prestasi belajar (IPK) Mahasiswa di kampus X

1. Pendahuluan1.1. Latar BelakangBelajar adalah kewajiban bagi setiap manusia, dengan belajar manusia akan memiliki ilmu pengetahuan yang sesuai dengan bidangnya sehingga ilmu yang dikuasai akan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Belajar dapat dilakukan sepanjang hidup yaitu sejak lahir sampai meninggal (long life education), secara formal pendidikan berawal dari pendidikan dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan sederajat hingga Perguruan Tinggi (PT) baik negeri maupun swasta.Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SLTA dan sederajat seringkali dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk menentukan jalur pendidikan yang dipilih apakah mengambil pendidikan jalur akademik atau pendidikan jalur professional.Mahasiswa memiliki banyak motivasi dasar yang berperan penting dalam dunia kerja yaitu motivasi berprestasi, motivasi berkuasa dan motivasi berafiliasi. Dari ketiga motivasi dasar tersebut, motivasi berprestasi memiliki peranan yang sangat besar dalam dunia kerja karena dengan usaha yang terus menerus untuk meraih prestasi. Untuk meraih sukses, motivasi berprestasi sangat diperlukan. Selain motivasi berprestasi, prestasi belajar mahasiswa tidak terlepas juga dari gaya belajar mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran mata kuliah. Setiap mahasiswa mempunyai kecenderungan pada satu gaya belajar tertentu. Namun demikian, ada siswa yang cenderung seimbang antara gaya belajar satu dengan yang lainnya, atau memadukan berbagai gaya belajar dalam proses belajarnya. Siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda. mahasiswa yang mengenali gaya belajarnya sendiri akan membantu memahami materi yang diberikan guru sehingga mudah memproses materi. Jika mudah dalam memproses materi dan mudah mengingat maka mudah dalam mengerjakan ujian sehingga prestasi belajar meningkat. Faktor yang paling berpengaruh pada perkembangan Perguruan Tinggi yaitu pembelajaran. Pembelajaran merupakan proses pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap baru pada saat individu berinteraksi dengan lingkungannya. Proses pembelajaran yang baik akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Dalam hal ini Pencapaian hasil belajar mahasiswa merupakan wujud nyata dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, sehingga dapat diterapkan pada bidang pekerjaan yang digeluti nantinya. Mengingat tidak terdapat pengaruh kuat dan begitu pentingnya gaya belajar mahasiswa dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar yang dapat dicapai mahasiswa, maka hanya perlu diteliti tentang pengaruh nilai Ujian Naional (UN) siswa SLTA terhadap prestasi belajar mahasiswa.

2. KajianTeoretikA. Kerangka Teori1. Ujian Nasional1) Pengertian Ujian NasionalUjian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. UN utama adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi seluruh peserta ujian yang terdaftar sebagai peserta UN tahun pelajaran 2009/2010. UN susulan adalah ujian nasional yang diselenggarakan bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti UN utama karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah.Ujian Nasional (UN) merupakan istilah bagi penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Biasanya istilah ini digunakan bagi jenjang SMP dan SMA sederajat, sedangkan bagi peserta didik dalam jenjang SD sederajat digunakan istilah Ujian Akhir sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Hal ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.2) Periodesasi Ujian NasionalPilihan pada sistem UN setelah pemerintah mempunyai banyak pengalaman menyelenggarakan evaluasi terhadap hasil belajar murid. Secara kronologis selalu digambarkan oleh Pemerintah mengenai perjalanan sistem evaluasi hasil belajar murid. Pertama adalah Ujian Negara (1950-1971). Kedua, Ujian Sekolah (1971-1983). Ketiga, EBTANAS (Evaluasi Belajar Nasional, 1983-2002). Keempat, UAN (Ujian Akhir Nasional, 2003-2004), Kelima, UN (Ujian Nasional, 2005 - sekarang).3) Tujuan dan Manfaat Ujian NasionalDalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009 Pasal 2, dijelaskan bahwa Ujian Nasional bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.Diadakannya ujian adalah untuk melihat apakah suatu gagasan telah diungkapkan dan difahami dengan jelas, dan apakah metode belajar yang digunakan memang sudah digunakan dengan baik. Dengan adanya ujian, tingkat pemahaman siswa dan ketuntutasan pembelajaran dalam jenjang pendidikan dapat diketahui, salah satunya dengan menggunakan Ujian Nasional (UN).Hasil UN digunakan sebagai pertimbangan untuk Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan, seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, akreditasi satuan pendidikan dan Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. UN berfungsi sebagai alat pengendali mutu pendidikan secara nasional, pendorong peningkatan mutu pendidikan secara nasional, bahkan dalam menentukan kelulusan peserta didik, dan sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. UN merupakan salah satu bentuk evaluasi belajar pada akhir tahun pelajaran yang diterapkan pada beberapa mata pelajaran yang dianggap penting, walaupun masih ada perdebatan tentang mengapa mata pelajaran itu yang penting dan apakah itu berarti yang lain tidak penting.2. Gaya BelajarGaya belajar atau learning style adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal (S. Nasution, 2008:94). Gaya belajar juga dapat diartikan sebagai cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut.De Porter dan Hernacki (2009:112-124) dalam buku Quantum Learning mengemukakan secara umum gaya belajar terbagi menjadi 3, yang biasa dikenal dengan VAK (Visual/penglihatan, Auditori/Pendengaran, dan Kinestetik/Gerakan).Kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu hanya memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yamg sesuai dalam belajar maka akan memudahkan untuk menyerap pelajaran. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah cara yang cenderung dipilih siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, mengingat, berpikir, dan memecahkan soal dari lingkungan dan memproses informasi tersebut.3. Motivasi BerprestasiBerprestasi adalah idaman setiap individu, baik itu prestasi dalam bidang pekerjaan, pendidikan, sosial, seni, politik, budaya dan lain-lain. Dengan adanya prestasi yang pernah diraih oleh seseorang akan menumbuhkan suatu semangat baru untuk menjalani aktivitas. Pengertian prestasi menurut Murray (dalam J. Winardi, 2004):...Melaksanakan tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi atau mengorganisasi objek-objek fiskal, manusia atau ide-ide untuk melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin sesuai kondisi yang berlaku. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil. Pengertian motivasi berprestasi menurut McClelland (dalam Alex Sobur, 2003:285) adalah suatu daya dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien daripada kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya. Ini disebabkan oleh virus mental. Dari pendapat tersebut Alex Sobur mengartikan ba