tehnik presentasi

Download Tehnik presentasi

Post on 16-Aug-2015

103 views

Category:

Design

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. 1 TEHNIK MERANCANGTEHNIK MERANCANG PERATURANPERATURAN PERUSAHAANPERUSAHAAN Materi kuliah Legal DrafingMateri kuliah Legal Drafing Pada Fakultas HukumPada Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma JayaUniversitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta.Jakarta. Oleh : Samuel HutabaratOleh : Samuel Hutabarat
  2. 2. 22 A. PENGERTIANA. PENGERTIAN Adalah peraturan yang dibuatAdalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh Pengusahasecara tertulis oleh Pengusaha yang memuat syarat-syarat kerjayang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib perusahaandan tata tertib perusahaan..
  3. 3. 33 Dengan ketentuan sebagai berikutDengan ketentuan sebagai berikut :: Sekurang-kurangnya terdapat 10 buruh/pekerja.Sekurang-kurangnya terdapat 10 buruh/pekerja. Perusahan wajib membuat Peraturan Perusahaan.Perusahan wajib membuat Peraturan Perusahaan. Disusun oleh dan menjadi tanggung jawab pengusahaDisusun oleh dan menjadi tanggung jawab pengusaha dengan memperhatikan saran dan mempertimbangkan daridengan memperhatikan saran dan mempertimbangkan dari wakil pekerja/buruh.wakil pekerja/buruh.
  4. 4. 44 Berlaku untuk buruh/pekerja dan majikan/pengusaha.Berlaku untuk buruh/pekerja dan majikan/pengusaha. Berlaku paling lama 2 tahun.Berlaku paling lama 2 tahun. Isinya memuat hal-hal sebagai berikut :Isinya memuat hal-hal sebagai berikut : Syarat kerja yang belum diatur dalm peraturanSyarat kerja yang belum diatur dalm peraturan perundangan.perundangan. Rincian pelaksanaan ketentuan peraturan perundangan.Rincian pelaksanaan ketentuan peraturan perundangan. Ketentuan yang lebih baik dari peraturan perundangan.Ketentuan yang lebih baik dari peraturan perundangan.
  5. 5. 55 B. LATAR BELAKANGB. LATAR BELAKANG Peraturan perundang-undangan ketengakerjaanPeraturan perundang-undangan ketengakerjaan yang mengharuskan setiap usaha mempekerjakanyang mengharuskan setiap usaha mempekerjakan sekurang-kurangnya 10 buruh/pekerja membuatsekurang-kurangnya 10 buruh/pekerja membuat Peraturan Perusahaan (Peraturan Perusahaan (company regulationcompany regulation)) ataupun Kesepakatan Kerja Bersama (ataupun Kesepakatan Kerja Bersama (collectivecollective labour agreementlabour agreement) (vide pasal 108 UU No. 13) (vide pasal 108 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan).tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan). Asas keseimbangan dan kesaman dalamAsas keseimbangan dan kesaman dalam kedudukan (UUD 1945)kedudukan (UUD 1945)
  6. 6. 66 Perlunya kejelasan dan kepastian mengenai hakPerlunya kejelasan dan kepastian mengenai hak dan kewajiban antar pengusaha dengandan kewajiban antar pengusaha dengan buruh/pekerja serta tat tertib dalam bekerja danburuh/pekerja serta tat tertib dalam bekerja dan dilingkungan kerja.dilingkungan kerja. Konvensi ILO No. 98 tentang Berlakunya Dasar-Konvensi ILO No. 98 tentang Berlakunya Dasar- dasar dari Hak untuk berorganisasi dan untukdasar dari Hak untuk berorganisasi dan untuk berunding bersama.berunding bersama. Terjadinya ketimpangan hak dan kewajiban antaraTerjadinya ketimpangan hak dan kewajiban antara buruh/pekerja dengan pengusaha.buruh/pekerja dengan pengusaha.
  7. 7. 77 C. DASAR HUKUMC. DASAR HUKUM Kepmenaker No. 408 tahun 2004 tentang TataKepmenaker No. 408 tahun 2004 tentang Tata cara Pembuatan dan pengesahan Peraturancara Pembuatan dan pengesahan Peraturan perusahaan serta pembuatan dan pengesahanperusahaan serta pembuatan dan pengesahan Perjanjian Kerja bersama.Perjanjian Kerja bersama. Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentangUndang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Ketenagakerjaan. Undang-undang No. 21 tahun 2000 tentangUndang-undang No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
  8. 8. 88 Undang-undang No. 18 tahun 1956 tentangUndang-undang No. 18 tahun 1956 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 98.Ratifikasi Konvensi ILO No. 98. Peraturan Pemerintah No. 49 tahun 1954 tentangPeraturan Pemerintah No. 49 tahun 1954 tentang Tata Cara Membuat dan Mengatur PerjanjianTata Cara Membuat dan Mengatur Perjanjian Perburuhan.Perburuhan. Undang-undang No. 21 tahun 1954 tentangUndang-undang No. 21 tahun 1954 tentang Perjanjian Perburuhan antara Serikat Pekerja danPerjanjian Perburuhan antara Serikat Pekerja dan Majikan.Majikan.
  9. 9. 9 D.KETENTUAN-KETENTUAN DALAMD.KETENTUAN-KETENTUAN DALAM MEMBUAT PERATURAN PERUSAHAANMEMBUAT PERATURAN PERUSAHAAN WAJIBWAJIB Ketentuan dalam Peraturan Perusahaan mengenai Persyaratan kerjaKetentuan dalam Peraturan Perusahaan mengenai Persyaratan kerja minimal sesuai dengan yang diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan.minimal sesuai dengan yang diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan. BOLEHBOLEH Ketentuan dalam Peraturan Perusahaan dapat megatur hal-hal lainKetentuan dalam Peraturan Perusahaan dapat megatur hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan perundangan ketenagakerjaanyang belum diatur dalam peraturan perundangan ketenagakerjaan sepanjang tidak melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan dalamsepanjang tidak melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan perundangan.peraturan perundangan. TIDAK BOLEHTIDAK BOLEH Peraturan Perusahan tidak boleh mengatur yang lebih rendahPeraturan Perusahan tidak boleh mengatur yang lebih rendah dari ketntuan minimum dalam peraturan perundang-dari ketntuan minimum dalam peraturan perundang- perundangan ketenagakerjaan.perundangan ketenagakerjaan.
  10. 10. 1010 KETENTUAN NORMATIF DANKETENTUAN NORMATIF DAN TIDAK NORMATIFTIDAK NORMATIF NORMATIFNORMATIF Hal-hal yang diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan yangHal-hal yang diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku seperti pengupahan minimum, UMP, Jamsostek,berlaku seperti pengupahan minimum, UMP, Jamsostek, Proses Pemutusan Hubungan Kerja, Pesangon dll.Proses Pemutusan Hubungan Kerja, Pesangon dll. TIDAK NORMATIFTIDAK NORMATIF Hal-hal yang tidak diatur oleh ketentuan ketenagakerjaanHal-hal yang tidak diatur oleh ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku dengan tujuan memberikan keleluasaanyang berlaku dengan tujuan memberikan keleluasaan kepada perusahaan, namun tidak boleh lebih rendah darikepada perusahaan, namun tidak boleh lebih rendah dari ketentuan normatif.ketentuan normatif. contoh : Struktur dan besaran upah, bonus, fasilitas dll.contoh : Struktur dan besaran upah, bonus, fasilitas dll.
  11. 11. 1111 E. PROSES PEMBUATANE. PROSES PEMBUATAN PERATURAN PERUSAHAANPERATURAN PERUSAHAAN Tahap ITahap I Penyusunan konsep/materi PeraturanPenyusunan konsep/materi Peraturan Perusahaan oleh pengusaha.Perusahaan oleh pengusaha. Tahap IITahap II PPengusaha menyampaikan naskah Peraturanengusaha menyampaikan naskah Peraturan Perusahaan kepada perwakilan buruh/pekerjaPerusahaan kepada perwakilan buruh/pekerja untuk mendapatkan saran dan pertimbanganuntuk mendapatkan saran dan pertimbangan (14 hari kerja). Dilakukan secara tertulis.(14 hari kerja). Dilakukan secara tertulis.
  12. 12. 1212 Tahap IIITahap III Selanjutnya dilakukan permohonan secara tertulis untukSelanjutnya dilakukan permohonan secara tertulis untuk pengesahan Peraturan Perusahaan tersebut kepada pejabatpengesahan Peraturan Perusahaan tersebut kepada pejabat instansi ketenagakerjaan disertai dengan naskah Peraturaninstansi ketenagakerjaan disertai dengan naskah Peraturan Perusahaan (3 rangkap) dan disertai bukti bahwa naskahPerusahaan (3 rangkap) dan disertai bukti bahwa naskah Peraturan Perusahaan tersebut telah dimintakan saran atauPeraturan Perusahaan tersebut telah dimintakan saran atau pendapat kepada perwakilan pekerja/buruh.pendapat kepada perwakilan pekerja/buruh.
  13. 13. 13 Permohonan tertulis tersebut memuat : a. Nama & alamat perusahaan. b.Nama pimpinan perusahaan. c. Wilayah operasional. d. Status perusahaan. e. Jenis dan bidang usaha. F. Status hubungan kerja. g. Jumlah pekerja menurut jenis kelamin. i. Upah tertinggi dan terendah j. Masa berlaku Peraturan Perusahaan. k. Pengesahan Peraturan Perusahaan.
  14. 14. 14 Tahap IVTahap IV Dilakukan penelitian oleh pejabat yang bertanggung jawab diDilakukan penelitian oleh pejabat yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan guna memeriksa agar Peraturanbidang ketenagakerjaan guna memeriksa agar Peraturan Perusahaan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-Perusahaan tersebut sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.undangan yang berlaku. Tahap VTahap V Jika Peraturan Perusahaan terseut sudah memenuhiJika Peraturan Perusahaan terseut sudah memenuhi ketentuan, maka dalam waktu 30 hari sejak diterimanyaketentuan, maka dalam waktu 30 hari sejak diterimanya permohonan haru diterbitkan Surat Keputusanpermohonan haru diterbitkan Surat Keputusan PengesahanPengesahan
  15. 15. 1515 Jika Peraturan perusahaan tersebut belum memenuhi kelengkapn atau terdapat materi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, maka Peraturan Perusahaan tersebut harus direvisi dikembalikan secara tertulis dalam waktu 7 hari kerja ke perusahaan. Dalam waktu 14 hari kerja revisi Peraturan Perusahaan harus dikembalikan kepada instansi yang bertanggung jawab (depnaker) untuk diterbitkan Surat Keputusan Pengesahan, jika pengusaha tidak melakukan revisi, maka dapat dinyatakan bahwa perusahaan tidak mengajukan permohonan pengesahan Peraturan Perusahaan.
  16. 16. 1616 Tahap VITahap VI Jika sudah mendapatkan pengesahan, PeraturanJika sudah mendapatkan pengesahan, Peraturan Perusahaan dicetak dan di berikan kepada seluruh pekerjaPerusahaan dicetak dan di berikan kepada seluruh pekerja untuk disosialisasikan dan penjelasan kepada pekerja atauuntuk disosialisasikan dan penjelasan kepada pekerja atau buruh.buruh.
  17. 17. 1717 F. TEHNIK PERANCANGANF. TEHNIK PERANCANGAN PERATURAN PERUSAHAANPERATURAN PERUSAHAAN Format dari peraturan perusahaan memilikiFormat dari peraturan perusahaan memiliki bagian-bagian- bagian yang terdiri dari :bagian yang terdiri dari : 1.1. Penamaan/Heading ;Penamaan/