rehabilitasi medik ricky pebriansyah

Download Rehabilitasi Medik Ricky Pebriansyah

Post on 05-Dec-2014

131 views

Category:

Documents

19 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Referat REHABILITASI MEDIKOleh Ricky Pebriansyah, S. Ked (0818011091)

Pembimbing : dr. H. Sanjoto Santibudi, Sp.KFR

KEPANITERAAN KLINIK REHABILITASI MEDIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. Hi. ABDUL MOELOEK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 27 MARET 2013

Definisi Menurut WHO, Rehabilitasi Medik adalah ilmu pengetahuan kedokteran yang mempelajari masalah atau semua tindakan yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan dampak keadaan sakit, nyeri, cacat dan atau halangan serta meningkatkan kemampuan pasien mencapai integrasi sosial

Menurut Depkes, rehabilitasi adalah proses pemulihan untuk memperoleh fungsi penyesuaian diri secara maksimal atau usaha mempersiapkan penderita cacat secara fisik, mental, sosial dan kekaryaan untuk suatu kehidupan yang penuh sesuai dengan kemampuan yang ada padanya

Sejarah Pada tahun 1916 terdapat wabah polio yang menyerang New York. Wabah tersebut dapat mengakibatkan kecacatan sementara bahkan seumur hidup jika tidak cepat ditangani, maka dibentuklah Georgia Warm Springs Young Foundation pada 1924 sebagai tanggapan terhadap wabah polio ini untuk menanggulangi akibat buruk yang ditimbulkan

Dengan demikian, pemulihan fungsi alat gerak (rehabilitasi) yang dijalani pasien polio itulah titik awal yang mendorong berdirinya rehabilitasi medis

Pelayanan Kedokteran Rehabilitasi di Indonesia dikenal sejak tahun 1947, saat Prof.Dr.R.Soeharso mendirikan Pusat Rehabilitasi untuk penderita disabilitas, yaitu penderita buta, tuli dan cacat mental di Surakarta

Ruang Lingkup Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Rephauge (dalam sidiarto 1980) pada seminar internasional I rehabilitasi medis mengatakan bahwa rehabilitasi medis merupakan dasar dan penunjang bentuk rehabilitasi lainnya, seperti rehabilitasi sosial, karya, dan pendidikan

Beradasarkan pengertian rehabilitasi yang menekankan kepada fungsional, maka rehabilitasi medis tidak bisa terlepas dari cabang ilmu lain seperti : Neuromuskular, Muskuloskeletal, Psikologi, Anatomi, Kinesiologi, Fisiologi, Etika Profesi, dan lain-lain

Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit meliputi Upaya Promotif Penyuluhan, informasi dan edukasi tentang hidup sehat dan aktivitas yang tepat untuk mencegah kondisi sakit

Upaya preventif Edukasi dan penanganan yang tepat pada kondisi sakit/ penyakit untuk mencegah dan atau meminimalkan gangguan fungsi atau risiko kecacatan.

Upaya kuratif Penanganan melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik, dan upaya rehabilitatif untuk mengatasi penyakit/kondisi sakit untuk mengembalikan dan mempertahankan kemampuan fungsi.

Upaya rehabilitatifPenanganan melalui paduan intervensi medik, keterapian fisik, keteknisan medik dan upaya rehabilitatif lainnya melalui pendekatan psiko-sosioedukasi-okupasi-vokasional untuk mengatasi penyakit/kondisi sakit yang bertujuan mengembalikan dan mempertahankan kemampuan fungsi, meningkatkan aktivitas dan peran serta/ partisipasi di masyarakat

Filosofi Rehabilitasi merupakan jembatan yang menjangkau perbedaan antara kondisi tidak berguna-berguna, kehilangan harapanberpengharapan (Rehabilitation is a bridge spanning the gap between uselessnessusefulness, hopelessness hopefulness) Rehabilitasi tidak hanya memperpanjang usia tapi juga menambah makna/kualitas dalam hidup (rehabilitation is not only to add years to life but also add life to years).

Bentuk Pelayanan Mengembalikan fungsi pasien pasca stroke Mencegah kontraktur dan mengembalikan fungsi pasien pasca operasi dan patah tulang. Senam nafas sehat, senam hamil Memberikan alat bantu jalan, ortesa, protesa, splint, korset, dll. Melatih bicara dan gerak motorik anak dengan CP, autism, keterlambatan perkembangan Mengurangi nyeri, kaku diberbagai bagian tubuh. Dan lain-lain.

Tujuan Rehabilitasi Mengatasi keadaan/kondisi sakit melalui paduan intervensi medic, keterapian fisik, keteknisian medic dan tenaga lain yang terkait. Mencegah komplikasi akibat tirah baring dan atau dampak penyakitnya yang mungkin membawa kecacatan. Memaksimalkan kemampuan fungsi, meningkatkan aktifitas dan partisipasi pada difabel. Mempertahankan kualitas hidup dan mengupayakan kehidupan yang berkualitas

Tim Rehabilitasi Medik 1. Dokter rehabilitasi medik 2. Perawat rehabilitasi 3. Fisioterapist 4. Okupational Terapist 5. Pekerja sosial medik 6. Speech therapist 7. Psikologi 8. Ortotik prostetik 9. Penderita dan keluarga 10. Rohaniwan

Gangguan Fungsi Impairment, bila ada gangguan fisik atau organ tubuh seperti luka otak, orgam mata atau organ telinga rusak, atau anggota tubuh tertentu lumpuh, yang menyebabkan bagian tersebut terganggu. Disability, akibat adanya impairment mengakibatkan gangguan fungsi sehingga berkurangnya kemampuan fisik Handicap, akibat impairment dan disability maka, hubungan sosial ataupun kegiatan sosial masyarakat mengalami hambatan.

Pelayanan dalam Rehabilitasi Medik Pelayanan Fisioterapi Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan, pelatihan fungsi dan komunikasi.

Pelayanan Terapi Wicara Adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk memulihkan dan mengupayakan kompensasi / adaptasi fungsi komunikasi, bicara dan menelan dengan latihan remediasi, stimulasi dan fasilitasi

Pelayanan Terapi Okupasi Adalah bentuk pelayanan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, memulihkan fungsi atau mengupayakan kompensasi/adaptasi untuk aktifitas sehartihari, produktifitas dan waktu luang melalui pelatihan remediasi, stimulasi dan fasilitasi.

Pelayanan Ortotis Prostetis Adalah salah satu bentuk pelayanan keteknisian medic yang ditujukan kepada individu untuk merancang, membuat dan mengepas alat bantu guna pemeliharaan dan pemulihan fungsi , atau pengganti anggota gerak

Prinsip Rehabilitasi Rehabilitasi dimulai sedini mungkin, bahkan segera sejak dokter melihat penderita untuk pertama kalinya. Tidak ada seorang pun yang boleh berbaring lebih lama dari yang diperlukan, karena dapat mengakibatkan komplikasi. Rehabilitasi merupakan terapi multidisipliner terhadap seorang penderita Faktor yang terpenting adalah kontinuitas perawatan Perhatian untuk rehabilitasi diutamakan kepada sisa kemampuan yang masih dapat diperbaiki dengan latihan Fungsi lain rehabilitasi adalah pencegahan serangan berulang Penderita merupakan subjek rehabilitasi, bukan sekedar objek.

Prinsip - prinsip dasar kegiatan rehabilitasi anak Ditinjau dari tujuan rehabilitasi Prinsip menyeluruh Prinsip pelayanan segera atau pelayanan dini Prinsip prioritas Kegiatan berpusat pada anak Prinsip konsisten Prinsip efektivitas dan penghargaan Prinsip pentahapan. Prinsip kesinambungan, berulang dan terus menerus. Prinsip terintegrasi

Ditinjau dari jenis dan macam kelainan Orientasi pada pengembalian fungsi Pinsip individualisasi Orientasi pada jenis kecacatan dan kasus

Ditinjau dari kemampuan pelaksana ( provider ) Prinsip kerja tim Prinsip kerja atas dasar profesi.

Ditinjau dari tempat, waktu dan sarana rehabilitasi Prinsip integritas Prinsip keluwesan tempat dan waktu Prinsip kesederhanaan Prinsip keterlibatan orangtua dan masyarakat

Pelayanan Rehabilitasi Medik di Indonesia Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Pelayanan Rehabilitasi Medik Di Puskesmas Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)

Strata/Klasifikasi Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah SakitStrata I :Pelayanan Primer Pelayanan Rehabilitasi Medik Dasar (Rumah Sakit kelas C l kelas D dan Puskesmas) Pelayanan mencakup rehabiLitasi medik dasar

Strata II: Pelayanan Sekunder Pelayanan Rehabilitasi Medik Spesialistik (Rumah Sakit B non Pendidikan dan ketas c) Pelayanan mencakup: 1. Layanan Rehabilitasi Medik Spesialistik 2. Layanan Fisioiterapi dengan peralatan dasar 3. Layanan Okupasi Terapi dengan peralatan dasar 4. Layanan Ortotik-Prostetik, tidak mempunyai bengkel sendiri. 5. Layanan Asuhan keperawatan Rehabilitasi Medik (fakultatif)

Strata lIlA: Pelayanan Tersier Pelayanan Rehabilitasi Medik SpesiaListik dan Subspesialistik (Rumah Sakit ketas B Pendidikan/keLas A) Pelayanan mencakup: 1. Layanan RehabiLitasi Medik Spesialistik dan Subspesialistik (muskutoskeLetal, neuromuskuler, pediatrik, kardiorespirasi, geriatrik) 2. Layanan Asuhan Keperawatan Rehabilitasi Medik 3. Layanan Fisioterapi dengan atat Lengkap 4. Layanan Okupasi Terapi dengan aLat Lengkap 5. Layanan Terapi Wicara dengan atat Lengkap 6. Layanan Ortotik-Prostetik, bengkel sederhana 7. Layanan Psikotogi 8. Layanan Sosial Medik

Strata IIIB: Pusat Rujukan Nasional PeLayanan Rehabilitasi Medik Rujukan Tertinggi. PeLayanan mencakup: 1. Layanan Rehabilitasi Medik spesialistik dan subspesiaListik (muskuLoskeLetal, neuromuskuler, pediatrik? kardiorespirasi, geriatri, dan subspesialistik Lain sesuai kebutuhan) 2. Layanan Asuhan Keperawatan RehabiLitasi Medik 3. Layanan Fisioterapi dengan alat canggih 4. Layanan Okupasi Terapi dengan alat canggih 5. Layanan Terapi Wicara dengan alat canggih 6. Layanan Ortotik-Prostetik dengan bengkel Lengkap dan atau bengkel kursi roda 7. Layanan Psikologi 8. Layanan Sosial Medik 9. Layanan konseLing persiapan vokasional.

Kriteria pasien rawat inap adalah 1. Pasien kandidat RehabiLitasi Medik yaitu pasien yang akibat penyakit/trauma/ cedera mengalami gangguan fungsi serta aktifitas sehari-hari. 2. Pasien yang dinyatakan tidak iagi membutuhkan perawatan dari segi penyakitnya tapi memerlukan peLayanan RehabiLitasi Medik secara terpadu.

Alur Pasien Dalam Pelayanan RehabiLitasi Medik Pasien dap