perkembangan akuntansi di era globalisasi

18
Dosen Pengampu : Khusnik Hudzafidah, SE., M.Si Dibuat Oleh : Fiqi Dwipatria Muslimin NIM. 14.641.0279 Program Manajemen Fakultas Ekonomi UNIVERSITAS PANCAMARGA PROBOLINGGO Page | 1 PERKEMBANGAN AKUNTANSI DI ERA GLOBALISASI

Upload: fiqi

Post on 09-Apr-2016

1.382 views

Category:

Documents


180 download

DESCRIPTION

Sumber tertera

TRANSCRIPT

Page 1: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

Dosen Pengampu :

Khusnik Hudzafidah, SE., M.Si

Dibuat Oleh :

Fiqi Dwipatria Muslimin

NIM. 14.641.0279

Program Manajemen

Fakultas Ekonomi

UNIVERSITAS PANCAMARGA PROBOLINGGOJalan Yos Sudarso Pabean Dringu Telp. (0335) 422715

Tahun 2014

P a g e | 1

PERKEMBANGAN AKUNTANSI DI ERA GLOBALISASI

Page 2: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur sudah sepantasnya kita panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi yang hingga saat

ini masih berkenan memberikan kepercayaan-Nya kepada kita semua untuk menikmati segala karunia-

Nya, dan hanya dengan qudrat dan iradat-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini yang

berjudul “Perkembangan Akutansi di Era Globalisasi”

Adapun makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen. Semoga dengan

penyusunan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman diri penyusun tentang mata kuliah

ini. Demi kesempurnaannya, penyusun selalu mengharapkan adanya saran dan masukan dari berbagai

pihak.

Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada tim dosen mata kuliah Akuntansi Manajemen dan

kepada semua pihak yang telah mendukung hingga terselesaikannya makalah ini.

Harapan penyusun semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penyusun sendiri dan

umumnya bagi siapa saja yang membacanya.

Probolinggo,23 September 2014

Penulis

P a g e | 2

Page 3: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................. 1

KATA PENGANTAR .............................................................. 2

DAFTAR ISI ............................................................................. 3

I. PENDAHULUAN ............................................................... 4

II. PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan Akuntansi ............................. 5

B. Perkembangan akuntansi Internasional ..................... 6

C. Perkembangan Akuntansi Era Globalisasi ................ 7

D. Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap

Perkembangan Akuntansi ........................................... 10

III. KESIMPULAN .................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................. 13

P a g e | 3

Page 4: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

I. Pendahuluan

Mempelajari sejarah dan perkembangan suatu ilmu merupakan hal yang sangat penting.

Banyak hal yang dapat diperoleh dari kajian sejarah. Walaupun memang dalam pembahasan

suatu sejarah dan perkembangan tersebut terdapat beberapa versi. Sejarah dan perkembangan

akuntansi membuat akuntan masa kini menghargai kontribusi pemikiran terdahulu. Sejarah

juga dapat berbicara tentang proses perkembangannya hingga sampai pengembangan masa

kini. Pentingnya mempelajari sejarah adalah untuk memahami praktik dahulu, sekarang dan

prediksi masa depan.

P a g e | 4

Page 5: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

II. Pembahasan

A. Sejarah Perkembangan Akuntansi

Praktik akuntansi di Indonesia sejak zaman VOC (1642). Akuntan – akuntan Belanda itu kemudian mendominasi akuntan di perusahaan – perusahaan yang juga di monopoli penjajahan hingga abad 19. Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan akuntansi hanya diselenggarakan oleh Departemen Keuangan berupa kursus ajun akuntansi di Jakarta. Persertanya saat itu 30 orang termasuk Prof.Sumardjo dan Prof.Hadibroto. Bersama 4 akuntan lulusan pertama FEUI dan 6 lulusan Belanda, Prof.Sumardjo merintis pendirian Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) tanggal 23 Desember 1957. Pada tahun yang sama pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan – perusahaan milik Belanda. Hal ini menyebabkan akuntan – akuntan Belanda kembali ke negrinya dan pada saat itu akuntan Indonesia semakin berkembang. Perkembangan itu semakin pesat setelah Presiden meresmikan kegiatan pasar modal 10 Agustus 1977 yang membuat peranan akuntansi dan laporan keuangan menjadi penting. Bulan Januari 1977 Mentri Keuangan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 43/1977 Tentang Jas Akuntan menggantikan Kepmenkeu 763/1968. Selain mewajibkan akuntan publik memiliki sertifikat akuntan publik, juga akuntan publik asing diperbolehkan praktik di Indonesia sepanjang memenuhi syarat.

P a g e | 5

Page 6: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

B. Perkembangan akuntansi Internasional

Akuntansi masa kini telah berkembang dalam tahap masa kedewasaan menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global. Keputusan yang berasal dari data-data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional menjadi sangat penting untuk mendapatkan interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi bisnis internasional.

Sejarah akuntansi dan akuntan, memperlihatkan perubahan yang terus menerus secara konsisten. Pada suatu waktu, akuntansi lebih mirip sistem pencatatan bagi jasa-jasa perbankan tertentu dan bagi rencana pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan double entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha perdagangan. Saat ini akuntansi beroperasi dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional.

Menurut Choi dan Muller (1998; 1) ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh dan berevolusi dari ”theorizing” menjadi “Conceptualizing”, yaitu (1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi.

P a g e | 6

Page 7: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

C. Perkembangan Akuntansi Era Globalisasi

Di era globalisasi ini akuntansi sudah di dukung dengan teknologi yang sangat modern, sangat membantu dalam pencatatan transaksi, dll. Seiring dengan perkembangan bisnis yang semakin pesat, akuntansi juga semakin berkembang menjadi lebih baik. Kaidah-kaidah, konsep-konsep dan teknik-teknik akuntansi berkembang dari satu pemikiran menuju pemikiran berikutnya untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan informasi keuangan, sebagai konsekuensi logis dari perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat tersebut.

Pada era globalisasi ini, standar akuntansi di Indonesia yang berlaku mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi). Di era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional. Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara, perbedaan system pemerintahan pada tiap-tiap negara, perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.

Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki pasar modal di seluruh dunia, Kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda. Amerika memakai FASB dan US GAAP, Indonesia memakai PSAK-nya IAI, uni eropa memakai IAS dan IASB. Hal tersebut melatarbelakangi perlunya adopsi IFRS saat ini.

Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestik bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi, persyaratan akan item item pengungkapan akan semakin tinggi sehingga nilai perusahaan akan semakin tinggi pula, manajemen akan memiliki tingkat akuntabilitas tinggi dalam menjalankan perusahaan, laporan keuangan perusahaan menghasilkan informasi yang lebih relevan dan akurat, dan laporan keuangan akan lebih dapat diperbandingkan dan menghasilkan informasi yang valid untuk aktiva, hutang, ekuitas, pendapatan dan beban perusahaan.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan bahwa Standar akuntansi internasional (IFRS) mulai berlaku di Indonesia pada tahun 2012 secara keseluruhan atau full adoption. sedangkan khusus untuk perbankan adalah tahun 2010. Timbullah permasalahan mengenai sejauh mana adopsi IFRS diterapkan dalam Laporan Keuangan di Indonesia, bagaimana sifat adopsi yang cocok apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi), dan manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya, serta bagaimana kesiapan Indonesia untuk mengadopsi IFRS.

P a g e | 7

Page 8: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang: 

a)    Menghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.

b)   Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.

c)    Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan IFRS yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board). Oleh karena itu, arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut.

Peranan dan keuntungan harmonisasi atau adopsi IFRS sebagai standarakuntansi domestik : Keuntungan harmonisasi menurut Lecturer Ph. Diaconu Paul (2002) adalah: 

1.    Informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, 

2.    Harmonisasi dapat menghemat waktu dan uang, 

3.    Mempermudah transfer informasi kepada karyawan serta mempermudah dalam melakukan training pada karyawan.

4.    Meningkatkan perkembangan pasar modal domestik menuju pasar modal internasional,

5.   Mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan operasional yang berguna untuk menjalankan bisnis serta mempermudah dalam pengelolaan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, dan pihak lain.

Dengan mengadopsi IFRS berarti laporan keuangan berbicara dengan bahasa akuntansi yang sama, hal ini akan memudahkan perusahaan multinasional dalam berkomunikasi dengan cabang cabang perusahaannya yang berada dalam negara yang berbeda, meningkatkan kualitas pelaporan manajemen dan pengambilan keputusan. Dengan mengadopsi IFRS juga berarti meningkatkan kepastian dan konsistensi dalam interpretasi akuntansi, sehingga memudahkan proses akuisisi dan divestasi. Dengan mengadopsi IFRS kinerja perusahaan dapat diperbandingkan dengan pesaing lainnya secara global, apalagi dengan semakin meningkatnya persaingan global saat ini. Akan menjadi suatu kelemahan bagi suatu perusahaan jika tidak dapat diperbandingkan secara global, yang berarti kurang mampu dalam menarik modal dan menghasilkan keuntungan di masa depan.

P a g e | 8

Page 9: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi internasional untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian , untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal. Indonesia sudah melakukannya namun sifatnya baru harmonisasi, dan selanjutnya akan dilakukan full adoption atas standar internasional tersebut. Adopsi standar akuntansi internasional tersebut terutama untuk perusahaan publik. Hal ini dikarenakan perusahaan publik merupakan perusahaan yang melakukan transaksi bukan hanya nasional tetapi juga secara internasional. Jika ada perusahaan dari luar negeri ingin menjual saham di Indonesia atau sebaliknya, tidak akan lagi dipersoalkan perbedaan standar akuntansi yang dipergunakan dalam menyusun laporan.

Secara garis besar perkembangan akuntansi di Indonesia adalah sebagai berikut:

a)    Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.

b)   Sampai Tahun 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi /peraturan tentang standar keuangan.

c)    Tahun 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuatoleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.

d)   Tahun 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standarAkuntansi.

e)    Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yangbersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)

f)     Sejak Tahun 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.

g)   Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapatdiselesaikan.

h)   Tahun. 2012 sampai saat ini : Ikut IFRS .

D. Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Akuntansi

P a g e | 9

Page 10: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

Akuntansi dipengaruhi oleh lingkungan dan sebaliknya akuntansi juga mempengaruhi lingkungan. Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain:

1. Sistem HukumKodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi lebih cocok dalam

negara-negara yang menganut code law (hukum kode). Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan sistem yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law).2. Sistem Politik

Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan praktik-praktik akuntansi.3. Sifat Kepemilikan Bisnis

Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank.4. Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis

Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan sistem akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik.5. Iklim Sosial

Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi di berbagai belahan dunia.6. Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan

Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan sangat menentukan perkembangan akuntansi.7. Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif

Regulasi mengenai perpajakan akan memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu.8. Ada Legislasi Akuntansi tertentu

Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-teknik akuntansi tertentu.

9. Kecepatan Inovasi BisnisSemula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun

karena penggabungan bisnis yang begitu popular di eropa memaksa akuntansi turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan.10. Tahap pembangunan Ekonomi

Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membutuhkan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju.11. Pola pertumbuhan Ekonomi

P a g e | 1 0

Page 11: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan.12. Status Pendidikan dan Organisasi Profesional

Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut.

lll. Kesimpulan

P a g e | 1 1

Page 12: Perkembangan Akuntansi di Era Globalisasi

Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin pesat akuntansi juga semakin berkembang. Masyarakat yang bergelut di bidang bisnis tidak bisa lepas dari akuntansi. Perkembangan akuntansi yang di iringi dengan kemajuan teknologi saat ini sangat membantu dan mempermudah masyarakat dalam pembuatan laporan keuangan pribadi maupun perusahaan.

Perkembangan yang cepat dalam transportasi dan komunikasi di era globalisasi ini membuat dunia menjadi tanpa batas hingga mewujudkan apa yang dinamakan “global village”. Ditambah dengan ditandai pertumbuhan perdagangan internasional dan pertukaran bisnis lainnya diantara berbagai negara mempengaruhi kehidupan kita. Umumnya, perkembangan ini membawa dampak berbagai kebiasaan. Dalam kegiatan bisnis khusus telah mendukung keinginan untuk meng-harmonisasikan standar akuntansi diantara berbagai negara tersebut. Harmonization menunjukkan derajat koordinasi atau kesamaan diantara berbagai set variasi standar akuntansi nasional dan metode serta format pelaporan keuangan.

Salah satu faktor yang mendasari perlunya meng-harmonisasikan standar akuntansi internasional adalah adanya peningkatan kepentingan dari berbagai perusahaan multinational. Kesamaan secara umum dalam satandar akuntansi dan prosedur akuntansi akan memfasilitasi serta memudahkan koordinasi diantara perusahaan multinasional.

DAFTAR PUSTAKA

P a g e | 1 2