perancangan struktur organisasi - blog.ub.ac. filekelas a, administrasi bisnis jurusan ilmu...

Click here to load reader

Post on 01-Apr-2019

237 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

Perancangan Struktur Organisasi

Dosen Pembimbing :

HAMIDAH NU, DR.MSI

Disusun Oleh Kelompok 9 :

Fonda Agustina Mulyanto ( 125030201111001)

Fungki Prastyananta ( 125030201111002)

Rahmah Febrina ( 125030201111003)

Din Haidiati ( 125030201111004)

Kelas A, Administrasi Bisnis

Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis

Fakultas Ilmu Admnistrasi

Universitas Brawijaya

Malang 2012

2

PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI

1. Pengertian Dasar Perancangan Struktur Organisasi (Desain Organisasi)

Kata Struktur dalam organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme

formal di mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan

susunan perwujudan pola tetap hubunganhubungan diantara fungsi-fungsi,

bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan

tugas dan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu

organisasi.

Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana

manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan

pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana

keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan.

Maka struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap

bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan

operasional untuk mencapai tujuan dan bagaimana pekerjaan dibagi,

dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Menurut Hatch ( 1997 : 182 ) struktur organisasi yang sebenarnya bisa jadi

tidak sesuai dengan apa yang tertera pada bagan organisasi. Alasannya yaitu :

1) Perubahan organisasi terlalu cepat sehingga bagan yang ada tidak

sempat untuk selalu di update.

2) Didalam organisasi ada konflik antar bagian, sehingga bagan

organisasi yang sesungguhnya tidak ditampilkan kepada umum.

Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya

sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja

jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau

tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.

3

2. Model Desain Struktur Organisasi

a) Struktur sederhana

Rancangan struktur organisasi terkadang tidak harus dilakukan secara

mendetail. Pada organisasi-organisasi kecil biasanya tidak dibutuhkan

rancangan struktur yang rumit. Hal ini bisa terjadi karena dalam organisasi

kecil jumlah orangnya tidak terlalu banyak dan pembagian tugas cukup

sederhana, pengelola organisasi dapat membuat struktur hubungan yang

bersifat langsung. Inilah yang kemudian disebut dengan struktur sederhana

(simple structur).

Gambar contoh struktur sederhana

Seperti gambar diatas struktur sederhana tidak memiliki jenjang

hierarki antara pelaksana dan pengelola. Biasanya pengelola sekaligus

bertugas sebagai pemilik atau disebut dengan (senior executif) dan

dibawahnya terdapat manajer toko yang masing masing bertanggung jawab

atas pengelolaaan tokonya.

Kelebihan struktur sederhana adalah struktur ini sangat simple

(Robbins, 1990:281). Struktur sederhana memiliki pola yang bersifat langsung

sehinggan aktifitas-aktifitas organisasi bisa dilaksanakan dengan mekanisme

yang fleksibel dan cepat. Iaya-biaya yang berkaitan dengan koordinasi dan

kontrol biasanya relatif sangat kecil.

Kelemahan pokok dari struktur sederhana ini adalah aplikasinya yang

sangat terbatas. Biasanya perusahaan-perusahaan wiraswasta yang baru saja

dididrikan atau organisasi-organisasi kecil yang secara permanen tetap kecil

Pemilik + Pengelola

Manajer 1 Manajer 2 Manajer 3 Manajer 4

4

(praktik dokter, biro jasa, industri rumah tangga dan lain-lain) mungkin tidak

akan mengalami kesulitan ketika menerapkan desain struktur ini. Akan tetapi,

ketika ukuran organisasi makin besar dan aktifitas di dalamnya makin

kompleks, biasanya struktur sederhana kehilangan efektivitasnya dan harus

dicari desain struktur yang lebih cocok dengan aktifitas organisasi tersebut.

b) Struktur fungsional

Bagi pengelola struktur oraganisasi , perancangan struktur baru

adalah sebuah masalah tersendiri. Disaat organisasi makin kompleks dan

tidak dapat lagi ditangani dengan struktur sederhana maka cara yang paling

umun dilakukan adalah memecah aktifitas-aktifitas organisasi ke dalam

fungsi-fungsinyang terpisah. Pengelola harus membagi organisasi menjadi

beberapa bidang atau fungsi, yang masing-masing tidak tercampur dengan

fungsi-fungsi lainnya. Pada perusahaan manufaktur menengah biasanya

terdapat pembgian fungsional seperti: pemasaran, produksi, personalia, dan

akunting. Masing-masing fungsi dipimpin oleh seorang manajer yang

bertanggung jawab dan membawahi sejumlah pelaksana.

c)

Gambar contoh struktur fungsional

Struktur fungsional memiliki kelebihan yaitu dapat menghindari

duplikasi. Stuktur fungsional lebih hemat dalam hal sumber daya yang artinya

, dalam suatu organisasi tidak terdapat dua fungsi yang berganda atau

redundant. Hanya ada satu unit yang mengurusi , misalnya , masalah

pemasaran. Inilah yang merupakan kelbihan strkutur fungsional , sehingga

sumber daya organisasi dapat dipergunakan lebih efisien dan terfokus.

General Manajer

Pemasaran Produksi Personalia

Akunting Penjualan

5

Masing-masing aggota ditempatkan sesuai bidangnya masing-masing dan

seorang pimpinan atau manajer mengawasi pekerjaan mereka sekaligus

sebagai penanggung jawab. Pengelola organisasi juga lebih mudah

mengontrol kinerja perusahaan lewat manajer yang ditempatkan di sebuah

bidang.

Kelemahan dai struktur fungsional biasanya adalah pada bebean yang

haru ditanggung oleh seorang pimpinan (Hatch,1997:184). Pimpinan adalah

satu-satunya orang yang mengetahui kondisi organisasi secara keseluruhan.

Biasnaya para manajer fungsi hanya berfokus pada bidangnya masing-

masing. Akibatnya, keputusan-keputusan yang bersifat startegis haurs

diputuskan oleh seorang pimpinan. Hal ini menjadi masalah ketika organisasi

bertumbuh semakin besar dan aktifitas didalamnya makin kompleks.Seain itu

, jika sewaktu-waktu seorang pimpinan mengundurkan diri , maka tidak ada

manajer fungsi yang siap mnggantikannya karena setiap manajer tidak

mengetaui kondisi keseluruhan perusahaan, mereka hanyasebatas tahu di

masing-masing bidang yang meraka tempati.

Tetapi tidak semua organisasi yang memakai desain struktur

fungsional bergantung pada seorang pimpinan. Pada organisasi fungsional

besar, kepemimpinan dikelola oleh beberapa orang yang membantu seorang

pimpinan dalam mengatur organisasi. Artinya , kelemahan yang diaksud

Hatch barangkali lebih tepat dikenakan pada struktur sederhana yang benar-

benar bergantung pada seorang pimpinan. (pemilik sekaligus pengelola).

Namun ada kelemahan lain yang lebih kompleks dalam struktur fungsional

yaitu persaingan antar fungsi atau bidang. Apabila fungsi-fungsi dijalankan

secara terpisah tanpa adanya kerjasama atau koordinasi yang baik maka akan

muncul egoisme fungsional. Setiap fungsi menganggap fungsinya adalah

yang paling berperan dalam keberhasilan organisasi.

d) Struktur multidivisional

Struktur multidivisional terdiri dari divisi-divisi operasi, masing-masing

mewakili pusat bisnis atau pusat laba yang terpisah, dimana pimpinan atas

perusahaan mendelegasikan tanggung jawab operasional setiap hari dan

6

strategi unit bisnis kepada manajer divisi. Tujuannya adalah untuk

membeerikan kebebasan kepada masing-masing divisi. Sehingga struktur

multidivisional mampu menjawab kekurangan pada struktur fungsional.

CONTOH STRUKTUR MULTIDIVISIONAL

Kelebihan dari struktur multidivisional adalah :

Pimpinan dapat lebih berkonsentrasi pada aspek-aspek strategis.

Masalah-masalah operasional menjadi tanggung jawab kepala divisi.

Efektivitas organisasi dapat dipantau secara lebih objektif, sebab

apabila suatu perusahaan mengalami kemerosotan kinerjanya, maka

organisasi dapat mendeteksi sumber masalah.

Penurunan kinerja suatu divisi tidak berdampak pada divisi lain.

Membebaskan para kepala eksekutif dalam pembuatan keputusan

strategi lebih luas.

Semua kegiatan mudah untuk dikoordinasi dan prestasi kerja

terpelihara.

Kelemahan desain struktur multidivisional adalah :

General Manager

Divisi 1 Divisi 3 Divisi 2

Produksi Pemasaran dll

Produksi Pemasaran dll

dll Pemasaran Produksi

7

- Konflik antar-divisi, atau antara divisi dengan kantor pusat. Konflik

antar divisi biasa terjadi apabila suatu divisi tertentu mendapatkan

perhatian yang lebih dari pucuk pimpinan yang mengakibatkan

persaingan dan kecemburuan antar divisi. Konflik divisi dengan kantor

pusat terjadi jika suatu divisi tidak mendapatkan suatu penghargaan

yang semestinya atas kerja kerasnya selama ini.

- Terjadinya duplikasi. In

View more