pengaturan pola makan pada bayi

3
PENGATURAN POLA MAKAN PADA BAYI Bayi adalah sebutan bagi anak dibawah usia 1 tahun. Kebutuhan utama bayi adalah protein yang diperlukan bagi pertumbuhan sel. Di Indonesia dicanangkan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan artinya sampai dengan usia 6 bulan hanya diberikan ASI. Disarankan juga bahwa ASI tetap diberikan sampai umur 2 tahun, tentu saja dengan makanan tambahan lainnya. Apabila ASI tidak bisa diberikan misal karena tidak bisa keluar atau ibu menderita penyakit tertentu misal HIV, maka bisa diberi PASI. Sebelum umur 6 bulan, segala makanan tambahan baik bubur, glukosa, madu atau buah tidak boleh diberikan. Hal ini berkaitan karena sistem pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan padat. Makanan yang terlalu padat beresiko terjadi obstruksi usus. Pola pemberian ASI pada bayi adalah : 1. On demand (diberikan tanpa penjadwalan atau kapanpun bila bayi mau). Rata-rata bayi yang baru lahir bisa menyusu 10-12 x dalam 24 jam. 2. Sedini mungkin. Hal ini juga bisa merangsang produksi ASI yang belum lancar dan tidak kehilangan colostrum (ASI yang diproduksi 4-6 hari pertama dan banyak mengandung imunoglobulin IgA, enzim-enzim pencernaan dan laktoferin) 3. Posisi yang nyaman bagi ibu dan bayi tetapi waspada kemungkinan bayi tidak bisa bernafas akibat tertutup bantal atau selimut. Secara subyektif, bayi tidur nyenyak setelah menyusu, ibu bisa merasakan perbedaan tegangan pada payudara dan merasakan aliran ASI saat menyusui. Keuntungan pemberian ASI pada bayi adalah : 1. Praktis, mudah dan murah 2. Kemungkinan terkontaminasi minimal 3. Menghindarkan/menunda insidens dermatitis atopi 4. Mengurangi resiko gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, colitis 5. Menghindari obesitas pada anak 6. Mengurangi resiko terjadinya sudden infant death

Upload: aditya-bagusdjatmiko

Post on 02-Jul-2015

173 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: Pengaturan Pola Makan Pada Bayi

PENGATURAN POLA MAKAN PADA BAYI

Bayi adalah sebutan bagi anak dibawah usia 1 tahun. Kebutuhan utama bayi adalah protein yang diperlukan bagi pertumbuhan sel. Di Indonesia dicanangkan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan artinya sampai dengan usia 6 bulan hanya diberikan ASI. Disarankan juga bahwa ASI tetap diberikan sampai umur 2 tahun, tentu saja dengan makanan tambahan lainnya. Apabila ASI tidak bisa diberikan misal karena tidak bisa keluar atau ibu menderita penyakit tertentu misal HIV, maka bisa diberi PASI. Sebelum umur 6 bulan, segala makanan tambahan baik bubur, glukosa, madu atau buah tidak boleh diberikan. Hal ini berkaitan karena sistem pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan padat. Makanan yang terlalu padat beresiko terjadi obstruksi usus.

Pola pemberian ASI pada bayi adalah :1. On demand (diberikan tanpa penjadwalan atau kapanpun bila bayi mau). Rata-

rata bayi yang baru lahir bisa menyusu 10-12 x dalam 24 jam.2. Sedini mungkin. Hal ini juga bisa merangsang produksi ASI yang belum

lancar dan tidak kehilangan colostrum (ASI yang diproduksi 4-6 hari pertama dan banyak mengandung imunoglobulin IgA, enzim-enzim pencernaan dan laktoferin)

3. Posisi yang nyaman bagi ibu dan bayi tetapi waspada kemungkinan bayi tidak bisa bernafas akibat tertutup bantal atau selimut.

Secara subyektif, bayi tidur nyenyak setelah menyusu, ibu bisa merasakan perbedaan tegangan pada payudara dan merasakan aliran ASI saat menyusui.

Keuntungan pemberian ASI pada bayi adalah :1. Praktis, mudah dan murah2. Kemungkinan terkontaminasi minimal3. Menghindarkan/menunda insidens dermatitis atopi4. Mengurangi resiko gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, colitis5. Menghindari obesitas pada anak 6. Mengurangi resiko terjadinya sudden infant death

Keuntungan pemberian ASI pada ibu adalah :1. Bagi ibu, menyusui bisa mengurangi insidens Ca mamma2. Tercipta hubungan psikologis antara ibu dan anak3. Merangsang kontraksi uterus karena pelepasan hormon oksitosin4. Menurunkan berat badan karena lemak tubuh juga diproses menjadi ASI

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga produksi ASI tetap baik adalah :1. Menghindari stress psikis. Stress psikis bisa mempengaruhi produksi hormon prolaktin dari jalur hipotalamus dan hipofisa yang pada akhirnya menurunkan produksi ASI.2. Cukup tambahan nutrisi bagi ibu yang mengandung 1200 kal dan 40 gram protein

sehari (1/2 porsi makanan dan 2 gelas susu sehari) sebagai tambahan untuk produksi 1 liter ASI.3. Kontinuitas menyusui. Bagi karyawati, ASI bisa diperas dan disimpan dalam

Botol. ASI tahan 4-6 jam pada suhu kamar, 10-12 jam pada suhu lemari es dan 24 jam apabila dibekukan.

Page 2: Pengaturan Pola Makan Pada Bayi

PASI atau susu formula banyak macamnya, masing-masing bayi akan bereaksi berbeda terhadap pemberian PASI dan tidak ada standar PASI yang menjamin pasti cocok untuk semua bayi. PASI ada yang terbuat dari susu sapi dan ada yang terbuat dari kedelai. PASI dari bahan kedelai diberikan bila bayi alergi terhadap susu sapi. PASI dari kedelai memiliki kandungan nutrisi yang sebanding dengan susu sapi.Jumlah pemberian PASI adalah sebagai berikut :Umur 2 minggu – 2 bulan : 60 – 120 ml/kaliUmur 2 – 3 bulan : 120 - 140 ml/kaliUmur 3 - 4 bulan : 140 – 160 ml/kaliUmur 4 – 5 bulan : 160 – 200 ml/kaliDan seterusnya.Prinsip pembuatan kekentalan PASI adalah 1 takar susu untuk 30 ml air. Bila ada diare, maka susu dibuat lebih encer 1 : 50 – 60 atau diganti susu LLM.

Penilaian gizi yang baik pada bayi adalah :Triwulan I : Naik 150-250 g/minggu Triwulan II : Naik 500-600 g/bulanTriwulan III : Naik 350-450 g/bulanTriwulan IV : Naik 250-350 g/bulanPatokan secara umum adalah penurunan berat badan tidak lebih dari 10 % dibanding berat badan lahir dalam waktu 2 minggu pertama, kemudian pada usia 4-5 bulan naik 2 x dari berat lahir atau pada usia 1 tahun naik 3 x dari berat lahir.

Pemberian makanan padat bisa dimulai setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan. Dimulai dari bubur susu dengan pemberian tidak lebih dari 2 x sehari. Hindari pemberian produk telur karena beresiko memicu alergi. Pemberian pisang yang terlalu banyak juga tidak baik karena kandungan karbohidratnya tinggi sehingga bayi akan mengurangi minum susunya. Pada usia lebih dari 8 bulan, pemberian nasi tim bisa dimulai dengan frekuensi 3x sehari. Telur diberikan cukup sekali sehari