pedoman dan manual pantai - tety kurniati.ppt

43
PEDOMAN DAN MANUAL PEDOMAN DAN MANUAL PENGAMANAN PANTAI PENGAMANAN PANTAI DI INDONESIA DI INDONESIA Puslitbang SDA - Balitbang PU

Upload: meddydanial

Post on 11-Aug-2015

584 views

Category:

Documents


64 download

TRANSCRIPT

Page 1: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

PEDOMAN DAN MANUAL PEDOMAN DAN MANUAL PENGAMANAN PANTAI PENGAMANAN PANTAI

DI INDONESIADI INDONESIA

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 2: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

PENGERTIAN NORMA, STANDAR, PEDOMAN, MANUAL (NSPM)

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 3: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

NORMANORMA adalah aturan atau ketentuan yang adalah aturan atau ketentuan yang mengikat sebagai panduan dan pengendali dalam mengikat sebagai panduan dan pengendali dalam

melaksanakan kegiatan melaksanakan kegiatan (PP 25 tahun 2000) (PP 25 tahun 2000) ((Diberlakukan nasionalDiberlakukan nasional))

Contoh : UU, PP, PERDA

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 4: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

STANDARSTANDAR adalah adalah spesifikasi teknis spesifikasi teknis atau sesuatu atau sesuatu yang dibakukan termasuk yang dibakukan termasuk tatacaratatacara dan dan metodemetode

yang disusun berdasarkan yang disusun berdasarkan konsensuskonsensus semua pihak semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat

keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi serta pengalaman, perkembangan masa teknologi serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk kini dan masa yang akan datang untuk

memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya ((PP PP 102 tahun 2000)102 tahun 2000)

(Diberlakukan nasional)(Diberlakukan nasional)

Contoh: SNI, ASTM, JIS

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 5: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

PEDOMANPEDOMAN adalah acuan yang bersifat umum adalah acuan yang bersifat umum yang harus dijabarkan lebih lanjut dan dapat yang harus dijabarkan lebih lanjut dan dapat

disesuaikan dengan karakteristik dan disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan daerah setempat kemampuan daerah setempat

(PP 25 tahun 2000(PP 25 tahun 2000)) (Diberlakukan nasional)(Diberlakukan nasional)

Contoh : Contoh : Pedoman Perencanaan BendungPedoman Perencanaan BendungPedoman Prakiraan dan Peringatan Dini BanjirPedoman Prakiraan dan Peringatan Dini Banjir

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 6: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

MANUAL MANUAL adalah acuan operasional yang adalah acuan operasional yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik objek, dalam hal ini berupa petunjuk karakteristik objek, dalam hal ini berupa petunjuk

pelaksanaan dan petunjuk teknis pelaksanaan dan petunjuk teknis (PP 25 Tahun 2000)(PP 25 Tahun 2000)

(Diberlakukan internal Kementerian PU)(Diberlakukan internal Kementerian PU)

Contoh : Contoh : Manual Pembuatan EmbungManual Pembuatan Embung

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 7: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

TAP MPR No. III/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan

Perundang-undangan

NORMA

PEDOMAN KEPMEN /PERMEN PU

STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)

Badan Standard Nasional (BSN)

MANUAL SK ESELON I

Landasan Pengesahan NSPMLandasan Pengesahan NSPM

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 8: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

StandardisasiStandardisasi proses merumuskan, menetapkan,

menerapkan dan merevisi standar, yang dilaksanakan secara tertib dan

bekerjasama dengan semua pihak (PP 102 – 2000).

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 9: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

1.1. PP No: 102 tahun 2000 PP No: 102 tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional;tentang Standardisasi Nasional;

2.2. Kepres No: 166/ 2000 Kepres No: 166/ 2000 tentang Kedudukan BSN dan tentang Kedudukan BSN dan pembagian tugas/ wewenang antara BSN dan Instansi pembagian tugas/ wewenang antara BSN dan Instansi Teknis;Teknis;

3.3. SK Kepala BSN No: 3401/BSN/11/2001 SK Kepala BSN No: 3401/BSN/11/2001 tentang Sistem tentang Sistem Standardisasi Nasional (SSN).Standardisasi Nasional (SSN).

4.4. Keputusan Kepala BSN No: 95/KEP/BSN/4/2006 Keputusan Kepala BSN No: 95/KEP/BSN/4/2006 Tentang Tentang Penetapan Panitia Teknis Perumusan SNI 91-01: Penetapan Panitia Teknis Perumusan SNI 91-01: Bahan Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa SipilKonstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

5.5. Permen PU Nomor: 23/PRT/M/2006 Permen PU Nomor: 23/PRT/M/2006 tentang Tata Kerja tentang Tata Kerja Panitia Teknis Standardisasi Panitia Teknis Standardisasi Bahan Konstruksi Bangunan Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil dan Rekayasa Sipil di lingkungan Kementerian PU.di lingkungan Kementerian PU.

Dasar Hukum StandardisasiDasar Hukum Standardisasi

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 10: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Manfaat Standardisasi (secara umum)Manfaat Standardisasi (secara umum)

1.1. Memperlancar transaksi arus barang dan jasa.Memperlancar transaksi arus barang dan jasa.

menghilangkan hambatan teknis via harmonisasi menghilangkan hambatan teknis via harmonisasi standarstandar

2.2. Membantu mempercepat diseminasi sistem Membantu mempercepat diseminasi sistem manajemen, teknologi dan inovasi.manajemen, teknologi dan inovasi.

3.3. Meningkatkan daya saing bisnis (mutu, keamanan, Meningkatkan daya saing bisnis (mutu, keamanan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan).keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan).

4.4. Memfasilitasi penilaian dan pembuktian kesesuaian.Memfasilitasi penilaian dan pembuktian kesesuaian.

5.5. Optimasi infrastruktur standardisasi.Optimasi infrastruktur standardisasi.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 11: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

(Pedoman Standardisasi Nasional 02-2005)(Pedoman Standardisasi Nasional 02-2005)

Panitia Teknis: Panitia Teknis: unit organisasi dalam sistem unit organisasi dalam sistem standardisasi nasional yang dibentuk dan standardisasi nasional yang dibentuk dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasionalditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional

Subpanitia Teknis:Subpanitia Teknis: unit organisasi yang dibentuk unit organisasi yang dibentuk oleh panitia teknis. oleh panitia teknis.

KELOMPOK KERJA PERUMUSAN SNIKELOMPOK KERJA PERUMUSAN SNI

DIBENTUK DAN DITETAPKAN OLEH BSNDIBENTUK DAN DITETAPKAN OLEH BSN

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 12: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Permen PU Nomor: 23/PRT/M/2006 tentang Tata KerjaPermen PU Nomor: 23/PRT/M/2006 tentang Tata Kerja

Panitia Teknis Standardisasi Bahan Konstruksi Bangunan dan Panitia Teknis Standardisasi Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil di lingkungan Kementerian PU.Rekayasa Sipil di lingkungan Kementerian PU.

PANITIA TEKNISPANITIA TEKNISBahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa SipilBahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

SUB SUB PANITIA TEKNISPANITIA TEKNIS

SUMBER SUMBER DAYA DAYA

AIRAIR

SUB SUB PANITIA TEKNISPANITIA TEKNIS

REKAYASA REKAYASA JALAN JALAN

DANDAN JEMBATANJEMBATAN

SUB SUB PANITIA TEKNISPANITIA TEKNIS• BAHAN, SAIN, BAHAN, SAIN,

STRUKTUR STRUKTUR • KONSTRUKSI KONSTRUKSI

BANGUNANBANGUNAN

SUB SUB PANITIA TEKNISPANITIA TEKNIS

TATA RUANGTATA RUANG

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 13: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Menyusun, merumuskan, menerapkan, merevisi SPM yang telah ada mengacu pada PSN (Pedoman Standar Nasional)

Menetapkan SNI wajib secara bertahapMelakukan prioritasi pemberlakuan terhadap metode,

tatacara dan spesifikasi SNI sesuai PP 102/2000 tentang Standardisasi Nasional Pasal 12

Kebijakan Standardisasi Bidang Bahan Kebijakan Standardisasi Bidang Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa SipilKonstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 14: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

LANDASAN HUKUM

PENERAPAN SPM

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 15: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Pasal 23 ayat (2)

Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan,

keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta tata

lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan

konstruksi

UU-RI No. 18 Th. 1999 TENTANG JASA KONSTRUKSI

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 16: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

PP-RI No 102 Th. 2000 TENTANG STANDARDISASI NASIONAL

Pasal 12

(1) SNI berlaku di seluruh Wilayah RI

(2) SNI bersifat sukarela untuk ditetapkan oleh pelaku usaha

(3) Dalam hal SNI berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat dan atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan atau pertimbangan ekonomis, instansi teknis dapat memberlakukan secara wajib sebagian atau seluruh spesifikasi teknis dan atau parameter dalam Standar Nasional Indonesia

(4) Tata cara pemberlakuan SNI sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur lebih lanjut dengan keputusan Pimpinan Instansi teknis sesuai dengan bidang tugasnya.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 17: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Pasal 96 ayat (3)

Perjanjian/Kontrak wajib mencantumkan persyaratan penggunaan :

a. Standar Nasional indonesia (SNI) atau standar lain yang berlaku dan/atau standar internasional yang setara yang ditetapkan oleh instansi terkait yang

berwenang;

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 18: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Menginstruksikan :

1. Eselon I s/d II wajib memahami SPM bidang PU sebagaimana tercantum dalam lampiran Instruksi Menteri ini, sebagai dasar melakukan pembinaan dan mendorong pelaksanaan pembangunan infrastrukstur bidang ke-PU-an sebagai yang dipersyaratkan

2. Satker Sementara (Pimpro/Bapro) di lingkungan Dep.PU wajib memahami untuk mencantumkan dan mempertanggung jawabkan SPM bidang PU sebagaimana tercantum dalam lampiran instruksi Menteri ini, dalam dokumen kontrak pekerjaan sesuai dengan yang dipersyaratkan di bidangnya.

3. Pemangku kepentingan (stake holder) dihimbau untuk memahami SPM bidang PU sebagaimana yang dipersyaratkan dan/atau dicantumkan dalam dokumen kontrak.

Instruksi Menteri PU No. 02/IN/M/2005 Tentang Penerapan SPM Dalam Dokumen Kontrak

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 19: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Pasal 95, ayat 3 Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dandenda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) :

 b. setiap orang yang karena kelalaiannya melakukan kegiatanpelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air yang tidakdidasarkan pada norma, standar, pedoman, dan manualsebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (2);

UU No.7 th. 2004, Tentang SUMBER DAYA AIR

Pasal 63, ayat 1:

Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air dilakukan berdasarkan norma, standar, pedoman, dan manual dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya lokal serta mengutamakan keselamatan, keamanan kerja, dan keberlanjutan fungsi ekologis sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 63, ayat 2Setiap orang yang karena kelalaiannya melakukan kegiatan pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air yang tidak didasarkan pada SPM sebagaimana dimaksud dalam

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 20: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Sering terjadi kegagalan mutu infrastruktur

Masih ada ketidaktepatan pemberlakuan SPM (Standar, Pedoman, Manual)

Mismanajemen (pelaksana-pengawas-pemilik) dalam implementasi SPM

Kelemahan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi SPM

Lemahnya kesadaran/keseragaman/penjaminan mutu

• Banyak penggunaan standar di lapangan yang tidak berasal dari SNI; Berasal dari Standar Asing (ASTM, JIS, British Standar)

• Menggunakan standar lama (lebih dari lima tahun)

• Menggunakan standar yang telah diabolisi

MasalahMasalah di Lapangan di Lapangan

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 21: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

INFORMASI SPM

KEMENTERIAN PU

BIDANG SUMBER DAYA AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PUPuslitbang SDA - Balitbang PU

Page 22: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

KODE BIDANG01 Umum, Terminologi, Standardisasi, Dokumentasi

03Sosiologi, Jasa, Perusahaan dan Managemen Organisasi

07 Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam

13 Perlindungan Linkungan dan Kesehatan, Keselamatan

29 Rekayasa Listrik

31 Elektronika

33 Telekomunikasi

65 Pertanian

91 Bahan Konstruksi dan Bangunan

93 Rekayasa Sipil

INTERNATIONAL CLASSIFICATION FOR STANDARDS (ICS)BIDANG PANITIA TEKNIS

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 23: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

STANDAR PEDOMAN MANUAL BIDANG SUMBER DAYA AIR

No Bagian

SNI

Metode Tata cara Spek Jumlah Pedoman Teknis

TOTAL SNI+RSNI+Pd

1 Bendungan 1 6 6 13 9 22

2 Bendung 0 4 0 4 26 30

3 Sungai 18 6 0 24 12 36

4 Irigasi 5 1 1 7 11 18

5 Air Tanah 14 4 0 18 0 18

6 Standar Perencanaan Irigasi 0 0 0 0 0 0

7 Pantai 3 4 0 7 3 10

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 24: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

INFORMASI SPM

BIDANG PANTAI

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 25: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

SNI 19-6471.1-2000Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 1: Survei Lokasi dan Investigasi

SNI 19-6471.2-2000Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 2: Pertimbangan yang Mempengaruhi Pekerjaan Pengerukan

Tata cara ini meliputi tentang karakteristik kapal keruk beserta jenis-jenis kapal keruk, kelebihan dan kekurangannya, petunjuk pemilihan kapal keruk beserta jenis dan metode yang digunakan, mobilisasi alat dan pembiayaannya; pengerukan besar beserta persyaratan khusus pengoperasian di lapangan dan kondisi bahan kerukan

Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung.

SK SNI M-38-1993-03Pengukuran Bathimetri menggunakan alat Perum Gema

Metode Penqukuran Bathimeteri Menggunakan Alat Perum gema ini :1) membahas persyaratan, ketentuan-ketentuan, dan cara pengukuran;2) untuk perairan dengan kedalaman sampai 120 m.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 26: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

SNI 19-6471.3-2000Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 3: Pemeliharaan Peralatan

Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan metodenya, mobilisasi alat, kerukan dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya.

SNI 19-6471.4-2000Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 4 : Pelaksanaan dan Pengawasan

Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman semula yang telah mengalami kedangkalan endapan dan dipergunakan dengan alat yang ringan dengan selang waktu beberapa minggu dan paling lama beberapa tahun.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 27: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

SNI 19-6745-2002Metode Penentuan Titik Perum Menggunakan Dua Buah Sextant

SNI 19-6746-2002 Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Trisponder

Pd T-26-2004-APengukuran pasang surut air laut secara visual dengan papan duga

Pedoman ini merupakan acuan dan panduan untuk melaksanakan pengukuran pasang surut air laut secara visual dengan menggunakan papan duga sehingga diperoleh data pasang surut yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Standar ini menetapkan suatu penentuan posisi titik perum menggunakan dua buah sextant, termasuk membahas tentang ketentuan dan tahapan pelaksanaan pengukuran penentuan posisi titik perum

Standar ini menetapkan suatu penentuan posisi titik perum menggunakan trisponder

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 28: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

SNI 3417 -2008 Tata cara Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat Sifat Ruang

Standar ini menetapkan tata cara penentuan posisi titik perum dengan menggunakanminimal dua buah alat sipat ruang dalam pengukuran posisi titik perum di perairan pantai, sungai, danau, muara dan saluran navigasi. Alat ini digunakan untuk mengukur sudut di darat atau pada landasan yang tidak bergerak (stabil), sehingga teknik tidak dapat digunakan di atas kapal survei, sedangkan untuk alat ukur yang dapat digunakan pada landasan yang bergerak adalah sextant.

Pd T-04-2005-APerencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungaioleh sedimen

Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana, pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 29: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Permen PU 06/PRT/2009 Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami

Surat Edaran ini sebagai acuan bagi pelaksana kegiatan pekerjaan konstruksi bangunan pengamanan pantai.

Tujuan diterbitkannya Surat Edaran ini:a. agar dalam pelaksanaan konstruksi bangunan pengamanan pantai memenuhipersyaratan struktur sesuai dengan metode dalam Surat Edaran ini.b. sebagai pedoman bagi Balai Besar Wilayah Sungai/Balai Wilayah Sungai dalam melaksanakan konstruksi bangunan pengamanan pantai.Pedoman ini dapat dipergunakan oleh gubernur, bupati/walikota atau masyarakat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan pengamanan pantai sesuai dengan kebutuhan

Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenaipekerjaan tanggul laut, tembok laut, revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, dan pengisian pasir.

Pedoman ini meliputi ketentuan dan persyaratan umum, kegiatan pra-persiapan, persiapan, metode pelaksanaan, penyerahan pertama pekerjaan, masa pemeliharaan, dan penyerahan akhir pekerjaan.Pedoman ini tidak termasuk membahas tentang pelaksanaan supervisi konstruksi.

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No 07/SE/M/2010 tentang Pemberlakuan Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengaman Pantai

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 30: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Surat Edaran ini sebagai acuan bagi pelaksana kegiatan penanganan kerusakan pantai dan prioritas penanganannya.

Tujuan diterbitkannya Surat Edaran ini:a. agar diperoleh keseragaman bagi pelaksana kegiatan guna penyusunan rencana dan landasan bagi pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai.b. sebagai pedoman bagi Balai Besar Wilayah Sungai/Balai Wilayah Sungai untuk menentukan usulan prioritas kegiatan penanganan pengamanan pantai.

Pedoman ini menetapkan tentang :a. Penilaian kerusakan pantai dan lingkungan sekitarnya yang disebabkan oleh daya rusak alam dan kegiatan manusia.b. Cara menilai kerusakan pantai : yang meliputi kriteria kerusakan pantai, tolok ukur kerusakan pantai, bobot tingkat kerusakan, bobot tingkat kepentingan, prosedur pembobotan dan penentuan urutan prioritas penanganan, yang akan digunakan untuk perencanaan.

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No 07/SE/M/2010 tentang Pemberlakuan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penangannya

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 31: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

RPT3 : Pd T-XX-2010-A Perencanaan teknis reklamasi perairan pantai

Pedoman ini merupakan panduan yang bersifat teknis dalam perencanaan reklamasi perairan pantai, meliputi kegiatan persiapan, survei, dan detail desain, yang dilakukan setelah kegiatan studi kelsaringandan AMDAL terpenuhi.Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan teknis reklamasi perairan pantai untuk membantu para perencana, pelaksana, dan para pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan reklamasi perairan pantai.

RPT3 : Pd T-XX-XXXX-A Penentuan Sempadan Pantai

Pedoman ini sebagai acuan untuk menentukan garis sempadan pantai dalam rangka pengamanan pantai (kerusakan akibat gelombang, tsunami, sedimentasi) sesuai dengan fungsi dan pemanfaatannya (kota, pemukiman, daerah wisata, industri, kegiatan nelayan dan hutan lindung)

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 32: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

1. Pedoman Perencanaan Teknis Pengamanan Pantai

2. Pedoman Perencanaan Teknis Reklamasi Pantai

3. Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengaman Pantai

4. Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengaman Pantai

5. Pedoman Penanganan Darurat Bangunan Pengaman Pantai

6. Naskah Akademik Pedoman Tentang Bangunan Pengaman Pantai dan Pengendali Muara

Bagian 1 : Pedoman Studi Awal, ; Bagian 2 : Pedoman Studi Identifikasi dan Inventarisasi Permasalahan

Pantai ; Bagian 3 : Pedoman Studi Pengenalan ; Bagian 4 : Tata Cara Peramalan Gelombang ; Bagian 5 :

Tata Cara Peramalan Pasang Surut ; Bagian 6 : Pedoman Umum Perencanaan Teknis Bangunan

Pengaman Pantai

7. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume VI Pengamanan Pantai

Bagian 1: Perencanaan dan Detail Desain ; Bagian 2 : Konstruksi Krib Laut ; Bagian 3 : Konstruksi

Revetmen Bagian 4 : Konstruksi Tanggul Laut ; Bagian 5 : Konstruksi Tembok Laut ; Bagian 6 : Konstruksi

Pemecah Gelombang Tenggelam ; Bagian 7 : Operasi dan Pemeliharaan

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 33: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Manual 1 - Pendahuluan

Manual 2 - Hidrodinamika Pantai

Manual 3 - Sedimentasi Pantai dan Proses Terkait

Manual 4 - Survei Primer, Pengumpulan Data Sekunder, dan Pengolahannya

Manual 5 - Perencanaan dan Desain Teknik Bangunan Pantai

Manual 6 - Penanganan Muara

Manual 7 - Pemodelan Fisik Pengaman Pantai

Manual 8 - Pemodelan Numerik Teknik Kelautan

Manual 9 - Penyusunan Amdal

Manual 10 - Studi Sosial, Studi Ekonomi, dan kelayakan Pembangunan

Manual 11 - Penyusunan KAK dan RAB

Manual 12 - Studi Kasus Perencanaan Bangunan Pantai

Pedoman Perencanaan Teknis Pengamanan Pantai

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 34: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Modul Pelatihan Coastal Manajement untuk Penunjang Penyiapan SDM Pengelola SDA pada Penelitian, Pengkajian dan Pelaksanaan Terapan

1. Identifikasi Permasalahan Pantai dan Muara

2. Pemetaan Bathimetri dan Topografi Pantai

3. Pengamatan Pasang Surut

4. Pengamatan Gelombang

5. Pengamatan Arus

6. Pengambilan dan Analisa Sedimen Pantai

7. Perencanaan Penanganan Muara sungai di Pantai

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 35: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

CONTOH FAMILY TREE STANDAR/PEDOMAN/MANUAL BANGUNAN AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 36: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 37: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

A. Kajian gerusan pada pilar jembatan Suramadu

B. Penanggulangan erosi pantai di pulau Rupat – Riau dan Bau-bau Kendari

C. Perlindungan pantai Padang

D. Perlindungan pantai di Jepara.

E. Permasalahan muara sungai Paroman – Sulawesi Selatan

F. Potensi Sumber Air panas di Tulehu

G.Studi Pendahuluan Analisa Kelayakan Pembangunan Pelabuhan di Muara Banjir

Kanal Timur (BKT)

ADVIS TEKNIK PUSAT LITBANG SUMBER DAYA AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 38: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

DATA BASE SPM SUMBER DAYA AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 39: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

http://www.pusair-pu.go.idhttp://www.pusair-pu.go.id

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 40: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

http://www.pu.go.idhttp://www.pu.go.id

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 41: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

http://www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni/

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 42: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Page 43: Pedoman dan Manual Pantai - Tety Kurniati.ppt

TERIMA KASIH

Puslitbang SDA - Balitbang PU