optimalisasi peran pengawasan preventif

Click here to load reader

Post on 20-Oct-2021

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

set 1.cdrMajalah Pengawasan Kementerian Perindustrian
3
Menuju Era Keemasan Produksi Dalam Negeri Made in Indonesia is Better for Us
OPTIMALISASI PERAN PENGAWASAN PREVENTIF
Designer Unggul
SOLUSI April 2013
Pengawasan preventif adalah peng- utama bidang pengawasan. Selain laporan awasan yang dilakukan oleh aparat utama yang berkaitan dengan pengawasan, pengawasan sebelum dan ketika kegiatan kami juga menyajikan laporan khusus dijalankan dengan tujuan mencegah seputar sektor industri. Kali ini kami kesalahan, penyimpangan dan kecurangan. mengulas tentang “Anugerah Cinta Karya Pengawasan preventif dapat berwujud Bangsa”, sebuah penghargaan yang audit, pengendalian, pendampingan, disampaikan langsung oleh Presiden Susilo pemberian konsultasi dan edukasi bagi Bambang Yudhoyono pada tanggal 7 terselenggaranya tata kelola pemerintahan Desember 2012. yang baik, transparan dan akuntabel. “Anugerah Cinta Karya Bangsa”
Fungsi pengawasan preventif jelas diberikan kepada Kementerian/Lembaga, lebih efektif dalam meminimalisir risiko BUMN, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah terjadinya kerugian negara. Sayangnya, Kabupaten/Kota yang dinilai telah secara praktik pengawasan yang dilakukan oleh bersungguh-sungguh mengoptimalkan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah penggunaan produksi dalam negeri dalam (APIP) lebih banyak bersifat pengawasan pengadaan barang/jasa pemerintah. represif, yaitu pengawasan terhadap Melalui pemberian penghargaan tersebut pelaksanaan kegiatan yang telah selesai diharapkan penggunaan produksi dalam (post-audit), sehingga rekomendasi hasil negeri semakin meningkat, yang pada audit lebih banyak bersifat punishment akhirnya memberikan dampak yang (menghukum) ketimbang mencegah dan signifikan bagi pertumbuhan industri mencari solusi dalam menghadapi perma- nasional. salahan yang mungkin dihadapi. Pada edisi ini rubrik Sosok Tokoh
Oleh sebab itu sudah saatnya APIP menyajikan profil pribadi Prof. DR. Daoed mulai mengoptimalkan fungsi pengawasan Joesoef, yang menjabat Menteri Pendidikan yang bersifat preventif. Itu bisa dilakukan dan Kebudayaan pada periode 1978-1983. melalui pendampingan dalam penyusunan Beliau merupakan sosok intelektual yang program kegiatan, pengawalan pelaksana- banyak memberikan sumbangsih berharga an kegiatan, pembenahan sistem dan bagi kemajuan dunia pendidikan di prosedur yang mungkin kurang efektif, Indonesia. Dalam usianya yang relatif sepuh mendorong dan mengedukasi penerapan (Agustus mendatang usianya 87 tahun) SPIP, menggalakkan segala upaya pencega- beliau masih aktif menulis berbagai artikel han korupsi melalui pembentukan zona pada beberapa suratkabar dan majalah. integritas untuk menuju wilayah bebas Akhirnya, untuk Anda semua kami korupsi, dan sebagainya. ucapkan selamat membaca.
Tema tentang optimalisasi fungsi pengawasan preventif kami angkat dalam rubrik Aktual, yang merupakan laporan
Pengawasan Preventif, Mengapa Tidak?
Inspektur Jenderal
Sekretaris Itjen
Dewan Pembina Inspektur I Inspektur II Inspektur III Inspektur IV
Pemimpin Redaksi Drs. Singgih Budiono
Dewan Redaksi Ir. Liliek Widodo, M.Si
Yulia Astuti, ST Primertiningsih, SE, MM
Syahroni Ahmad, S.Kom, MM Edwardsyah Nurdin, BSc Trinanti Sulamit, S.I. Kom
Dyan Garneta Paramita Sari, S.TP
Editor Ciendy Martha Gayatri, ST
Deny Chandra, S.Kom Hariadi Amri, SH
Desain Grafis
Tenaga Sekretariat Agung Tri Utomo, SE
Afininda Siti Murni, A.Md
Telp : 021 - 5251108 Email : [email protected]
Diterbitkan oleh : Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian
Majalah Pengawasan SOLUSI Terbit Per Triwulan
Redaksi menerima tulisan berupa opini / saran / kritik / komentar / foto ke alamat E- mail redaksi : [email protected]
ISSN : 2088 - 0073
www.kemenperin.go.idwww.kemenperin.go.id
Jendela Kita
Penghargaan “Cinta Karya Bangsa”: Sebuah Upaya
Partisipasi Memasok Kebutuhan Komponen Industri Otomotif
SOLUSI April 2013 SOLUSI April 2013 76
Silahkan simak berita-berita di media Selain upaya represif berupa penjatuhan massa beberapa tahun terakhir. Lalu lalang hukuman terhadap para pelaku tindak pidana pejabat birokrasi pemerintah, mulai dari korupsi dan tindak kecurangan (fraud), ada pejabat di lingkungan Kabupaten/Kota, instrumen lain untuk meminimalisir perilaku Provinsi sampai Kementerian/Lembaga, haram tersebut, yaitu melalui instrumen diperiksa oleh aparat penegak hukum atas pencegahan (preventif). Seandainya saja upaya dugaan tindak pidana korupsi. Banyak yang preventif dapat terlaksana dengan optimal, dijatuhi hukuman penjara plus denda serta niscaya hasilnya akan lebih baik. penggantian kerugian negara. Jika vonis telah Inspektorat Jenderal atau pun aparat dijatuhkan, isak tangis dan penyesalan tentu pengawasan internal pemerintah lainnya tak lagi berguna. Ada juga yang masih bisa memiliki peran dan kewajiban utama dalam senyam-senyum karena hukuman yang melaksanakan langkah-langkah preventif dijatuhkan jauh lebih ringan dibanding uang mencegah terjadinya praktik-praktik curang negara yang berhasil diraupnya. dan korup di lingkungan institusi masing-
Ya, kerugian keuangan negara yang masing. Sayangnya, peran preventif dalam hilang karena dikorupsi belum tentu bisa melakukan pengawasan kurang berjalan kembali sebesar nilai yang hilang. Sementara optimal. Alih-alih berperan sebagai pencegah, dampak yang timbul akibat kerugian keuangan sebagian aparat pengawasan lebih senang negara tersebut jelas sangat dirasakan oleh memainkan peran selaku “anjing penjaga” atau lapisan masyarakat yang kehidupan ekonomi- watchdog. nya masih kembang-kempis. Paradigma watchdog masih melekat
Upaya pemberantasan korupsi yang kuat dalam diri aparat pengawas ketimbang dilakukan oleh aparat penegak hukum kehendak mengubah sikap menjadi counseling memang terus gencar dilakukan, tapi nyatanya partner ataupun quality assurance dari satuan jumlah pelaku korupsi sepertinya tidak atau unit kerja yang diawasi. Dengan berkurang, tapi justru terus bertambah. Kondisi memainkan peran sekedar watchdog pelaksa- seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut- naan pengawasan sering kali memakan waktu larut. Perlu dilakukan solusi yang tepat untuk dan biaya tinggi, sementara rekomendasi yang mengatasinya. disampaikan lebih banyak bersifat
punishment terhadap pelaksana kegiatan; dilakukan oleh APIP mulai membangun zona bukan pemberian solusi agar kegiatan dapat integritas pada satuan-satuan kerja yang ada di terlaksana dengan efektif, efisien dan memberi lingkungan institusi masing-masing. Berawal dampak manfaat yang jelas dan terukur. dari zona integritas tersebut kemudian dipilih Sementara punishment terus diberikan, nyata- satuan kerja yang dinilai baik dan memenuhi nya kesalahan, kecurangan dan praktik korup syarat untuk ditetapkan sebagai institusi terus saja berlangsung tanpa kenal kata jera. Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Predikat WBK Temuan berulang terus saja terjadi dan yang diemban oleh suatu satuan kerja dengan kerugian keuangan negara tak dapat dibendu- sendirinya akan membuat para pejabat atau ng. Lalu apa yang salah dalam pelaksanaan pegawai yang ada akan berpikir dua kali untuk pengawasan intern? melakukan praktik-praktik curang yang dapat
Sudah saatnya pengawasan yang menimbulkan kerugian negara. Dan tentu akan dilaksanakan lebih bersifat preventif. Itu berarti lebih baik lagi jika APIP bisa menjadi fasilitator rekomendasi yang disampaikan oleh APIP “menularkan wabah WBK” kepada satuan- seyogyanya lebih bersifat pencarian solusi yang satuan kerja lain di lingkungan instansi bersifat pencegahan agar kesalahan dapat pemerintah lainnya. dihindari, kecurangan dapat diminimalisir dan APIP dapat pula meningkatkan peran- praktik-praktik korup dapat ditangkal lebih dini. nya untuk menggalakkan reformasi birokrasi.
Terkait dengan bidang tugas pengawa- Melalui reformasi birokrasi diharapkan peran san, upaya preventif yang dapat dilakukan oleh birokrasi menjadi lebih baik, dalam artian APIP antara lain misalnya dengan lebih aparat birokrasi akan lebih profesional, efisien, mengintensifkan pengawasan melalui peng- efektif dan produktif. awalan mulai dari tahap perencanaan. Sebab, Tugas APIP lainnya untuk mengefektif- sebagaimana telah dikemukakan oleh bebe- kan peran preventif adalah lebih menggalak- rapa kalangan belakangan ini, praktik korupsi kan tugas-tugas monitoring dan evaluasi bahkan telah mulai direncanakan sebelum penerapan SPIP. Dari hasil monitoring dan anggaran disusun. Oleh karena itu, APIP harus evaluasi tersebut dapat dipetakan permasala- mulai melakukan pengawalan ketika penyusu- han-permasalahan dan risiko yang dihadapi nan anggaran dimulai. oleh masing-masing satuan kerja dan mem-
Langkah itu barangkali akan mengha- berikan jasa konsultasinya bagaimana meme- dapi banyak kendala di lapangan. Belum tentu cahkan permasalahan dan meminimalisir risiko satuan kerja bersedia dikawal ketika penyusu- agar kerugian negara dapat dicegah. nan anggaran dimulai. Belum lagi jumlah Tentu saja dengan mengefektifkan aparat pengawasan atau auditor, baik dari segi peran pencegahan bukan berarti APIP meng- kualitas maupun kuantitas sangat terbatas. abaikan tugas-tugas audit. Bagaimanapun Untuk itu perlu dicarikan solusi agar jumlah audit adalah tugas dan fungsi utama APIP, auditor dapat ditambah; demikian pula namun audit yang dijalankan hendaknya tidak peningkatan kompetensi auditor, khususnya sekedar mencari-cari kesalahan, melainkan yang terkait dengan penyusunan program dan untuk mencegah terjadinya penyimpangan anggaran, perlu ditingkatkan. dengan rekomendasi yang cerdas dan
Melalui sistem pengawalan yang dimulai memberi solusi. dari tahap perencanaan tersebut, diharapkan Semoga Tuhan Yang Maha Esa melin- penyusunan anggaran akan lebih terkendali dungi kita semua, menunjukkan ke jalan yang dan benar-benar terarah sesuai dengan tugas benar dan menjauhkan dari “mens rea” (niat dan fungsi masing-masing satuan kerja dengan jahat) dan melaksanakannya. Salam. menerapkan prinsip-prinsip anggaran berbasis kinerja.
Peran pengawasan preventif dapat
Preventif itu Lebih Baik Oleh : Kris Widiarso Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian
AktualAktual
Peran pengawasan tidak hanya bersifat represif yang dilakukan setelah kegiatan dilaksanakan. Namun dapat pula bersifat preventif, sebelum kegiatan dilaksanakan. Optimalisasi pengawasan preventif diharapkan dapat mencegah kesalahan, kecurangan dan tindak korupsi.
Dalam perbincangan publik, baik dalam Banyak definisi yang dikemukakan oleh tulisan di media massa atau pun acara talk-show para pakar manajemen tentang pengawasan siaran televisi, sering kita jumpai pernyataan (controlling). Dari berbagai definisi tersebut tentang lemahnya pengawasan sebagai dapat disimpulkan bahwa pengawasan adalah penyebab terjadinya kesalahan, penyeleweng- fungsi manajemen untuk mengetahui dan an serta perbuatan-perbuatan melanggar mendeteksi apakah pelaksanaan kegiatan telah hukum. Pengawasan yang lemah dan tidak dijalankan sebagaimana mestinya, sesuai optimal, seolah jadi biang keladi dari segala dengan rencana, kaidah-kaidah dan kebijakan- kebobrokan yang terjadi. kebijakan yang telah ditetapkan. Pengawasan
Barangkali pernyataan-pernyataan itu dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin benar, tapi sering kali kita lupa bertanya: apa terjadinya kesalahan atau pun penyimpangan, sebabnya? Jangan-jangan ada yang salah dan dari sana dicarikan solusi untuk mem- dalam kita melaksanakan fungsi pengawasan, perkecil dampak negatif yang mungkin timbul utamanya yang terkait dengan peran pengawa- akibat kesalahan dan penyimpangan itu. san intern pemerintah.
Sebagai upaya pencegahan, idealnya Tujuan Pengawasan pengawasan terutama pengawasan intern Pengawasan merupakan tanggung dilakukan secara preventif. Masalahnya, bagai-jawab pimpinan organisasi. Namun karena mana pengawasan preventif itu dilaksanakan tidak mungkin pimpinan organisasi melakukan sehingga mampu mencegah terjadinya segala hal, maka tugas itu dilimpahkan kepada kesalahan dan kecurangan.unit pengawasan. Dalam lingkup pemerintah-
an, unit pengawasan itu dikenal dengan istilah Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Pengawasan Preventif seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pengawasan preventif dilakukan sebe- Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal, lum suatu kegiatan dilaksanakan. Melalui dan juga Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota. pengawasan preventif maka suatu kegiatan
Pada dasarnya pengawasan bertujuan dikawal oleh aparat pengawasan sejak dari awal untuk memberi jaminan yang memadai sehingga dapat mencegah terjadinya kesala- terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan han dan penyimpangan. dalam suatu organisasi sesuai dengan rencana, Melakukan pengawasan preventif dapat kebijakan dan peraturan yang berlaku. Di dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa samping itu, pimpinan organisasi perlu dekade lalu kita mengenal adanya istilah membina kepercayaan masyarakat terhadap “waskat” atau pengawasan melekat, yaitu organisasi yang dipimpinnya. Jika organisasi pengawasan yang dilakukan oleh atasan dapat memberikan layanan kepada masyarakat langsung. Melalui pengawasan oleh atasan dengan baik maka akan timbul kepercayaan langsung, kemungkinan terjadi kesalahan dan masyarakat, tidak saja kepada organisasi penyimpangan dapat terdeteksi lebih awal. bersangkutan, namun juga kepada pimpinan Namun belakangan ini sistem pengawasan organisasi. melekat agaknya tidak lagi berjalan sebagai-
Pengawasan merupakan alat bagi mana mestinya. Yang kerap terjadi malah pimpinan organisasi untuk mengetahui apakah maraknya praktik pembiaran. Alih-alih mene- pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar atau ada gur dan mencegah, atasan langsung malah hambatan. Apakah ada kesalahan dan bersekongkol dengan bawahan melakukan penyimpangan yang dilakukan oleh para kecurangan berjamaah. pegawai, dan apabila ada kesalahan dan penyimpangan maka pimpinan organisasi dapat secepatnya melakukan tindakan perbai- kan dan pencegahan sehingga dapat memini- malisir risiko.
Tujuan lain dari pengawasan adalah mencegah terjadinya pemborosan dan penyimpangan. Dalam kaitan dengan institusi pemerintah, tujuan tersebut merupakan bentuk upaya negara melindungi masyarakat atau warga negara dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang berada dalam institusi pemerintah. Ini dikarenakan dana yang dikelola oleh pemerintah adalah milik rakyat dan kegunaannya pun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu penyim- pangan yang dapat merugikan keuangan negara harus dicegah.
Optimalisasi Pengawasan Preventif
terjadinya pemborosan dan penyimpangan
Belakangan pemerintah mengeluarkan mencegah terjadinya kesalahan dan kecurang- Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 an, termasuk mengendalikan kemungkinan- tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerin- kemungkinan risiko yang dihadapi oleh suatu tah (SPIP) yang boleh dikata merupakan bentuk organisasi. Kelima unsur yang ada dalam SPIP sistem dari pengawasan preventif. SPIP mengandung aspek-aspek yang mendukung bertujuan untuk memberikan keyakinan efektivitas pengawasan preventif. memadai bagi tercapainya efektivitas dan Unsur l ingkungan pengendalian efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan misalnya, bertujuan untuk menciptakan pemerintahan negara, keandalan pelaporan kondisi yang mempengaruhi efektivitas keuangan, pengamanan aset negara, dan pengendalian intern. Unsur penilaian risiko ketaatan terhadap peraturan perundang- dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungki- undangan yang berlaku, sehingga pengelolaan nan kejadian yang mengancam pencapaian keuangan negara yang efektif, efisien, transpa- tujuan dan sasaran organisasi. Kemudian ran dan akuntabel dapat tercapai. tindakan apa yang diperlukan untuk mengatasi
SPIP terdiri dari lima unsur, yaitu risiko serta memastikan penetapan dan lingkungan pengendalian, penilaian risiko, pelaksanaan kebijakan dan prosedur menga- kegiatan pengendalian, informasi dan tasi risiko telah dilaksanakan secara efektif, komunikasi, serta pemantauan pengendalian tertuang dalam unsur kegiatan pengendalian. intern. Kelima unsur tersebut dilaksanakan Unsur informasi dimaksudkan agar menyatu serta menjadi bagian integral dari tersedia data yang telah diolah yang dapat seluruh akuntabilitas seluruh kegiatan. digunakan untuk pengambilan keputusan oleh
Dari perspektif pengawasan preventif, pimpinan organisasi; sementara komunikasi penerapan SPIP yang dilaksanakan secara diperlukan untuk mendapatkan umpan-balik konsisten sebenarnya sangat memadai untuk yang dibutuhkan. Unsur terakhir adalah
pemantauan pengendalian intern, yang merupakan proses penilaian atas mutu kinerja sistem pengendalian intern serta proses yang memberikan keyakinan bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya segera ditindaklanjuti.
Efektivitas penyelenggaraan SPIP pada setiap instansi pemerintah memang masih dipertanyakan. Sejauh mana implementasi SPIP dilaksanakan secara bersungguh-sunguh oleh setiap instansi pemerintah seyogyanya mulai dilakukan oleh APIP sebagai bagian dari peran pengawasan preventif.
rantasan korupsi harus dilakukan melalui penindakan dan pencegahan. Penindakan menghasilkan detterence effect namun dam- paknya kecil dan bersifat jangka pendek. Sedangkan melalui pencegahan, dampak yang dihasilkan besar dan bersifat jangka panjang, walaupun kurang menghasilkan detterence effect. Apabila kedua upaya tersebut disinergi- kan tentu akan menghasilkan detterence effect dan dampak yang besar serta bersifat jangka panjang.
Proses pembangunan zona integritas bertumpu pada tiga aspek. Pertama, penera- pan program pencegahan korupsi; kedua, Membangun Zona Integritas berperannya unit penggerak integritas dalam Terkait dengan peran pengawasan yang pembangunan Zona Integritas; dan ketiga, bersifat preventif, terutama yang berkenaan pembentukan unit pembangun integritas.dengan upaya pencegahan korupsi, APIP dapat
Program pencegahan korupsi terdiri dari berperan aktif membangun Zona Integritas di 20 kegiatan yang bersifat konkret, di antaranya lingkungan instansinya. Zona integritas adalah penandatanganan dokumen pakta integritas, wilayah yang ada di lingkungan kementerian penerapan azas akuntabilitas kinerja, penera-/lembaga, instansi pemerintah pusat maupun pan disiplin PNS, penerapan kebijakan daerah yang dikembangkan sebagai wujud pelayanan publik, penerapan whistleblower penerapan usaha-usaha nyata dalam pence- system tindak pidana korupsi, penanganan gahan dan pemberantasan korupsi. Langkah benturan kepentingan, dan lain sebagainya.yang dilakukan yakni dengan cara meningkat-
Aspek kedua adalah berperannya unit kan kualitas sistem kelembagaan dan sumber penggerak integritas yakni APIP dalam proses daya manusia dalam rangka penguatan pembangunan Zona Integritas. Peran yang komitmen anti korupsi. diberikan oleh APIP adalah selaku pembina Zona integritas itu sendiri merupakan melalui kegiatan-kegiatan konsultansi, baik wilayah terkecil dari island of integrity, yang berupa sosialisasi atau pun bimbingan teknis, menandai adanya niat dan wujud nyata adanya untuk hal-hal yang berhubungan dengan perubahan sikap mental yang memiliki pembangunan Zona Integritas. Sedangkan integritas, sesuatu yang dapat didefinisikan aspek ketiga adalah membentuk unit sebagai kesatuan antara pikiran, perasaan, pembangun integritas untuk mendorong ucapan, tindakan dengan hati nurani. Mem- terwujudnya Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan bangun Zona Integritas dimaksudkan untuk Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang
Banyak hal yang dapat dilakukan APIP dewasa ini sedang gencar disosialisasikan oleh dalam melaksanakan peran pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara preventif. Agaknya, sudah saatnya APIP mulai dan Reformasi Birokrasi. berbenah diri mengoptimalkan peran Pedoman pembangunan Zona Integri- pengawasan preventif tersebut. Dan tentu saja, tas diatur dalam Peraturan Menteri Pendaya- itu bukan berarti menghilangkan perannya gunaan Aparatur Negara dan Reformasi dalam melaksanakan pengawasan represif. Birokrasi Nomor 60 tahun 2012. Dalam (Edwardsyah Nurdin).peraturan tersebut diuraikan latar belakang
perlunya membangun Zona Integritas untuk menuju WBK. Seperti dimaklumi, pembe-
Garis Bawah Garis Bawah
SOLUSI April 2013 SOLUSI April 2013 1312
Siklus lima tahunan kembali menyapa 17 Januari 2013 itu mengakibatkan aktivitas di Jakarta pertengahan Januari lalu. Setelah Ibu Kota lumpuh. Lumpuhnya aktivitas di digempur hujan sepanjang hari, Jakarta Jakarta ini, menurut Kepala Dinas Pekerjaan akhirnya tak berdaya disergap banjir. Puluhan Umum DKI Ery Basworo, terjadi setelah tanggul ribu rumah, berbagai fasilitas publik, Balaikota, Kanal Barat jebol di jalan Latuharhary, Jakarta bahkan Istana Negara, seluruhnya terendam air. Pusat. Akibatnya, air kanal yang seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun dialirkan ke laut membanjiri sebagian kawasan menetapkan Jakarta Siaga 1. Sementara Menteng, Tanah Abang dan Jalan Thamrin. Dan Gubernur DKI Jakarta menetapkan Jakarta itu mengakibatkan 2 juta meter kubik air kanal dalam status tanggap darurat bencana banjir membanjiri kawasan pusat Jakarta. selama 10 hari, mulai 17-27 Januari 2013 Kerugian akibat bencana banjir itu tentu (KOMPAS, 18-01-2013). tak terhingga. Korban jiwa akibat banjir sampai
Presiden Yudhoyono bersama Ny. Ani berakhirnya masa tanggap darurat tercatat Yudhoyono memantau langsung sejumlah sedikitnya 41 orang tewas (KOMPAS, 28-01- tempat banjir dengan menggunakan perahu 2013), puluhan ribu warga harus mengungsi karet. Sementara Gubernur DKI Jakarta Joko karena rumah mereka terendam air dan Widodo menyusuri beberapa sudut kota yang ancaman bibit penyakit. Sedangkan kerugian dilanda banjir dengan menggunakan gerobak material dan ekonomis diperkirakan mencapai dorong. Rp 20 triliun, demikian ditegaskan Gubernur
Banjir besar yang melanda Jakarta pada DKI Jakarta Joko Widodo. Bahkan apabila
kondisi seperti ini terus dibiarkan, kerugian yang dialami akan semakin besar (KOMPAS, 23- 01-2013). Beberapa pusat ekonomi di Jakarta seperti Sentra Perdagangan Harco Glodok, Kawasan Industri Pulogadung, Mangga Dua, Pasar Tanah Abang dan lainnya merasakan langsung kerugian akibat banjir tersebut.
bagi aparat birokrasi pemerintah. Terk ait dengan aparat birok rasi
pemerintah maka keberadaan dan peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) jelas sangat s ignif ik an pengaruhnya k arena PNS merupakan pelaksana dari birokrasi pemerinta- han itu sendiri. Oleh karena itu proses
Mengomentari terjadinya banjir di rekrutmen PNS haruslah memperhatikan Jakarta, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla berbagai aspek yang dapat mendukung menyatakan, saat ini merupakan momentum terciptanya aparat birokrasi yang berkomitmen tepat bagi Presiden Susilo Bambang Yudho- mendukung good governance dan clean yono memerintahkan kabinetnya membantu government. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatasi Wakil Presiden Boediono dalam siaran banjir di Ibu Kota. Presiden juga harus secara persnya pada tanggal 21 Januari 2013 lalu konsisten mengawasi pelaksanaan program menyatakan bahwa, perekrutan PNS hanya bisa penanganan banjir (KOMPAS, 19-01-2013). dilakukan dengan seizin Komite Pengarah
Untuk mengurangi dampak banjir, Reformasi Birokrasi yang dipimpin Wakil Presiden Susi lo Bambang Yudhoyono Presiden. Perekrutan hanya boleh dilakukan memutuskan pembangunan sodetan Kali oleh pemerintah daerah yang anggaran Ciliwung ke Kanal Timur dilakukan tahun ini belanja pegawainya di bawah 50% dari APBD. juga. Target pembangunan sodetan tersebut Selanjutnya, perekrutan PNS, papar Boediono: selesai tahun 2014. Pemerintah siap mengge- “Harus didukung dengan analisis jabatan dan lontorkan dana untuk proyek itu sebesar Rp500 analisis beban kerja, perencanaan dan miliar. Selain membangun sodetan, prioritas pelaksanaan redistribusi pegawai, serta pola kedua yang dikerjakan dalam tahun ini adalah rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) perbaikan aliran Kali Ciliwung. “Pekerjaan ini yang terbuka, fair, bersih, efisien maupun memerlukan kerja sama semua pihak karena akuntabel.” (KOMPAS, 22-01-2013). menyangkut isu sosial, lingkungan. Di atas segalanya, pemerintah ingin menyelamatkan rakyat,” demikian kutipan pernyataan Presiden (KOMPAS, 21-01-2013).
Menyikapi masalah laten banjir di Jakarta, khusunya terkait dengan mitigasi bencana banjir, ada baiknya kita menyimak sorotan beberapa kalangan sebagaimana dikutip oleh suratkabar KOMPAS, 28 Januari 2013. Dengan judul berita bertajuk “Mitigasi Banjir Masih Gagap”, KOMPAS memberikan sorotan bahwa, “bencana banjir yang sudah menjadi masalah laten Jakarta tak pernah dijadikan pelajaran yang baik bagi proses mitigasi bencana. Setiap banjir besar di Jakarta terjadi gagap penanganan, manajemen komunikasi yang buruk, bahkan koordinasi tiba-tiba menjadi barang yang mahal dan langka dalam birokrasi”. Sorotan ini kiranya patut digarisbawahi dan dijadikan pelajaran
Dari Banjir, Birokrasi sampai (Lagi-lagi) Korupsi
Untuk mengurangi dampak banjir, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan
ini juga
SOLUSI April 2013 SOLUSI April 2013 1514
Dalam hal rekrutmen CPNS, patut dan RB: “Mantu saya saja tidak diterima (jadi digarisbawahi penilaian Ombudsman RI bahwa PNS) karena tidak lulus tes.” penerimaan CPNS tahun 2012 kurang Selain rekrutmen CPNS, hal lain yang transparan. Celah untuk manipulasi data masih perlu digarisbawahi adalah rekrutmen jabatan ada. Dalam hal ini Ombudsman serta tujuh birokrasi. Dengan mengacu kepada Surat kantor perwakilannya menerima paling tidak Edaran Kementerian PAN dan RB Nomor 16 295 pengaduan terkait penerimaan CPNS. Tahun 2012, bahwa perekrutan jabatan eselon I Menurut anggota Ombudsman, Budi Santoso, sampai dengan V bisa dilakukan secara terbuka,…