OBAT BEBAS TERBATAS

Download OBAT BEBAS TERBATAS

Post on 04-Aug-2015

1.400 views

Category:

Documents

26 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>OBAT BEBAS TERBATAS BRONSOLVAN Theophylline</p> <p>Komposisi : Tiap tablet mengandung: Theophylline Tiap 15 ml sirup mengandung: Theophylline</p> <p>150 mg 150 mg</p> <p>Farmakologi : Theophylline merupakan turunan metilxantin yang mempunyai efekantara lain merangsang susunan saraf pusat.dan melemaskan otot polos, terutama bronkus. Indikasi : Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronkial. Kontraindikasi : 1. Hipersensitivitas terhadap komponen obat. 2. Penderita tukak lambung. Peringatan dan perhatian : 1. Hati-hati pemberian pada hipoksemia, hipertensi atau penderita yang mempunyai riwayat tukak lambung. 2. Dapat mengiritasi saluran gastrointestinal. 3. Hati-hati pemberian pada wanita hamil, menyusui dan anak-anak. 4. Jangan melampaui dosis yang dianjurkan dan bila dalam 1 (satu) jam gejalagejalanya masih tetap atau bertambah buruk, agar menghubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat. 5. Hati-hati pemberian pada penderita kerusakan fungsi hati, penderita di atas 55 tahun terutama pria dan pada penyakit paru-paru kronik. Efek samping : Gastrointestinal, misal: mual, muntah, diare. Susunan saraf pusat, misal: sakit kepala, insomnia. Kardiovaskuler, misal: palpitasi, takikardia, aritmia ventrikuler. Pernafasan, misal: takipnea. Ruam kulit, hiperglikemi. Interaksi obat : 1. Jangan diberikan bersamaan dengan preparat xantin yang lain. 2. Simetidin, eritromisin, troleandomisin dan kontrasepsi oral dapat meningkatkan Theophylline serum. 3. Rifampisin menurunkan Theophylline serum.</p> <p>Dosis dan cara pemberian : Dewasa : Anak-anak 6-12 tahun :</p> <p>1 tablet atau 15 ml sirup BRONSOLVAN, 3 kali sehari. 1/2 tablet atau 7,5 ml sirup BRONSOLVAN, 3 kali sehari.</p> <p> ASTHMA-SOHO STRIP 4 KOMPOSISI : Tiap tablet/kaplet mengandung: Ephedrine HCI Theophylline</p> <p>12,5 mg 125 mg</p> <p>INDIKASI : Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronchial. TAKARAN PEMAKAIAN : Dewasa : sehari 3 kali 1 tablet/kaplet Anak-anak 6-12 tahun : sehari 3 kali Vs tablet/kaplet atau menurut petunjuk dokter. CARA KERJA OBAT : Mengandung kornbinasi Theophylline dan Ephedrine HCI. Theophylline merupakan turunan metilxanthine yang mem-punyai efek antara lain merangsang susunan saraf pusat dan melemaskan otot polos, terutama pada bronkus. Ephedrine HCI bekerja mempengaruhi sistem saraf adrenergik secara langsung maupun tidak langsung. Theophylline dan Ephedrine HCI keduanya merupakan bronkodilator yang bekerja meringankan sesak nafas. PERINGATAN DAN PERHATIAN :/blink&gt; Hati-hati pemberian pada hipoksemia. Dapat terjadi retensi urin pada penderita hipertrofi prostat. Dapat mengiritasi saluran gastrointestinal. Hati-hati pemberian pada wanita hamil, menyusui dan anak-anak. Jangan melampaui dosis yang dianjurkan dan bila gejala-gejalanya masih tetap atau bertambah buruk, konsultasi ke dokter. Bersihan Theophylline berkurang pada penderita kerusakan fungsi lever, penderita diatas 55 tahun terutama pria, pada penyakit paru-paru kronik dan pada bayi dibawah 1 tahun.</p> <p>EFEK SAMPING : Gastrointestinal, misalnya: mual, muntah, diare. Susunan saraf pusat, misalnya: sakit kepala, insomnia.</p> <p>Kardiovaskuler, misalnya: palpitasi, takikardi, aritmia ventrikuler. Pernafasan, misalnya: tachypnea. Rash, hiperglikemi.</p> <p>KONTRA INDIKASI : Penderita hipersensitif terhadap komponen obat. Penderita tukak lambung, hipertiroid, jantung, diabetes, hipertensi.</p> <p>INTERAKSI OBAT : Jangan diberikan bersamaan dengan preparat xantin yang lain, penghambat MAO atau Guanetidina. Simetidina, Eritromisina, Troleandomisina dan kontrasepsi oral dapat meningkatkan serum Theophylline. Rifampisin menurunkan serum Theophylline.</p> <p> AMINOPHYLIN 200 Mg coronet KANDUNGAN : Aminophylline/Aminofilin. INDIKASI : Menghilangkan &amp; mencegah gejala-gejala asma &amp; bronkhospasme yang bersifat reversibel yang berhubungan dengan bronkhitis kronis &amp; emfisema. KONTRA INDIKASI : Tidak dianjurkan untuk anak berusia kurang dari 12 tahun. PERHATIAN : Pasien dengan penyakit jantung berat, hipoksemia (keadaan kadar oksigen darah yang menurun) parah, gagal jantung kongestif, penyakit hati, usia lanjut, hipertensi, atau hipertiroidisme. INTERAKSI OBAT : klirens Teofilin dikurangi oleh Eritromisin dan makrolida lainnya, dan Simetidin. EFEK SAMPING : Gangguan saluran pencernaan, takhikardia, berdebar,&amp; gemetar. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL : Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan</p> <p>belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. DOSIS : Kondisi ringan sampai sedang : diawali dengan 1 tablet 2 kali sehari. Kondisi berat : 2 kali sehari 2 tablet. Dosis dapat diubah jika diperlukan. PENYAJIAN : Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) ASMASOLON Komposisi: Efedrin HCl..................... 12,5 mg Teofilin anhidrat................ 130 mg INDIKASI Asma bronkhial, bronkhitis asmatik, bronkhitis kronis dengan emfisema, bronkhospasme emfisematosa, asma akibat rinitis alergi. KONTRA INDIKASI Hipertiroidisme, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular (jantung danpembuluh darah), glaukoma sudut tertutup, pembesaran prostat. Ulkus peptikum. Penggunaan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase). PERHATIAN Pasien dengan hipoksemia (keadaan kadar oksigen darah yang menurun), gangguan ginjal dan hati. Kehamilan, menyusui. Anak-anak &amp; lansia. Interaksi obat : - efek Efedrin dihilangkan oleh Guanetidin, Metildopa, Reserpin. - efek yang menekan efek Asmasolon dipertinggi oleh obat-obat penghambat mono amin oksidase. - Xantin dapat meningkatkan rangsangan pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh simpatomimetik dan ekskresi Lithium dan Fenitoin. - Xantin dan -bloker saling mengantagonis.</p> <p>EFEK SAMPING Mual, muntah, diare, sakit kepala, insomnia (sulit tidur), berdebar, takhikardia, aritmia ventrikular. DOSIS Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 tablet. Anak-anak : -1 tab sampai dengan 2 kali sehari. ALLERON TABLET KOMPOSISI : Tiap tablet mengandung 4 mg CARA KERJA OBAT : Chlorpheniramini Maleas merupakan antihistamin H1 bekerja secara antagonis kompetitif terhadap efek antihistamin pada reseptor H1. Konsentrasi puncak plasma terjadi setelah 2-3 jam pemberian oral. Ekskresi dalam bentuk tidak berubah melalui urin INDIKASI : Bekerja sebagai antihistaminika untuk keadaan alergi seperti urtikaria, rhinitis, hay-fever EFEK SAMPING : Dapat menimbulakan rasa kantuk, mulut kering, dan pandangan kabur KONTRA INDIKASI : Pasien yang hipersensitif terhadap obat ini. PERINGATAN : - Jangan mengendari kendaraan dan menjalankan mesin sesudah meminum obat ini - Jangan diberikan pada anak-anak dibawah usia 2 tahun tanpa petunjuk dokter - Tidak dianjurkan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui kerena resiko efek samping pada bayi - Dapat menyebabkan kantuk DOSIS : * Dewasa : 1 kaplet 3-4xsehari * Anak-anak 6-12 tahun : 1/2 kaplet 3-4xsehari * Anak-anak 2-6 tahun : 1/4 kaplet 3-4xsehari ALLERZIN SYRUP ALLERZIN syrup merupakan obat antihistamin yang berupa syrup dan setiap sendok teh</p> <p>ALLERZIN syrup (5 ml) mengandung Prornethazine HCI sebanyak 5 mg. ALLERZIN syrup dapat dipergunakan untuk pengobatan pada berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh reaksi allergi. Karena sifat sedatifnya, maka untuk pemakaian obat ini dapat menimbulkan rasa agak mengantuk, ini justru baik sekali untuk mengobati insomnia yang disebabkan oleh allergi, seperti asthma, pruritus. INDIKASI : - Keadaan allergi - Gatal - gatal - Mabuk jalan DOSIS: Dewasa: 3 - 4 x sehari 1 - 2 sendok teh ( 5 ml) Anak - anak: Dibawah umur 5 tahun : 3 - 4 x sehari 1/2 sendok teh Diatas umur 5 tahun : 3 - 4 x sehari 1 sendok teh Atau menurut petunjuk dokter. KONTRA INDIKASI : Hypersensitif terhadap prornethazine. PERINGATAN DAN PERHATIAN : Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. ANTIZA TABLET KOMPOSISI : Tiap tablet salut gula mengandung : Parasetamol 500 mg Dekstrometorfan HBr 15 mg Klorfeniramin Maleat 1 mg Fenilpropanolamin HCL 12,5 mg INDIKASI : Untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk. ATURAN PAKAI : Dewasa : 1 dragee, 3-4 kali sehari CARA KERJA OBAT :</p> <p>Bekerja sebagai analgesik antipiretik, antitusif, antihistamin dan dekongestan hidung. KONTRA INDIKASI : - Penderita dengan gangguan jantung dan diabetus melitus - Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini - Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat INTERAKSI OBAT : Penggunaan bersamaan dengan antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi. EFEK SAMPING : - Mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takikardi, aritmia, mulut kering, palpitasi, retensi urin. - Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati. PERINGATAN &amp; PERHATIAN : - Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan retensi urin. - Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia dibawah 6 tahun, wanita hamil dan menyususui, kecuali atas petunjuk dokter. - Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang menekan susunan syaraf pusat. - Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. - Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati - Hati-hati untuk penderita debil dan hipoksia (kekurangan oksigen). - Dapat menyebabkan depresi pernafasan dan susunan syaraf pusat pada penggunaan dengan dosis besar atau pada pasien dengan gangguan fungsi pernafasan (misal asma, emfisema).</p> <p> BUFECT Suspensi</p> <p>KOMPOSISI : BUFECT Suspensi: Tiap sendok teh(5ml) mengandung lOOmg Ibuprofen. BUFECT Forte Suspensi Tiap satu sendok teh (5ml) mengandung 200 mg ibuprofen.</p> <p>FARMAKOLOGI : Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi non-steroidal yang mempunyai efek sebagai analgesik (meringankan rasa sakit) dan antipiretik (menurunkan demam). Aktivitas analgesik Ibuprofen dengan cara menghambat enzim siklooksigenase dengan akibat terhambatnya sintesa prostaglandin, yaitu zat yang bekerja pada berbagai jaringan tubuh. Antipiretiknya bekerja di hipotalamus dengan meningkatkan vasoditatasi dan aliran darah periferal. INDIKASI : Meringankan nyeri ringan sampai sedang pada penyakit gigi atau penoabutan gigi, nyeri kepala, nyeri setelah operasi, nyeri pada penyakit reumatik, nyeri karena terkilir. - Menurunkan demam. KONTRA INDIKASI : - Hipersensitivitas terhadap Ibuprofen dan obat antiinflamasi non-steroidal lainnya - Ulkus peptikum, - Pada penderita yang memakai aspirin atau obat antiinflamasi non-steroidal lain karena dapat menyebabkan gejala-gejala asma, rinitis atau urtikaria. Kehamilan trimester ketiga. PERHATIAN : Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. Sebelum menggunakan obat ini agar dikonsultasikan dahulu kepada dokter apabila menderita penyakit-penyakit atau kelainan-kelainan sebagai berikut : * Riwayat penyakit saluran cerna bagian atas Culkus peptikum). * Gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal. * Gagal jantung, hipertensi dan penyakit-penyakit yang mengakibatkan retensi cairan tubuh * Gangguan pembekuan darah. * Asma karena dapat menyebabkan bronkospasme * Lupus eritematosus sistemik. * Selama minum obat ini jangan minum aspirin atau obat lain yang mengandung Ibuprofen, juga obat anti-koa-gulan (pembekuan darah) golongan warfarin. Bila seteiah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubu-ngi dokter atau Unit Pelayanan Kesehatan. Tidak dianjurkan pemakaian selama kehamilan trimester pertama dan kedua serta wanita menyusui dan anak-anak di bawah 1 tahun EFEK SAMPING : - Walaupun jarang terjadi, tetapi dapdt timbu! efek samping sebagai berikut; gangguan saiuran pencerna-an termasuk mual, muntah, didre, konstipasi, nyeri lambung atau rasa panas pada perut bagian atas. - Pernah dilaporkan: ruam kulit, bronkospasme (penyem-pitan bronkus),</p> <p>-</p> <p>trombositopenia (penurunan sel pembeku darah) dan limfopenia (penurunan jumlah sel limfosit). Penurunan ketajaman penglihatan dan kesulitan mem-bedakan warna dapat terjadi, tetapi sangat jarang dan akan sembuh bila obat dihentikan. Apabila terjadi gangguan tersebut di atas maka obat harus segera dihentikan dan memeriksakan mata ke dokter.</p> <p>DOSIS Harus diminum seteiah makan. Dosis yang dianjurkan: BUFECT * Dewasa : 2 sendok teh (10 ml) * Anak-anak: Untuk meringankan nyeri dan menurunkan demam.20 mg/kg berat badan dalam dosis terbagi. * 1-2 tahun : 1/2 sendok teh (2,5 ml) * 3-7 tahun :1 sendok teh (5 ml) * 8-12 tahun : 2 sendok teh (10 ml) BUFECT FORTE * Dewasa : 1 sendok teh (5 ml) * Anak-anak : untuk meringankan nyeri dan menurunkan demam.20 mg/kg berat badan dalam dosis terbagi. * 1-2 tahun : * 3-7 tahun : 1/2 sendok teh (2,5 ml) * 8-12 tahun : 1 sendok teh (5 ml) Semua dosis diberikan 3-4 kali sehari. Tidak dianjurkan pemakaidn untuk anak-anak di bawah 1 tahun. BROMIFAR KAPLET KOMPOSISI : Setiap kaplet mengandung Bromhexine HCL 8 mg INDIKASI : Sebagai mukolitik untuk meredakan batuk berdahak. DOSIS : * Dewasa &amp; Anak-anak diatas 10 tahun : 1 kaplet, 3 kali sehari * Anak-anak 5-10 tahun : 1/2 kaplet, 3 kali sehari * Anak-anak 2-5 tahun : 1/2 kaplet, 2 kali sehari Atau menurut petunjuk dokter EFEK SAMPING :</p> <p>Dapat terjadi mual, diare, gangguan pencernaan, rasa penuh di perut, tetapi biasanya ringan. Pernah dilaporkan terjadi vertigo, berkeringat banyak dan ruam kulit. Juga dapat terjadi kenaikan transaminase. CARA PENYIMPANAN : Simpan pada suhu kamar (25-30 derajat C) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari. ANAKONIDIN OBH KOMPOSISI : Tiap sendok takar (5 ml) mengandung: Paracetamol Succus Liquiritae Ammonium Chloride Pseudoephedrine HCl Chlorpheniramine Maleate Tanpa alkohol INDIKASI : Untuk meredakan batuk &amp; gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, serta bersin-bersin. ATURAN PAKAI : 2-6 tahun 6-12 tahun PERHATIAN : Dapat menyebabkan kantuk BENACOL DTM SYRUP KOMPOSISI : Tiap 5 ml (sendok takar) mengandung : - Dextromethorphan HBr 7,5 mg - Ammonium Chloride 100 mg - Diphenhydramine HCI 12,5mg - Potassium Guaiacolsulfonate 30 mg - Ethanol 4 % CARA KERJA OBAT : Bekerja sebagai antitusif, antihistamin dan ekspektoran. : 3 x sehari 2 sendok takar (10 ml)</p> <p>120 mg 100 mg 50 mg 7.5 mg 1 mg</p> <p>: 3 x sehari 1 sendok takar (5 ml)</p> <p>INDIKASI : Untuk meringankan batuk disertai alergi. KONTRA INDIAKSI : Bayi baru lahir. Ibu menyusui. Hipersensitif terhadap obat ini.</p> <p>PERINGATAN &amp; PERHATIAN : Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan riwayat penyakit sebagai berikut: peningkatan tekanan intraokular (glaucoma), hipertiroid, asma bronkial, penyakit jantung, hipertensi dan orang tua. Jangan digunakan pada penderita yang sedang menderita asma, glauko-ma, emphysema, sesak napas, penyakit paru-paru kronis, prostat mem-besar, obstruksi piloroduodenal (antara la...</p>

Recommended

View more >