nar koba

35
Makalah Remaja tentang Narkoba BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Namun sering kali dalam pencarian jati diri ini remaja cendrung salah dalam bergaul sehingga banyak melakukan hal yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masayarakat. Seperti perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba. Perilaku menyimpang remaja tersebut dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja. Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru- baru ini sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya kebiasaan merokok, tawuran , pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA , pemakain narkoba dan lain-lain. Di kalangan remaja, sangat banyak kasus tentang penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil survei Badan Narkoba Nasional (BNN) Tahun 2005 terhadap 13.710 responden di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan penyalahgunaan narkoba usia termuda 7 tahun dan rata-rata pada usia 10 tahun. Survai dari BNN ini memperkuat hasil penelitian Prof. Dr. Dadang Hawari pada tahun 1991 yang menyatakan bahwa 97% pemakai narkoba yang ada selama tahun 2005, 28% pelakunya adalah remaja usia 17-24 tahun. Hasil survei membuktikan bahwa mereka yang beresiko terjerumus dalam masalah narkoba adalah anak yang terlahir dari keluarga yang memiliki sejarah kekerasan dalam rumah tangga, dibesarkan dari keluarga yang broken home atau memiliki masalah perceraian, sedang stres atau depresi, memiliki pribadi yang tidak stabil atau mudah terpengaruh,

Upload: santi-kamek

Post on 15-Nov-2015

219 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

share

TRANSCRIPT

Makalah Remaja tentangNarkobaBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangMasa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Namun sering kali dalam pencarian jati diri ini remaja cendrung salah dalam bergaul sehingga banyak melakukan hal yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masayarakat. Seperti perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba. Perilaku menyimpang remaja tersebut dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja.Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya kebiasaan merokok, tawuran , pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA , pemakain narkoba dan lain-lain.Di kalangan remaja, sangat banyak kasus tentang penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil survei Badan Narkoba Nasional (BNN) Tahun 2005 terhadap 13.710 responden di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan penyalahgunaan narkoba usia termuda 7 tahun dan rata-rata pada usia 10 tahun. Survai dari BNN ini memperkuat hasil penelitian Prof. Dr. Dadang Hawari pada tahun 1991 yang menyatakan bahwa 97% pemakai narkoba yang ada selama tahun 2005, 28% pelakunya adalah remaja usia 17-24 tahun.Hasil survei membuktikan bahwa mereka yang beresiko terjerumus dalam masalah narkoba adalah anak yang terlahir dari keluarga yang memiliki sejarah kekerasan dalam rumah tangga, dibesarkan dari keluarga yang broken home atau memiliki masalah perceraian, sedang stres atau depresi, memiliki pribadi yang tidak stabil atau mudah terpengaruh, merasa tidak memiliki teman atau salah dalam pergaulan. Dengan alasan tadi maka perlu pembekalan bagi para orang tua agar mereka dapat turut serta mencegah anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba.Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan.Dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu negara yang dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika yang berdimensi internasional untuk tujuan-tujuan komersial.3 Untuk jaringan peredaran narkotika di negara-negara Asia, Indonesia diperhitungakan sebagai pasar (market-state) yang paling prospektif secara komersial bagi sindikat internasioanl yang beroperasi di negara-negara sedang berkembang.Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot.melihat latar belakang diatas maka kami mengangkat judul Makalah Kenakalan remaja ( tentang Narkoba ) yang terfokus pada pengetahuan tentang narkoba dan akibatnyan bagi remaja.B. Rumusan Masalah1. Apa Pengertian atau definisi Narkoba?2. Apa saja jenis-jenis narkoba itu?3. Apa dampak atau bahaya narkoba terhadap remaja?4. Bagaimana pencegahan penyebaran narkoba dikalangan remaja?C. Tujuan1. Memahami pengertian narkoba2. Lebih mengatahui jenis-jenis narkoba3. Mencari tahu apa dampak atau bahaya narkoba terhadap remaja4. Lebih mengetahui cara pencegahan penyebaran narkoba dikalangan remajaBAB IITINJUAN PUSTAKAA. Hubungan Generasi Muda dan NarkobaSasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).Definisi kenakalan remaja :1. KartonoKenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.2. SantrockKenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.(Anonim.2010)Salah satu kenakalan remaja yang sering dilakukan adalah penyalahgunaan narkoba. Anonim(2010) menjelaskan Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumsi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.RatnaYunita(2010) menjelaskan Penyalahgunaan narkoba adalah suatu pemakaian non medical atau ilegal barang haram yang dinamakan narkotik dan obat-obatan adiktif yang dapat merusak kesehatan dan kehidupan produktif manusia pemakainya. Berbagai jenis narkoba yang mungkin disalahgunakan adalah tembakau, alkohol, obat-obat terlarang dan zat yang dapat memberikan keracunan, misalnya yang diisap dari asapnya. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan zat narkoba, jika dihentikan maka si pemakai akan sakaw.B. NARKOBASebetulnya penggunaan narkotik, obat-obatan, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala. Masalah timbul bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan sehingga cenderung kepada penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam bahasa Inggris disebut substance abuse). Dengan adanya penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui pola hidup para pecandu, maka masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. Lebih memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa, karena penyalahgunaan NAPZA ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi suatu bangsa.Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan keda1am tubuh manusia, dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis. NAPZA psikotropika berpengaruh terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan, persepsi dan kesadaran seseorang. Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantunganNarkotika sendiri dikelompokkan lagi menjadi:Golongan I:Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Ganja.Golongan II:Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Morfin, Petidin.Golongan III:Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein.Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah: zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan:Golongan I:Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi.Golongan II:Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine.Golongan III:Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Phenobarbital.Golongan IV:Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam (BK, DUM).C. ZAT ADIKTIF LAINNYAYang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi:Minuman Alkohol, mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol:a. Golongan A: kadar etanol 1-5 % (Bir)b. Golongan B: kadar etanol 5-20 % (Berbagai minuman anggur)c. Golongan C: kadar etanol 20-45 % (Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker)Inhalasi, gas yang dihirup dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah: Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.Tembakau, pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan:a. Golongan Depresan (Downer), adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda (Morfin, Heroin, Codein), sedative (penenang), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas).b. Golongan Stimulan (Upper), adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.c. Golongan Halusinogen, adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis (ganja).Di dalam masyarakat NAPZA/NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah:1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar:a. Opioda alamiah (Opiat): Morfin, Opium, Codein.b. Opioda semisintetik: Heroin / putauw, Hidromorfin.c. Opioda sintetik: Metadon.2. KokainKokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larutNama jalanan: koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya: membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain: pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.3. KanabisNama jalanan: cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan: dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan (euphoria), sering berfantasi/menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.4. AmphetamineNama jalanan: seed, meth, crystal, whiz. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan: dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis Amphetamine:MDMA (methylene dioxy methamphetamine) Nama jalanan: Inex, xtc. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.Metamphetamine ice, nama jalanan: SHABU, SS, ice. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (boong).5. Lysergic AcidTermasuk dalam golongan halusinogen. Nama jalanan: acid, trips, tabs, kertas. Bentuk: biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. Cara penggunaan: meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 60 menit kemudian, menghilang setelah 8-12 jam. Efek rasa: terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama-lama menjadikan penggunaanya paranoid.6. Sedatif-hipnotik (benzodiazepin)Termasuk golongan zat sedative (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur). Nama jalanan: Benzodiazepin: BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara pemakaian: dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.7. Solvent/InhalasiAdalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya: Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin. Biasanya digunakan dengan cara coba-coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek yang ditimbulkan: pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.BAB IIIPEMBAHASANA. Pengertian NarkobaBerdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN),jumlah kasus penyalahgunaan Narkoba di Indonesia dari tahun 1998 2003 adalah 20.301 orang, di mana 70% diantaranya berusia antara 15 -19 tahunDefinisi NarkobaNarkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi ) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997)B. Jenis Narkoba :Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantunganNarkotika sendiri dikelompokkan lagi menjadi:Golongan I: Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Ganja.Golongan II: Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Morfin, Petidin.Golongan III: Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein.Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah: zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan:Golongan I: Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi.Golongan II: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine.Golongan III: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Phenobarbital.Golongan IV: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam (BK, DUM).Zat Adiktif LainnyaYang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi:Minuman Alkohol, mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol:a. Golongan A: kadar etanol 1-5 % (Bir)b. Golongan B: kadar etanol 5-20 % (Berbagai minuman anggur)c. Golongan C: kadar etanol 20-45 % (Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker)Inhalasi, gas yang dihirup dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah: Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.Tembakau, pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan:a. Golongan Depresan (Downer), adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda (Morfin, Heroin, Codein), sedative (penenang), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas).b. Golongan Stimulan (Upper), adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.c. Golongan Halusinogen, adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis (ganja).Di dalam masyarakat NAPZA/NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah:1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar:a. Opioda alamiah (Opiat): Morfin, Opium, Codein.b. Opioda semisintetik: Heroin / putauw, Hidromorfin.c. Opioda sintetik: Metadon.2. KokainKokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larutNama jalanan: koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya: membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain: pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.3. KanabisNama jalanan: cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan: dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan (euphoria), sering berfantasi/menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.4. AmphetamineNama jalanan: seed, meth, crystal, whiz. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan: dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis Amphetamine:MDMA (methylene dioxy methamphetamine) Nama jalanan: Inex, xtc. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.Metamphetamine ice, nama jalanan: SHABU, SS, ice. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (boong).5. Lysergic AcidTermasuk dalam golongan halusinogen. Nama jalanan: acid, trips, tabs, kertas. Bentuk: biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. Cara penggunaan: meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 60 menit kemudian, menghilang setelah 8-12 jam. Efek rasa: terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama-lama menjadikan penggunaanya paranoid.6. Sedatif-hipnotik (benzodiazepin)Termasuk golongan zat sedative (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur). Nama jalanan: Benzodiazepin: BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara pemakaian: dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.7. Solvent/InhalasiAdalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya: Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin. Biasanya digunakan dengan cara coba-coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek yang ditimbulkan: pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.C. Dampak Penyalahgunaan Narkoba Terhadap RemajaPenyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematiaana. Dampak Pisikis:1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisaHilang h2. kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh dirib. Dampak Sosial:1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suramc. Dampak Langsung bahaya Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh ManusiaGangguan pada jantung, Gangguan pada hemoprosik, Gangguan pada traktur urinarius, Gangguan pada otak, Gangguan pada tulang, Gangguan pada pembuluh darah, Gangguan pada endorin, Gangguan pada kulit, Gangguan pada sistem syaraf, Gangguan pada paru-paru, Gangguan pada sistem pencernaan, Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.d. Dampak Langsung Narkoba Bagi Kejiwaan / Mental Manusia1. Menyebabkan depresi mental.Menyebabkan gangguan jiwa berat atau psikotik.2. Menyebabkan bunuh diri3. Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau,kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.e. Dampak FisikSelain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhiran dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS} yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik.Walaupun begitu, setiap kehidupan memiliki dua sisi mata uang. Di balik dampak negatif, narkotika juga memberikan dampak yang positif. Jika digunakan sebagaimana mestinya, terutama untuk menyelamatkan jiwa manusia dan membantu dalam pengobatan, narkotika memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Berikut dampak positif narkotika:1. OpioidOpioid atau opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk mencegah batuk dan diare.2. KokainDaun tanaman Erythroxylon coca biasanya dikunyah-kunyah untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan dan stamina serta mengurangi rasa lelah.3. Ganja (ganja/cimeng)Orang-orang terdahulu menggunakan tanaman ganja untuk bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya sangat kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai bahan pembuat minyak.D. Cara Penanggulangan Narkoba Pada RemajaUpaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:1. Preventifa. Pendidikan Agama sejak dinib. Pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan penuh perhatian dan kasih sayang.c. Menjalin komunikasi yang konstruktif antara orang tua dan anakd. Orang tua memberikan teladan yang baik kepada anak-anak.e. Anak-anak diberikan pengetahuan sedini mungkin tentang narkoba, jenis, dan dampak negatifnya2. Tindakkan HukumDukungan semua pihak dalam pemberlakuan Undang-Undang dan peraturan disertai tindakkan nyata demi keselamatan generasi muda penerus dan pewaris bangsa. Sayangnya KUHP belum mengatur tentang penyalah gunaan narkoba, kecuali UU No :5/1997 tentang Psikotropika dan UU no: 22/1997 tentang Narkotika. Tapi kenapa hingga saat ini penyalah gunaan narkoba semakin meraja lela ? Mungkin kedua Undang-Undang tersebut perlu di tinjau kembali relevansinya atau menerbitkan kembali Undang-Undang yang baru yang mengatur tentang penyalahgunaan narkoba ini.3. RehabilitasiDidirikan pusat-pusat rehabilitasi berupa rumah sakit atau ruang rumah sakit secara khusus untuk mereka yang telah menderita ketergantungan. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa alternative penanggulangan yang dapat kami tawarkan :a. Mengingat penyalah gunaan narkoba adalah masalah global, maka penanggulangannya harus dilakukan melalui kerja sama international.b. Penanggulangan secara nasional, yang teramat penting adalah pelaksanaan Hukum yang tidak pandang bulu, tidak pilih kasih. Kemudian menanggulangi masalah narkoba harus dilakukan secara terintegrasi antara aparat keamanan (Polisi, TNI AD, AL, AU ) hakim, jaksa, imigrasi, diknas, semua dinas/instansi mulai dari pusat hingga ke daerah-daerah. Adanya ide tes urine dikalangan Pemda Kalteng adalah suatu ide yang bagus dan perlu segera dilaksanakan. Barang siapa terindikasi mengkomsumsi narkoba harus ditindak sesuai peraturan DIsiplin Pegawai Negri Sipil dan peraturan yang mengatur tentang pemberhentian Pegawai Negri Sipil seperti tertuang dalam buku pembinaan Pegawai Negri Sipil. Kemudian dikalangan Dinas Pendidikan Nasional juga harus berani melakukan test urine kepada para siswa SLTP-SLTA, dan barang siapa terindikasi positif narkoba agar dikeluarkan dari sekolah dan disalurkan ke pusat rehabilitasi. Di sekolah- sekolah agar dilakukan razia tanpa pemberitahuan sebelumnya terhadap para siswa yang dapat dilakukan oleh guru-guru setiap minggu. Demikian juga dikalangan mahasiswa di perguruan tinggi.c. Khusus untuk penanggulangan narkoba di sekolah agar kerja sama yang baik antara orang tua dan guru diaktifkan. Artinya guru bertugas mengawasi para siswa selama jam belajar di sekolah dan orang tua bertugas mengawasi anak-anak mereka di rumah dan di luar rumah. Temuan para guru dan orang tua agar dikomunikasikan dengan baik dan dipecahkan bersama, dan dicari upaya preventif penanggulangan narkoba ini dikalangan siswa SLTP dan SLTA.d. Polisi dan aparat terkait agar secara rutin melakukan razia mendadak terhadap berbagai diskotik, karaoke dan tempat-tempat lain yang mencurigakan sebagai tempat transaksi narkoba. Demikian juga merazia para penumpang pesawat, kapal laut dan kendaraan darat yang masuk, baik secara rutin maupun secara insidental.e. Pihak Departemen Kesehatan bekerjasama dengan POLRI untuk menerbitkan sebuah booklet yang berisikan tentang berbagai hal yang terkait dengan narkoba. Misalnya apakah narkoba itu, apa saja yang digolongkan kedalam narkoba, bahayanya, kenapa orang mengkomsumsi narkoba, tanda- tanda yang harus diketahui pada orang- orang pemakai narkoba cara melakukan upaya preventif terhadap narkoba. Disamping itu melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai instansi tentang bahaya dan dampak negative dari narkoba. Mantan pemakai narkoba yang sudah sadar perlu dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan seperti itu agar masyarakat langsung tahu latar belakang dan akibat mengkomsumsi narkoba.f. Kerja sama dengan tokoh-tokoh agama perlu dieffektifkan kembali untuk membina iman dan rohani para umatnya agar dalam setiap kotbah para tokoh agama selalu mengingatkan tentang bahaya narkoba.g. Seperti di Australia, misalnya pemerintah sudah memiliki komitmen untuk memerangi narkoba. Karena sasaran narkoba adalah anak-anak usia 12-20 tahun, maka solusi yang ditawarkan adalah komunikasi yang harmonis dan terbuka antara orang tua dan anak-anak mereka. Booklet tentang narkoba tersebut dibagi-bagikan secara gratis kepada semua orang dan dikirin lewat pos kealamat-alamat rumah, aparteman, hotel, sekolah-sekolah dan lain-lain. Sehubungan dengan kasus ini, maka keluarga adalah kunci utama yang sangat menentukan terlibat atau tidaknya anak-anak pada narkoba. Oleh sebab itu komunikasi antara orang tua dan anak-anak harus diefektifkan dan dibudayakan.BAB IVPENUTUPA. KESIMPULANKebiasaan menggunakan narkoba di kalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta sosial ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu pelajarannya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan menggunakan narkoba akan menyebabkan berbagai penyakit. Melalui sikap kepedulian, pencegahan berbagai tindak kriminal, kenakalan remaja, keamanan, kedamaian, keharmonisan, akan mudah diciptakan. Dengan sikap kepedulian ini, maka motto bahwa, Pencegahan lebih baik dari mengobati, akan benar-benar terbukti dalam kasus pemakaian obat-obat terlarang.Pada tahap awal kehidupan manusia agen sosialisasi pertama adalah keluarga. Oleh karena itu, orang tua merupakan orang penting (significant other) dalam sosialisasi. Guna mencegah terjerumusnya para penerus bangsa tersebut ke dunia Narkoba, maka campur tangan dan tanggung jawab orang tua memegang peranan penting di sini. Karena baik atau buruknya perilaku anak sangat bergantung bagaimana orang tua menjadi teladan bagi putra-putrinyaB. SARANBagi para pecandu coba bersikap terbuka terhadap orang yang dia percaya (tepat) untuk mendapatkan respons yang baik. Jangan berfikir YOU CAN SOLVE THEM BY YOURSELF dan jangan takut untuk menuju perubahan. Intinya DONT BE AFFRAID TO SPEAK UP !!.DAFTAR PUSTAKAEffendi, Luqman, 2008. Modul Dasar-Dasar Sosiologi&Sosiologi KesehatanI. Jakarta: PSKM FKK UMJ.Kartono, Kartini, 1992. Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007. pecegahan Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.Shadily, Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.Soekanto, Suryono, 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo PersudaSofyan, Ahmadi, 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda Panduan bagi Orang tua, Guru, dan Badan Narkotika dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.Sudarman, Momon, 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.Syani, Abdul, 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. PT DUNIA PUSTAKA JAYA.

Cirebon, 5 September 2012, Sosialisasi dampak penggunaan narkoba di kalangan usia produktif atau remaja dewasa ini cukup meluas dampaknya. Pada sosialisasi yang disampaikan narasumber Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - PTIK Jakarta kepada siswa dan siswi RSBI SMA Negeri 1 Kota Cirebon bertempat di kampus RSBI SMA Negeri 1 Kota Cirebon disambut antusias baik dari Kepala Sekolah RSBI SMA Negeri 1 Kota Cirebon Drs.H.Muchtar,M.Pd, Pejabat RSBI Drs.Bekti Susilo,M.Pd, Wakasek Kesiswaan Zaenal Mutaqin,S.Pd, OSIS, PMR, DKM dan siswa/ i RSBI SMA Negeri 1 Kota Cirebon.TujuanPenyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.

2.1. Pengertian dan macam-macam narkoba

Menurut WHO (1982), semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal

Disini akan kami jelaskan tentang jenis-jenis narkoba, yaitu diantaranya adalah : Narkotika adalah Zat / obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku

Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Mis : Alkohol , rokok, cofein

2.2. Bahaya Narkoba Bagi Remaja atau Pelajar

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata- ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu- waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.

Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.

Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34). Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.

Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Bahaya bagi pelajar

Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.

Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.

Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:

Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, Sering menguap, mengantuk, dan malas, Tidak memedulikan kesehatan diri, Suka mencuri untuk membeli narkoba

2.3. Upaya Pencegahan Menggunakan Narkoba

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.

Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan ating dapat terealisasikan dengan baik

Dari hal-hal di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa :

1) Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk2) Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umum.3) Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis

Pergaulan bebas( hiv/aids narkoba) di kalangan remajaBAB I.PENDAHULUANLatar Belakang

Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi remaja. Awal pubertas dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah bangsa, iklim, gizi dan kebudayaan. Secara klinis mulai tumbuh ciri-ciri kelamin sekunder, misalnya : tumbuh rambut pubis, ketiak, timbul jerawat pada wajah, peningkatan berat badan dan tinggi badan, pada wanita mengalami pembesaran buah dada dan pada pria terjadi perubahan pada suara dan tumbuh jakun.Generasi muda saat ini perlu memiliki kesadaran akan pentingnya manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya, serta kesadaran akan pentingnya pengembangan potensi setiap individu untuk membentuk Indonesia yang bermartabat, maju, dan bebas dari HIV/AIDS dan narkoba. Dewasa ini HIV & AIDS yang berkembang disebabkan pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Pergaulan bebas ini menjadi tidak tabu lagi di negara kita. Ditambah dengan mudahnya remaja saat ini terpengaruh dengan westernisasi ketimbang melakukan modernisasi dari segi teknologi dan pendidikan sehingga hal ini pun semakin marak di Indonesia.Begitu pula dimasa modern sekarang ini peredaran narkoba juga sudah tidak bisa ditolerir, tidak memandang lingkungan dan usia .Banyak anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dalam proses peralihan menuju kedewasaan,terserang atau tergoda oleh narkoba. Narkoba sungguh-sungguh telah anak-anak khususnya para remaja .yang masih duduk di bangku sekolah , padahal telah diadakan penyuluhan-penyuluhan beberapa kali di sekolah-sekolah tapi narkoba tetap merasuki pikiran para pelajar yang masa depannya masih dipertanyakan.Masa depan yang seharusnya menjadi tujuan atau akhir dari perjuangan para pelajar dimasa - masa sekolah kini dipertanyakan statusnya . Jika narkoba terus berkembang dan menggoda para pelajar agar mengalihkan pandangannya pada narkoba maka para pelajar yang akan menjadi penerus bangsa akan kandas di tengah jalan.Pengawasan orang tua yang lemah dan pengsalah tafsiran remaja tentang gaul yang banyak menyimpang, kemudian diikuti dengan kurangnya wawasan tentang pergaulan bebas dan kontrol sekolah yang lemah adalah contoh - contoh penyebab permasalahan ini.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Pergaulan Bebas

Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.

B. Penyebab dan Dampak Maraknya Pergaulan Bebas Remaja Indonesia

1. Penyebab Pergaulan Bebas.Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan / agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas & penggunaan narkoba yang berujung kepada penyakit seperti HIV & AIDS ataupun kematian. Berikut ini di antara penyebab maraknya pergaulan bebas di Indonesia: Sikap mental yang tidak sehatSikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya dengan adanya pergaulan bebas. Pelampiasan rasa kecewaYaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya. Kegagalan remaja menyerap normaHal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.2. Dampak Dari Pergaulan BebasPergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya dugem (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba. Ini identik sekali dengan adanya seks bebas. Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi.3. Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan BebasKita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata-kata tersebut sering didengungkan tetap saja masih banyak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selain daripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagai berikut: Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam kenyataan, maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif. Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri. Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita. Perlunya remaja berpikir untuk masa depan. Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik? kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS dan remaja yang memakai narkoba nantinya.

Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.

C.Pengertian Narkoba

NARKOBA adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bunga tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan perubahan kesadaran , hilangnya rasa , sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulakan ketergantungan serta kecanduan.

D.Jenis jenis Narkoba Yang Sering Disalah Gunakan

1. OpiodaYaitu nama segolongan zat alamiah , semisintetik maupun sintetik yang diambil dari bagian pohon POPPY , pertama akli ditemukan di Asia Kecil , digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir , kemudian akhirnya menyebar ke Yunani. Selain digunkan sebagai obat Opioda juga digunkan sebagai alat untuk menimbulkan rasa senang. Yang termasuk Opioda adalah:Opiat/Oipium- Morfin- Heroin- Kodein- Opiat Sintetik

2. KokainKokain merupakan zat yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun Coca ( Erythroxylan Coca) yang tumbuh di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sedangkan Kokain freebase adalah kokain yang diproses untuk menghilangkan kemurnian dan campurannya sehingga dihisap berbentuk kepingan kecil (rocks/batu) sebesar kismis. Salah satu kokain yang popular adalah Crac.3. Kanabis / Mariyuana / GanjaKanabis berasal dari tanaman dengan nama Cannabis Satifa dan Cannabis Indica yaitu sejenis tanaman perdu yang biasanya digunakan sebagai obat relaksasi untuk mengatasi intoksidasi ringan. Seseorang yang baru saja menggunakan Kanabis sering kali memeperlihatkan tanda-tanda mabuk dengan mata merah dan bola mata membesar.4. SedativaSedativa atau sedative-hipotonik merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya sistem saraf pusat.5. EkstasiEkstasi dikenal dalam dunia pengobatan sebagai Methydioxy Methampetamin dengan nama populernya MDMA.Ekstasi obat sintesis yang dikembangkan oleh perusahaan ERNTS MERK di Jerman pada tahun 1914.Pada waktu itu Ekstasi digunakan untuk meningkatkan daya tahjan prajurit di Amerika digunakan pengobatan pasien yang sudah parah.6. Shabu - shabuShabu-shabu merupakan komoditas baru yang sedang laris. Zat ini mempunyai nama kimia Methamfetamine yang mempunyai kesamaan sifat dengan Ekstasi yang sama-sama tergolong dalam zat psikotropika stimulasia otak yang dapat menyebabkan ketergantungan.Segementasi pasar dari shabu-shabu adalah para eksekutif , professional dan kaum selebritis. Zat ini menyebabkan lepasnya neurotransmitter dopamine dari ujung-ujung saraf ke bagian otak yang mengatur perasaan kenikmatan . Penghentian termasuk persaan kesal , tertekan , tegang , gelisah , sulit berkonsentrasi, lapar , pusing , serta dapat menyebabkan kecanduan.Beberapa kasus menunjukkan dampak desturktif shabu-shabu yaitu menyebabkan orang menjadi ganas, agiatif serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi berbuntut tingkah laku yang brutal.

BAB III.PENUTUP

Kesimpulan

Pada dasarnya solusi yang telah dijabarkan tetap tergantung dari diri setiap remaja untuk melakukannya atau tidak. Jika para generasi muda menginginkan perubahan sebaiknya mereka memiliki bimbingan untuk melakukan hal yang memang patut mereka lakukan. Itu semua kembali pada diri tiap remaja itu masing-masing dan juga dukungan dari lingkungan, baik itu keluarga, masyarakat, ataupun sekolah.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:1. Kesadaran mereka akan bahaya HIV / AIDS dan narkoba masih kurang dan mereka salah mengartikan bahwa HIV / AIDS dan narkoba itu adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan pergaulan yang lebih layak dan mengatasi masalah.2. Secara umum, remaja yang terjangkit HIV / AIDS dan memakai narkoba telah merusak masa depannya.3. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penyebab mereka memakai NARKOBA dan terjangkit HIV / AIDS adalah sebagai berikut: Karena pergaulan bebas di kalangan remaja. Karena terjerat banyak masalah dan stress.

DAFTAR PUSTAKA

http://organisasi.org/akibat-dampak-langsung-dan-tidak-langsung-penyalahgunaan-narkoba-pada-kehidupan-kesehatan-manusia

http://acnk3y.blogspot.com/2008/03/generasi-muda-saat-ini.html

www.google.com\\seks_bebas

Pada Tanggal 26 Juni 2006 lalu diperingati sebagai Anti Madat Sedunia. Didorong keprihatinan akan meningkatnya pengguna narkoba khususnya di kalangan remaja, maka sebagai wujud kepedulian bz! berkenaan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional serta sebagai upaya mencegah meluasnya pemakaian narkoba terutama dikalangan remaja, redaksi menurunkan artikel mengenai bahaya narkoba redaksiMasalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.Oleh karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang lemah, bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba.Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba.http://bz.blogfam.com/images/vi-06/fit1.jpgBanyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi. Alasannya antara lain:1. hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini2. dibujuk orang agar merasakan manfaatnya3. ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat4. ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti..dan mungkin masih banyak alasan lainnya.Ada baiknya kita mengintip sedikit tentang narkoba. Apa saja sih jenis-jenis narkoba? Menurut situs kespro dot info, pada dasarnya narkoba itu dibagi atas 4 kelompok, yaitu:1. narkotika, terutama opiat atau candu.2, halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu4. depresan, misalnya obat penenang.Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau putauw menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia.Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian. Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.Apa akibat penyalahgunaan narkoba?Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.Narkoba yang AdiktifPenggunaan narkoba dapat menimbulkan ketergantungan.http://bz.blogfam.com/images/vi-06/fit2.jpgterhadap narkoba ternyata tidak mudah diatasi. Meski cukup banyak remaja yang berjuang untuk keluar dari ketergantungan narkoba, acap kali mereka jatuh kembali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meluncurkan program substitusi obat dengan menggunakan metadon. Diharapkan dengan pemberian metadon ini penggunaan narkoba suntikan dapat dikurangi atau dihentikan.Penggunaan narkoba suntikan amat berisiko menularkan penyakit Hepatitis C dan HIV.Penelitian di RS Cipto Mangunkusumo mendapatkan angka kekerapan Hepatitis C di kalangan pengguna narkoba suntikan mencapai 77 persen. Sedangkan kekerapan HIV pada pengguna narkoba suntikan di Indonesia berkisar antara 60 persen sampai 90 persen.Dukungan Sangat PentingSetelah beban fisik pengguna narkoba suntikan dapat diatasi, maka masih ada beban psikologis dan sosial. Beban psikologis dan sosial ini kadang-kadang amat berat sehingga dapat menyebabkan remaja kambuh kembali menggunakan narkoba suntikan. Oleh karena itu, perlu diwujudkan lingkungan yang mendukung. Di Indonesia lingkungan yang paling penting adalah keluarga. Kesediaan keluarga untuk menerima remaja yang pernah menggunakan narkoba suntikan di tengah keluarga merupakan dukungan yang amat berharga.Sebagian remaja dapat meneruskan pendidikannya dan memperoleh pekerjaan. Namun, sebagian lagi tak mungkin meneruskan sekolah dan harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berjuang untuk hidup dengan bekal pendidikan yang terbatas.

Hendaknya kita dapat meningkatkan berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat. Kita perlu bergandeng tangan untuk mencegah remaja menggunakan narkoba.Adapun bagi remaja yang telah menggunakan diperlukan layanan yang terpadu untuk membawa mereka kembali ke tengah masyarakat. Layanan tersebut rumit dan memerlukan upaya jangka panjang, tetapi semua upaya itu patut kita kerjakan karena sebagian masa depan Indonesia ada di tangan mereka merekaSosialisasi Bahaya Narkoba Secara Lebih Luas danMendalamAugust 13, 2012inspirelifejujubandungSosialisasi bahaya narkoba akan sangat diperlukan untuk lebih digalakkan terlebih pada era globalisasi saat ini. Hal ini disebabkan oleh maraknya kasus penyalahgunaan narkoba yang sedang terjadi akhir-akhir ini terutama di kalangan remaja dan pelajar. Narkoba memang sudah menjadi salah satu momok terbesar bagi bangsa kita karena sasaran utama dari pengedar narkoba adalah para pelajar dan remaja yang pada umumnya masih berada pada usia produktif, yakni antara 11 tahun sampai 24 tahun. Bahaya dan resiko yang disebabkan oleh narkoba inilah yang menjadi ancaman tersendiri bagi bangsa kita pada umumnya karena sekali saja seseorang mencoba menggunakan narkoba, maka akan sulit baginya untuk berhenti memakainya. Sifat candu yang dimiliki oleh obat-obatan yang termasuk dalam narkoba membuat para penggunanya menjadi ingin terus menerus menggunakannya untuk menghindari rasa sakit yang teramat sangat pada tubuhnya jika pemakain dihentikan.Padahal, pemakaian obat-obatan terlarang tersebut secara terus menerus dan berlebihan akan berakibat buruk bagi si pengguna, baik dari segi kesehatan, psikologis, maupun sosial. Dampak-dampak yang mungkin disebabkan oleh penggunaan narkoba yang disalahgunakan sudah jelas. Secara umum, pengguna akan mengalami kecanduan yang berakibat pada menurunnya kesehatan secara signifikan. Akibat terburuknya adalah, jika diteruskan penggunaannya, dampak tersebut akan berujung pada kematian yang diakibatkan oleh rusaknya syaraf-syaraf pada otak yang mengatur fungsi-fungsi vital pada tubuh. Selain itu, sosialisasi bahaya narkoba juga sangat perlu untuk dilakukan lebih dini karena aka nada juga dampak dari segi psikologis yang akan ditimbulkan. Imajinasi yang berlebihan serta daya khayal yang diluar batas kewajaran akan menjadi ancaman utama bagi psikologis si pemakai narkoba. Hal ini membuat si pengguna tidak lagi dapat membedakan antara kenyataan dan khayalannya.Yang lebih buruk adalah ketika si pengguna sudah mengalami kecanduan dan tidak dapat menahan lagi untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Si pengguna akan khilaf dan akan melakukan berbagai cara untuk dapat mendapatkan obat-obatan terlarang tersebut, tidak terkecuali dengan berbuat criminal. Dengan adanya dampak psikologis tersebut, maka akan berujung pada dampak social yang berupa keresahan masyarakat akan keberadaan si pengguna narkoba. Dampak yang lain juga akan dirasakan oleh keluarga si pengguna yang harus turut menanggung beban mental dikarenakan anggota keluarga mereka telah berbuat aib. Mengingat resiko-resiko yang demikian buruknya bagi kita, maka kita perlu mengadakan antisipasi sedini mungkin dengan menggalakkan sosialisasi bahaya narkoba.Sebenarnya usaha untuk mensosialisasikan bahaya dan resiko yang dapat disebabkan oleh narkoba sudah banyak dilakukan, terutama di lingkup pendidikan. Akan tetapi yang ada saat ini adalah kasus penyalah gunaan narkoba semakin meningkat. Maka dari itu sosialisasi perlu dilakukan dalam lingkup yang lebih luas, misalnya seperti di karang taruna serta di lingkungan kalangan menengah ke bawah. Hal ini disebabkan karena banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang disebabkan oleh faktor ekonomi yang lemah, seperti anak-anak jalanan. Dalam sosialisasi bahaya narkoba sebaiknya tidak hanya diutarakan tentang bahayanya saja, melainkan juga cara penanggulangannya sehingga bagi mereka yang sudah terlanjur mencoba dapat berhenti menggunakan obat-obatan terlarang tersebut. dengan melakukan sosialisasi yang lebih luas dan mendalam tersebut, maka resiko akan kehilangan generasi muda yang sehat dan produktif karena kecanduan narkoba akan dapat dikurangi. Kita juga akan selalu dapat ikut serta dalam berpartisipasi di lingkungan kita untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba.Bahaya Narkoba SecaraUmumAugust 13, 2012inspirelifejujubandungBahaya narkoba sudah pasti tidak dapat kita sangkal lagi kebenarannya. Dalam menghadapi era globalisasi saat ini, kita harus pandai-pandai memilih lingkungan untuk bergaul. Hal ini disebabkan karena sudah banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang disebabkan oleh kesalahan seseorang memilih lingkungan pergaulannya. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa kasus penyalahgunaan narkoba kebanyakan terjadi pada usia remaja atau pada usia-usia produktif seperti pada usia 11 tahun sampai 24 tahun. Hal ini dapat benar-benar merusak sebuah bangsa jika tidak segera diatasi. Hal ini dapat menjadi sedemikian membahayakan mengingat efek yang dapat disebabkan oleh narkoba itu sendiri jika penggunaannya disalahgunakan. Tidak hanya bagi pengguna, namun juga akan memberi efek yang sama buruknya bagi lingkungan sekitar si pengguna.Sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang bahaya narkoba, pertama-tama kita harus tahu terlebih dahulu apa itu narkoba. Narkoba adalah semacam singkatan dari narkotik dan obat-obatan terlarang. Disebut sebagai obat-obatan terlarang karena dalam penggunaannya dapat mengakibatkan kecanduan sehingga siapapun yang menggunakannya dapat mengalami ketergantungan yang akan sangat sulit untuk dihilangkan. Yang membuat narkoba menjadi semakin berbahaya adalah bahwa akan ada efek-efek yang nantinya ditimbulkan dalam jangka waktu tertentu baik untuk kesehatan si pemakai maupun untuk psikologisnya. Selain itu, terdapat juga efek-efek sosial yang harus ditanggung oleh si pemakai dan lingkungan sekitarnya seperti keluarga.Untuk lebih jelasnya, kita dapat memulai membahas efek-efek yang mungkin disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Pada dasarnya, efek yang akan ditimbulkan berbeda pada tiap jenis narkoba yang digunakan. Tiap jenis dapat memberi efek yang berbeda-beda. Namun yang akan kita bahas di sini adalah bahaya narkoba secara umum. Yang pertama sudah pasti adalah efek bagi kesehatan si pengguna. Mengingat bahwa penggunaan narkoba dapat menyebabkan kecanduan, yang berarti badan si pemakai akan merasakan sakit yang teramat sangat jika tidak mengkonsumsi obat-obatan tersebut, maka lama kelamaan bagian tubuh yang paling utama akan diserang adalah otak. Ketika otak sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, maka kinerja tubuh juga akan mengikutinya. Salah satu contohnya adalah dengan menurunnya daya tahan tubuh secara drastis. Yang paling berbahaya adalah resiko bagi para pengguna untuk tertular penyakit HIV AIDS.Dari segi psikologi, kita dapat menemukan banyak sekali efek yang dapat ditimbulkan dari bahaya narkoba. Kebanyakan dari pengguna narkoba adalah mereka yang bermasalah dengan kepercayaan diri mereka. Sehingga mereka menggunakan narkoba karena zat yang terkandung dalam obat-obatan tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan konsentrasi. Pengguna juga cenderung jarang merasa lelah dan sangat energik. Namun, lama kelamaan akan ada rasa takut akan hal yang tidak jelas secara berlebihan. Selain itu, karena tubuh mereka menuntut untuk selalu mengkonsumsi obat-obatan tersebut, yang harganya relatif mahal, para pengguna juga cenderung untuk menghalalkan segala cara agar mereka dapat selalu mengkonsumsinya sehingga tak jarang mereka berbuat kriminal.Hal yang seperti itulah yang kemudian menimbulkan efek bagi lingkungan sekitar para pengguna narkoba. Keberadaan mereka dapat menjadi ancaman bagi masyarakat dan sekaligus juga dapat menjadi aib bagi keluarga mereka. Maka dari itu, walaupun ada beberapa keuntungan kecil yang dapat kita peroleh dari obat-obatan tersebut, namun akan jauh lebih baik jika kita tidak mencobanya sama sekali karena dengan sekali saja mencoba, kita akan sulit melepaskannya dan kita akan terjerat oleh bahaya narkoba.Usaha Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba dari DalamKeluargaAugust 13, 2012inspirelifejujubandungUsaha penanggulangan penyalahgunaan narkoba seharusnya kita lakukan sejak sedini mungkin. Hal ini sangat penting untuk segera dilakukan mengingat sasaran utama pengedaran narkoba saat ini adalah generasi muda yang masih berada pada usia produktif yakni pada rentan usia 11 tahun sampai 24 tahun. Pada level usia ini, umumnya remaja sedang mengalami masa labilnya karena mereka sedang dalam masa pencarian jati diri. Oleh sebab itu, akan lebih mudah bagi mereka untuk terpengaruh dengan lingkungan sekitar, baik itu pengaruh yang baik maupun buruk. Kemungkinan akan para remaja pada usia tersebut untuk terjerat narkoba sangat besar apalagi pada mereka yang mempunyai hubungan kurang harmonis dalam keluarga mereka. Remaja yang demikian akan cenderung mencari pelarian untuk melampiaskan keinginan dirinya agar lebih dihargai dan lingkungan bernarkoba sangat berpotensi untuk memberi mereka mimpi-mimpi itu. Walaupun tanpa mereka sadari, mereka sedang menuju ke lembah hitam di mana mereka akan sangat sulit untuk keluar lagi.Sebagai anggota keluarga, terutama sebagai orang tua, peran kita akan sangat membantu dalam usaha penanggulangan penyalahgunaan narkoba ini. Keluarga merupakan lingkungan social pertama bagi seorang anak di mana ia menerima semua awal dari perkenalannya terhadap dunia luar. Bahkan keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan sebuah keluarga dalam mendidik anak-anak mereka. Maka dari itu, orang tua juga sudah pasti memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang si anak. Banyak hal yang sebenarnya dapat dilakukan oleh orang tua untuk mendidik agar anak-anak mereka tidak melenceng dari garis lurus norma-norma yang ada, dalam hal ini tidak terjerumus pada jerat narkoba. Sebagai orang tua, kita dapat turut berperan serta dalam usaha meminimalisir kasus-kasus narkoba yang ada di negeri kita dengan banyak cara. Cara yang pertama adalah dengan mengetahui dan mengenali sendiri apa itu narkoba danapa saja bahaya yang dapat disebabkannya. Bukan dengan mencobanya langsung melainkan dengan mencari info sebanyak-banyaknya tentang narkoba sehingga ketika kita memberi pengetahuan pada anak-anak kita, kita sudah dibekali dengan pengetahuan yang cukup.Kemudian, tahap selanjutnya dari usaha penanggulangan penyalahgunaan narkoba yang dapat kita lakukan adalah memberikan pengetahuan yang telah kita dapatkan tersebut kepada anak-anak kita. Walaupun kemungkinan besar anak sudah akan mendapat pendidikan mengenai narkoba di sekolah mereka, namun ada kemungkinan pengetahunan yang mereka terima tidak sepenuhnya. Maka di sinilah peran penting keluarga dan orang tua dalam memberi penjelasan secara menyeluruh dan akan lebih baik lagi jika pengetahuan itu disampaikan dengan cara yang sekiranya anak-anak kita mudah mengerti. Dengan demikian, pengetahuan tentang bahaya narkoba akan lebih tertanam dalam benak mereka.Selanjutnya, usaha penanggulanagan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan memberi larangan pada anak untuk tidak pernah sekalipun mencoba narkoba dalam bentuk apapun. Dari bentuk yang umum saja, rokok dan alcohol. Akan lebih baik lagi jika dari keluarga sendiri juga memberi contoh untuk tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut. larangan tersebut sebaiknya juga dibarengi dengan aturan yang spesifik, konsisten serta masuk akal terutama dalam penetapan hukuman jika si anak melanggarnya. Kita juga dapat menyaring informasi apa saja yang perlu anak ketahui terutama informasi yang mungkin datang dari media televise sehingga mereka tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita criminal, misalnya. Yang terpenting dalam usaha ini adalah, sejak awal kita harus menanamkan pada keluarga kita untuk selalu melakukan pola hidup sehat dan harmonis karena kebanyakan kasus yang ada disebabkan oleh kenakalan remaja yang pada dasarnya diawali dengan keberadaan keluarga yang kurang harmonis. Dengan melakukan hal-hal kecil tersebut, kita sudah berpartisipasi dalam usaha penanggulangan penyalahgunaan narkoba.About these adsShare this:Jenis-jenis Narkoba dan Efeknya BagiPenggunaAugust 13, 2012inspirelifejujubandungJenis-jenis narkoba akan sangat perlu untuk kita ketahui dan untuk kita sosialisasikan mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari obat-obatan tersebut. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Ada banyak jenis narkoba yang sudah banyak beredar saat ini. Setiap jenisnya akan memberikan efek yang berbeda-beda pada penggunanya. Yang pasti, semuanya berbahaya dan sama-sama beresiko tinggi serta dapat berujung pada kematian. Narkoba nayak disalahgunakan penggunaanya karena efek kenikmatan sesaat yang diberikannya. Pada umumnya, di awal seseorang menggunakan obat-obatan tersebut, ia akan mengalami seolah ia terlepas dari beban hidup yang selama ini ia hadapi. Ada juga jenis obat yang memberi sensasi energy yang berlebih sehingga si pengguna tidak mudah merasakan lelah. Jenis yang seperti ini biasanya digunakan oleh mereka yang sangat sibuk, bahkan ada pula beberapa atlit yang menggunakannya. Walaupun ada kenikmatan yang mereka dapatkan, namun itu hanya akan berlangsung sesaat. Selebihnya, mereka akan mendapati maut menunggu mereka.Sebenarnya sebagian dari obat-obatan tersebut memang dapat memberikan manfaat bagi manusia, bahkan ada beberapa yang digunakan dalam bidang kedokteran. Namun, obat-obatan tersebut akan memberikan manfaat hanya jika digunakan dalam dosis dan takaran yang benar. Lain halnya jika disalahgunakan. Yang akan kita dapat adalah dampak negative yang akan sangat merugikan, baik itu bagi kesehatan, mental, maupun kehidupan social kita. Mengingat dampak yang akan diberikan berbeda pada tiap jenis-jenis narkoba, maka kita perlu mengetahui secara lebih mendalam tentang hal tersebut. adapun jenis-jenis obat-obatan tersebut anatara lain adalah Morphine, shabu, ganja, acid, ketamine, inhalant, pil BK, Heroin, getah ganja, liquid ecstasy, ecstasy, putaw, Robo-trip, Cocaine, Caffeine, Amphetamine, serta Alcohol.Setiap jenis-jenis narkoba tersebut pada dasarnya memiliki kegunaan yang bermanfaat bagi tubuh manusia jika digunakan sesuai dosis dan aturannya. Jika digunakan secara berlebih, maka akan ada efek samping yang dapat mengakibatkan kematian pada akhirnya. Contohnya saja Morphine. Morphine sesungguhnya digunakan dalam dunia kedokteran untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit pada saat oprasi. Biasanya getah dari Morphine akan dioleskan pada pisau bedah sehingga pasien tidak begitu merasakan sakitnya sayatan operasi pada tubuhnya. Selain itu, Morphine juga sering digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan roti karena memiliki kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 yang cukup tinggi. Namun, penggunaannya saat ini telah disalahgunakan sehingga dapat membuta penggunanya menjadi lupa sejenak akan masalah yang sedangdihadapinya.namunefek itu hanya akan berlangsung sesaat. Yang akan lebih parah adalah resiko dari kecanduan Morphine itu sendiri.Efek serupa juga dapat dirasakan dari penggunaan shabu. Pengguna shabu akan merasakan hilangnya rasa sakit pada penyakitnya. Selain itu, si pengguna juga memiliki keinginan yang sangat besar untuk tidur, bahkan sebagian besar waktunya hanya akan digunakan untuk tidur. Pengguna narkoba jenis ini juga dapat merasakan tambahan energy yang berlebih serta merasakan rasa percaya diri. Biasanya narkoba jenis ini digunakan oleh mereka yang bekerja keras ataupun kurang percaya diri. Itu adalah efek jangka pendek yang akan dirasakan oleh si pengguna shabu. Namun dalam kurun waktu tertentu, pengguna akan mengalami kesulitan berkomunikasi, terlalu sensitive, paranoid serta panik tanpa alasan yang jelas. Masih banyak lagi jenis narkoba serta efek-efek yang akan ditimbulkan. Dengan begitu, kita dapat meminimalisir resiko kecanduan narkoba dengan mengetahui jenis-jenis narkoba.