mpa 360 - september 2016 · pdf file2 mpa 360 / september 2016 dewan redaksi mpa bersama...

Click here to load reader

Post on 02-Mar-2019

303 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1MPA 360 / September 2016

Pondok Pesantren Al-Kaaf MalangAnugerah dari Celah Rumpun Bambu

Monumen Perjuangan Kesaktian Pancasila

Saksi Bisu yang Kusam Berdebu

MI al-Maarif Sukomulyo GresikTaman Asri di atas Batu Paving

KEKEJAMAN PKI Sejarah yang Berdarah-darah

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAPGanti Menteri Bukan Berarti Ganti Program

ISS

N :

0215

-328

9N

o. 3

60 /

DZU

L Q

oD

AH

- D

ZUL

HIJ

JAH

143

7 H

/ S

EP

TEM

BE

R 2

016

/ TH

. XX

XI

2 MPA 360 / September 2016

Dewan Redaksi MPA bersama Kasubbag TU Kankemenag Magetan menjelang napak tilas situs Tragedi PKI 1948 di Magetan.

Dewan Redaksi MPA bersama Panglima FAK RI (depan)di situs sejarah Sumur Cigrok.

Dewan Redaksi MPA saat beradadi situs sejarah Sumur Soco.

BIDIKAN DEPAN_Dewan Redaksi MPA bersamaPengasuh Pesantren Cokrokertopati (Komplek PSM) Takeran.

Dewan Redaksi MPA saat mendengarkan keterangan juru kunci manumen kesaktian Pancasila di desa Rejosari (dulu lokasi Pabrik Gorang-gareng).

Dewan redaksi MPA saat mengunjungi situs sejarah Tragedi PKI 1948 di Sumur Mbatokan Ngariboyo Magetan pada 13 Agustus 2016.

3MPA 360 / September 2016

Media inforMasi, koMunikasi, dan edukasi, kantor Wilayah keMenterian agaMa

Provinsi JaWa tiMur

MPA 360 /SEPTEMBER 2016

PemimPin UmUm:H. Mahfudh Shodar

Wakil PemimPin UmUm/PemimPin Redaksi:

H. Mustain

Wakil PemimPin Redaksi:H. Ramin Abd. Wahid

staf ahli:H. Husnul Maram, H. Ach. Faridul Ilmi, H. Supandi, H. Masud, H. M. Syakur,

H. M. Fachrur Rozi

deWan Redaksi:H. Ramin Abd. Wahid, H. Abd. Hadi AR

H. Athor Subroto, H. Hartoyo H. Ahmad Husein AR

sekRetaRis Redaksi:Machsun Zain, Syaikhul Hadi

BendahaRa:Ahmad Hidayatullah

staf: Khusnul Khotimah

distRiBUsi/tata Usaha:Husnul Khotimahstaf: Sukardjito

litBang:Hj. Hikmah Rahman

staf Redaksieditor:

Choirul Mustofa Reporter:

M. Hisyam, Suprianto, Dedy Kurniawan Anni Athiah dan Feri Ariya Santi

design-layout: Muhammad Munib

Ilustrator:M. Tajudin Nurcholis

korektor: Rasmanna Rahiem

khoththot: M. Midzhar

koResPonden:Berkedudukan di setiap Kankemenag

Kab/Ko se-Jawa Timur.

alamat Redaksi:Jl. Raya Juanda No. 26 Sidoarjo,

Telp. 031 - 8680490, Fax. 031 - 8680490

e-mail: [email protected]

diteRBitkan oleh:Kantor Wilayah Kementerian Agama

Provinsi Jawa Timur.

dicetak oleh:PT. Antar Surya Jaya,

Jl. Rungkut Industri III/68 & 70 SIER Surabaya,Telp. (031) 8475000 (2200-2203)

Fax. : 031-8470600Isi di luar tanggung jawab percetakan

Pembaca setia, untuk mempersiapkan Lensa Utama edisi September ini, kami sengaja melakukan napak tilas ke Magetan. Sebab di sana terdapat tujuh sumur tua yang digunakan PKI untuk membantai orang-orang yang tak seideologi dengannya. Sumur-sumur pembantaian itulah, yang merupakan bukti nyata bahwa kebiadaban PKI benar-benar terjadi dan nyata.

Sehabis shalat Shubuh kami berangkat menuju Magetan. Sampai di sana sekitar pukul 09.30 Wib. Pejabat dan staf di Kemenag Kab. Magetan terlihat sangat siap menyambut kedatangan kami. Setelah menyantap hidangan dan ngobrol-ngobrol sebentar, kamipun segera diantar untuk berkeliling ke enam tempat.

Pertama kali yang kami kunjungi, adalah pondok pesantren Ath-Thohirin Mojopurno. Sebab Kiai Soelaiman Zuhdi Affandi. pengasuh Pesantren tersebut, termasuk Kiai yang dibantai PKI secara keji. Kamipun berhasil mewawancari Kiai Ahyarul Umam (putera Kiai Soelaiman Zuhdi) dan Gus Bustomi Jauhari (pengasuh pesantren Ath-Thohirin dan cucu Kiai Soelaiman Zuhdi).

Dari sana kami langsung menuju ke pedukuhan Mbatokan, desa Banjarejo. Ada 16 orang yang dibunuh dan dikubur di sini. Keterangan yang diberikan H. Bandi dan H. Sarbani, sesepuh desa dan warga asli Mbatokan, sangat membantu kami dalam menyusun laporan. Hasilnya kami rangkum dengan keterangan Siti Mahmudah, S.Pd (Kepala MI Banjarejo) dan Wagimun AW, M.Pd.I selaku Panglima Front Anti Komunisme (FAK) RI.

Lalu kami bertandang ke sumur tua di desa Cigrok kecamatan Kenongomulyo. Beriring air hujan yang tiada henti kami memasuki kawasan makam ini. Letaknya memang agak menjorok ke dalam, berada di penghujung sebuah perkampungan yang sepi. Dari sini kami lanjutkan ke Monumen Perjuangan Kesaktian Pancasila, letaknya tak jauh dari pabrik gula Gorang-gareng. Pada prasasti tertulis secara jelas nama 23 korban kekejaman PKI dan ditambah 114 orang yang namanya tak tertulis.

Baru setelah itu, kami bertandang ke Pesantren Takeran menemui KHM. Sajid Zuhdi Tafsir (Pengasuh ponpes Salafiyah Cokrokertopati Takeran). PKI berhasil menculik 14 orang pengasuh dan ustadz dari Pesantren Takeran. Napak tilas kami akhiri di sumur tua Soco Kecamatan Bendo. Di sinilah tempat pembantaian besar-besaran yang dilakukan PKI.

Pembaca setia, kami berharap Anda membaca sepenuhnya hasil laporan ini. Harapan kami, dengan mengetahui sejarah berdarah PKI 1948, kita menjadi waspada dan berusaha membentengi generasi penerus bangsa ini dari ideologi Komunis yang licik, kejam dan biadab!

Enterpreneurship - --------------------- 4Teropong ------------------------------- 5Lensa Utama --------------------------- 6Cahaya Hati ---------------------------- 18Agama ---------------------------------- 20Lensa Khusus --------------------------- 28Tafsir Maudlui ------------------------- 24Bilik Santri ----------------------------- 26Taaruf ---------------------------------- 34HUT MPA KE-46 --------------------- 36

Edukasi --------------------------------- 40Serambi Madrasah --------------------- 42Khotbah -------------------------------- 44Syifa ------------------------------------ 46Lintas Peristiwa ------------------------ 50Annisa --------------------------------- 58LAA Remaja ---------------------------- 59Cerpen ---------------------------------- 60Sahabat --------------------------------- 64Dunia Islam ---------------------------- 66

4 MPA 360 / September 2016

Bisnis sambal Cumi yang rasanya nagihi

Berawal dari liburan inilah, mereka berempat sepakat untuk membuat bisnis baru berupa produk Sambal Cumi, dibawah usaha bersama bernama Monsterchilli; walaupun sebenarnya mereka sudah punya usaha pribadi masing-masing yang berbeda. Arsy ditunjuk sebagai CEO, sedang Indi, Iqbal, dan Mega sebagai CMO. Sebelum meluncurkan produk sambal itu, mereka sempat bereksperimen dengan menggunakan bahan baku ikan cumi yang tersedia di pasaran, mulai dari cumi basah sampai cumi kering. Tetapi rasanya, tidak bisa menyamai cita rasa sambal cumi yang mereka santap ketika liburan. Setelah melakukan riset lebih lanjut, ternyata untuk mendapatkan cita rasa yang sama tidak ada pilihan lain kecuali harus menggunakan cumi teluk yang ada di Lampung. Akhirnya, mereka harus mendatangkan bahan baku cumi dari Lampung. Bukan hanya itu, sambal itu juga menggunakan bahan baku bawang merah dari Brebes, karena memiliki rasa enak di lidah. Menurut Arsy, dari struktur biaya produksi, ongkos bahan baku Sambal Cumi, memang cukup mahal karena harus didatangkan dari luar Yogya. Tetapi justru inilah kelebihannya, karena bahannya berkualitas.

Setelah semua siap, produk perdana yang ber-label Sambal Cumi Sadis (sadis singkatan dari pedas abis), diluncurkan pada Juli 2015, bertepatan saat Ramadhan, sebanyak 20 botol. Tak terduga, dalam waktu singkat sambal terjual habis. Rupanya, cita rasa sambal cumi cukup menarik perhatian konsumen. Terbukti tahap berikutnya langsung mendapatkan pesanan sebanyak 200 botol. Arsy mengaku sempat kewalahan dalam memenuhi pesanan tersebut dan ternyata karena kurang pengalamam, maka bukan untung yang diperoleh tetapi malah mengalami kerugian sebesar Rp. 6 juta. Sebab, meproduksi sambal untuk skala kecil dan besar prosesnya berbeda. Apalagi, mereka juga harus bisa mempertahankan cita

rasa sambal tersebut. Saat memasak sambal dengan menggunakan panci besar, ternyata prosesnya beda, takarannya beda, dan besaran apinya juga beda. Saat itu juga kami belajar, kata Arsy. Sambal Cumi Sadis, dikemas dalam bentuk botol kaca dan telah melewati proses pasteurisasi sehingga steril dan terjaga cita rasanya. Satu botol sambal dibanderol dengan harga Rp.55. 000.- ; dan bisa tahan sampai jangka waktu 3 bulan jika disimpan di suhu ruangan. Sedangkan bila disimpan dalam kulkas bisa tahan sampai 6 bulan.

Sejauh ini, penjualan sambal tersebut masih menggunakan media sosial di instagram, reseller, dan pameran. Saat ini, Sambal Cumi Sadis sudah memiliki reseller yang tersebar di Bandung, Jakarta, lampung, Balikpapan, Samarinda, dan Tulung Agung, kata Arsy. Produk makanan pedas yang dijual di pasaran biasanya dibuat dengan level-level kepedasan tertentu. Sambal Cumi Sadis, tidak menerapkan level tersebut agar tetap autentik. Meski demikian, sambal cumi buatannya dijamin dapat memenuhi hasrat konsumen pecinta pedas, tambahnya.

Seiring dengan perjalanan waktu, sambal cumi produksi Monsterchilli semakin dikenal konsumen. Dalam satu bulan bisa menjual sekitar 500 botol, dengan omzet mencapai Rp. 25 juta dari modal patungan Rp.2 juta-an per orang. Awalnya, proses produksi dilakukan di Lampung. Tapi karena rantai distribusinya terlalu panjang, Arsy dan temannya sepakat untuk memindahkan proses produksi ke Yogya. Dalam tempo setahun, Monsterchilli, sudah mengeluarkan 2 produk, yaitu Sambal Cumi Sadis (pedas abis) dan Sabal Cumi Sadar (sadar singkatan dari pedas standar). Sambal Cumi Sadar, diproduksi atas permintaan konsumen yang berusia diatas 40 tahun. Karena ban