modul mektan 2

Download Modul Mektan 2

Post on 20-Oct-2015

197 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Modul mektan 2

TRANSCRIPT

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Hand Boring 1

    07 Hand Boring

    7.1. PENDAHULUAN

    7.1.1. Maksud dan Tujuan Percobaan :

    Untuk memeriksa karakteristik tanah secara visual mengenai warna, ukuran butiran, dan jenis tanah.

    Untuk mengambil contoh tanah undisturbed yang akan digunakan dalam praktikum selanjutnya.

    7.1.2. Alat dan Bahan :

    Auger Iwan 2 buah batang dan 1 buah kepala pemutar Batang pemegang Kunci Inggris Socket Tabung 2 buah Palu dan kepala pemukul Beberapa kantong plastik Lilin Oli

    7.1.3. Teori Singkat

    Dalam percobaan ini diambil contoh tanah terganggu (disturbed sample)

    dan contoh tanah tidak terganggu (undisturbed sample).

    Disturbed sample adalah contoh tanah yang diambil tanpa ada usaha yang

    dilakukan untuk melindungi struktur asli tanah tersebut. Undisturbed

    sample adalah contoh tanah yang masih menunjukkan sifat asli tanah.

    Contoh undisturbed ini secara ideal tidak mengalami perubahan struktur,

    kadar air, dan susunan kimia. Contoh tanah yang benar-benar asli tidak

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Hand Boring 2

    mungkin diperoleh, tetapi untuk pelaksanaan yang baik maka kerusakan

    contoh dapat dibatasi sekecil mungkin.

    Tabung yang dipakai untuk mengambil contoh tanah undisturbed harus

    memenuhi ketentuan :

    2 21 2

    21

    100% 10%D DD (7.1)

    dimana :

    D1 = diameter tabung bagian dalam

    D2 = diameter tabung bagian luar

    7.2. PROSEDUR PRAKTIKUM

    7.2.1. Persiapan Praktikum :

    a. Semua alat-alat praktikum disiapkan.

    b. Menentukan titik pengeboran dan membersihkan permukaan tanah dari

    rumput dan batuan.

    7.2.2. Jalannya Praktikum :

    a. Memasang auger Iwan pada batang bor dan diletakkan di titik bor.

    b. Memutar bor searah jarum jam sambil dibebani. Batang bor

    diusahakan tetap tegak lurus.

    Gambar 7.1. Proses pembuatan lubang hand boring

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Hand Boring 3

    c. Memasukkan auger Iwan sampai kedalaman 30 cm, lalu ambil contoh

    tanah dan dimasukkan dalam kantong plastik.

    Gambar 7.2. Proses pemasukan auger Iwan

    d. Pada kedalaman 1 m auger Iwan diganti dengan socket dan tabung,

    lalu pasang kepala pemukul dan dipukul dengan palu.

    Gambar 7.3. Proses pemukulan tabung Hand Boring

    e. Setelah tabung penuh, tabung diangkat kembali, dilepas, dan

    kemudian kedua permukaan tabung ditutup dengan lilin. Contoh yang

    didapat adalah contoh tanah tak terganggu.

    f. Memasang kembali auger Iwan lalu meneruskan pemboran sampai

    kedalaman 2 m.

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Hand Boring 4

    g. Setelah sampai kedalaman 2 m, kembali auger Iwan diganti dengan

    tabung dan socket untuk mengambil contoh tanah undisturbed yang

    kedua.

    7.3. HASIL PRAKTIKUM

    Dari sampel tanah yang diambil, maka tanah secara visual dapat

    diklasifikasikan sebagai berikut : (hanya contoh)

    Kedalaman (m) Jenis Tanah Warna Uraian0,00 - 5,00 Lempung Kelanauan Cokelat Gelap Berbutir agak halus5,00 - 6,00 Lempung Kelanauan Cokelat Muda Berbutir agak kasar

    7.4. KESIMPULAN

    1. Hand Boring digunakan untuk mengetahui karakteristik tanah secara

    visual.

    2. Jenis tanah pada pemboran ini umumnya adalah silty clay (lempung

    kelanauan) berwarna coklat.

    3. Kesalahan yang terjadi umumnya karena :

    Runtuhnya tanah akibat pemboran yang tidak tegak lurus. Pada pengambilan contoh tanah undisturbed, tabung dipukul

    dengan palu sampai kedalaman yang melebihi panjang tabung

    sehingga contoh tanah di dalamnya menjadi lebih padat.

    7.5. REFERENSI

    1. Bardet, Jean-Pierre. 1997. Experimental Soil Mechanics. New Jersey:

    Prentice-Hall, Inc.

    2. Bowles, Joseph E. 1989. Sifat-Sifat Fisis Dan Geoteknis Tanah. Edisi

    Kedua. trans. Johan K. Hainim. Jakarta: Erlangga.

    3. Craig, R.F. 1994. Mekanika Tanah. Edisi Keempat. trans. Budi Susilo S.

    Jakarta: Erlangga.

    7.6. LAMPIRAN

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Hand Boring 5

    1. Contoh Profil Bor Log

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Sondir 1

    08 Sondir

    8.1. PENDAHULUAN

    8.1.1. Maksud dan Tujuan Percobaan :

    Untuk mengetahui tahanan konus (end bearing) dan hambatan lekat tanah

    pada kedalaman tertentu, sehingga dapat dihitung daya dukung tanahnya.

    8.1.2. Alat dan Bahan :

    Alat Sondir (Hydraulic Dutch Penetrometer) Manometer 2 buah, berkapasitas 0 60 kg/cm2 dan 0 250 kg/cm2 Pipa sondir lengkap dengan pipa dalamnya Biconus standar dengan luas konus 10 cm2 dan luas mantel 150 cm2 Angkur 2 buah lengkap dengan penguncinya Besi kanal 4 buah Kunci Inggris Oli, kuas, lap, dan castrolie

    8.1.3. Teori Singkat

    Rumus yang digunakan :

    ( ) ( )Ft qt Fc qc Fm f

    Ft qt Fc qcf

    Fm

    = + = (8.1)

    dengan memasukkan nilai - nilai Fm, Ft, dan Fc akan didapat :

    10 10110

    11

    qt qcfs

    qt qcfs

    ==

    (8.2)

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Sondir 2

    dimana :

    Ft = Fc = luas penampang bikonus (10 cm2)

    qt = tekanan tanah total yang terbaca pada manometer akibat tekanan

    konus dan friksi (kg/cm2)

    qc = tekanan konus yang terbaca pada manometer (kg/cm2)

    Fm = luas mantel bikonus (110 cm2)

    Hambatan Pelekat (HP) :

    HP l f= (8.3) dimana :

    l = panjang lekatan = 20 cm (sondir ditekan tiap 20 cm)

    Jumlah Hambatan Pelekat (JHP) :

    JHP fi li= (8.4)

    8.2. PROSEDUR PRAKTIKUM

    8.2.1. Persiapan Praktikum :

    a. Dibuat lubang bujur sangkar dengan ukuran 30 cm sisinya dengan

    kedalaman 20 cm atau sampai kedalaman dimana tidak dijumpai lagi

    lapisan yang mengandung akar tanaman.

    b. Angkur dipasang pada dua sisi dimana alat sondir akan ditempatkan.

    Gambar 8.1. Proses pemasangan angkur (kiri) dan angkur yg telah

    terpasang (kanan)

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Sondir 3

    c. Mesin sondir diletakkan lalu dipasang baja kanal sebagai penahan agar

    alat tidak terangkat atau goyang.

    d. Kedua manometer diset nol.

    e. Konus diperiksa, pipa sondir dan pipa dalamnya diberi oli agar lancar.

    8.2.2. Jalannya Praktikum :

    a. Konus dihubungkan dengan rangkaian pipa dan pipa dalamnya lalu

    dipasang pada alat sondir.

    Gambar 8.2. Proses pemasangan konus pada alat sondir

    b. Alat sondir diputar secara manual sehingga menekan rangkaian konus

    dan pipa menembus tanah sampai kedalaman 20 cm.

    c. Alat dikunci dan dilakukan pembacaan pada manometer.

    d. Bila pembacaan sudah mencapai nilai yang lebih besar dari 50 kg/cm2,

    pembacaan dilakukan pada manometer besar dengan cara mengunci

    manometer kecil dan membuka manometer besar, kemudian dilakukan

    pembacaan kembali.

    e. Pembacaan dihentikan bila nilai qc telah mencapai harga 250 kg/cm2.

    8.3. PENGOLAHAN DATA

    Contoh perhitungan data :

    Untuk h = 20 cm; qc = 20 kg/cm2; qt = 38 kg/cm2 = = = 238 20 1,636 /11 11

    qt qcfs kg cm

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Sondir 4

    = = = 220 1,636 32,727 /HP l fs kg cm = + = 20 32,727 32,727 /JHP kg cm = = =

    1,636100% 100% 8,182%

    20fs

    FRqc

    Untuk h = 40 cm; qc = 34 kg/cm2; qt = 50 kg/cm2 = = = 250 34 1,455 /11 11

    qt qcfs kg cm

    = = = 220 1,455 29,091 /HP l fs kg cm = + = 232,727 29,091 61,818 /JHP kg cm = = =

    1,455100% 100% 4,278%

    34fs

    FRqc

    8.4. KESIMPULAN

    Dari hasil praktikum tanah dapat diklasifikasikan berdasarkan buku

    Mekanika Tanah karangan Ir. V. Sunggono K. H. sebagai berikut :

    Tabel 8.1. Klasifikasi tanah untuk hasil sondir (karangan Ir. V. Sunggono K.H.)

    qc f Klasifikasi6 - 10 0,01 - 0,1 Lumpur, lempung sangat lunak

    0,2 Pasir kelanauan lepas, pasir sangat lepas0,2 - 0,6 Lempung lembek, lempung kelanauan lembek

    10 - 30 0,1 Kerikil lepas0,1 - 0,4 Pasir lepas0,4 - 0,8 Lempung atau lempung kelanauan0,8 - 2,0 Lempung agak kenyal

    30 - 60 10 Pasir kelanauan, pasir agak padat10 - 30 Lempung kelanauan kenyal

    60 - 150 10 Kerikil kepasiran lepas10 - 30 Pasir padat, pasir kelanauan/lempung padat

    Kerikil kelempungan> 30 Lempung kekerikilan kenyal

    150 - 300 10 - 20 Pasir padat, pasir kekerikilan padatPasir kasar, pasir kelanauan padat

    Dari daftar ini dapat diperkirakan bahwa lapisan tanah pada percobaan

    adalah:

  • Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    Modul Praktikum Sondir 5

    Kedalaman, m : Jenis Tanah0 - 6 Lempung6 - 10 Lempung agak kenyal10 - 13 Lempung

    13 - 15,60 Lempung agak kenyal

    Kesalahan pada percobaan ini kemungkinan terjadi karena :

    1. Kesalahan pada saat pembacaan manometer.

    2. Penekanan batang