makalah mejik - kasus 5 (pt sekar laut)

36
Makalah Kasus 5 Manajemen Stratejik Home Group 5 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2013

Upload: komangsanthi

Post on 26-Nov-2015

588 views

Category:

Documents


2 download

DESCRIPTION

sekar laut case M anajemen Strategik

TRANSCRIPT

Makalah Diskusi

PT Sekar Laut Tbk :Global Expansion in The Challenging Food IndustryMakalah Kasus 5Manajemen StratejikHome Group 5

Statement of AuthorshipKami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan menggunakannya.Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.NamaNPMTandatangan

Adelin Anindya1106019451

Kadek Ayu Dani Astari1106003850

Dewi Ahut M. Sibuea1106008800

Eva Apriliani1106015680

Hadiati Nurul Dzulkaidah1006691061

Stephanus Wicardo1106060690

Syalomiel Winka S1106075723

Mata ajaran: Manajemen StratejikJudul makalah/tugas: Makalah Kasus 5 (PT. Sekar Laut)Tanggal: Rabu, 27 Nopember 2013Dosen: Basuki M. MuklishPT Sekar Laut Tbk.Global Expansion in The Challenging Food Industry

REVIEW KASUSProfil PerusahaanPT Sekar Laut Tbk berawal dari usaha yang bergerak di bidang perdagangan produk kelautan di Kota Sidoarjo, Jawa Timur pada 1966 dan berkembang menjadi usaha krupuk udang tradisional (industri rumah tangga) menjadi perusahaan penghasil krupuk. Sekar Laut menjadi perseroan terbatas pada 19 Juli 1976 dan baru terdaftar resmi di Departemen Kehakiman RI pada 1 Maret 1978. Visi yang dimiliki oleh Sekar Laut adalah membuat komunitas dunia lebih mengetahui akan produk-produk makanan dengan kualitas produk bagus, sehat, dan bergizi serta mempertahankan posisi sebagai perusahaan nomor satu di bidang industri krupuk. Dan misi yang dibawa yaitu (1) membantu mengolah sumber daya alam (SDA) Indonesia yang berlimpah dengan tujuan untuk menyediakan makanan sehat yang bergizi dan berkualitas, (2) membantu memberi pangan masyarakat seluruh dunia, dan (3) membantu membangun dan meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.ProdukProduk yang diibuat memiliki merek produksi FINNA dengan 40 produk di bawah lisensi Finna dan 30 produk lainnya untuk pangsa luar negeri, serta krupuk udang (shrimp crackers) yang siap didistribusikan ke ritel maupun waralaba. Produk yang dibuat menggunakan bahan alami sehingga menciptakan rasa enak dan menggunakan proses modern sehingga memenuhi standar baik nasional maupun internasional. Berikut adalah lini produk Sekar Laut, yaitu:1. Sekar Laut Finna : kerupuk, emping, tepung, bumbu, saus, sambal, dan bumbu instan.2. Bumifood : bakso, siomay, spring roll, breaded / nugget, puff / dumping, shoestring, dan daging beku.3. Mente, emping4. Produk local lainnya : garam Dolphin, ebi, bumbu-bumbu pelengkap, produk-produk agrikultur, mi, dan sarden5. Produk-produk impor : kecap ikan, sohun cina, bumbu-bumbu dari Thailand, minyak goreng, dan plastik pembungkus makanan.PT Pangan Lestari (Anak Perusahaan)PT Pangan Lestari adalah anak perusahaan dari Sekar Laut yang bergerak di bidang distribusi produk makanan. PT Pangan Lestari memiliki cabang, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, dan Denpasar. PT Pangan Lestari juga bekerja sama dengan perusahaan berskala internasional dan dipercaya untuk memegang keagenan dari produk-produk ekslusif, seperti minyak di Singapura, rol film di Prancis, saos makanan di Thailand, vermiseli (sohun) di Cina, popcorn di Amerika Serikat dan Argentina, french fries (kentang goreng) di Amerika Serikat, seasoning mixes di Thailand, serta biskuit di Malaysia. Sekar Laut memiliki 99,99% saham Pangan Lestari.Pemasaran Sekar LautPada 2010, Sekar Laut mengalami peningkatan volume ekspor dari pangsa pasar terbesar di Inggris dan Belanda dimana penyerapan hasil produksi seimbang 50:50. Fasilitas PerusahaanPerusahaan memiliki sistem terpadu dengan program terkontrol untuk membuat adonan, pembentukan, pengukusan, dan pendinginan. Perusahaan juga memiliki sistem terpadu unit pengirisan, pengeringan, penimbangan, dan pengepakan. Perusahaan memiliki pipa tunggal dan kembar SMC guna untuk pengepakan dan penimbangan.KInerja Bisnis dan Pengembangan Usaha Sekar LautUntuk peningkatan kinerja bisnis, Sekar Laut merencanakan untuk melakukan investasi pada 2011 berupa penambahan kapasitas cold storage, peremajaan beberapa armada pengiriman, serta pembangunan gedung litbang dengan total dana US$1,6 juta.

Kinerja Keuangan Sekar Laut Target Pertumbuhan Kinerja Sekar LautSekar Laut mencetak penurunan laba pada Kuartal I-2011 sebesar 57% Rp897,09juta disbanding 2010 karena banyak terdapat beban baik beban pajak maupun pajak lain-lain. Pendapatan perusahaan juga turun 4,2% pada kuartal I-2011 menjadi Rp80,62M dibanding periode sama pada 2010. Sekar Laut pada 2010 tidak berencana membagikan deviden. Pada 2010, Sekar Laut mencatat penjualan sebesar 13,7% menjadi Rp314M disbanding 2009. Target pertumbuhan laba bersih pada 2011 mengalami peningkatan sebesar 10% dari tahun 2010 atau senilai Rp5,28M.Ventura Bersama : Langkah Awal Ekspansi Bisnis PT Sekar LautJoint Venture yang dilakukan dengan perusahaan asala Korea Selatan, CJ Cheiljedang Corporation akan mendorong peningkatan penjualan perusahaan yang ditargetkan naik 10% menjadi 345M pada 2011 dibandingkan 2010. Ventura bersama tersebut ditujukan untuk membangun dua anak perusahaan di Sidoarjo Jawa Timur, yaitu PT Sekar Cheiljedang Manufacturing yang memproduksi tepung bumbu dan saus serta PT Cheiljedang Lestari Distrindo sebagai perusahaan di bidang distribusi.Tantangan Industri Makanan dan Minuman Tahun 20111. Belum sinerginya peraturan perpajakan dan retribusiKesulitan dihadapi oleh industri dalam negeri untuk mendapakan bahan baku produksi, yaitu: Bea masuk bahan baku yang tinggi Adanya kenaikan beas masuk bahan baku Kebijakan ppemerintah terus membatasi impor bahan baku2. Tingginya harga bahan baku dan kemasan3. Kebijakan energi nasional4. Keterbatasan infrastruktur5. Masih tingginya suku bunga kredit / pinjaman di Indonesia

ANALISA KASUSA. PEMASARAN PT SEKAR LAUTPemasaran Dalam NegeriPemasaran dan distribusi produk Sekar Laut di seluruh Indonesia yang merupakan 50% dari total penjualan, dipegang oleh anak perusahaannya, PT. Pangan Lestari sebagai distributor tunggal. Sekar Laut memiliki banyak cabang dan agen yang tersebar di Indonesia. Cabang tersebut antara lain terdapat di Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, dan lain-lain. Adapun agen-agen Sekar laut terdapat di Medan, Padang, Samarinda, Manado, Ambon, Jayapura, dan lain-lain.PT Sekar Laut terus melakukan pengembangan dan memperkuat produk diversifikasi. Perusahaan ini juga semakin menguasai di bidang industri roti untuk bahan burger atau disebut burger bun. PT Sekar Laut mendapatkan kepercayaan dari grup restoran siap saji nasional. Saat ini bisnis roti itu sudah menyuplai kebutuhan grup A&W secara nasional yang mencapai 232 outlet. Selain itu mereka juga sudah dipercaya memenuhi kebutuhan Burger King dan Mc Donald.Pada tahun 2012 jumlah produksi meningkat menjadi 38 ribu biji per hari, dari tahun sebelumnya yang hanya 20 ribu biji per hari. Jika pendekatan pemasaran yang dilakukan bisa terealisasi, maka ditargetkan produksi dan penjualan burger bun PT Sekar Laut bisa mencapai 65.000 biji per hari.Dalam mengembangkan pasar, Finna terus bergerilya ke kota-kota besar di Indonesia: Malang, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Bali. Merek yang diproduksi oleh PT Sekar Laut Tbk. sejak 1966 itu pun melakukan ekstensifikasi produk ke kategori seasoning (bumbu masak instan) seperti saos tomat, sambal, saos sukiyaki, dan bumbu ayam goreng, berbagai macam kacang-kacangan, beragam sambal siap saja seperti sambal terasi, sambal bawang, sambal ijo, sambal uleg dan sambal serba guna; produk makanan ringan, roti, dan sebagainya.Selain pendekatan pemasaran melalui diversifikasi produk, Sekar Laut juga menegaskan pentingnya orang-orang yang qualified dan memiliki jiwa sales dan marketing untuk menempati posisi di divisi pemasaran dan penjualan. Suksesnya pengembangan Finna mungkin karena pengaruh adanya tiga tim marketing & sales-nya, yaitu Tim Marketing Lokal, Tim Marketing Ekspor, dan Tim Sales. Tim Marketing Lokal, bertanggung jawab pada peluncuran produk baru, merancang strategi marketing, hingga market development; product life cycle, product diffrentiation, hingga event, pricing policy, product development, market research, hingga export marketing, marketing communication Finna, dan supporting new product serta supporting market development. Tim Marketing Ekspor, bertanggung jawab meng-handle segala sesuatu tentang export marketing, strategi penetapan harga, perluasan wilayah ekspor, hingga mencari buyer baru, membantu administrasi dan penjadwalan ekspor, serta korespondensi dengan buyer. Tim Sales, bertanggung jawab atas pengembangan produk baru, serta mengembangkan produk baru.Seluruh tim berkoordinasi untuk me-review dan melakukan reporting hasil kinerja selama satu minggu terakhir, dan meng-update perkembangan pasar.Adapun program-program marketing yang pernah diselenggarakan Finna antara lain sebagai berikut; Event Cooking Demo yang mengundang principal dari luar negeri dan menonjolkan chef hot kitchen dan pastry yang dimiliki Open Booth di Mall dan kegiatan-kegiatan outdoor Gebyar Pasar untuk launching produk; ikut serta dalam pameran-pameran seperti Food Hotel Indonesia dan Food Hotel Tourism di Bali Advertising di radio, koran, majalah, tabloid, dan flyer; merchandising; sales promotion seperti bundling product dan program hadiah langsung; sponsorship; hingga digital marketing melalui Website, Facebook, dan Twitter.Seluruh anggota tim pemasaran dan penjualan Finna, katanya, mengoptimalkan kegiatannya untuk mencari ide-ide segar bagi pengembangan perusahaan. Ide-ide segar ini dapat dicetak dengan melakukan kunjungan ke pasar melakukan panel test and sampling, menggelar consumer survey secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan menyebar kuesioner, hingga membuat team discussion dan evaluasi.Pemasaran InternasionalPengembangan pasar Finna tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke wilayah internasional. Sumbangan devisa dari ekspor kerupuk terus meningkat. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekspor per tahunnya meningkat 10-30%.Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat Tim Marketing Ekspor yang melakukan inovasi baru biasanya diperoleh dari saran dan masukan para buyer. Selain untuk memasarkan produk Finna, juga diperlukan pengamatan produk-produk dan strategi kompetitor.Beberapa produsen makanan olahan khas Indonesia ini menembus pasar Asia, Timur Tengah, Amerika dan Eropa. Adapun Provinsi yang cukup aktif mengekspor kerupuknya, yaitu Jawa Timur, disusul kemudian oleh Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan juga Jawa Barat. Dalam sebulan, perusahaan yang berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur ini bisa mengeskpor 250-300 ton kerupuk dari total kapasitas produksinya yang mencapai 700 ton per bulan. Dari beberapa sumber yang kami peroleh, pada tahun 1989 Provinsi Jawa Timur sudah mencatat rekor sebagai pengekspor kerupuk tertinggi dari beberapa provinsi lainnya, yakni mencapai 79% dari total kerupuk udang Indonesia. Waktu itu, negara-negara yang menjadi konsumennya adalah Singapura, Jepang, Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Saudi Arabia, Australia, Belanda, Perancis, dan Jerman. Pada tahun 2010 Jatim mengekspor ke Eropa sebanyak 60%, Amerika sebesar 30% dan 10% sisanya ke berbagai negara di Asia dan Australia.B. FASILITAS PERUSAHAANSekar Laut memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang memadai dan mendukung kegiatan operasional perusahaan. Adapun fasilitas tersebut antara lain, sebagai berikut: Sistem terpadu dengan program terkontrol untuk membuat adonan, pembentukan, pengukusan, dan pendinginan. Sistem terpadu unit pengirisan, pengeringan, penimbangan, dan pengepakan. Mesin penggorengan terpadu dengan kapasitas besar. Mesin penggorengan semi terpadu dan mesin pembuatan bumbu dengan kapasitas menengah. Pipa tunggal SMC, mesin pengepakan dan unit penimbangan. Pipa kembar SMC, mesin pengepakan dan unit penimbangan. Pengepakan manual untuk produk khusus. Laboratorium untuk bahan mentah, pengetesan, dan new product development. UV dan mesin deteksi metal/ Laboratorium R&D untuk pengembangan produk baru dan test.

C. ANALISA SWOT PERUSAHAANBeberapa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang terdapat serta dihadapi PT. Sekar Laut Tbk. Antara lain sebagai berikut:StrengthWeaknessOpportunityTreat

Memiliki fasilitas yang memadai dan mendukung kegiatan operasionalTeknologi produksi yang masih kurangKonsumen berasal dari dalam dan luar negeriMuculnya pesaing dalam industri makanan tersebut

Memiliki tim pemasaran yang kompak Kurang fokus terhadap beberapa segmenSikap negara luar yang baik dalam bekerjasama dengan Sekar LautKebijakan pemerintah yang belum mendukung pertumbuhan industry makanan

Memiliki produk yang terdiferensiasiIndustri makanan dan minuman cenderung stabilTingginya harga bahan baku

Memiliki brand yang cukup terkenalKeterbatasan infrastruktur

Memiliki cabang dan agen yang tersebar di Indonesia

D. KINERJA PERUSAHAAN DAN TARGET PERTUMBUHANReview Singkat Kinerja Bisnis dan Pengembangan Usaha Sekar LautPT Sekar Laut mengalami peningkatan volume ekspor pada tahun 2010, dengan pangsa pasarnya yang terbesar di benua Eropa, yaitu Inggris dan Belanda. Sebesar 50% dari produksi yang dilakukan oleh PT Sekar Laut berhasil diserap oleh pasar ekspor. Pada tahun 2011, diperkirakan PT Sekar Laut akan mengalami pertumbuhan sebesar 10%. Oleh karena itu, untuk mencapai target tersebut, PT Sekar Laut akan menambah cold storage, peremajaan beberapa armada pengiriman, dan pembangunan gedung riset dan pengembangan, yang direncanakan akan menghabiskan dana (capital expenditure) sebesar Rp7 milyar Rp10 milyar.Pada tahun 2011, PT Sekar Laut mengembangkan usahanya dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan CJ Cheiljedang Corporation, perusahaan yang berada di Korea, untuk membuat perusahaan manufaktur makanan (PT Sekar Cheiljedang Manufacturing) dan perusahaan distribusi makanan (PT Cheiljedang Lestari Distrindo), yang rencana direalisasikan Juli 2011. Dari kerjasama ini diharapkan adanya pengembangan teknologi dan produksi, sehingga kualitas produk dapat ditingkatkan dan variasi produk dapat ditingkatkan pula. Investasi yang dibutuhkan untuk kerjasama ini adalah US$1,6 juta, dimana PT Sekar Laut menanggung 50%nya, yaitu sebesar US$800.000 atau Rp7,04 milyar, yang berasal dari dana perseroan. Produk tersebut akan dipasarkan di pasar lokal dan pasar ekspor, dimana pada tahun 2011 difokuskan pada pasar lokal.Kinerja Keuangan Sekar LautDikarenakan adanya beban pajak kini dan beban lain-lain, juga penurunan pendapatan perusahaan, Sekar Laut mengalami penurunan laba bersih pada kuartal I-2011 sebesar 57% menjadi Rp897,09 juta, bila dibandingkan dengan kuartal I-2010. Beban pajak kini perusahaan tidak terjadi pada tahun 2010, sedangkan pada 2011 beban ini sebesar Rp573 juta. Pada tahun 2011 pun terjadi kenaikan beban lain-lain yaitu sebesar Rp201 juta, tidak seperti yang dialami tahun 2010 yang memiliki pendapatan lain-lain sebesar Rp66,2 juta. Pendapatan perusahaan pada 2011 mengalami penurunan dari 2010, yang awalnya Rp80,62 milyar di tahun 2010, menjadi Rp77,23 miliar. Meskipun begitu, perusahaan mampu menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 7,5%, sehingga laba kotor perusahaan meningkat sebesar 11,7%, dan laba usaha perusahaan meningkat sebesar 91,5%, bila dibandingkan dengan tahun 2010.Pada tahun 2010, Sekar Laut tidak berencana membagikan dividen. Hal ini disebabkan karena perusahaan masih memenuhi ketentuan anggaran dasar untuk mencadangkan laba ditahan, dimana cadangan tersebut sebesar 20% dari modal yang disetor; dan juga karena perusahaan masih membutuhkan dana untuk memperkuat modal kerja perusahaan.Sekar Laut mencatat kenaikan penjualan sebesar 13,7% pada tahun 2010, bila dibandingkan dengan tahun 2009, yang disebabkan karena peningkatan permintaan pasar ekspor dan dalam negeri. Kenaikan ini memberikan kontribusi sekitar 3% terhadap pertumbuhan penjualan dan dibawah 1% terhadap laba operasional.Untuk menunjang pertumbuhan penjualan dan efisiensi kerja, Sekar Laut ingin memperbaiki dan membangun sarana riset dan pengembangan untuk lebih menunjang peningkatan kualitas dan pengembangan produk baru, serta perbaikan dan peningkatan fasilitas operasional anak perusahaan.Tabel 1. Ikhtisar Kinerja Keuangan Sekar Laut Periode 2006 2010 (dalam jutaan rupiah)20062007200820092010

Cash and cash equivalent 6.764 7.095 12.852 10.025 5.216

Receivable 30.245 45.023 42.706 30.333 37.549

Inventories 24.916 28.283 43.549 45.384 49.618

Current assets 64.303 81.985 100.654 87.916 94.511

Fixed assets 25.853 90.511 91.598 99.534 97.002

Other assets 1.425 - - - -

Total assets 94.770 182.697 201.003 196.186 199.375

Current liabilities 36.920 53.552 59.029 46.512 49.094

Long term liabilities 34.306 32.748 41.306 36.203 31.976

Total liabilities 71.226 86.300 100.335 82.715 81.070

Total revenues 193.928 237.050 313.125 276.312 314.145

Expenses 154.849 195.974 256.226 223.898 252.082

Gross profit 39.079 41.076 56.899 52.414 62.063

Operating expenses 36.671 42.209 49.809 50.706 56.337

Operating profit 2.408 (1.133) 7.090 1.708 5.726

Other income (expenses) 2.338 3.199 277 10.703 447

Income before tax 4.746 2.066 7.367 12.411 6.173

Net income 4.637 5.742 4.271 12.803 4.833

Sumber: Laporan Keuangan PT Sekar Laut Tbk., 2010

Kinerja Produk Sekar LautSekar Laut memiliki 99,99% saham dari Pangan Lestari, dimana perusahaan tersebut menjadi kontributor utama pendapatan usaha Sekar Laut. Pendapatan dari Sekar Laut, sebesar 63% disumbangkan ke Pangan Lestari. Di tahun 2010, Sekar Laut mengalami peningkatan penjualan barang dagangan sebesar 8% menjadi Rp224 milyar, sehingga memberikan kontribusi pendapatan perusahaan dari segmen barang dagangan sebesar 46% dengan pertumbuhan rata-rata 12% per tahun, di periode 2006 2010.Di segmen saus, Sekar Laut mengalami peningkatan pendapatan sebesar 45% di periode 2006 2007. Namun, terjadi penurunan pendapatan sejak tahun 2008 sampai dengan 2010. Dengan didirikannya PT Sekar Cheiljedang Manufacturing yang merupakan hasil ventura bersama Cheiljedang Korea, diharapkan adanya pendapatan lebih besar dari segmen saus di tahun-tahun berikutnya.Target Pertumbuhan Kinerja Sekar LautMenurut paparan dari John Gozali, Direktur Keuangan Sekar Laut, perusahaan menargetkan penjualan pada tahun 2011 meningkat sekitar 10%, yaitu sebesar Rp5,28 milyar, bila dibandingkan pada tahun 2010, yaitu Rp4,8 milyar. Hingga kuartal I-2011, penjualan bersih yang telah dilakukan Sekar Laut adalah sebesar Rp77,2 milyar, dengan laba sebesar Rp900 juta.Kinerja perusahaan akan meningkat baik di sisi pasar ekspor maupun domestik. Tinggal bagaimana perusahaan rajin melakukan inovasi untuk membidik potensi pasar yang ada. Saat ini perusahaan mengembangkan pasar berbagai jenis makan, dimulai dari komoditas primer hingga produk olahan.

E. VENTURA BERSAMA DAN TANTANGAN YANG DIHADAPIVentura BersamaDalam rangka kegiatan pengembangan usaha, kesepakatan telah dibuat oleh Sekar Laut dengan perusahaan dari Korea, CJ Cheiljedang Corporation. Sekar Laut membentuk perusahaan baru dibidang manufaktur makanan (tepung bumbu dan saus), PT Sekar Cheiljedang Manufacturing dan perusahaan distribusinya PT Cheiljedang Lestari Distrindo. Rencana ini terealisasi pada Juli 2011. Direktur Keuangan mengharapkan ventura bersama ini dapat mendorong peningkatan penjualan yang ditargetkan naik 10% menjadi Rp345 miliar pada 2011. Total Investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana ini adalah US$ 1,6 juta atau setara dengan Rp14,2 miliar saat itu. Kedua perusahaan akan membagi rata besar investasi yang mereka harus berikan. Sumber dana yang akan dikeluarkan Sekar Laut diperoleh dari kas internal. Hingga kuartal pertama tahun 2011, posisi kas dan setara kas Sekar Laut mencapai Rp7,05 miliar. Sedangkan untuk komposisi kepemilikan saham untuk Sekar Cheiljedang Manufacturing, Sekar laut mendapat 51 persen saham, sedangkan sisanya diambil Cheiljedang. Pada Cheijedang Lestari Distrindo, komposisinya berbalik, Cheiljedang 51 persen, sisanya Sekar laut.Kedua perusahaan yang dibentuk tersebut beroperasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada tahap awal, produksi akan berfokus dipasarkan pada pasar dalam negeri dan kedepannya baru akan merambah ke pasar luar negeri. Sekar Laut berharap dengan adanya kerjasama ini terdapat peningkatan teknologi produksi dan pengembangan produk perusahaan sehingga dapat lebih meningkatkan dan memperbanyak variasi produk perusahaan. Diharapkan penjualan bisa meningkat dengan target tahun 2011 naik sebesar 10% dari 2010. Sekar Laut juga mendorong tercapainya hal ini dengan mengalokasikan belanja modal untuk penambahan cold storage serta pembangunan gedung litbang sebesar Rp7 sampai dengan Rp10 miliar.Tantangan yang DihadapiCatatan kinerja sektor industri makanan dan minuman Indonesia tahun 2010 menunjukkan pertumbuhan meskipun kemungkinan penurunan tingkat daya saing yang ada dibandingkan makanan dan minuman franchise atau impor dari luar negeri. Hingga kuartal ketiga tahun 2010, Data dari Kementrian Perindustrian RI menyatakan makanan dan minuman di Indonesia memberikan kontribusi sebesar 34,35% atas pertumbuhan industri nasional nonmigas. Data dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) juga menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup baik.

Meskipun pertumbuhan jelas terlihat. Tindakan pemerintah akan perkembangan industri makanan dan minuman itu sendiri belum sepenuhnya mendukung. Dilain sisi, integrasi perekonomian indonesia dengan perekonomian regional dan global, ancaman pada industri makanan minuman dalam negeri terus bermunculan. Total nilai impor tahun 2010 mencerminkan hal tersebut dengan peningkatan nilai impor sebesar 22,95% dari tahun sebelumnya. Ada beberapa hal yang menjadi catatan GAPMMI terkait tantangan yang akan dihadapi industri ini pada tahun 2011.1. Belum sinerginya peraturan perpajakan dan retribusiHal ini menunjukkan kurangnya dukungan pemerintah terkait pertumbuhan industri makanan dan minuman itu sendiri. Dengan adanya masuknya Indonesia menjadi bagian integral perekonomian regional dan dunia melalui perjanjian bilateral dan multilateral, makanan dan minuman impor masuk ke Indonesia hanya dikenakan bea masuk yang relatif kecil yaitu sebesar 0 5%. Sedangkan makanan dan minuman dalam negeri sendiri memperoleh kesulitann mendapatkan bahan baku produksinya karena adanya bea masuk bahan baku yang tinggi seperti gula, plastik, dan lainnya. Selain itu pemerintah yang terus membatasai impor bahan baku yang dilakukan semakin tidak mendukung industri makanan dan minuman Indonesia.2. Harga bahan baku dan kemasan yang tinggiPotensi akan kenaikan harga bahan baku dan kemasan akan banyak mempengaruhi harga produk yang akan dijual industri makanan dan minuman dalam negeri itu sendiri.

3. Kebijakan energi nasionalKebijakan pemerintah terkait energi khususnya listrik dan kesediaan pasokan gas menunjukkan kurang berpihaknya pemerintah pada industri dalam negeri. Hal ini ditunjukkan dari harga listrik yang masih mahal. Selain itu, ada juga data yang menunjukkan kebutuhan gas untuk industri sebesar 801 MMSCFD sedangkan pemerintah hanya mengalokasikan anggaran sebesar 583 MMSCFD. 4. Keterbatasan infrastukturKetidakseimbangan pertumbuhan infrastuktur seperti jalan dengan pertumbuhan kendaraan menyebabkan kemacetan yang mengakibatkan terhambatnya distribusi dan menimbulkan biaya yang tinggi. Infrastuktur yang juga perlu diperhatikan seperti pipa gas, pelabuhan, bisa menjadi hambatan akan kelangsungan industri ini jika terjadi kerusakan atau kurang diperhatikan pemerintah.5. Suku bunga kredit atau pinjaman yang masih tinggiSurvei Kegiatan Dunia Usaha oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa 44% dari 2479 usaha yang disurvei mengalami kesulitan kredit karena tingginya bunga. Hal ini dikarenakan tingginya inflasi terutama di tahun 2010 yaitu sebesar 6,96% yang melebihi target pemerintah.Faktor faktor ini akan mempengaruhi persaingan dan pertumbuhan dari industri makanan minuman di Indonesia terutama terkait dengan promosi produk industri makanan minuman nasional. Diperlukan kerjasama dari semua pihak baik yang berkepentingan terkait industri makanan dan minuman dalam negeri maupun pemerintah untuk bersinergi dalam setiap tindakan yang dilakukan untuk membangun industri ini. Ada 2 hal yang perlu dilakukan ditahun 2011 yang ditawarkan oleh GAPMMI: Melakukan promosi industri makanan dan minuman dalam negeri. Contoh jelas yang bisa dilakukan adalah dengam terus menggencarkan 100% cinta Indonesia dan Aku cinta Indonesia yaitu kampanye merek dan produk Indonesia sejak tahun 2011 atau hal hal lainnya. Melakukan reformasi kebijakan dan regulasi di Indonesia terkait industri makanan dan minuman. Perubahan atas kebijakan terkait kemudahan atau legal-nya perijinan, besar bea masuk, pajak dan lain lain bisa diubah pemerintah dengan bijaksana demi memberi dukungan pertumbuhan kepada industri makanan dan minuman dalam negeri.

F. ANALISA TUJUAN EKSPANSI KE RUMANIASekilas Tentang RumaniaMenurut laporan Vocational Education and Training (VET) in Europe: Romania Country Report 2011, Rumania adalah Negara dengan populasi ketujuh terbanyak di Uni Eropa, yakni 21,9 juta jiwa. Selain merupakan bagian dari Uni Eropa, Rumania juga merupakan anggota NATO dan OSCE. Dengan Ibu kota Bucharest, Rumania memiliki 319 kota di dalamnya. Perekonomian Rumania didorong oleh sektor swasta dan sektor jasa yang memberikan kontribusi besar pada Gross Domestic Product (GDP). Inflasi yang terjaga dengan baik dapat menarik minat investasi sehingga Rumania masuk ke dalam urutan 56 dari 183 negara paling mudah untuk berinvestasi dalam laporan Doing Business 2011: Making a Difference for Entrepreneurs yang dibuat oleh International Finance Corporation dan World Bank.Pada tahun 2002 hingga 2008, Rumania mengalami peningkatan ekonomi yang sangat besar, didorong oleh permintaan dalam negeri dimana pendapatan yang tinggi mendorong tingkat konsumsi dan investasi masyarakat. Adanya krisis global yang menerpa Eropa pada tahun 2009-2011 menyebabkan Negara ini mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, dilihat dari semakin rendahnya GDP setiap tahunnya serta jatuhnya banyak bisnis di dalam negeri. Namun, ekspor yang dilakukan dari Indonesia ke Rumania terus meningkat dari tahun 2009 ke tahun 2011 meski terjadi penurunan pada tahun 2011 hingga ke tahun 2012.Export Data: Indonesia to Romania

Month (Nil/Val)2009201020112012

January4,105,0604,828,1049,178,6649,183,376

February2,884,3414,698,5559,738,7499,603,414

March2,733,6064,982,76015,031,67612,027,525

April3,967,5369,015,54711,510,21411,853,066

May4,998,9745,722,16511,884,5537,710,428

June3,373,0049,067,0819,574,70111,483,139

July4,110,58011,753,99811,665,2308,840,968

August5,429,4547,717,26314,264,4317,407,551

September3,879,8115,753,66312,589,4649,263,648

October5,357,0398,185,06411,607,5305,632,755

November3,894,8797,149,4458,024,4315,764,330

December5,142,30514,223,1527,653,1795,764,330

Total49,876,58993,096,797132,722,822104,534,530

Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia

Menurut Doing Business 2011: Making a Difference for Entrepreneurs, negara-negara tujuan investasi memiliki perkembangan yang sangat signifikan dalam menyediakan fasilitas bisnis. Faktor-faktor fasilitas bisnis yang dilihat adalah pertumbuhan ekonomi negara, kondisi dan stabilitas politik, regulasi yang berlaku, pertumbuhan fasilitas online dan electronic seperti E-Government, menggunakan risk-based system dalam focus terhadap penggunaan sumber daya, serta mendorong public services memberikan pelayanan dan fasilitas berdasarkan performance-based system. Berikut adalah kawasan yang memiliki perbaikan iklim negara yang memudahkan investasi asing.

Rumania sendiri berada di urutan ke-56, dengan memiliki peningkatan pada regulasi dan perizinan terutama pada pengurangan waktu proses pengajuan perizinan. Hal ini terlihat dari trend pada tahun 2009 hingga 2010 dimana Negara kawasan Eropa memiliki peringkat tertinggi di dalam perbaikan birokrasi dan regulasi industry konstruksi karena hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang krusial untuk melindungi aktivitas masyarakat. Namun, Negara juga harus melihat regulasi ini sebagai suatu hal yang memberikan efisiensi dan menghindari excessive constraints karena akan berdampak pada perekonomian serta aktivitas masyarakat lainnya.

Dalam kawasan yang melakukan reformasi birokrasi dalam hal perizinan pembangunan, Rumania berada di urutan ke-8 dengan memberikan efisiensi percepatan waktu birokrasi dan pengurusan dokumen pembangunan serta mengadoptasi regulasi pembangunan yang baru. Hal ini dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk berekspansi ke pasar Eropa dengan meningkatkan pengiriman produk ke Rumania atau bahkan melakukan investasi Penanaman Modal Langsung dengan cara mendirikan pabrik. Rumania sendiri merupakan negara yang memiliki biaya registrasi bisnis terendah yakni hanya $10 untuk masing-masing usaha dalam segala jenis industry dengan jumlah industri yang teregistrasi pada tahun 2007 mencapai jumlah puncaknya yakni 531,205 industri.

Selain itu, Rumania memiliki transaksi hukum yang dipastikan aman atau secured yang memperlakukan seluruh jenis bisnis movable property secara adil dan setara secara prinsip publisitas dan keamanan. Perbaikan pada birokrasi industry konstruksi ini memberikan dampak pada meningkatnya kapasitas perusahaan, memberikan biaya yang lebih rendah dari pada sebelum diberlakukannya reformasi birokrasi, serta meningkatnya transparansi dan keamanan lingkungan kerja karena banyaknya industri yang dapat berkembang. Indonesia sebagai negara yang ingin memperbesar export exposure haruslah membidik negara-negara seperti Rumania ini sebagai destinasi perkembangan industrinya.

Rumania juga merupakan negara yang memberikan keleluasaan penuh bagi pelaku bisnis untuk menutup bisnisnya dengan mudah. Mereka yakin bahwa bisnis merupakan suatu hal alamiah yang tidak dapat dipaksakan. Rumania memberikan beberapa fasilitas penutupan usaha yakni prosedur untuk melakukan reorganisasi, melakukan usaha preventif untuk menghindari transaksi abusive, serta menyediakan specialized courts bagi pelaku bisnis yang berada dalam permasalahan atau kondisi hukum tertentu.

Kesimpulan Analisa Ekspansi ke RumaniaRumania merupakan Negara berkembang yang memiliki prospek perekonomian sangat baik. Banyaknya perbaikan dan peningkatan pada segala aspek kenegaraan seperti pendidikan, perekonomian, serta hukum yang berlaku ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Jika dilihat dari karakteristik negaranya, Rumania sangat cocok untuk dijadikan sebagai Negara investasi langsung karena fasilitas dan kemudahan membangun bisnis disana sudah sangat baik.

Untuk kondisi perdagangan internasional sendiri, Rumania banyak melakukan aktivitas impor dibandingkan dengan aktivitas ekspor. Meski terjadi krisis pada tahun 2009, transformasi ekonomi yang dilakukan Rumania dapat dibilang cukup baik yakni sekitar 7,8% dengan tren yang terus meningkat pada tahun 2010. GDP Rumania yang relative besar dari tahun ketahun memang benar-benar jatuh ketika krisis menerpa Eropa sehingga sampai saat ini perekonomian Rumania dapat dibilang masih lemah. Namun hal tersebut dapat diimbangi dengan belanja pemerintah yang tinggi yakni sekitar 34% persen dari total anggaran belanja negara.

Sumber: countryeconomy.com/gdp/Romania

Sumber: http://www.gfmag.com/gdp-data-country-reports/194-romania-gdp-country-report.html#axzz2lkBCwUSN

G. ANALISA TUJUAN EKSPANSI KE BULGARIAPada dasarnya, untuk melakukan ekspansi bisnis ke Bulgaria, PT Sekar Laut harus memperhatikan banyak hal sebelum membuat keputusan yang bersifat strategis. Bulgaria yang memiliki jarak sangat jauh dari Indonesia dapat menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Karena tentu jarak yang jauh dapat meningkatkan risiko pengiriman barang. Sehingga perusahaan harus memperhatikan cost and benefit dari ekspansi Bisnis ke negara Uni Eropa tersebut. Memang, dari tabel yang tersedia pada kasus, dijelaskan bahwa Bulgaria menempati peringkat ke-56 dari 183 negara di dunia dalam hal kemudahan menjalankan bisnis. Namun tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah akan sulit mengembangkan market size di Bulgaria. Ketika PT Sekar Laut nantinya mendapatkan market share yang tinggi, maka pertumbuhan dari market share akan semakin diminishing karena tidak diiringi pula dengan pertumbuhan dari market size. PT Sekar Laut, banyak berkonsentrasi pada consumer goods, maka itu indikator utama dari industri ini adalah pertumbuhan penduduk, semakin besar angka pertumbuhan penduduk maka akan meningkatkan chance dari perusahaan untuk mendapatkan tingkat profit yang diinginkan. Bulgaria yang telah sejak dahulu dikenal sebagai negara dengan pertumbuhan penduduk terrendah di dunia ini, tidak dapat dikatakan sebagai negara yang menarik untuk melakukan ekspansi perusahaan consumer goods.

Tabel Statistik Impor Produk Saus, Tepung Bumbu dan Bumbu Instan BulgariaTahunPerdagangan (US$)Berat (Kg)

20109.669.6113.036.334

200910.328.0922.639.521

200810.277.5822.527.811

20078.309.0452.134.193

20068.755.9772.394.036

20055.730.1391.765.967

Sumber : United Nations Commodity Trade Statistics Data, 2011Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa memang terjadi peningkatan yang cukup besar dengan interval 2005-2010, namun peningkatan tersebut hanya dinilai dari Berat saja, tidak dari nilai Dollar. Adanya keterpurukan negara Uni Eropa terkait krisis dari 2008 membuat performa dari negara-negara tersebut menjadi melemah dan tentu menjadi lesu investasi.Kesimpulan dari analisa di atas adalah, apabila PT Sekar Laut ingin melakukan ekspansi ke negara tersebut, sebaiknya melakukan visibility study yang jelas. Karena menggunakan data yang ada, menurut kami Bulgaria tidak menarik sebagai salah satu negara untuk investasi maupun ekspansi untuk perusahaan yang bergerak dalam industri consumer goods. KESIMPULANApakah strategi perusahaan mengarah ke pasar global merupakan strategi yang tepat?Strategi PT Sekar Laut Tbk. untuk mengarah ke pasar global merupakan strategi yang tepat. Untuk melakukan ekspansi ke pasar global, perusahaan harus lebih meningkatkan kinerja dari tim marketing ekpor yang telah ada untuk meng-handle segala sesuatu tentang export marketing, strategi penetapan harga, perluasan wilayah ekspor, hingga mencari buyer baru, membantu administrasi dan penjadwalan ekspor, serta korespondensi dengan buyer. Seluruh anggota tim marketing perusahaan harus mengoptimalkan kegiatannya untuk mencari ide-ide baru atau inovasi bagi pengembangan perusahaan, melakukan pengamatan produk-produk dan strategi kompetitor di pasar global.Kerja sama PT Sekar Laut Tbk. dengan CJ Cheiljedang Corporation dapat menjadi langkah awal bagi strategi ekspansi perusahaan ke pasar global. Terlebih dengan diadakannya kerja sama tersebut perusahaan dapat lebih mengembangkan teknologi dan produksinya, sehingga kualitas produk dapat ditingkatkan dan variasi produk dapat ditingkatkan pula.Untuk melakukan ekspansi ke pasar global PT SekarLaut Tbk. juga harus memperhatikan negara yang ingin disasar. Seperti yang telah dijelaskan dalam analisa kasus, perusahaan sebaiknya menyasar negara-negara yang mengalami peningkatan ekonomi yang didorong oleh permintaan dalam negeri dimana pendapatan yang tinggi akan mendorong tingkat konsumsi dan investasi masyarakat. Kemudian dari sisi birokrasi dan regulasi, sebaiknya perusahaan menyasar negara yang memberikan efisiensi waktu birokrasi dan pengurusan dokumen pembangunan, biaya registrasi yang rendah, memiliki transaksi hukum yang aman, serta kemudahan dalam hal menutup bisnis di negara tersebut. Di sisi lain, perusahaan harus menghindari atau melakukan visibility study yang lebih mendalam apabila ingin melakukan ekspansi ke negara-negara yang memiliki jarak yang sangat jauh dari Indonesia terkait dengan risiko pengiriman barang dan juga tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah terkait dengan pengembangan market size, terlebih PT Sekar Laut Tbk. banyak berkonsentrasi pada consumer goods.

DAFTAR PUSTAKA

http://ditjenpdn.kemendag.go.id/WEB/index.php/public/information/articles-detail/berita/100http://jatim.tribunnews.com/2012/05/30/sekar-laut-perkuat-penetrasi-roti-burgerhttp://mix.co.id/people/team/superteam-marketing-finna/http://www.sekarlaut.com/about.php?aID=8http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201105/8B7CD8A3-2727-4C4F-8F11-A998C4D26D18.PDFhttps://www.ipotnews.com/index.php?level2=newsandopinion&level3=&level4=SKLT&id=407656&x=1https://www.ipotnews.com/m/article.php?jdl=Sekar_Laut_Bentuk_Usaha_Patungan_dengan_Perusahaan_Korea&level2=newsandopinion&level3=&level4=SKLT&news_id=310088&group_news=CLIPPING&taging_subtype=COMPANYNEWS&popular=&search=y&q=SKLThttp://kabarbisnis.com/read/2820612http://www.gapmmi.or.id/?pilih=lihat&id=96http://www.gfmag.com/gdp-data-country-reports/194-romania-gdp-country-report.html#axzz2lkBCwUSNhttp://www.countryeconomy.com/gdp/RomaniaRomania Economy Indicators by International Financial Statistics (IFS). Extracted from IMF Data Warehouse.Romania Country Report. BTI 2012. http://www.bti-project.orgVocational Education and Training (VET) in Europe: Romania Country Report 2011.Doing Business 2011: Making a Difference for Entrepreneurs. International Finance Corporation and World Bank.Data Ekspor Indonesia ke Rumania 2009-2012. Badan Pusat Statistik.

Home Group 5 Manajemen Strategik