laporan konstruksi jalan

60
PEMERINTAH PROPINSI SUMATERA UTARA DINAS BINA MARGA PROYEK PENGAWASAN / SUPERVISI JALAN PROPINSI SUMATERA UTARA TAHUN ANGGARAN 2009 KEGIATAN PEMELIHARAAN BERKALA : - JALAN PERBAUNGAN – PANTAI CERMIN - JALAN TJ. KASAU – BDR. MASILAM – PERDAGANGAN - JALAN PERBAUNGAN – INDRA PURA LAPORAN BULANAN PERIODE OKTOBER 2009 PENYEDIA JASA : PT. ANUGRAH MUARA SEJATI PT. KARYA MURNI PERKASA PT. ARTY MANGGALYA KONSULTAN SUPERVISI : CV. PERCA BANGUN PERSADA NO. PAKET : 2 (DUA) NO. KONTRAK : 602.1/DBM - BT/KPA/278/2009 TANGGAL : 11 AGUSTUS 2009

Upload: herry

Post on 15-Jun-2015

8.725 views

Category:

Documents


159 download

TRANSCRIPT

Page 1: Laporan Konstruksi jalan

PEMERINTAH PROPINSISUMATERA UTARA

DINAS BINA MARGA

PROYEK PENGAWASAN / SUPERVISI JALANPROPINSI SUMATERA UTARA

TAHUN ANGGARAN 2009

KEGIATAN PEMELIHARAAN BERKALA : - JALAN PERBAUNGAN – PANTAI CERMIN - JALAN TJ. KASAU – BDR. MASILAM –PERDAGANGAN - JALAN PERBAUNGAN – INDRA PURA

LAPORAN BULANAN

PERIODE OKTOBER 2009

PENYEDIA JASA :PT. ANUGRAH MUARA SEJATIPT. KARYA MURNI PERKASAPT. ARTY MANGGALYA

KONSULTAN SUPERVISI :CV. PERCA BANGUN PERSADA

NO. PAKET : 2 (DUA)NO. KONTRAK : 602.1/DBM - BT/KPA/278/2009TANGGAL : 11 AGUSTUS 2009

Page 2: Laporan Konstruksi jalan
Page 3: Laporan Konstruksi jalan
Page 4: Laporan Konstruksi jalan
Page 5: Laporan Konstruksi jalan

DAFTAR ISI

LAPORAN BULANAN OKTOBER 2009

Halaman JudulSurat Peghantar (Ditujukan Kepada KPA)Daftar IsiRingkasan Laporan Utama (Executive Summary)

BAB - I. PENDAHULUAN1.1 a. Umum

b. Latar Belakang Proyek1.2 Data Proyek1.3 Sket Melintang Jalan (typical) atau Sket Melintang dan

Memanjang Jembatan

BAB - II. KEGIATAN PELAKSANAAN PROYEK2.1 Kegiatan Lapangan2.2 Pealisasi Kegiatan Proyek2.3 Time Schedule

BAB - III. PERMASALAHAN 3.1 Permasalahan Yang Terjadi3.2 Pemecahan Masalah

BAB - IV. KAJIAN PELAKSANA PROYEK4.1 Analisa Peralatan4.2 Analisa Personil4.3 Analisa Keuangan4.4 Analisa Program Kerja

BAB - V. KONSULTAN SUPERVISI5.1 Kegiatan Konsultan5.2 Jadwal Penugasan Konsultan5.3 Struktur Organisasi Konsultan

LAMPIRAN- Photo dokumentasi

Page 6: Laporan Konstruksi jalan

BAB IPENDAHULUA

N

Page 7: Laporan Konstruksi jalan

BAB IPENDAHULUAN

1.1 a. Umum

Proyek ini berada di Propinsi Sumatera Utara di daerah Kabupaten

SERGAI dan SIMALUNGUN.

- Untuk paket Kabupaten Sergai adalah jalan pemeliharaan Berkala

Perbaungan-

Pantai Cermin dengan panjang efektif 1.200 Km.pelaksanaan

pekerjaan fisik

dilaksanakan oleh kontraktor PT.ANUGRAH MUARA SEJATI. Nomor

Kontrak 137/KPA.UPRPJJ-MDN/2009 Tanggal 31 Juli 2009 dengan

nilai kontrak Rp.1.433.000.000,-. Masa pelaksanaan 90 hari

kalender dan konsultan supervisi CV. Perca Bangun Persada

- Untuk paket Kabupaten Simalungun adalah :

Jalan pemeliharaan Berkala Tanjung Kasau-

Bdr.Masilam perdagangan dengan panjang efektif 3.000 Km.

Pelaksanaan pekerjaan fisik dilaksanakan oleh kontraktor

PT.KARYA MURNI PERKASA, Nomor Kontrak :

602.1/DBM-UPRPJJ/K/820/2009,Tanggal 3 Agustus 2009

dengan nilai kontrak Rp.3146.215.022. Masa pelaksanaan

115 hari kalender dan konsultan supervisi CV. Perca Bangun

Persada.

Page 8: Laporan Konstruksi jalan

Jalan pemeliharaan Berkala Perdagangan – Indra pura dengan

panjang efektif 1.500 Km. pelaksanaan pekerja fisik

dilaksanakan oleh kontraktor PT. ARTY MANGGALYA No

kontrak . 602.1/DBM-UPRPJJ/K/821/2009, Tanggal 3 Agustus

2009 dengan nilai kontrak Rp.1.559.814.616. Masa

pelaksanaan 115 hari kalender, dan konsultan supervisi CV.

Perca Bangun Persada.

1.1 b. Latar Belakang

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Sumatera Utara adalah

perangkat dari Pemerintah Republik Indonesia yang menangani

masalah Pekerjaan Umum dimana didalamnya terdapat Dinas

Pekerjaan Umum Marga Bina yang bertanggung jawab atas

pengembangan dan pemeliharaan seluruh ruas jalan yang ada,baik

jalan Propinsi dan jalan Negara maupun Kabupaten.

Salah satu kebijaksanaaan Pemerintah Indonesia adalah

melaksanakan azas Desentralisasi,dimana Dinas Pekerjaan Umum

Propinsi Sumatera Utara bertanggung jawab atas pendanaan dan

pelaksanaan pengembangan serta pemeliharaan jalan-jalan

Propinsi. Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Sumatera Utara.

Prasarana transportasi merupakan salah satu penunjang dalam

pertumbuhan Sosial,Ekonomi dan Industri.Pertumbuhan ruas- ruas

jalan melalui Pemeliharaan Berkala dibeberapa tempat di

Kabupaten Sergai dan Simalungun merupakan salah satu alasan

untuk mengatasi pertumbuhan Lalu lintas di daerah tersebut.

Page 9: Laporan Konstruksi jalan

DATA PROYEK

PROGRAM : REHABILITASI / PEMELIHARAAN DAN JEMBATAN DINAS BINA MARGA PROV.SUMATERA UTARA

KUASA PENGGUNA ANGGARAN / KPA : UPRPJJ MEDAN DINAS BINA MARGA PROPINSI SUMATERA UTARA NAMA KPA : Ir.TOBRANI,MM

NIP. : 19602221992031003NAMA PAKET / KEGIATAN : PEMELIHARAAN BERKALA JALAN PERBAUNGAN – ANTAI CERMIN NOMOR RUAS : --

SUMBER DANA : APBN PROPINSI SUMATERA UTARAMATA ANGGARAN / DIPA NO./TGL : 1.03-01-18-012-5.2PANJANG TOTAL FUNGSIONAL : 8,80 Km TOTAL PANJANG EFEKTIF (AWAL) : 1,20 KmTOTAL PANJANG EFEKTIF (REVISI) : --TYPE PENANGANAN : --LOKASI KEGIATAN : Km 37+600 s/d Km 38+800

KONSULTAN SUPERVISI / PAKET : CV. PERCA BANGUN PERSADA / PAKET 2 NOMOR KONTRAK : 602.1/DBM – BT/KPA/278/2009

TGL.KONTRAK : 11 AGUSRUS 2009

PENYEDIA JASA : PT. ANUGRAH MUARA SEJATINOMOR KONTRAK : 1372/KPA.UPRPJJ-MDN/2009TGL.KONTRAK : 31 Juli 2009ADDENDUM NO.01 : --

NILAI KONTRAK (AWAL) : Rp.1.433.000.000,-NILAI KONTRAK (AWAL) : --

Page 10: Laporan Konstruksi jalan

UNDANGAN PELELANGAN : 26 Mei 2009PEMBUKAAN PENAWARAN : 18 Juni 2009PENGUMUMAN PEMENANG : 13 Juli 2009SURAT PERTUNJUKAN PELAKSANAAN : 22 s/d 28 Juli 2009

PENANDATANGANAN KONTRAK : 31 Juli 2009SURAT PENYERAHAN LAPANGAN : 31 Juli 2009SURAT PERINTAH MULAI KERJA : 31 Juli 2009RAPAT PRA PELAKSANA : --TGL.AWAL PERIODE KONSTRUKSI : 31 Juli 2009AKHIR MASA PELAKSANA (AWAL) : 28 Oktober 2009AKHIR MASA PELAKSANA (REVISI) : --

MASA PELAKSANA (AWAL) : 90 HARI KALENDERMASA PELAKSANA (REVISI) : --MASA PEMELIHARAAN : 180 HARI KALENDERPERIODE KONTRAK : 270 HARI KALENDER

DATA PROYEK

PROGRAM : REHABILITASI / PEMELIHARAAN DAN JEMBATAN DINAS BINA MARGA PROV.SUMATERA UTARA

KUASA PENGGUNA ANGGARAN / KPA : UPRJJ KABAN JAHE DINAS BINA MARGA PROPINSI SUMATERA UTARA NAMA KPA : Ir.H.SYAHBUDI SIREGAR.MM

NIP. : 196408201991111001NAMA PAKET / KEGIATAN : PEMELIHARAAN BERKALA TANJUNG KASAU- BDR.MASILAM-PERDAGANGAN NOMOR RUAS : --

SUMBER DANA : APBN PROPINSI SUMATERA UTARAMATA ANGGARAN / DIPA NO./TGL : 1.03-01-18-019-5.2 TGL.24 APRIL 2009PANJANG TOTAL FUNGSIOANL : 23,00 Km TOTAL PANJANG EFEKTIF (AWAL) : 3,00 KmTOTAL PANJANG EFEKTIF (REVISI) : --TYPE PENANGANAN : --LOKASI KEGIATAN : Km 103+0.00 s/d 104+500 dan Km 112+0.00 s/d 113+500

KONSULTAN SUPERVISI / PAKET : CV. PERCA BANGUN PERSADA NOMOR KONTRAK : 602.1/DBM – UPRPJJ/K/820/2009TGL.KONTRAK : 3 AGUSTUS 2009

PENYEDIA JASA : PT. ARTY MANGGALYANOMOR KONTRAK : 602.1/DBM – UPRPJJ/K/821/2009TGL.KONTRAK : 3 AGUSTUS 2009ADDENDUM NO.01 : --

NILAI KONTRAK (AWAL) : Rp.3.146.215.022,-NILAI KONTRAK (AWAL) : --

UNDANGAN PELELANGAN : 26 Mei 2009

Page 11: Laporan Konstruksi jalan

PEMBUKAAN PENAWARAN : 18 Juni 2009PENGUMUMAN PEMENANG : 13 Juli 2009SURAT PERTUNJUKAN PELAKSANAAN : 22 s/d 28 Juli 2009

PENANDATANGANAN KONTRAK : 03 Agustus 2009SURAT PENYERAHAN LAPANGAN : 07 Agustus 2009SURAT PERINTAH MULAI KERJA : 07 Agustus 2009RAPAT PRA PELAKSANA : --TGL.AWAL PERIODE KONSTRUKSI : 07 Agustus 2009AKHIR MASA PELAKSANA (AWAL) : 29 November 2009AKHIR MASA PELAKSANA (REVISI) : --

MASA PELAKSANA (AWAL) : 115 HARI KALENDERMASA PELAKSANA (REVISI) : --MASA PEMELIHARAAN : 180 HARI KALENDERPERIODE KONTRAK : 295 HARI KALENDER

DATA PROYEK

PROGRAM : REHABILITASI / PEMELIHARAAN DAN JEMBATAN DINAS BINA MARGA PROV.SUMATERA UTARA

KUASA PENGGUNA ANGGARAN / KPA : UPRJJ KABAN JAHE DINAS BINA MARGA PROPINSI SUMATERA UTARA NAMA KPA : Ir.H.SYAHBUDI SIREGAR.MM

NIP. : 196408201991111001NAMA PAKET / KEGIATAN : PEMELIHARAAN BERKALA JALAN PERDAGANGAN INDRAPURANOMOR RUAS : --

NOMOR RUAS : --SUMBER DANA : APBN PROPINSI SUMATERA UTARAMATA ANGGARAN / DIPA NO./TGL : 1.03-01-18-020-5.2 PANJANG TOTAL FUNGSIOANL : 20,00 Km TOTAL PANJANG EFEKTIF (AWAL) : 1,50 KmTOTAL PANJANG EFEKTIF (REVISI) : --TYPE PENANGANAN : --LOKASI KEGIATAN : Km 118+500 s/d Km 120+0.00

KONSULTAN SUPERVISI / PAKET : CV. PERCA BANGUN PERSADA NOMOR KONTRAK : 602.1/DBM – BT/KPA/278/2009TGL.KONTRAK : 11 AGUSTUS 2009

PENYEDIA JASA : PT. ARTY MANGGALYANOMOR KONTRAK : 602.1/DBM – UPRPJJ/K/821/2009TGL.KONTRAK : 3 AGUSTUS 2009ADDENDUM NO.01 : --

Page 12: Laporan Konstruksi jalan

NILAI KONTRAK (AWAL) : Rp.1.559.814.616,-NILAI KONTRAK (AWAL) : --UNDANGAN PELELANGAN : 26 Mei 2009PEMBUKAAN PENAWARAN : 18 Juni 2009PENGUMUMAN PEMENANG : 13 Juli 2009SURAT PERTUNJUKAN PELAKSANAAN : 22 s/d 28 Juli 2009

PENANDATANGANAN KONTRAK : 03 Agustus 2009SURAT PENYERAHAN LAPANGAN : 07 Agustus 2009SURAT PERINTAH MULAI KERJA : 07 Agustus 2009RAPAT PRA PELAKSANA : --TGL.AWAL PERIODE KONSTRUKSI : 07 Agustus 2009AKHIR MASA PELAKSANA (AWAL) : 29 November 2009AKHIR MASA PELAKSANA (REVISI) : --

MASA PELAKSANA (AWAL) : 115 HARI KALENDERMASA PELAKSANA (REVISI) : --MASA PEMELIHARAAN : 180 HARI KALENDERPERIODE KONTRAK : 295 HARI KALENDER

Page 13: Laporan Konstruksi jalan
Page 14: Laporan Konstruksi jalan
Page 15: Laporan Konstruksi jalan
Page 16: Laporan Konstruksi jalan
Page 17: Laporan Konstruksi jalan
Page 18: Laporan Konstruksi jalan
Page 19: Laporan Konstruksi jalan
Page 20: Laporan Konstruksi jalan
Page 21: Laporan Konstruksi jalan

BABII

KEGIATANPELAKSANAA

NPROYEK

Page 22: Laporan Konstruksi jalan

2.1 KEGIATAN LAPANGAN

1. Perbaungan – Pantai Cermin

- Timbunan pilihan / Bahu Jalan

- Aspal (AC-WC)

2. Tj. Kasau- Bdr.Masilam – Perbaungan

- Pekerjaan minor

- Aggregat Klas B / Bahu Jalan

- Lapisan Pondasi Aggregat Klas A

- Aspal (AC-WC). Section 2

- Aspal (AC-WC). Section 1

- Aspal (AC-BC). Section 1

3. Perdagangan – Indrapura

- Lapisan Pondasi Aggregat klas B

- Aspal (AC-WC)

- Aspal (AC-BC)

2.2 REALISASI KEGIATAN PROYEK

1. Perbaungan – Pantai Cermin

Timbunan pilihan / Bahu Jalan : Selesai di kerjakan

Aspal (AC-WC) : Selesai di kerjakan

2. Tanjung Kasau – Bdr.Masilam – Perdagangan

Pekerjaan minor : Selesai di kerjaka

Aggregat Klas B / Bahu Jalan : Selesai di kerjakan

Lapisan Pondasi Aggregat Klas A : Selesai di kerjakan

Page 23: Laporan Konstruksi jalan

Aspal (AC-WC). Section 1 : Selesai di kerjakan

Aspal (AC-BC). Section 1 : Selesai di kerjakan

3. Perdagangan – Indrapura

- Lapisan Pondasi Aggregat klas B : Selesai di kerjakan

- Aspal (AC-BC) : Selesai di kerjakan

- Aspal (AC-WC) : Selesai di kerjakan

- Pekerjaan badan jalan : Dalam proses

Page 24: Laporan Konstruksi jalan
Page 25: Laporan Konstruksi jalan
Page 26: Laporan Konstruksi jalan
Page 27: Laporan Konstruksi jalan

BAB III

PERMASALAHAN

Page 28: Laporan Konstruksi jalan

3.1 Permasalahan

a. Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Perbaungan – Pantai Cermin

Untuk bulan oktober progress pekerjaan adalah sebagai berikut

Rencana : 90%

Realisasi : 92,591%

Deviasi : 2.591%

Untuk Permasalahan dilapangan yang sering muncul adalah factor iklim/cuaca, hal ini dianggap tidak jadi permasalahan besar karena hal ini sudah diantisipasi sebelumnya karena pekerjaan yang dilakukan memang berada pada siklus hujan di tanah air. Untuk permasalahan teknis tidak ada, dan untuk permasalahan dalam hal lain seperti masalah social tidak ada hal yang terlalu besar karena sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat secara persuasive.

b. Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Tj Kasau – Bandar Masilam

Untuk site ini progress pekerjaan pada bulan oktober adalah sebagai berikut

Rencana : 63,64%

Realisasi : 73,06%

Deviasi : 9.42%

Untuk permasalahan disite ini, permasalahan dalam hal cuaca/iklim, Untuk permasalahan teknis tidak ada, dan untuk permasalahan dalam hal lain seperti masalah social tidak ada hal yang terlalu besar karena sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat secara persuasive.

c. Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Perdagangan – Indrapura

Rencana : 87,07%

Realisasi : 90%

Page 29: Laporan Konstruksi jalan

Deviasi : 2,93%

Untuk Permasalah disite ini, pelaksana pekerjaan kurang melaksanakan apa yang sudah disampaikan konsultan dan pengawas dari PU dalam hal alat juga kurang baik contohnya dalam hal pengambilan sample core .

3.2 Solusi Pemecahan Masalah

Untuk semua site konsultan tetap memberikan saran saran teknis sebelum melakukan item pekerjaan dilapangan, dan memberikan peringatan berupa surat teguran dan solusi dari masalah masalah pekerjaan di lapangan agar mutu pekerjaan tercapai

Page 30: Laporan Konstruksi jalan

BAB IV

KAJIAN

PELAKANAAN PROYEK

Page 31: Laporan Konstruksi jalan

4.1 Analisa Peralatan

Maksud dan Tujuan

Petunjuk analisis peralatan perbaikan atau pembangunan perkerasan jalan dimaksudkan agar pengguna dilapangan dapat mengetahui kondisi actual dari peralatan yang dimiliki ataupun dikuasainya apakah masih layak untuk digunakan, perlu untuk mendapat perbaikan atau alat tersebut sudah tidak layak digunakan atau harus diganti supaya kondisi alat tersebut senantiasa dalam keadaan baik dan layak pakai dan dapat sipergunakan seoptimal mungkin.

Batasan

Petunjuk analisis peralatan untuk perbaikan perkerasan jalan dibatasi untuk alat-alat yang difungsikan untuk pekerjaan perbaikan jalan misalya alat motor grader, penyemprotan aspal tangan (hand sprayer), penghampar campuran aspal, (aspalht finisher), pneumatic tire roller (ptr), dan wheel roller/ tandem roller. Adapun penjelasan alat- alat tersebut adalah

1. Motor Grader

Greader, juga biasanya dikenal sebagai suatu mesin sortir/penilai jalan,suatu mata pisau, suatu memelihara atau suatu mesin sortir/penilaimotor, adalah suatu sarana (angkut) rancang-bangun dengan suatu matapisau besar yang digunakan untuk menciptakan suatu permukaan datar.Model khas mempunyai tiga poros sumbu, dengan taxi dan mesin/motormeletakkan di atas poros belakang sependapat akhir [menyangkut] sarana(angkut) dan sepertiga poros sumbu pusat perhatian/paling depan akhir[menyangkut] sarana (angkut), dengan mata pisau di tengahnya.

Di (dalam) tehnik sipil, tujuan mesin sortir/penilai untuk ”menyelesaikan nilai/kelas” ( menyuling, menetapkan dengan tepat) ”penilaian yang keras/kasar/kejam” yang dilakukan oleh alat berat atausarana (angkut) rancang-bangun seperti traktor dan pengikis.

Mesin sortir/penilai dapat menghasilkan permukaan dan permukaanditundukkan dengan panampang-lintang cambered untuk jalan. Dalambeberapa negara-negara [yang] mereka *apakah digunakan untuk

Page 32: Laporan Konstruksi jalan

menghasilkan parit saluran air dengan panampang-lintang [yang] V-Shaped[dangkal/picik] sebelah menyebelah jalan raya.

Mesin sortir/penilai *apakah biasanya digunakan di (dalam) pemeliharaandan konstruksi jalan kerikil dan jalan kotoran. Di (dalam) konstruksi[dari;ttg] jalan diaspal [yang] mereka *apakah digunakan untuk siap[kankursus dasar untuk menciptakan suatu permukaan datar lebar/luas untukaspal untuk ditempatkan terpasang. Mesin sortir/penilai adalah jugadigunakan untuk menetapkan yayasan/pondasi lahan asli mengisi untukmenyelesaikan nilai/kelas sebelum konstruksi [dari;ttg] bangunan besar.

MOTOR GRADER

Page 33: Laporan Konstruksi jalan

Fungsi : 1. Meratakan permukaan, membentuk badan jalan

2. Meratakan hamparan

3. Meratakan tebing (bank cutting)

4. Membentuk parit (ditching)

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengoperasian motor grader adalah,

1. Pemeriksaan pada motor penggerak2. Pemeriksaaan pada fungsi dan tekanan rrem3. Pemeriksaan pada system bahan bakar4. Pemeriksaan pada system kemudi5. Pemeriksaan pada system pendingin6. Pemeriksaan tekanan ban7. Pemeriksaan pada kondisi penggerak8. Pemeriksaan pada alat penerangan

2. Penyemprotan Aspal Tangan (Hand Sprayer)

Pada umumnya, alat penyemprot aspal diberikan untuk memberikan lapis pengikat (tack coat) atau lapis resap pengikat (prime coat) pada permukaan yang akan diberi lapis aspal diatasnya dengan tujuan untuk mengikat lapis perkerasan baru dengan lapis perkerasan lama. Hal-hal yang harus diperhatikan dari peralatan penyemprotan aspal tangan adalah,

Page 34: Laporan Konstruksi jalan

- System pemanasan yang ada dalam ketel- Penyemprot aspal dari tangki atau ketel pemanas melalui

pipa/selang penyemprot- Pengisian aspal dari tangki lain kedalam ketel, menggunakan pipa

isap atau pipa semprot yang telah tersedia- Pembersihan dan pencucian saluran-saluran pipa dan selang apakah

dengan menggunakan solar/kerosin dari tangki yang ada pada alat ini

- Melakukan sirkulasi aspal dari ketel kembali kedalam ketel melalui saluran-saluran lain.

Hal – hal yang dapat dilakukan dalam pemeriksaaan secara umum adalah sebagai berikut

1. Periksa apakah bahan pelumas sudah terisi2. Periksa apakah cairan pendingin sudah terisi3. Periksa apakah bahan bakar sudah terisi4. Periksa kemampuan jalannya pompa bahan bakar yang ada dalam

tangki5. Lakukan pemeriksaaan terhadap unjuk kerja thermometer apakah

masih baik6. Lakukan pemeriksaan terhadap fungsi kerja katup-katup yang ada7. Lakukan pemeriksaaan kebersihan peralatan secara menyeluruh8. Periksa apakah kompor dapat bekerja9. Lakukan pemeriksaan visual secara menyeluruh

ASPHALT SPRAYER

Page 35: Laporan Konstruksi jalan

Fungsi : Untuk menyemprotkan aspal cair pada pekerjaan Coating

3.Penghampar campuran aspal (Asphalt Finisher)Penghampar campuran aspal (asphalt finisher) adalah alat untuk menghamparkan campuran aspal yang dihasilkandari alat produksi aspal. Terdapat dua jenis aspal finisher yaitu aspal finisher crawler (roda kelabang) dan aspal finisher roda karet. Penghamparan aspal dengan menggunakan alat aspal finisher jenis roda kelabang lebih halus dibandingkan apabila menggunakan aspal finisher roda karet.Hal – hal umum yang dilasanakan dalam pemeriksaaan adalah sebagai berikut:

1. Pada semua mesin penghampar harus diperiksa motor penggeraknya dan kelancaran kerja motor

2. Pada track mesin penghampar, rangkaian track harus diperiksa secara benar penyetelannya termasuk pin-pinya

3. Pada finisher roda karet harus diperiksa tekanan anginnya

4. Pada batang tamper harus dicek putaran tiap menitnya

5. Untuk vibrator pada screed, jika diberikan pada spesifikasi, harus dicek kebenaran kinerjanya

6. Pada ujung plate pada screed (strike off plate) harus diperiksa ketinggian dan vibrating screednya

Page 36: Laporan Konstruksi jalan

7. Pada pelat screed harus diperiksa kemungkinan keausa, keakuratan kerja crown, pengaturan tilt (kemiringan melintang), dan efisiensi pengoperasian dari panas burner pada screed.

8. Pada kelandaian atau control ketebalan, manual atau otomatis harus diperiksa untuk pemakaian yang benar.

Fungsi : Untuk menghampar campuran aspal panas (Hot Mix)

4. Pemadat Roda Karet (Pneumatic Tired Roller)Pemadat roda karet adalah jenis pemadat permukaan, tapi dapat juga berfungsi dengan prinsip meremas (kneading action). Pemadat rodad karet pada umumnya mempunyai poros ganda (tandem axle) dengan empat sampai Sembilan rodda tiap poros. Roda dirancang sedemikian rupa sehingga roda bagian belakang dapat berjalan dalam ruang diantara bagian depan. Pemadat karet tidak boleh kelebihan beban akibat pemberat atau bergerak dengan kecepatan melebihi batas karena dapat memberikan keausan pada ban.Hal – hal yang dilaksanakan dalam hal pemeriksaan pemadatan roda karet secara umum adalah sebagai berikut :

1. Untuk penggeraknya, dapat dilakukan motor penggerak

2. Pada system rem, dapat dilakukan pemeriksaaan ketebalan sepatu/ferodo rem serta kerenggangannya (lining clearance)

3. Pemeriksaan bahan bakar, periksa kotoran yang mrngendap pada tangki bahan bakar, periksa kebocoran dan kondisi saringan bahan bakar

4. Pada system kemudi, periksa minyak

5. Pada system pendingin, periksa radiator, kebocoran dan kencangkan tali kipas

Page 37: Laporan Konstruksi jalan

6. Periksa kondisi ban dan tekanan angin

7. Periksa system penerangan

8. Periksa kondisi rantai penggerak

5. Tandem RollerPenggunaan dari penggilas ini untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya penggilas lapisan hotmix. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton. Penambahan beban akibat pengisian zat cair (balasting) berkisar antara 25-60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada penggerjaan penggilas biasanya digunakan three axle tandem roller pada pengilasan batu-batuan yang tajam dan keras.

TANDEM ROLLER

Page 38: Laporan Konstruksi jalan

Fungsi : Pemadatan hamparan tanah, agregat, campuran aspal panas

LATAR BELAKANG

Salah satu cara untuk mengukur tingkat kinerja kontraktor adalah aspek pengendalian, aspek

pengendalian tersebut meliputi pengendalian dalam hal mutu, biaya, waktu dan administrasi

pelaksanaan. Kinerja aspek penendalian mutu merupakan aspek yang paling rendah pencapaiannya.

Hal ini ditandai dengan terjadinya kerusakan dini pada perkerasan yang baru selesai dikerjakan

sehingga umur rencana sesuai dengan tipe penanganannya tidak tercapai , kegagalan konstruksi yang

diketahui setelah berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan dan kesalahan –kesalahan elementer

lainnya yang selalu terjadi menunjukkan rendahnya aspek pengendalian mutu. Meskipun diketahui

dalam suatu organisasi pelasanaan, kontraktor bukanlah satu-satunya pihak yang bertanggungjawab

terhadap hasil akhir yang diperoleh. Pengawas dan Satker/PPk fisik bertanggung jawab sesuai

dengan wewenang dan tanggungjawabnya masing – masing.

Pemberlakuan standard pengendalian mutu perkerasan jalan merupakan kegiatan yang dilakukan

untuk memantau, mengawasi, menilai proses implementasi standard mutu dari awal hingga akhir

pekerjaan perkerasan agar hasil akhir sesuai standar mutu yang diisyaratkan. Pemberlakuan standard

mutu pekerjaan perkerassan jalan mennghadapi banyak kendala dan penyimpangan yang bersumber

pada lemahnya system monitoring dan evaluasi terhadap proses pemberlakuannya. Beberapa kendala

yang dihadapi adalah:

1. Kurangnya kualitas SDM

2. Kekurangan utilitas alat uji mutu

3. Lemahnya kordinasi antara pelaksana dan pengawas

4. Metode pengujian kurang tepat

Page 39: Laporan Konstruksi jalan

5. Penggunaan material/bahan konstruksi jalan yang kurang bermutu

6. Prosedur pelaksanaan dan pengawasan lapangan yang tidak tepat

Kinerja prasarana jalan di Indonesia sering tidak memenuhi harapan masyarakat pengguna jalan.

Berbagai keluhan sering muncul dari para pengguna jalan dan juga dari lembaga pemberi pinjaman.

Pembinaan Konstruksi dan Investasi (Bapekin) – Kimpraswil, kerusakan dini prasarana jalan sangat

umum dijumpai dan rata-rata masa pelayanan adalah hanya sekitar 50% dari umur rencana.

Beberapa variable yang perlu dicermati dalam pengendalian mutu system infrastruktur khususnya

infrastruktur jalan raya adalah, (i) ketersediaan peralatan uji mutu; (ii) kalibrasi komponen alat uji untu

mendapatkan presesi alat yang akurat; (iii) pengadaan komponen peralatan uji mutu dan

pemeliharaannya; (iv) manual alat uji mutu; (v) spesifikasi dan keandalan alat uji

Salah satu keputusan yang penting sebelum melaksanakan kegiatan proyek adalah menentukan

kontraktor sebagai pelaksana proyek, untuk mengantisipasi atau memperkecil resiko terjadinya hal –

hal yang tersebut diatas maka kontraktor harus memperhatikan beberapa unsure-unsur penting.

Beberapa unsur penting yang harus diperhatikan adalah:

1. Analisa Personil

2. Analisa keuangan

3. Analisa Program kerja

Analisa –analisa ini berfungsi untuk menentukan pengendalian mutu pekerjaan perkerasan jalan

dilapangan untuk lebih jelasnya terlihat pada diagram hubungan pengendalaian mutu dengan ketiga

analisa tersebut

4.2 Analisa Personil

Personil

Keuangan

Program kerja

Pengendalian Mutu ( Quality

Qontrol)

Page 40: Laporan Konstruksi jalan

Dalam industry jasa konstruksi jalan, salah satu komponen utama penentu kualitas adalah

tenaga kerja atau personil yaitu quantity surveyor dan general superintendent/pelaksana atau

mandor. Dalam industry jasa konstruksi dalam hal ini proyek jalan kontraktor wajib memahami

manajemen kualitas didalam pekerjaannya. Untuk mencapai harapan tersebut beberapa

masalah menjadi pokok bahasan bagi kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan diantaranya

adalah bagaimana menyikapi manajemen kualitas dari personil-personil yang ada. Analisa

Personil dibutuhkan oleh kontraktor untuk mengetahui seberapa besar kinerja dari para

personil yang akan melaksanakan pekerjaan perkerasan jalan dilapangan. Kontraktor harus

dapat menganalisis personil-personil yang akan melaksanakan pekerjaan sehingga diperoleh

hasil pekerjaan yang baik dan efisien. Untuk mewujudkan harapan tersebut kontraktor harus

menggunakan jasa seseorang quantity surveyor untuk dapat menguraikan masukan yang

diharapkan yaitu dalam hal quality planning, quality assurance, dan quality control. Quality

planning adalah factor budaya perusahaan, kemampuan organisasi, lingkup proyek dan

rencana manajemen proyek sehingga didalam Dalam proses diharapkan akan dianalisis

besaran pembiayaan dan keuntungannya dan tambahan alat dalam perencanaan

kualitas.Dalam hal pemeriksaan kualitas kontraktor dapat memahami kondisi kualitas yang

bagaimana yang menjadi standard sehingga mendapatkan suatu jaminan dalam hal

pelaksanaan pekerjaan. Jasa seorang quantity surveyor sangat dibutuhkan dalam hal :

Memberi nasehat dari segi biaya dalam aktivitas estimating perencanaan dan

pembelian material konstruksi perkerasan jalan

Membuat catatan pembayaran untuk pekerjaan yang telah dilaksanakan dan

memonitor pembayaran – pembayaran yang sedang diproses

Membuat perbandingan antara pekerjaan yang telah dilaksanakan dan pekerjaan yang

direncanakan dalam Bill of Quantity

Memonitor dan memperhitungkan pekerjaan yang ada tambah kurangnya

Pekerjaan harian perlu dicatat dan dimonitor dan menagih pembayaran pekerjaan ini

bilamana telah jatuh tempo

Memilih/menunjuk sub – kontraktor serta memonitor prestasi pekerjaannya

Membuat dan menilai prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan serta menyiapkan

pembayaran prestasi kepada manajemen proyek

Memeriksa khususnya harga/jumlah bahan – bahan bangunan dan kwalitasnya

Menghadiri semua rapat lapangan yang bersangkutan dengan kontrak dan biaya

Bertanggung jawab atas semua koresponden dan masalah kontrak yang berhubungan

dengan semua pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor.

Peranan Mandor sangat penting dalam hal pelaksanaan konstruksi jalan dilapangan.pengalaman kerja

mandor merupakan harga mati yang tidak bias dtawar lagi. Berdasar pengalaman inilah mandor dapat

mengenal berbagai jenis pekerjaan jalan dan melaksanakannya. Agar pengalaman mandor atau

Page 41: Laporan Konstruksi jalan

pelaksana proyek pekerjaan jalan sesuai dengan kemajuan teknologi maka diharapkan mandor atau

pelaksana dapat mengikuti beberapa pelatihan-pelatihan. Pada umumnya mandor memiliki disiplin

kerja yang baik dan memiliki anggota lebih dari lima belas tenaga kerja. Masalah upah kerja menjadi

masalah utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Profesi mandor dalam proyek sangat unik, bertanggung

jawab atas hasil kerja tetapi tidak memiliki ikatan kerja yang jelas seperti ikatan kontrak.

4.3. Analisa Keuangan

Analisa keuangan di dalam proyek jalan raya dibutuhkan untuk memperoleh gambaran awal sebagai

bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam investasi proyek sehingga diperoleh suatu

keputusan ataupun analisa untung rugi dari proyek tersebut. Hal – hal yang merupakan bagian yang

harus diperhatikan dalam analisa keuangan adalah :

1. Analisa fungsi, yaitu analisa yang digunakan untuk melaksanakan setting tertentu atau tempat

sehingga dapat dilaksanakan simulasi terhadapnya.

2. Asumsi – asumsi awal yang meliputi, akses kelokasi, jarak tempuh, kondisi social ekonomi

lokasi, keamanan,dan lalu lintas yang ada di lokasi proyek.

3. Proyeksi Aliran kas (cash flow), proyeksi aliran kas ini terbagi menjadi tiga point penting yaitu:

a. Pemasukan

Yang termasuk kedalam pemasukan adalah modal, pinjaman, dan invoice

b. Pengeluaran

Yang termasuk pengeluaran dari aliran kas adalah, biaya proyek, biaya admministrasi

umum,biaya uang dan angsuran dari pinjaman.

Salah satu masalah penting yang berkaitan dengan penyusunan anggaran modal untuk proyek adalah

menevaluasi resiko. Investor akan melihat bagaimana bentuk dan beberapa besar resiko yang ada

sebelum bersedia menanamkan modalnya. Untuk menyederhanakan analisis suatu proyek pada

pembahasan proyek terdahulu digunakan asumsi berikut:

1. Resiko proyek yang diusulkan mempunyai karakteristik dan kompleksitas sama satu dengan

yang lain, bahkan juga dianggap sama dengan resiko perusahaan yang memiliki, sehingga

pada criteria seleksi dipakai arus diskonto yang sama besarnya

2. Pada waktu menyusun aliran kas (jumlah biaya pertama pendapatan dan pengeluaran)

didasarkan atas estimasi kondisi diwaktu yang akan datang

4.4. Analisa Program Kerja

Page 42: Laporan Konstruksi jalan

Analisa program kerja harus ada dalam pelaksanaan pekerjaan proyek dalam hal ini adalah kontraktor,

analisa program kerja ini merupakan tahapan siklus manajemen yang penting dalam penyusunan kerja

yang meliputi:

1. Menyusun matrik pelaksanaan pekerjaan

2. Merencanakan alokasi sumber daya dan penganggaran/budgeting secara tepat bagi setiap

kegiatan yang dibutuhkan untuk pencapaian hasil-hasil kerja yang sesuai dengan yang

diharapkan

3. Menyusun rencana operasional

Suatu proyek dapat diselesaikan tepat waktu atau lebih cepat daripada jadwal yang ditetapkan akan

memberikan keuntungan bagi perusahaan melalui penghematan sumber daya yang digunakan, seperti

upah tenaga kerja, biaya sewa peralatan dan biaya-biaya over head (bunga bank, asuransi, dan

administrasi. Teknik yang popular dalam penjadwalan proyek dapat dikelompokkan kedalam dua

metode, yaitu bagan balok dan perencanaan jaringan kerja. Dalam penyusunan schedule suatu proyek

biasanya tidak langsung dihasilkan suatu schedule yang ideal. Salah satu tujuan penyusunan schedule

adalah menghasilkan schedule yang realistis berdasarkan estimasi yang wajar. Sering dijumpai dalam

menyusun schedule ditekankan pada penyelesaian pekerjaan secepat mungkin. Hal ini dilakukan

dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Kontraktor menyusun schedule dengan durasi yang pendek dengan tujuan untuk menghindari tuntutan

liquidated damages dan ada pula yang melakukan hal tersebut dengan harapan mendapatkan

keuntungan bonus. Para pembuat schedule dalam merencanakan schedule dengan pertimbangan

kondisi musim yang akan berpengaruh terhadap produktivitas dari pekerja. Salah satu cara

mempercepat durasi proyek adalah crashing. Terminologi proses crashing adalah dengan mereduksi

durasi suatu pekerjaan yang berpengaruh terhadap penyelesaian proyek yang dipusatkan pada

kegiatan yang berada pada jalur kritis.

Kegiatan dalam suatu proyek dapat dipercepat dengan cara :

1. Dengan menggunakan shift pekerjaan

2. Dengan memperpanjang waktu lembur

3. Dengan mempergunakan alat bantu yang lebih produktif

4. Menambah jumlah pekerja’

5. Dengan menggunakan konstruksi lain yang lebih cepat dan efisien

Page 43: Laporan Konstruksi jalan

BAB VKONSULTANSUPERVISI

Page 44: Laporan Konstruksi jalan
Page 45: Laporan Konstruksi jalan

PAKET PENINGKATAN JALAN PROPINSI SUMATERA UTARA Bulan

No. Nama JabatanTanggal

MobilisasiMan Month Rencana   Tanggal

DemobilisasiKet.

Kontrak Dilalui Sisa Realisasi 8 9 10 11 12

1 Ir. Masmur TariganSupervisi Engineer

13 Agustus 2009

4.00    Rencana  

10 Desember Realisasi  

2Amos Susilawati Sitepu, ST

Chief Inspector13 Agustus

20094.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

3 Efredi Depari, ST Quality Engineer13 Agustus

20094.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

4Simon Erikson Sianturi, ST

Inspector13 Agustus

20094.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

5 Biliater Situngkir, ST Lab. Technician13 Agustus

20094.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

6 Frans Wijaya, Amd Inspector13 Agustus

20093.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

7 Alexander Sembiring, ST Lab. Technician13 Agustus

20093.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

8 Robelly Simanungkalit, ST Inspector13 Agustus

20093.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

9 Herbet Simatupang, ST Lab. Technician13 Agustus

20093.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

10 Dian Novita, S.SosOperator Computer

13 Agustus 2009

4.00    Rencana  

10 Desember Realisasi  

11 Antonius Barus, ST Draftman13 Agustus

20094.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi  

12 Sutigno Office Boy13 Agustus

20094.00    

Rencana  10 Desember

 Realisasi          Dibuat Oleh :

KonsultanCV. PERCA BANGUN PERSADA

Ir. Masmur TariganSupervisi Engineer

Page 46: Laporan Konstruksi jalan

5.2 STRUKTUR ORGANISASI KONSULTANCV. PERCA BANGUN PERSADA

PAKET – 2

5.1 KEGIATAN KONSULTAN SUPERVISI

Ir.Masmur TariganSupervisi Engineer

Op. computer : Dian Novita,SsosDraftman : Antonius Barus,STOffice Boy : Sutigno

Efredi Depari, STQuality Engineer

Amos Susilawati, STChief Inspector

Biliater SitungkirLab. Teknik

Simon Sianturi, STInspector

Alexander SembiringLab. Teknik

Frans Wijaya,AmdInspector

Herbet Simangunson, ST

Lab. Teknik

Robelly Simanukalit, Amd

Inspector

Page 47: Laporan Konstruksi jalan

BULAN SEPTEMBER 2009

TANGGAL HARI KEGIATAN

1 Kamis Monitoring Ke Proyek Jalan Perbaungan - Pantai Cermin    2 Jumat Membuat Laporan dari hasil Monitoring Proyek di Kantor Konsultan  3 Sabtu Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam - Perdagangan    4 Minggu Libur      5 Senin Membuat Laporan dari hasil Monitoring Proyek di Medan    6 Selasa Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam        7 Rabu Rapat Show Cause Meeting di kantor Dinas Jalan dan Jembatan    8 Kamis Monitoring Ke Proyek Jalan Perbaungan - Pantai Cermin    

9 Jumat Koordinasi dengan PPTK hal Kegiatan Kontraktor dan Progress Kemajuan Pekerjaan di P.Siantar

10 Sabtu Mengevaluasi Semua Paket Proyek dan Membuat Laporan-Laporan untuk Bulanan

11 Minggu Libur12 Senin Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam      13 Selasa Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam        14 Rabu Monitoring Ke Proyek Perdagangan - Indrapura      15 Kamis Membuat Laporan dari hasil Monitoring Proyek di Medan    

16 Jumat Mengevaluasi Semua Paket Proyek dan Membuat Laporan-Laporan untuk Bulanan

17 Sabtu Koordinasi dengan PPTK hal Kegiatan Kontraktor dan Progress Kemajuan Pekerjaan di P.Siantar

18 Minggu Libur    

19 Senin Koordinasi dengan PPTK hal Kegiatan Kontraktor dan Progress Kemajuan Pekerjaan di Tebing Tinggi

20 Selasa Libur        21 Rabu Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam        22 Kamis Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam        23 Jumat Membuat Laporan dari hasil Monitoring Proyek di Medan    

24 SabtuMemberikan Laporan kepada Core Team hasil dari semua Paket Proyek

 

hal Kemajuan pekerjaan atau Progress Kemajuan pekerjaan    25 Minggu Libur    26 Senin Monitoring Ke Proyek Tj.Kasau - Bdr..Masilam - Perdagangan    

27 Selasa Koordinasi dengan PPTK hal Kegiatan Kontraktor dan Progress Kemajuan Pekerjaan di P.Siantar

       

28 Rabu Monitoring Ke Proyek Perdagangan - Indrapura      29 Kamis Membuat Laporan Bulanan dan Mengevaluasi semua Proyek    

30 Jumat Koordinasi dengan PPTK hal Progress Kemajuan Pekerjaan dan semua Paket

 

Page 48: Laporan Konstruksi jalan

LAMPIRAN

Page 49: Laporan Konstruksi jalan

PHOTO DOKUMENTASI

JALAN PERBAUNGAN - PANTAI CERMINKABUPATEN SERGEI

PEKERJAAN : FINISHING PARIT

PEKERJAAN : FINISHING PARIT

Page 50: Laporan Konstruksi jalan

FOTO DOKUMENTASIJALAN TJ KASAU - BANDAR MASILAM/ BANDAR MASILAM -PERDAGANGAN

PEKERJAAN : PENGHAMPARAN ASPAL AC-WC siteBandar Masilam - Perdagangan

PEKERJAAN : PENGHAMPARAN ASPAL AC-BCSite Tj Kasau – Bandar Masilam

FOTO DOKUMENTASIPERDAGANGAN - INDRAPURA

Page 51: Laporan Konstruksi jalan

PEKERJAAN : Pemadatan Bahu jalan

PEKERJAAN : Pemadatan Bahu jalan