konsep dasar asuhan keperawatan snh

Click here to load reader

Post on 21-Dec-2015

43 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

snh

TRANSCRIPT

LAPORAN PENDAHULUANASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN STROKE NON HEMORAGIK

OLEH:KADEK AYU ASTRI NOVITASARI, S.Kep14.901.0951

PROGRAM STUDI PROFESI NERSSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA PPNI BALI2015

A. KONSEP DASAR PENYAKIT1. Definisi Stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Menurut WHO, stroke adalah adanya tanda tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (global) dengan gejala gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular (Hendro Susilo, 2006).Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Stroke adalah gangguan peredaran darah otak yang menyebabkan deficit neurologis mendadak sebagai akibat iskemia atau hemoragi sirkulasi saraf otak (Sudoyo Aru, 2009).Stroke non hemoragik (iskemik) adalah gangguan peredaran darah pada otak yang dapat berupa penyumbatan pembuluh darah arteri, sehingga menimbulkan infark atau iskemik. Umumnya terjadi pada saat penderita istirahat. Tidak terjadi perdarahan dan kesadaran umumnya baik. Stroke non hemoragik terjadi karena penurunan aliran darah sampai di bawah titik kritis, sehingga terjadi gangguan fungsi pada sebagian jaringan otak.

2. Epidemiologi Stroke merupakan satu masalah kesehatan yang besar dalam kehidupan modern saat ini. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5% atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat. Jumlah penderita stroke cenderung meningkat setiap tahun , bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif. Sroke, dapat menyerang setiap usia, bertambahnya usia, makin tinggi usia seseorang ,makin tinggi kemungkinan terkena serangan srtoke. Di Indonesia, belum ada data epidemiologis srtoke yang lengkap, tetapi proporsi penderita sroke dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Hal ini terlihat dari laporan survey kesehatan Rumah Tangga Depkes RI di berbagai Rumah Sakit di 27 provinsi di Indonesia. Hasil survey itu menunjukkan terjadinya peningkatan antara 1984 sampai 1986, dari 0,72% penderita pada 1984 menjadi 0,89% penderita pada 1986.Sroke atau cerebrovaskular accident, merupakan penyebab invaliditas yang paling sering pada golongan umur diatas 45 tahun. Di Negara industry, stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan keganasan.

3. Klasifikasi Stroke non hemoragik dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan penyakitnya, yaitu :a. TIAS (Trans Ischemic Attack)Yaitu gangguan neurologist sesaat, beberapa menit atau beberapa jam saja dan gejala akan hilang sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam.b. Rind (Reversible Ischemic Neurologis Defict)Gangguan neurologist setempat yang akan hilang secara sempurna dalam waktu 1 minggu dan maksimal 3 minggu..c. Stroke in VolutionStroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang muncul semakin berat dan bertambah buruk. Proses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau beberapa hari.d. Stroke KomplitGangguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanen

4. Etiologia. Trombosis Serebri Trobosis serebri ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapat menimbulkan edema dan kongesti di sekitarnya. Thrombosis biasanya terjadi pada orng tua yang sering tidur atau bangun tidur. Hal ini dapat terjadi karena penurunan simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemia serebri. Beberapa keadaan di bawah ini dapat menyebabkan thrombosis otak : 1) Arteriosklerosis Arteroskerosis adalah mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya kelenturan dan elastisitas didinding pembuluh darah. Manifestasi klinis arterosklerosis bermacam macam. Kerusakan dapat terjadi melalui mekanisme berikut ; lumen arteri menyempit dan dan menyebabkan berkurangnya aliran darah, oklusi mendadak pembuluh darah karena terjadi thrombosis, merupakan tempat terbentuknya thrombus, kemudian melepaskan kepingan thrombus (embolus) dan dinding arteri menjadi lemah dan terjadi aneurisme kemudian robek dan terjadi perdarahan.2) Hiperkoagulasi pada polisitemiaDarah bertambah kental, peningkatan vikositas/hematokrit meningkat dapat melambatkan aliran darah serebri.3) Arteritis ( radang pada arteri)b. EmboliEmboli serebri merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah, lemak, dan udara. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat system arteri serebri. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10 30 detik. Beberapa keadaan di bawah ini dapat menimbulkan emboli : katup katup jantung yang rusak akibat penyakit jantung reumatik, infark miokardium, fibrilasi, dan keadaan aritmia menyebabkan berbagai bentuk pengosongan ventrikel sehingga darah membentuk gumpalan kecil. Endokarditis oleh bakteri dan non bakteri, menyebabkan terbentuknya gumpalan gumpalan pada endokardium.

5. Faktor RisikoAda beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi, yaitu ;a. HipertensiDapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral.b. Aneurisma pembuluh darah cerebralAdanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan.c. Kelainan jantung / penyakit jantungPaling banyak dijumpai pada pasien post MCI, atrial fibrilasi dan endokarditis. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah.d. Diabetes mellitus (DM)Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan, yaitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga Berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral.e. Usia lanjutPada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak.f. PolocitemiaPada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun.g. Peningkatan kolesterol (lipid total)Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak.h. ObesitasPada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah satunya pembuluh drah otak.i. PerokokPada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis.j. Kurang aktivitas fisikKurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku), salah satunya pembuluh darah otak.

6. PatofisiologiInfark serebri adalah berkurangnya suplai darah ke area tertentu di otak. Luasnya infark bergantung pada faktor faktor seperti lokasi dan besarnya pembuluh darah dan adekuatnya sirkulasi kolateral terhadap area yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat.Suplai darah ke otak dapat berubah (makin lambat atau cepat) pada gangguan local (thrombus, emboli, spasme vascular) atau karena gangguan umum (hipoksia, karena gangguan paru paru dan jantung). Arteroskerosis sering kali merupakan faktor penting untuk otak, thrombus dapat berasal dari plak arterosklerosis, atau darah dapat beku pada area yang stenosis tempat aliran darah dan akan lambat / terjadi turbelensi. Trobus dapat peah dari dinding pembuluh darah dan terbawa sebagai emboli dalam aliran darah. Thrombus mengakibatkan :a. Iskemia jaringan otak pada area yang disuplai oleh pembuluh darah yang bersangkutan b. Udema dan kongesti di sekitar area.Area edema ini menyebabkan disfungsi yang lebih besar dari area infark itu sendiri. Edema dapat berkurang dalam beberapa jam atau kadang kadang sudah beberapa hari. Dengan berkurangnya edema klien mulai menunjukkan perbaikan.Karena thrombosis biasanya tidak fotal, jika tidak terjadi perdarahan pasif. Oklusi pada pembuluh darah serebri oleh embolus menyebabkan edema dan nekrosis diikuti thrombosis. Jika terjadi infeksi sepsis akan meluas pada dinding pembuluh darah, maka akan terjadi abses atau ensefalitis, tau jika sisa infeksi berada pada pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan dilatasi aneurisma pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan serebri, jika aneurisma peah atau rupture.Perdarahan pada otak lebih disebabkan oleh rupture arterosklerosis dan hipertensi pembuluh darah. Perdarahan intra serebri yang sangat luas akan menyebabkan kematian dibandingkan dan keseluruhan penyakit serebrovaskular, karena perdarahan yang luas terjadi destruksi massa otak / peningkatan tekanan intracranial dan yang lebih berat dapat menyebabkan herniasi otak pada falks serebri atau lewat foramen magnum.Kematian dapat disebabkan oleh kompresi batang otak, hemisfer otak, dan perdarahan batang otak sekunder atau ekstensi perdarahan ke batang otak. Perembesan darah ke ventrikel otak terjadi pada sepertiga kasus perdarahan otak di nucleus kaudatus, falamus dan pons.Jika sirkulasi serebri terhambat, dapat berkembang anoksia serebri. Perubahan disebabkan oleh anoksia serebri dapat reversible untuk jangka waktu 4-6 menit. Perubahan irreversible bila anoksia lebih dari 10 menit. Anoksia serebri dapat terjadi oleh karena gangguan yang bervariasi salah satunya henti jantung. Selain kerusakan parenkim otak, akibat volume perdarahan yang relative banyak akan mengakibatkan peningkatan tekanan intracranial dan menyebabkan menurunnya tekanan perfusi otak terganggunya drainase otak.Elemen elemen vasoaktif dara