Kolonialisme eropa

Download Kolonialisme eropa

Post on 16-Jul-2015

270 views

Category:

Education

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li><p>BAB 13KOLONIALISME EROPA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN RAKYAT</p></li><li><p>Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke IndonesiaLetak Indonesia sangat strategis, diapit dua benua (Samudera Indonesia Samudera Pasifik) dan dua benua (Benua Asia Benua Australia). Sejak abad ke-13 Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah.Kondisi ini menarik bangsa asing untuk berdatangan ke Indonesia, termasuk bangsa Eropa.</p></li><li><p>Latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia disebabkan oleh faktor-faktor berikut :a. politikb. ekonomic. kemajuan ilmu pengetahun dan teknologid. idealisme.</p></li><li><p>5 Politik.Sejak kota Konstantinopel di Asia Barat di kuasai bangsa Turki, pedagang Eropa tidak bisa lagi mengadakan hubungan dagang dan mendapatkan komoditas dari Cina, India dan Indonesia.Akibatnya bangsa Eropa harus mencari cara lain untuk mendapatkan komoditas tersebut (rempah-rempah).Bangsa Eropa kemudian mengadakan penjelajahan samudera untuk menemuka jalan menuju daerah penghasil rempah-rempah. </p></li><li><p>EkonomiFaktor ekonomi merupakan pendorong paling kuat. Pedagang Eropa berusaha menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Membeli rempah-rempah langsung dari sumbernya harganya lebih murah. Kemudian mereka menjualnya lagi di Eropa dengan harga tinggi. Keuntungan yang diperoleh lebih tinggi. </p></li><li><p>Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologiSebelumnya bangsa Eropa menganggap bumi itu datar. Pendapat ini dikemukan oleh Ptolemeus dengan teori geosentris.Pada abad ke-14 muncul seorang ahli astronomi bernama Nicolaus Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat dengan teori heliosentris.Timbul keinginan untuk membuktikan teori heliosentris.</p></li><li><p>Perkembangan ilmu pengetahuan mendorong kemajuan tekonologi. Bangsa Eropa menemukan tekonologi pembuatan kapal laut yang dapat mengarungi samudera luas. Selain itu ditemukan juga kompas, mesiu dan pelayaran. Bangsa Eropa kemudian menjelajahi samudera untuk menemukan benua-benua baru. </p></li><li><p>Idealisme (cita-cita)Penjelajahan bangsa Eropa digelorakan oleh idealisme 3 G yaitu :a. Gold (emas)b. Gospel (injil)c. Glory (kejayaan).</p><p>Gold artinya berusaha mendapatkan kekayaan sebanyak mungkin didaerah yang ditemukan.</p></li><li><p>Gospel artinya menyebarkan agama Kristen di daerah-daerah yang ditemukan.</p><p>Glory artinya kejayaan, Mereka merasa bangga jika berhasil menemukan jalan menuju daerah penghasil rempah-rempah</p><p>Pelopor penjelajahan samudera adalah bangsa Portugis dan Spanyol. </p></li><li><p>Tokoh-Tokoh Penjelajahan Samudera </p><p>NoNegaraTokohDaerah yang ditemukan1Portugisa.Barttholomeus Diazb.Vasco da Gamac.Fransesco de Almeidad.CabralTanjung Harapan di AfrikaKalikut IndiaGoa IndiaBrazil2Spanyola.Colombusb.Magelhaensc.F. Cortezd. F. PizzaroBenua AmerikaMengelilingi duniaMenaklukan suku Aztek Menaklukan suku Inca di Peru</p></li><li><p>3Inggrisa.Francis Drakeb.William Dampierc.James Cookd.Matthew FlindersMengelilingi duniaPantai barat AustraliaMenyusuri pantai AustraliaMembuat peta Australia4Belandaa,.Barentzb.Willem Jansz</p><p>c.Jan Cartensz</p><p>d.Abel TasmanKutub utaraMendarat di Carpentaria AustraliaTanjung York (Australia)Kepulauan Tasmania (Australia)</p></li><li><p>Kedatangan Bangsa Eropa Ke IndonesiaPortugisPortugis merupakan bangsa Eropa pertama yang sampai di Maluku. Pada saat itu di Maluku sedang terjadi persaingan antara Ternate dan Tidore.Portugis membantu Ternate untuk mendapatkan hak monopoli rempah-rempah. Monopoli ini merugikan rakyat Ternate, karena tidak bebas menjual dan menentukan harga rempah-rempah. </p></li><li><p>BelandaPara pedagang Belanda mengikuti jejak orang Portugis untuk sampai ke Indonesia. Dari Tanjung Harapan melewati Laut Arab, Samudera Indonesia dan sampai di Banten.Rombongan dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Sejak itu berdatangan para pedagang Belanda lainnya.Untuk memenangkan persaingan dengan sesama bangsa Eropa, para pedagang Belanda membentuk organisasi kongsi.</p></li><li><p>Namanya Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau Persekutuan Dagang Hindia Timur. Didirikan tgl. 20 Maret 1602, atas usul Johan van Oldebarmevelt.Tujuan berdirinya VOC adalah menghindari persaingan antar pedagang Belanda, serta memberi bantuan ekonomi dan militer kepada negara Belanda.VOC dipimpin oleh seorang gubernur jenderal. Gubernur jenderal pertama VOC adalah Pieter Both.</p></li><li><p>Pada masa gubernur jenderal Jan Pieterzoon Coen, pusat kegiatan VOC dipindahkan ke Sunda Kelapa (Jayakarta).VOC berhasil merebut Jayakarta dan namanya diganti menjadi Batavia pada tgl. 12 Maret 1619.Agar monopoli perdagngan berlangsung efektif, VOC memberlakukan pelayaran hongi. Pelayaran hongi bertujuan memantau perjualan rempah-rempah sekaligus jumlah yang ditanam petani.</p></li><li><p>Logo VOC</p></li><li><p>Hak Privilese (istimewa) VOCHak monopoli dalam perdaganganHak mengadakan perjanjian dengan raja setempat atas nama pemerintah.Hak membentuk pasukan militerHak mendirikan bentengHak mencetak uang dan mengedarkannya.</p></li><li><p>Tindakan bangsa Eropa sangat merugikan rakyat Indonesia. Monopoli perdagangan VOC, menyebabkan rakyat Indonesia tidak memiliki kebebasan dalam menjual rempah-rempah. Semuanya diatur oleh VOC. Tidak tahan dengan perlakuan semena-mena bangsa Eropa, maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan.</p></li><li><p>Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Kolonialisme EropaPerlawanan rakyat terhadap Portugis.a.Perlawanan Rakyat Aceh.Pada tahun 1511 Kerajaan Malaka dikuasai Portugis. Keberadaan Portugis di Malaka, mengancam kedudukan Aceh baik segi politik, ekonomi dan agama.Raja-raja Aceh bersama rakyat berusaha mengusir Portugis. Aceh bersekutu dengan Johor dan Demak. Karena kalah dalam bidang persenjataan, Aceh tidak berhasil mengusir Portugis. Sebaliknya, Portugis tidak mampu menguasai Aceh.</p></li><li><p>b. Perlawanan Rakyat Maluku.Untuk menguasai Maluku, Portugis melakukan politik pecah Belah. Portugis mendukung Ternate dalam menghadapi Tidore, dengan maksud mendapat ijin monopoli perdagangan rempah-rempah.Lama kelamaan Portugis bertindak sewenang-wenang dan merugikan perdagangan Ternate. Sultan Khairun bangkit memimpin perlawanan. Dengan tipu muslihat, Sultan Khairun dapat ditangkap dan dibunuh Portugis. </p></li><li><p>Perlawanan dilanjutkan oleh Sultan Babullah. Pada tgl. 28 Desember 1577, rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Maluku.</p></li><li><p>Perlawanan terhadap VOCa. Perlawanan rakyat Maluku.Setelah Portugis diusir dari Maluku datanglah VOC. Mereka lebih kuat. Setelah berhasil mendirikan benteng, VOC memaksakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku. Selain itu, VOC memberlakukan pelayaran hongi dan ekstrirpasi (penebangan) rempah-rempah. Tindakan VOC menimbulkan kemarahan rakyat Maluku.</p></li><li><p>Muncul perlawanan rakyat yang dipimpin Sultan Nuku dari Tidore. Dengan bekerjasama dengan Inggris (EIC), Sultan Nuku berhasil mengusir VOC dari Maluku.</p><p>b. Perlawanan rakyat Makasar.Letak kerajaan Makasar sangat strategis berada pada jalur perdagangan Maluku Malaka. VOC datang ke Makasar dan memaksakan monopoli perdagangan.</p></li><li><p>Sultan Hasanuddin menolak keras keinginan VOC karena merugikan. VOC kemudian melakukan politik divide et impera (adu domba) antara Sultan Hasanuddin dengan raja Bone Aru Palaka. Sultan Hasanuddin akhirnya menyerah dengan adanya perjanjian Bongaya tahun 1667.Belanda menjuluki Sultan Hasanuddin dngan sebutan Ayam Jantan dari Timur</p></li><li><p>c. Perlawanan rakyat Banten.Sebagai daerah penghasil lada dan terletak dijalur perdagangan Selat Sunda, VOC ingin menguasai Banten. Keinginan VOC mendapat tantangan dari sultan Banten. Dengan politik divide et impera, VOC berhasil mengadu domba antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Dengan politi tersebut akhirnya VOC berhasil menguasai Banten. </p></li><li><p>d. Perlawanan rakyat MataramKedataangan VOC di Batavia merupakan penghalang cita-cita Sultan Agung untuk mempersatukan Pulau Jawa.Untuk itu VOC harus diusir dari Batavia. Pada tahun 1628, pasukan Mataram menyerang VOC dipimpin Tumenggung Baurekso, tetapi gagal. Serangan kedua dilakukan tahun 1629 dipimpin Kyai Adipati Juminah. Serangan kedua inipun gagal. Sultan Agung mengganti strategi yaitu dengan blokade ekonomi terutama dalam perdagangan beras.Sultan-sultan Mataram berikutnya justru berkompromi dengan VOC.</p></li><li><p>Akibatnya, Mataram dengan mudah dapat dikuasai VOC. Bahkan mengalami perpecahan dengan adanya perjanjian Giyanti dan perjanjian Salatiga.</p><p>e. Perlawanan rakyat Banjar.Banjar di Kalimantan selatan merupakan daerah penghasil lada, kapur barus, batu permata. VOC ingin menguasai daerah ini dengan memaksakan monopoli perdagangan dan blokade. Tindakan VOC menimbulkan perlawanan</p></li><li><p>Perlawanan rakyat Banjar dipimpin oleh Sultan Muhammad Alaudin Amirullah. Perlawanan tidak berlangsung lama, karena terdapat perpecahan dikalangan rakyat dengan pejabat kerajaan.</p></li></ul>