jambi independent | 16 april 2011

Click here to load reader

Post on 24-Mar-2016

406 views

Category:

Documents

29 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • ECERAN RP. 3.500,-SAbtu, 16 APRil 2011

    LAODE MURSIDIN, Teluk Wondama

    Baca KPu tetapkan hal 2

    kriminal

    Kinerja KPU Tebo Harus Dievaluasi

    Bom Cirebon Mirip Teror Bali

    Oknum Polisi Pesta Sabu Bersama Wanita

    JAMBI - Seorang anggota Polres Bungo, ber-pangkat brigadir, tertangkap basah sedang pesta sabu-sabu bersama teman wanitanya di sebuah kafe -warung remang-remang--, di Unit 9 Pelepat, Kabupaten Bungo. Oknum polisi berinisial MI (32) itu digerebek ang-gota Polres Merangin dalam operasi khusus, Kamis (14/4) lalu, pukul 13.20.

    Saat ditangkap, MI dan teman wanitanya yang berinisial NA (29) tak berkutik. n

    pilkada

    KPU Tetapkan Burhanuddin Bupati Muarojambi

    MUAROJAMBI - KPUD Muarojambi memu-tuskan Pasangan Burhanuddin Mahir-Kemas Muhammad Fuad (BM- Kuad) menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muarojambi lima tahun ke depan (2011-2016). Keputusan ini dikeluarkan melalui Rapat Pleno KPU Muarojambi tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan calon terpilih di ruang pola, kantor Bupati Muarojambi, kemarin (15/4).

    Dalam surat Keputusan KPU Muarojambi No 28 tahun 2011 yang dibacakan M Nasir, anggota KPU dari Devisi Hukum, pasangan Burhanuddin-Kemas Fuad dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilukada 9 April lalu. n

    Pertarungan Yopi Vs Sukandar Tetap Berimbang

    JAMBI - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerin-tahkan Pemilukada Tebo diulang, dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk kegagalan KPU Tebo sebagai penyelenggara pemilukada. Disam-ping itu, meski diuntungkan dengan

    keputusan tersebut, pertarungan Sukandar-Hamdi versus Yopi-Sapto diperkirakan akan tetap berimbang pada pilkada ulang nanti.

    Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Politik (Stipol) Kota Jambi Navarin Karim mengatakan, per sai ngan antarkandidat pada pemilukada ulang nanti tidak akan jauh berubah. Yang terpenting, menurut dia, KPU Tebo selaku lem-baga penyelenggara harus bisa me-

    ningkatkan kredi bilitas kinerjanya yang boleh dibilang gagal.

    Artinya, KPU betul-betul ke-colongan dengan keputusan MK tersebut. MK menyebutkan perbuatan yang sistematis, terstruktur dan masif itu memang terbukti. Selain KPU, pan-waslu juga harus evaluasi. Untuk itu, kedua lembaga ini juga harus kembali bersosialisasi dengan cara yang fair, ungkapnya, kemarin (15/4). n

    Bagaimana Anda menanggapi keputusan MK ?

    Optimalkan Mesin PolitikMeski kecewa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK)

    yang membatalkan kemenangannya pada Pemilukada Tebo, 10 Maret lalu, Yopi Muthalib tetap tegar. Dia tetap bersemangat dan

    optimis bisa meraih suara lebih banyak lagi pada pemilukada ulang nanti. Apa yang akan dilakukan jelang pemilukada ulang

    yang jadwalnya masih dibahas KPU Tebo ? Berikut wawancara khusus Wartawan Jambi Independent Fahrul Rozi melalui

    telepon dengan putra mantan Bupati Bungo Tebo Abdul Muthalib itu.

    Saya rasa itu merupakan keputusan yang harus kita laksanakan. Dan, sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum, saya harus ikut dan melaksanakannya. Saya pikir kita tidak perlu lagi bercerita apa yang telah diputuskan oleh MK tersebut,

    semuanya sudah jelas dan terang.Apakah Anda sadar, keputusanMK bisa menjadi modal bagipihak lawan untuk menyebar isu miring terhadap Anda ?Mudah-mudahan apa yang di-

    putuskan MK itu yang terbaik bagi kita semua. n

    Kisah Torey, Bupati yang Tertangkap saat Nyabu Bersama Istri Kedua

    Merintis Karir dari Bawah, Nikahi Putri Mantan AtasanDi Indonesia, mungkin baru Alberth H. Torey, bupati yang ditangkap polisi ketika mengon-

    sumsi sabu-sabu bersama istrinya. Sejak digerebek 1 April lalu hingga kemarin

    (15/4), keduanya masih ditahan di kantor polisi.

    Benarkah polisi sudah lama mengincarnya?

    HINGGA saat ini penangkapan Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Drs Alberth H. Torey masih menjadi perbincangan masyarakat dan para pegawai

    di lingkungan pemkab. Torey digerebek polisi di kediaman-nya, Kampung Inggramui, Manokwari, 1 April lalu, seki-tar pukul 01.00 WIT. Kala itu, dia dan istri keduanya, Vivian, nyabu bersama. Vivian ada-

    lah anak mantan Bupati Ma-nokwari.

    Saat ditangkap, dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua paket kecil sabu seberat 0,89 gram, tiga alat isap, lima korek gas,

    dan satu ampul yang sudah digunakan.

    Keduanya pun sudah ditetap-kan sebagai tersangka dan saat ini mendekam di tahanan Polres Manokwari untuk menunggu proses hukum selanjutnya.

    Ketika Radar Sorong (Jawa Pos Group) mengunjungi lokasi penggerebekan itu Senin (11/4) lalu, suasananya tampak sepi. Hanya terlihat beberapa pe-tugas di pos jaga. n

    Persiapan UNSudah 99 Persen

    DiKENAl tEGAS: Alberth H. torey (foto kanan) dan istri keduanya, Vivian (foto tengah), ketika diperiksa polisi setelah ditangkap. Puluhan warga teluk Wondama ketika berunjuk rasa di kantor Gubernur Papua barat mengutuk perbuatan bupatinya.

    FOtO-FOtO: MuSAiR/RADAR SORONG/JPNN

    Soal Datang Hari Ini, Dijaga Ketat Aparat

    JAMBI Ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK akan digelar secara serentak lusa (18/4). Khusus Kota Jam-bi, Dinas Pendidikan Kota Jambi mengklaim persia-pan sudah men capai 99 persen. Bisa dikatakan 99 persen, seratus persennya pada waktu pelaksanaan, ujar Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Jambi Sofyan.

    Tahun ini, katanya, siswa yang mengikuti UN sebanyak 9.251 orang. n

    Baca Merintis hal 2

    Baca Optimalkan hal 2

    Baca Kinerja hal 2

    Baca Oknum hal 2

    Baca bom Cirebon hal 8

    Yopi MuthalibDOK/JAMbi iNDEPENDENt

    Dua Paku Menancap di Kepala Kapolresta

    Bisa DidiskualifikasiKOORDINATOR Pengawas Ujian Nasional

    (UN) 2011 Suratno, mengingatkan agar siswa tidak curang saat UN. Jika tak diindahkan, kata Suratno, siswa tersebut bisa didiskualifikasi. n

    UTAMA

    Baca Persiapan hal 8

    Baca bisa hal 8

    GRAFiS: DJAtMiKO/JAMbi iNDEPENDENt

    GRAFiS: DJAtMiKO/JAMbi iNDEPENDENt

    bOM Di MASJiD: Seorang perempuan mengelus pipi suaminya yang terluka akibat bom bunuh diri di Cirebon, kemarin (15/4). Foto bawah, pelaku bom bunuh diri.

    iSt/FOR RADAR CiREbON/JPNN

    GRAFiS: DJAtMiKO/JAMbi iNDEPENDENt

    JAKARTA - Serangan bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra, Kompleks Mapolres Kota Cirebon, kemarin (15/4), diduga identik dengan bom Bali II dan bom di Hotel Ritz-Carlton pada

    Pelaku Ledakkan Diri di Masjid, Mayoritas Korban Anggota Polisi

    2009. Pelaku juga terdoktrin dengan baik, tenang, sadar, dan menarget pimpinan tertinggi di lokasi kejadian, yakni Kapolres Kota Cirebon AKBP Herukoco. Pelaku mengambil posisi terdekat dengan Kapolres.

    Serangan terhadap masjid memang bukan hal yang baru. Namun, serangan dengan metode bunuh diri di dalam masjid baru pertama. n

    DI antara 28 korban bom bunuh diri, Kapolres Cirebon Kota AKBP Herukoco yang mengalami luka pa-ling parah. Banyak serpihan logam

    besi ditemukan di tubuhnya. Kare-na itu, dia harus menjalani operasi besar di RS Pertamina Cirebon. n

    Baca Dua Paku hal 8

  • Jambi IndependentSabtu, 16 April 2011

    Merintis Karir dari Bawah, Nikahi Putri Mantan Atasan --------------- dari hal 1Sebelum ditangkap dan di-

    tahan, selain menetap di Wa-sior, Teluk Wondama, Torey sering berada di Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat. Sedangkan istri pertaman-ya saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Papua Barat.

    Torey yang juga menjabat ketua DPD Partai Golkar Ka-bupaten Teluk Wondama, mengawali karir sebagai PNS (pegawai negeri sipil) di Kabu-paten Manokwari. Sejumlah jabatan penting pernah diper-cayakan kepadanya. Misalnya, kepala bagian tata pemerintah-an dan asisten I Bidang Pemer-intahan Setkab Manokwari. Torey diangkat sebagai asisten I Bidang Pemerintahan Setda Manokwari pada era Bupati Drs Mulyono yang kemudian menjadi mertuanya.

    Dengan bergulirnya peme-karan Kabupaten Teluk Won-dama, Torey awalnya diper-caya sebagai penjabat bupati. Lalu, pada pilkada pertama yang dihelat 2005, dia yang berpasangan dengan Dra Ma-rice Kaikatuy akhirnya terpilih sebagai bupati. Pada Pilkada 9 September 2010, berpasangan dengan Zeth B. Marani, To-rey terpilih kembali. Sebagai pamong, karir Torey terbil-ang moncer. Dia menduduki jabatan secara berjenjang, mulai bawah. Pak Torey lama mengabdi di Manokwari sebe-lum ke Wondama, kata Drs Ferdinand Teniwut, Kabag Humas Pemkab Manokwari.

    Sebagai mantan bawahan, Ferdinand cukup mengenal sosok Torey. Selain memiliki disiplin kerja, Torey cukup cekatan dalam mengambil

    keputusan. Beliau orang yang gesit dan cepat dalam bertindak. Latar belakangnya memang seorang pamong. Na-mun, entah bagaimana ini bisa berubah, ujar Ferdinand.

    Dia juga tidak tahu bagaima-na Torey akhirnya terjerumus ke lembah narkoba. Sejumlah kalangan di Kabupaten Teluk Wondama juga menyebut To-rey sebagai figur yang tegas. Dia tak segan-segan menco-pot kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) bila tidak sejalan dengannya.

    Di kalangan pers, dia juga terbilang cukup dekat. Dia tak pernah menolak diwawan-carai. Torey kerap menyapa wartawan dengan sebutan insan pers.

    Saat dia mengakhiri masa jabatan bupati pada periode pertama, tepatnya pertengah-an Oktober 2010, Teluk Won-dama mendapat musibah banjir bandang yang mereng-gut lebih dari 100 nyawa. Pelantikannya sebagai bupati periode 2011-2016 sempat tertunda akibat bencana ban-jir bandang tersebut.

    Torey sempat meminta Gu-bernur Papua Barat Bram O. Atururi mempercepat pelan-tikannya. Namun, gubernur menunjuk penjabat bupati untuk memimpin pemerin-tahan di Kabupaten Teluk Wondama sekaligus pen-anganan tanggap darurat bencana. Akhirnya, setelah tanggap darurat bencana berakhir dan para pengungsi kembali ke Wasior, Torey di-lantik pada 14 Januari lalu.

    Sumber lain menyebutkan, selain masalah banjir ban-