jambi independent 29 september 2009

Click here to load reader

Post on 17-Mar-2016

363 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

epaper Jambi Independent

TRANSCRIPT

  • Rodrigo Roa Duterte adalah wali kota dengan karakter yang sangat

    jalanan. Davao yang diklaim-nya sebagai kota terluas di dunia,

    dia atur sebagaimana mengatur sebuah gang. Banyak persoalan

    diselesaikan dengan model street justice. Davao kini jadi kota termak-

    mur di Mindanao, bahkan Filipina. Semangat begitu mungkin bisa

    ditiru dikit-dikit pejabat publik di Indonesia.

    Kardono S Davao, Filipina

    SelaSa, 29 SepteMBeR 2009 eceRan Rp. 3.500,-

    6x10 meter. Suasananya persis dengan ruang tunggu dokter. Ada kursi panjang dan orang-orang yang hendak menyampaikan

    unek-unek duduk berjejer menunggu giliran. Di depan para pengantre ada sebuah meja panjang yang diisi tiga orang. Yang duduk

    Rodrigo Roa Django Duterte, Wali Kota Nyentrik dari Davao (2)

    Buka Praktik Curhat Seminggu Tiga Kali

    RUANG praktik curhat Duterte ber-bentuk memanjang, kira-kira berukuran

    Mati Rasa Bicara Rumah Tangga

    penYanYI Pinkan Mambo sudah dua tahun ini berusaha bercerai resmi dari suaminya, Sandi

    Sanjaya. Menurut Pinkan, sejak men-jalin rumah tangga empat tahun lalu, dia hanya setahun merasa memil ik i suami . Se leb ih-nya, pelantun lagu Dirimu Dirinya itu merasa sendiri. Bagi Pinkan, Sandi terlalu sibuk, lebih banyak pergi daripada men-jalankan peran di rumah.

    Puncaknya terjadi dua tahun lalu, ketika dia merasa sudah tidak sanggup mem-pertahankan rumah tangga. Pinkan men-

    gajukan gugatan cerai ke salah satu pengadilan agama (PA) di Jakarta, tapi dianggap salah lokasi. Setelah itu, bersama kuasa hukumnya, Pinkan mencari PA yang tepat.

    baca Buka hal 2

    di tengah tentu saja Rodrigo Roa Django Duterte, city mayor Davao. Dua orang lain-nya bergantian. Kadang deputinya, kadang kepala dinasnya. Bergantung situasi.

    Itu sangat berbeda dari tatap muka langsung antara penguasa dan rakyat model kelom-pencapir (kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa) zaman Pak Harto. Itu adalah forum tanya-jawab Duterte sebagai wali kota dengan warga, tanpa rekayasa dan dilakukan secara rutin.

    Di forum itu, Duterte mendengar langsung keluhan, aduan, protes, dan semacamnya dari masyarakat, lalu mencarikan penyele-saiannya. Solusi itu sebisa mungkin juga diupayakan secara langsung oleh Duterte. Masyarakat bebas mengadukan semua persoalan. Buruknya pelayanan publik, per-soalan sosial, masalah pribadi dalam rumah tangga, atau apa pun ke sang wali kota.

    selebriti

    baca Mati hal 2

    KaRDOnO/JaWa pOSteRIMa penGaDUan: Duterte (memegang kertas) menerima pengaduan langsung warga di ruang kerjanya.

    DPD I Dukung Ical, DPD II Belum Bersikap

    Nasrun Beberkan Aliran Dana Rp 2,5 MSebut 360 Penerima Dana

    JUMeIDI KH, Jambi

    SIDANG kasus dugaan korupsi pemotongan dana insentif atlet KONI Provinsi Jambi, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, kian seru. Nasrun Arbain, terdakwa dalam kasus itu, mulai buka-bukaan. Mantan ketua harian KONI itu membeberkan aliran dana Rp 2,5 miliar yang dinyatakan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai tindakan korupsi.

    Sidang kemarin (28/9) dipimpin hakim ketua Ahmad Subaidi, dengan agenda pembacaan epsepsi oleh terdakwa terhadap dakwaan JPU. Dalam eksepsi yang dibacakan kuasa hukumnya, T Simanjuntak cs, Nasrun menyebut 360

    penerima uang saku dan data taktis PON XVII/2008 di Kalimantan Timur (Kaltim) dari hasil uang sum-bangan dana penghargaan prestasi/bonus dan pelatda atlet, pelatih, serta asisten pelatih yang disebut JPU sebagai kerugian negara.

    Dana Rp 2,5 miliar tersebut, dicair-kan untuk uang saku, dana taktis, dan uang saku lainnya kepada 360 pe-nerima. Jumlahnya Rp 632.408.500. Besar dana yang diterima 360 nama

    yang disebut menerima aliran dana itu berbeda-beda. Khusus untuk uang saku, semua menerima Rp 1 juta. Lalu dana taktis diterima 58 orang, antara Rp 400 ribuRp 10 juta, dan uang saku lainnya diterima 23 orang. Besarnya Rp 250 ribuRp 17.858.000.

    Arah Suara Golkar Jambi pada Munas di Riau

    JAMBI Jelang pelaksanaan Munas Partai Golkar 4-7 Oktober 2009 di Provinsi Riau, sebagian besar pengurus DPD I dan II Partai Golkar se-Provinsi Jambi disebut-sebut sudah mengarah-kan dukungan kepada Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical sebagai ketua umum Golkar. Di lain pihak, kubu Surya Paloh mengklaim didukung enam DPD II Provinsi Jambi.

    Khusus DPD I Golkar Provinsi Jambi telah memutuskan melalui rapat pleno mendukung Aburizal Bakrie.

    Kepastian itu diungkapkan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi Zoerman Manap. Kalau kita jelas ke Ical, katanya kemarin.

    Menurut Zoerman, keputusan men-dukung Ical sebagai ketua umum Gol-kar menggantikan Jusuf Kalla sudah bulat. Pengurus DPD Golkar Jambi sudah melakukan rapat sehari jelang Lebaran, dan memutuskan mendukung Ical, tambahnya.

    Keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan matang untuk perbaikan Golkar ke depan. Kita sudah mem-bahas kelebihan dan kekurangan mas-ing-masing kandidat dan diputuskan mendukung Ical. Dan terus terang Ical memiliki hubungan yang baik dengan Golkar Jambi, ungkapnyua.

    Sebaliknya, kata Zoerman, pihaknya menilai Surya Paloh tidak memiliki akses banyak. Bagaimana Golkar bisa maju, kalau tidak ada akses? sebutnya.

    Terkait dukungan dari DPD II se-Provinsi Jambi, Informasi terakhir, hanya DPD II Batanghari yang mendu-kung Surya Paloh, sisanya mendukung Ical, ungkapnya.

    Ketua DPD Partai Golkar Bungo Malahaswari Hoesin Saad mengaku arah dukungan akan terpusat di DPD I Jambi untuk menentukan mana yang akan dijagokan. Kami akan satu suara untuk memilih satu calon tersebut. Yang jelas, Partai Golkar di Jambi tidak akan terpecah, katanya.

    TKI Asal Tanjab Timur Tewas di Malaysia

    Diduga Dibunuh, di Kepalanya Terdapat Bekas Luka

    MUARASABAK - Cerita sedih tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia tidak hanya menimpa para pekerja asal Pu-lau Jawa, seperti yang sering diberitakan di media cetak dan TV nasional. TKI asal Jambi yang bekerja di negeri jiran tersebut juga mengalaminya.

    Hendra Wahyudi (27), TKI

    asal Muarasabak, Tanjab Timur, yang bekerja di Malaysia, pu-lang kampung dalam keadaan tak bernyawa lagi alias tewas. Hendra yang bekerja sebagai kuli bangunan diketahui tewas pada hari ketiga Idul Fitri 1430 H atau Selasa (23/9) lalu.

    Jenazahnya baru sampai ke rumah duka di Kelurahan Sing-kep, Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjab Timur, Minggu malam (27/9) pukul 19.00 WIB. Belum diketahui pasti penyebab tewasnya pemuda itu.

    Feri Dumai Express

    Nyaris KaramDUMAI - Feri Dumai Express 18 tujuan Tanjung

    Balai Karimun dan Kota Batam, yang membawa 263 penumpang, kemarin (28/9) pukul 08.15 WIB, nyaris tenggelam. Penyebabnya kebocoran pada ruang mesin dikarenakan selang air pendingin pecah.

    Informasi yang dihimpun di Terminal Penumpang PT

    Pelabuhan I Cabang Dumai dan sejumlah penumpang menyebutkan, sebelum kebocoran terjadi, para pen-umpang mendengarkan adanya ledakan cukup keras sebanyak satu kali, kemudian mesin mati. Beberapa menit kemudian, mesin kembali beroperasi dan kapal berlayar. Hanya saja, tak sampai 10 menit, kapal kembali berhenti dan ditemukan adanya kebocoran di bagian kamar mesin.

    Petugas mesin langsung menyampaikan ke nakhoda kapal, selanjutnya menyampaikan kepada para penum-pang. Adanya kejadian itu membuat para penumpang panik, sementara anak-anak menangis. Sebagian lagi naik ke atas kapal mencari selamat sambil membawa pelampung.

    Akibat kebocoran itu, ruang penumpang lantai dasar digenangi air laut sedalam sekitar 60 cm. Melihat air

    laut masuk ke dalam kapal, para penumpang makin panik dan menjerit histeris.

    Feri Dumai Express 18 bocor di Perairan Rupat atau sekitar 200 meter dari Jembatan Terkul. Pada saat kebocoran terjadi, petugas kamar mesin langsung menyampaikan ke nakhoda kapal, selanjutnya mereka menghubungi syahbandar terdekat. Adanya laporan atas kejadian itu, kita meminta nakhoda kapal mencari pelabuhan terdekat untuk proses evakuasi, kata H Sumarno dari Bagian Pengawasan didampingi Jufrizal dari Humas Adpel Dumai.

    Selanjutnya proses evakuasi penumpang dan barang dilakukan dengan mengerahkan feri Indomal 2 dan 5. Prosesnya berjalan lancar dan tak ada korban jiwa mau-pun material atas kejadian tersebut. Seluruh penumpang dievakuasi di Terminal Penumpang PT Pelabuhan I

    Dumai berikut barang bawaannya. Sedangkan feri Dumai Express 18 yang mengalami

    kebocoran pada kamar mesin ditarik ke pantai terdekat, selanjutnya akan ditarik ke Dumai untuk proses penyi-dikan oleh Adpel Dumai untuk mengetahui kejadian tersebut. Penumpang berjumlah 263 orang menjadi tanggung jawab PT Pelnas Lestari Indomabahari, pe-milik feri, untuk memberangkatkan mereka kembali ke daerah tujuan. Kapolsek KPPP Dumai AKP Saharuddin ZK didampingi anggota DPRD Dumai Timo Kipda dan Kasat Pol Air AKP Abdulah Hariri usai pertemuan dengan pemilik kapal mengungkapkan proses keberangkatan akan dilakukan Selasa (29/9) pukul 06.30 WIB. Selama di Dumai, seluruh akomodasi, penginapan, dan lainnya sepenuhnya tanggung jawab Dumai Express.

    Feri Dumai express 18 yang nyaris karam

    di perairan Rupat atau sekitar 200

    meter dari Jembatan terkul, Dumai.

    nyaris karam

    aGUS

    tRI

    YaDI

    /DUM

    aI p

    OS/Jp

    nn

    nasrun arbain

    baca nasrun hal 2

    baca DpD hal 2 baca tKI hal 2

    baca Feri hal 2

    pinkan Mambo

    DJatMIKO/JaMBI InDepenDent

  • selasa, 29 september 2009 Jambi Independent

    Dia mengungkapkan, saat ini berkas gugatan cerainya sudah ma-suk PA dan sedang dalam proses jelang sidang. PA mana? Ada, tapi enggak tahu juga. Aku enggak bisa sebutkan. Takut salah. Itu urusan kuasa hukum, ujarnya di Studio Penta SCTV kemarin (28/9).

    Yang pasti, kata Pinkan, hal tersebut cukup membuatnya lega

    karena sudah menanti lama. Se-bagai seorang perempuan,