faktor genetik mempengaruhi kadar enzim yang memetabolisme obat

1
Faktor genetik mempengaruhi kadar enzim yang memetabolisme obat . asetilator lambat terjadi sekitar 50% pada kulit hitam dan putih di Amerika Serikat, lebih banyak pada bangsa Eropa yang hidup di daerah lintang utara yang tinggi sedangkan asetilator cepat biasanya pada bangsa Asia dan Inuit (Eskimo). Polimerfisme genetik adalah variasi genetik yang menyebabkan perbedaan aktifitas dan kapasitas suatu enzim dalam menjalankan fungsinya. Adanya perbedaan ekspresi genetik di antara tiap individu akan dapat memberikan respon yang berbeda terhadap nasib obat dalam tubuh. Hal ini dapat ditinjau terutama dari aspek metabolisme tubuh. Proses metabolisme terjadi oleh adanya bantuan enzim. Enzim merupakan suatu protein yang keberadaannya merupakan hasil dari ekspresi genetik (sintetis protein). Kapasitas enzim yang dihasilkan tiap individu berbeda-beda. Hal inilah yang memicu perbedaan respon tubuh terhadap pemakaian obat yng sama.s

Upload: edi-uchiha-sutarmanto

Post on 25-Dec-2015

231 views

Category:

Documents


18 download

DESCRIPTION

Faktor Genetik Mempengaruhi Kadar Enzim Yang Memetabolisme Obat materi

TRANSCRIPT

Page 1: Faktor Genetik Mempengaruhi Kadar Enzim Yang Memetabolisme Obat

Faktor genetik mempengaruhi kadar enzim yang memetabolisme obat . asetilator lambat terjadi sekitar 50% pada kulit hitam dan putih di Amerika Serikat, lebih banyak pada bangsa Eropa yang hidup di daerah lintang utara yang tinggi sedangkan asetilator cepat biasanya pada bangsa Asia dan Inuit (Eskimo). Polimerfisme genetik adalah variasi genetik yang menyebabkan perbedaan aktifitas dan kapasitas suatu enzim dalam menjalankan fungsinya. Adanya perbedaan ekspresi genetik di antara tiap individu akan dapat memberikan respon yang berbeda terhadap nasib obat dalam tubuh. Hal ini dapat ditinjau terutama dari aspek metabolisme tubuh. Proses metabolisme terjadi oleh adanya bantuan enzim. Enzim merupakan suatu protein yang keberadaannya merupakan hasil dari ekspresi genetik (sintetis protein). Kapasitas enzim yang dihasilkan tiap individu berbeda-beda. Hal inilah yang memicu perbedaan respon tubuh terhadap pemakaian obat yng sama.s