djoko susilo majalah detik 69

Click here to load reader

Post on 23-Jun-2015

1.332 views

Category:

Documents

30 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. EDISI 69 25 - 31 maret 2013terbakarnya gedung setnegkomikse-desa reladitahan1jenderalRp00m i l i a r

2. Majalah detik 23 - 29 APRIL 2012ekonomiMengendus Kartel Bawang PutihNasionalKetika Api Berkobar di Dekat PresidenBaca Majalah DetikEdisi 64, 18 Februari 2013kriminalTragedi Pengusaha KomputerpeopleGwyneth Paltrow, Piyu, Emma WatsonekonomiPilihan Terakhir Saat AprillensaSakuraGaya HidupAwas! Computer Vision SyndromeGaya HidupSemuanya ada di BantenwkwkwkBonyok karena Rp 10 Ribufilm pekan iniAgendaPemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Deden Gunawan,M Rizal,Irwan Nugroho, Ken Yunita, Mulat Esti Utami, Silvia Galikano, Bahtiar Rifai, Evi Tresnawati,Monique Shintami, Isfari Hikmat, Rahmayoga Wedar, Aryo Bhawono, Hans Henricus Tim Foto:Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, SenaAchari, Eko Tri Hatmono Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy,Desy Purwaningrum, Arieskariny Dwi Putri.Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769DirekturUtama:BudionoDarsono Direktur:NurWahyuniSulistiowati,HeruTjatur,WarnedyKritikdanSaran:appsupport@detik.com AlamatRedaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat RayaNo.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email:redaksi@majalahdetik.comMajalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.internasionalSejarah Setelah SeabadSetelah seabad lebih,akhirnya suku Aboriginpenduduk asli Aus-tralia terpilih menjadipemimpin. Adalah AdamGiles yang menjadi pioniritu. Ia terpilih memimpinNorthern Territory.Selain Bapak dapat melakukan pem-bayaran tagihan kartu kredit melaluimenu pembayaran tagihan kartukredit di BII ATM, Bapak juga dapatmelakukannya melalui BII InternetBanking maupun BII Mobile Banking.KOLOM E-BANKINGseni & hiburan | filmseni & hiburan | teaterFokusIrjenDjokoPlayboysejakSMASetelah jadi tersangka korupsi, Irjen DjokoSusilo ketahuan punya tiga istri. Ternyatasejak SMA, ia sudah dikenalplayboy.Cover: Kiagus Auliansyah@majalah_detik majalah detikinterviewEdisi 69DAFTAR ISI25 - 31 maret 2013Wamenkes: Sekarang Orang Miskin SakitDilarang BayarBAYAR TAGIHAN KARTU KREDITLEBIH HEMAT DI BII ATMSampek-Engtay Melintas GenerasiAnimasi Datar dari DreamWorksKeluarga Presiden panikmelihat kebakaran dikantor Setneg. Kobaranapi sempat mengancamIstana Negara yang ha-nya berjarak 50 meter.komikSe-DesaRela DitahanTap Pada konten untuk membaca artikel 3. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalReporter: Mega Putra Raya, Hans Henricus, dan Bahtiar RifaiKetika ApiBerkobar diDekat PresidenKeluarga Presiden panik melihat kebakaran dikantor Setneg. Kobaran api sempat mengancamIstana Negara yang hanya berjarak 50 meter.Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalsetneg 4. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalHari sudah sore ketika ruang rapat kantorpresiden di kompleks Istana Kepresidenan,Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat,tertutup rapat. Sidang kabinet terbatas bi-dang ekonomi tidak boleh diganggu.Namun ternyata tidak lama kemudian asap hitammembubung dari gedung Sekretariat Negara (Setneg),yang jaraknya hanya 50 meter dari kompleks IstanaKepresidenan. Ya, Kamis 21 Maret 2013 itu, mendadakgedung Setneg terbakar.Kobaran api terlihat dari halaman tengah kom-pleks Istana Kepresidenan. Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY) pun langsung bergegas menengoksumber asap, rapatnya sendiri bubar.Presiden berjalan mendekat ke arah kebakaran,ikut sibuk. Ia menunjuk bagian jendela yang terkenakobaran api. Seorang petugas pemadam kebakaranmenunduk-nunduk mendengar arahan.Rombongan presiden cukup gemuk. Tiga menterimenyertai presiden: Menteri Koordinator Politik Hu-kum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyan-to, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan MenteriDalam Negeri Gamawan Fauzi. Mereka bersama pa-sukan pengamanan presiden menyaksikan langsungkebakaran dari dekat.Dar! Dar! dua ledakan kecil menyambut presiden.Ibu Negara Ani Yudhoyono tidak mau ketinggalan,berulang kali ia membidik kamera ke arah api bak fo-tografer dari balik wisma presiden. Namun, tangannyasesekali menutup mulut usai membidikkan kamera.Berkali-kali mukanya berkerut, cemas. Kobar api kianmengkhawatirkan. Ani hanya berani melihat kebakar-an lebih jauh dari presiden.Rombongan pun lantas memilih untuk mengawasinyala api dari tempat aman. Presiden, keluarga, danrombongan menteri melanjutkan pantauan dari lantai37 unit mobilPMK dikerahkanuntukmenanganikebakaran digedung yangbersebelahandengan IstanaNegara itu. 5. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalenam Wisma Negara,sebelah selatan gedungSetneg.Sore itu menegangkan.Cahaya merah biru lam-pu rotator mobil Pema-dam Kebakaran (PMK)berkali-kali menimpatembok gedung Setneg.Sejumlah 37 unit mobilPMK dikerahkan untukmenangani kebakaran digedung yang bersebelah-an dengan Istana Negaraitu. Empat mobil pemadam kebakaran subdinas (Su-din) PMK Jakarta datang pertama ke lokasi, disusulkemudian mobil pemadam dari Dinas Pemprov DKI,Sudin PMK Jakarta Timur, Sudin PMK Jakarta Barat,Sudin PMK Jakarta Utara, dan Mabes AD.Kepala Dinas PMK dan Penanggulangan BencanaDKI Jakarta, Subejo, tidak mau bermain-main dengankobaran api yang mengancam tempat kediaman pre-siden. Ia sadar kebakaran terjadi di objek vital negara.Kobaran api berasal dari ruang rapat besar, tempatyang biasa digunakan oleh presiden untuk melakukanrapat kabinet diperluas. Ruangan itu memang luas se-hingga dapat menerima semua pejabat yang diundangoleh presiden.Lantai 3 merupakan ruangan yang khusus diper-gunakan untuk rapat. Ruangan ini terbagi atas ruangrapat kecil, ruang rapat besar, dan sebuah musala.Kebakaran ini hanya menyisakan rangka atap yangterbuat dari baja.Begitu mendapatkan informasi kebakaran, segerakita kirimkan unit dari pos terdekat, lantas kita kerah-kan dari pos terdekat lainnya. Kita kerahkan karenaTap untuk melihat videoterbakarnya gedung Setneg. 6. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalini menghadapi kategori objek vital, aku Subejo.Syukurlah kebakaran itu hanya terjadi dalam lingkupkecil. Hanya ruang rapat seluas 8 x 15 meter. Namunapi melalap gypsum lantai 3 hingga kobarannya ter-lihat besar. Beruntung tidak ada dag di atap lantai 3,sehingga api dapat keluar. Jika tidak maka api akanterkurung dan justru mengarah ke bawah.Padahal lantai dua dan satu merupakan perkantor-an. Ruang Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahisendiri berada di lantai dua. Ruangan ini turut men-jadi korban karena kaca jendela harus dipecah untukmemasukkan selang pemadam. Tim pemadam yangdipimpin Subejo hanya butuh waktu setengah jamuntuk mengurung api agar tidak merembet lebih luas.Namun bukan besaran ruang yang membuat kha-watir. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara,Lambock V. Nahattands khawatir jika angin memper-besar api bisa merembet ke Istana Merdeka. Apalagi,ujung selatan tempat kebakaran berhadapan denganujung Wisma Negara.PMK sempat kesulitan memperoleh air untuk pe-madaman. Hydrant di lingkungan Setneg tidak dapatdibuka. PMK lantas memilih untuk mengambil airdari Sungai Ciliwung yang terletak di belakang IstanaNegara.Hydrant di kantor Setneg susah dibuka. Kita pakaimobil pompa saja dan ambil air dari kali dekat situ,ujar salah satu petugas PMK.Kedatangan PMK sebenarnya terlambat. Deteksidini kebakaran di kantor Setneg tidak berfungsi. Alarmkebakaran tidak berbunyi ketika api mulai melalapruang rapat besar kantor Setneg. Padahal kebakaranmulai diketahui ketika petugas Pamdal (pengamanandalam) Setneg yang tengah piket malam itu, Sudarto,mencium bau asap.Ia sedang memeriksa ruangan usai pegawai SetnegKantor inimelekat dengankompleks IstanaKepresidenan.Harusnyamerekamemiliki sistempemadamanberupa firesprinklersystem. 7. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalpulang. Pukul 16.50 WIB, pengecekan dilakukan dilantai 3. Sudarto sudah mencium benda terbakar daribalik pintu. Lantas, ia menghubungi rekan-rekannyayang bertugas melalui radio komunikasi (handy talkie/HT).Sudarto sendiri melakukan upaya pemadaman ber-sama dua orang petugas kebersihan dengan tabungpemadam, tapi sia-sia. Ruangan itu dipenuhi bahanyang mudah terbakar seperti karpet, kursi dan mejakayu, serta gorden.Petugas Pamdal Setneg yang lain berusaha ikutmemadamkan api, asap sudah memenuhi lantai 3.Mereka pun meneriaki Sudarto untuk turun karenasudah tidak mungkin memadamkan api tanpa bantuanpetugas pemadam kebakaran (PMK). Pukul 17.15 WIBmereka baru menghubungi petugas PMK.Bahkan Pak Darto dirawat di klinik Setneg karenasesak napas, ujar seorang petugas Pamdal Setnegyang mengaku bernama Santoso.Ketua Pusat Kajian Keselamatan Kerja UniversitasIndonesia (PK3 UI) Fatma Lestari menganggap ke-bakaran ini merupakan kecerobohan. Kantor Setnegmerupakan bagian dari objek vital. Kantor ini melekatdengan kompleks Istana Kepresidenan. Harusnyamereka memiliki sistem pemadaman berupa fireSBY dan kerabat meninggalkangedung.setneg 8. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalsprinkler system.Alat bernama sprinkler dipasang dalam radius bebe-rapa meter di setiap ruangan. Jika terjadi kebakaran,alat ini akan menyemprotkan air, sehingga kebakarantak akan terjadi karena api sudah padam dalam waktubeberapa menit saja.Fasilitas alarm juga harusnya ada dan sprinklerdapat memadamkan api dalam hitungan menit. Kalauitu tidak berfungsi, maka api dengan sangat cepat me-nyebar, jelasnya.Prosedur pengamanan pejabat pun tidak berjalandengan baik. Presiden, keluarga, dan menteri justrumendekati lokasi kebakaran. Mekanisme pengaman-an pejabat harusnya menjauhkan pejabat dari lokasibencana. Mendekati lokasi kebakaran membahayakanpresiden atau membuat upaya pemadaman semakinrepot. (ARY/YOG)Kebakaran Gedung UtamaSekretariat Negara tampak darijauh.ANTARA/Zabur Karuru 9. Majalah detik 25 - 31 maret 2013nasionalPenyebab kebakaran diGedung Utama SekretariatNegara (Setneg) menimbul-kan tanda tanya besar. Sebabkebakaran terjadi di kompleks