contoh soal osce

Click here to load reader

Post on 30-Oct-2015

1.895 views

Category:

Documents

51 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

AFAGF

TRANSCRIPT

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    KASUS:

    Pada saat saudara sedang bertugas jaga di Unit Gawat Darurat seorang bayi laki-laki berusia 8 bulan, datang dibawa oleh orang-tuanya dengan keluhan utama: mencret.

    Lakukanlah anamnesis & pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini.

    Anda melakukan anamnesis terhadap bapak pasien.

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    INSTRUKSI UNTUK KANDIDAT

    Kegiatan ini menguji kemampuan saudara dalam melakukan keterampilan klinis mendiagnosis dan mengelola pasien.

    Lakukanlah pengambilan anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis banding, diagnosis, usulan pemeriksaan serta rencana penatalaksanaan untuk pasien ini!

    Hasil pemeriksaan fisik yang saudara lakukan dan pemeriksaan penunjang yang saudara minta akan diinformasikan oleh penguji.

    Jawablah pertanyaan yang diajukan penguji dengan benar Waktu yang tersedia untuk seluruh kegiatan ujian ini 15 menit.

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    INSTRUKSI UNTUK PENGUJI (Kasus Ilmu Kesehatan Anak, Diare, Tingkat kemampuan 3B 4)

    KASUS: Pada saat saudara sedang bertugas jaga di Unit Gawat Darurat seorang anak laki-laki berusia 8 bulan, datang dibawa oleh orang-tuanya dengan keluhan utama: mencret. Lakukanlah anamnesis & pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini. Anda melakukan anamnesis terhadap bapak pasien.

    1. Penguji mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam cara melakukan anamnesis,

    pemeriksaan fisik, dan diagnosis kasus ini serta menilai penampilannya. 2. Penguji memberikan informasi mengenai hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh

    kandidat. 3. Penguji memberikan penilaian sesuai daftar tilik yang telah ada. 4. Untuk kasus ini (Diare dengan dehidrasi) tingkat kemampuan yang diharapkan

    dalam standar kompetensi dokter Indonesia adalah tingkat 3B-4*. 5. Waktu yang tersedia untuk seluruh kegiatan ujian ini 15 menit.

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    *Tingkat kemampuan 3B: mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan

    pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium

    sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan serta merujuk ke

    spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

    *Tingkat kemampuan 4: Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan

    pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-

    ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas.

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    SKENARIO KASUS/PANDUAN PENGUJI (Kasus Ilmu Kesehatan Anak, Diare, Tingkat kemampuan 3B 4)

    Aloanamnesis : SP (Bapak pasien) Pemeriksaan fisik : manekin anak Skenario kasus:

    Anamnesis Pada saat saudara sedang bertugas jaga di Unit Gawat Darurat Anak RS. Hasan Sadikin, seorang anak laki-laki berusia 8 bulan, datang dibawa oleh orang-tuanya dengan keluhan utama mencret. Sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit penderita mencret lebih kurang 8-10 kali per hari, setiap mencret kira-kira gelas, berupa cairan warna kekuningan tanpa darah dan lendir. Keluhan disertai muntah 4-5 kali per hari berupa susu dan sisa makanan, setiap muntah sebanyak kira-kira 2 sendok makan. Penderita tampak lemah dan tidak mau minum susu. Buang air kecil menjadi jarang, terakhir 12 jam yang lalu hanya keluar sedikit, kira-kira gelas. Orang tuanya mengatakan sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit, penderita panas, batuk dan pilek. Karena keluhan tersebut penderita sudah dibawa ke puskesmas, diberi oralit dan obat sirup 2 macam, tapi tidak ada perbaikan sehingga dibawa ke RSHS. Penderita baru pertama kali sakit mencret dan muntah yang terus menerus. Kakak penderita berumur 5 tahun mencret juga 1 minggu yang lalu, tapi sembuh setelah dibawa ke puskesmas. Sampai saat ini penderita mendapat ASI dan makanan berupa tim saring yang dibuat dan diolah ibunya sendiri. Sumber air minum keluarga berupa air sumur. Jamban keluarga kira-kira 2 meter dari sumber air minum. Riwayat pertumbuhan: berat badan lahir 3000 gram, selama ini suka ditimbang dan berat badannya bertambah terus. Riwayat perkembangan: saat ini pasien sudah bisa duduk, merangkak dan sedang belajar berdiri. Riwayat imunisasi: BCG 1 kali, Polio 4 kali, DPT 3 kali dan Hepatitis B 3 kali. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: (hasil pemeriksaan disampaikan oleh penguji pada saat kandidat melakukan pemeriksaan fisik) Anak tampak sakit berat, letargis, tidak mau minum. Nadi : 120 x/menit, teratur dan lemah. Pernafasan : 40 x/menit. Suhu : 36,5 C.

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    Berat badan: 7 kg; panjang badan cm. Kepala : Ubun-ubun besar cekung.

    Konjungtiva tak anemis. Sklera tak ikterik. Kelopak mata cekung, air mata tidak ada. Mukosa mulut dan lidah kering.

    Leher : tidak ada kelainan. Jantung/paru-paru: normal. Abdomen : Datar, lembut.

    Turgor kembali sangat lambat. Hepar dan lien tak teraba.

    Bising usus normal. Ekstremitas : dingin, capillary refill < 2 detik Perianal rash (+) Pertanyaan arahan:

    1. Apakah diagnosis penderita ini? Diare dengan dehidrasi berat

    Panduan Penguji Kasus ini adalah kasus diare akut dengan dehidrasi pada anak. Diare merupakan penyebab

    utama kesakitan dan kematian pada anak di negara yang sedang berkembang. Diare juga

    merupakan penyebab penting kekurangan gizi.

    Definisi

    Diare secara epidemiologik biasanya didefinisikan sebagai keluarnya tinja yang lunak atau cair tiga

    kali atau lebih dalam satu hari, bisa disertai lendir dan atau darah atau adanya muntah. Disebut

    diare akut bila berlangsung kurang dari 14 hari.

    Etiologi

    Penyebab terpenting diare akut pada anak-anak di negara berkembang adalah: rotavirus (15-25%),

    Escherichia coli enterotoxigenic (ETEC) (10-20%), Shigella, Campilobacter jejuni dan

    Cryptosporidium. Di beberapa tempat Vibrio cholerae, Salmonella dan E. coli enteropathogenic

    (EPEC) juga merupakan penyebab yang penting. Rotavirus merupakan penyebab terpenting diare

    yang berat dan mengancam kehidupan anak usia kurang dari 2 tahun di seluruh dunia. Sekitar

    sepertiga anak usia kurang dari 2 tahun pernah mengalami episode diare karena rotavirus yang

    kemungkinan menyebar melalui kontak langsung.

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    Patogenesis

    Kuman menyebabkan diare melalui sejumlah mekanisme. Beberapa virus seperti rotavirus,

    berekembangbiak dalam epitel vili usus halus, menyebabkan kerusakan sel epitel dan pemendekan

    vili. Hilangnya sel-sel vili yang secara normal mempunyai fungsi absorpsi dan penggantian

    sementara oleh sel epitel berbentuk kripta yang belum matang menyebabkan usus mensekresi air

    dan elektrolit. Kerusakan vili dapat juga dihubungkan dengan hilangnya enzim disakaridase,

    menyebabkan berkuranganya absorpsi disakarida terutama laktosa. Penyembuhan terjadi bila vili

    mengalami regenerasi dan epitel vilinya menjadi matang.

    Mekanisme patogenesis diare dapat disebabkan karena penempelan bakteri di mukosa (bakteri,

    protozoa) , pengeluaran toksin yang menghambat fungsi sel epitel (bakteri), invasi ke mukosa

    (bakteri, protozoa).

    Patofisiologi

    Ada 2 prinsip mekanisme terjadinya diare cair, yaitu sekretorik dan osmotik. Infeksi usus dapat

    menyebabkan diare melalui ke 2 mekanisme tersebut. Diare sekretorik lebih sering terjadi, dan

    keduanya dapat terjadi pada satu penderita.

    Diare sekretorik disebabkan karena sekresi air dan elektrolit kedalam usus halus. Hal ini terjadi bila

    absorpsi natrium oleh vili gagal sedangkan sekresi klorida dari sel epitel berlangsung terus atau

    meningkat. Hasil akhir adalah sekresi cairan yang mengakibatkan tubuh kehilangan air dan

    elektrolit yang menyebabkan dehidrasi. Pada diare karena infeksi perubahan ini tejadi karena

    adanya rangsangan pada mukosa usus oleh toksin bakteri seperti toksin ETEC, V.cholera atau

    rotavirus.

    Diare osmotik terjadi apabila suatu bahan yang secara osmotik aktif dan sulit diserap, sehingga air

    dan bahan yang larut didalamnya akan lewat tanpa diabsorpsi sehingga terjadi diare.

    Manifestasi klinis

    Pasien diare datang dengan keluhan utama mencret (BAB cair) yang lebih sering dari biasanya (>

    3 kali dalam 24 jam). Keluhan mencret dapat disertai lendir dan atau darah, juga dapat disertai

    mual dan atau muntah. Keluhan lain yang menyertai adalah adanya panas badan, batuk dan pilek

    (tergantung etiologi). Keluhan selanjutnya tergantung perjalanan penyakitnya, dapat berupa

    keluhan karena dehidrasinya yang bila bertambah berat akan menyebabkan timbulnya komplikasi

    lain.

    Secara praktis derajat dehidrasi dapat dinilai melalui pemeriksaan fisik yaitu dengan melihat

    keadaan umum, mata, air mata, mulut dan lidah, rasa haus, dan memeriksa turgor kulit. Tanda-

    tanda tambahan yang juga dapat membantu dalam penilaian dehidrasi adalah pemeriksaan ubun-

    ubun besar, tangan dan kaki, nadi dan respirasi. Dari hasil pemeriksaan itu dapat diperkirakan

    status hidrasi pasien diare, yaitu: tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan-sedang atau dehidrasi berat.

    Laboratorium

  • OSCE HPEQ Periode Mei 2010

    Pemeriksaan penunjang yang diperlukan adalah pemeriksaan feses rutin. Pemeriksaan darah rutin,

    elektrolit (natrium, kalium) dan kadar gula darah dilakukan bila ada indikasi. Untuk memperoleh

    diagnosis pasti etiologi dilakukan pemeriksaan kultur feses dan ELISA.