contoh komuda

Upload: eddik1

Post on 31-Oct-2015

199 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

LAPORAN KOMUDA

SURVEI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Disusun Oleh:

Nama: Nuzulia Aulidiena

Nim: 20080340005PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN dan ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2011

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULi

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KOMUDAii

DAFTAR ISIiii

DAFTAR TABEL v

BAB I. SURVEI PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT SERTA PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

I. PENDAHULUAN1

A. Latar Belakang Masalah1

B. Sasaran Survei3

C. Tujuan Survei4

II. METODE SURVEI4

Lokasi dan Populasi .................................................................... 4

Pengambilan Sampel ................................................................... 5

Pengumpulan Data ...................................................................... 5

Pelaksanaan Survei ..................................................................... 5

III. HASIL DAN PEMBAHASAN5

Survei Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS)5

Survei Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut8

Pembahasan9

IV. KESIMPULAN DAN SARAN11

1. Kesimpulan11

2. Saran11

BAB II RENCANA PEMECAHAN MASALAHI. PENDAHULUAN12II. PENENTUAN PRIORITAS MASALAH12III. PENETAPAN PRIORITAS JALAN KELUAR131. Penyusunan Alternatif Jalan Keluar142. Pemilihan Prioritas Jalan Keluar15IV. RENCANA PEMECAHAN MASALAH16BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 17DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN : Kuesioner hasil surveiDAFTAR TABELTabel 1. Distribusi Sampel Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin 6Tabel 2. Data Sosial Ekonomi Sampel 6

Tabel 3. Data Sosial Budaya Sampel 7Tabel 4. Rekapitulasi Survei PHBS Kesehatan Umum 7

Tabel 5. Rekapitulasi Survei PHBS Kesehatan Lingkungan 7

Tabel 6. Frekuensi Menyikat Gigi Responden per Hari 8

Tabel 7. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Gigi dan Mulut 8

Tabel 8. Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut 8Tabel 9. Tingkat Kepercayaan Responden Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut 9Tabel 10. Bobot Nilai Masing-Masing Permasalahan Dengan Parameter12Tabel 11. Penentuan Prioritas Masalah PHBS13Tabel 12. Alternatif Jalan Keluar Tiap Permasalahan Kesehatan Umum14BAB I

SURVEI PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT SERTA PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Definisi Kesehatan menurut Undang-Undang no.23 1992 adalah suatu keadaan yang sehat secara fisik, rohani dan memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Program kebijakan Indonesia Sehat 2010 menetapkan tiga pilar utama yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat, dan pelayanan kesehatan bermutu adil dan merata. Untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2010, Pusat Promosi Kesehatan, Departemen Kesehatan telah melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya PHBS pada tingkatan rumah tangga

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat. PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau, serta mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam peningkatan derajat kesehatan, status pola gizi dan pemanfaatan sarana kesehatan lingkungan agar tercapai derajat kesehatan yang optimal. Masalah kesehatan lingkungan merupakan salah satu akibat dari masih rendahnya tingkat pendidikan penduduk, masih terikat eratnya masyarakat Indonesia dengan adat istiadat kebiasaan, kepercayaan dan lain sebagainya yang tidak sejalan dengan konsep kesehatan.

Presiden mengeluarkan Reformasi Kesehatan sebagai prioritas nasional. Menteri Kesehatan menerbitkan Keputusan Menkes No. 267/MENKES/SK/II/2010 tentang Penetapan Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat.

Tujuan Umum : Tercapainya Masyarakat Sehat Mandiri dan Berkeadilan

Tujuan Khusus :

a. Tersedianya pembiayaan untuk jaminan pelayanan medik dasar untuk seluruh penduduk Indonesia

b. Tersedianya pembiayaan untuk pelayanan kesehatan dasar promotif dan preventif

c. Tersedianya obat/alat kesehatan untuk program KIA/KB, program penanggulangan penyakit Malaria, TBC dan HIV/AIDS

d. Terbentuknya kelembagaan Kementerian Kesehatan yang tepat fungsi dan tepat ukuran serta tata kelola kesehatan yang baik

e. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan

f. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk daerah bermasalah kesehatan dengan kategori buruk/khusus

g. Tersedianya sumber daya kesehatan dan peraturan perundang-undangan untuk mendukung pengembangan rumah sakit yang terakreditasi internasional.

Upaya pengembangan program promosi kesehatan dan PHBS yang lebih terarah, terencana, terpadu dan berkesinambungan, dikembangkan melalui Kabupaten/Kota percontohan integrasi promosi kesehatan dengan sasaran utama adalah PHBS Tatanan Rumah Tangga (individu, keluarga, masyarakat) dan diharapkan akan berkembang kearah Desa/Kelurahan, Kecamatan/Puskesmas dan Kabupaten/Kota sehat.

Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) PHBS di Rumah Tangga, yaitu :1. Mencari pertolongan persalinan ke tenaga kesehat

2. Memberikan air susu ibu (ASI) ekslusif3. Tidak merokok4. Melakukan aktifitas fisik5. Mengkonsumsi sayur dan buah secara cukup6. Kepemilikan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPKM)7. Rumah tangga yang tersedia jamban8. Rumah tangga tersedia air bersih9. Rumah tangga dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah anggota keluarga10. Rumah tangga dengan lantai rumah bukan tanahUpaya penerapan 10 (sepuluh) indikator PHBS di tingkat rumah tangga, sangat tergantung dengan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Sebab upaya mewujudkan lingkungan yang sehat akan menunjang pola perilaku kehidupan rakyat yang sehat secara berkelanjutan.Salah satu metode untuk mengetahui pola perilaku sehat ialah dengan melakukan kegiatan survei lapangan sehingga dapat memberikan gambaran mengenai data epidemiologi untuk menentukan pola penyakit dan kebiasaan hidup yang terdapat dimasyarakat. Survei dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan atau bukan tenaga kesehatan yang diberi wewenang oleh lembaga kesehatan.

A. Sasaran Survei

Sasaran survei PHBS di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam :

a. Sasaran primer

Adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah).

b. Sasaran sekunder

Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah misalnya kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor terkait.

c. Sasaran tersier

Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS misalnya kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya

B. Tujuan Survei

Adapun tujuan dilakukannya survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangga adalah :

1. Mahasiswa

a. Untuk mengetahui cara melakukan survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga.

b. Untuk melakukan evaluasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga di wilayah Dusun Gemblakan Bawah, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

c. Merencanakan suatu pemecahan masalah untuk mengatasi masalah yang ada di wilayah Dusun Gemblakan Bawah, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

2. Individu dan keluarga

a. Mempunyai pengetahuan, kamauan dan kemampuan untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya.

b. Mempraktikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menuju keluarga atau rumah tangga sehat.

c. Ikut berperan aktif dalam kegiatan kesehatan.

d. Memperoleh informasi kesehatan dari berbagai sumber.

3. Tatanan sarana kesehatan

a. Mewujudkan tatanan yang sehat menuju terwujudnya kawasan sehat.

b. Meningkatkan promosi kesehatan.

II. METODE SURVEI

A. Lokasi dan Populasi

Lokasi dilakukannya survei adalah di Dusun Gemblakan Bawah, Kelurahan Suryaatmajan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

Populasi adalah masyarakat yang terdapat di Dusun Gemblakan Bawah RT 20 / RW 07, Kelurahan Suryaatmajan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta dengan jumlah populasi 9.603 jiwa.B. Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel PHBS dalam tatanan rumah tangga dilakukan dengan metode random sampling dengan menentukan 4 keluarga secara acak, sehingga total sampel yang didapat adalah 4 Kepala Keluarga. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut diketahui dengan mengambil 1 anggota keluarga sebagai sampel dari setiap keluarga.

C. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada kepala keluarga, setelah itu dilakukan pengisian kuesioner Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dari tiap anggota keluarga. Pengisian kuesioner PHBS bertujuan untuk mengetahui perilaku bersih dalam tatanan rumah tangga dan untuk mengetahui pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.

D. Pelaksanaan Survei

Pelaksanaan survey dilakukan dengan mengunjungi rumah warga sebanyak 4 Kepala Keluarga dengan memberikan kuesioner. Waktu pelaksanaan survei dilakukan pada hari Kamis, 29 September 2011 dari pukul 08.00 s.d. 12.00.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada survei ini meliputi :

a. Perilaku keluarga :

Prosentase penduduk tidak merokok

Penduduk melakukan sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas

Kepesertaan asuransi kesehatan

Penduduk menggosok gigi sebelum tidur

Penduduk mencuci tangan menggunakan sabun

b. Kesehatan lingkungan :

Penduduk menggunakan jamban sehat

Penduduk menggunakan sarana air bersih

Terdapat tempat pembuangan sampah

Terdapat sistem pembuangan air limbah (SPAL)

Kepadatan penduduk

Tabel 1. Distribusi sampel berdasarkan umur dan jenis kelamin

Jenis kelamin

umurLaki-lakiPerempuan

Jml%Jml%

0-5 thn00%111,%

6-15 thn440%111,%

16-45 thn330%555,5%

46-60 thn220%111,%

>60thn110%111,%

Keterangan tabel: Proporsi jumlah perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki, yaitu 55,5% pada jumlah perempuan yang berusia 16-45 tahun.

Tabel 2. Data sosial ekonomi sampelNOMata PencaharianJml%

1.Karyawan Swasta635

2.Pelajar/mahasiswa635

3.Wiraswasta211,8

4.Ibu RT211,8

5.Purnawirawan15,9

Keterangan tabel : Proporsi semua Kepala Keluarga memiliki pekerjaan, dimana persentase kepala keluarga dengan mata pencaharian wiraswasta yaitu 11,8 %Tabel 3.Data sosial budaya sampel

NoTingkat PendidikanJml%

1.SD316,6

2.SMP/SLTP/MTS422,2

3.SMA/SMK/MA/SPG633,3

4.Perguruan Tinggi527,8

Keterangan tabel : Proporsi anggota keluarga yang memiliki pendidikan terakhir SMA paling besar di antara yang lain dengan proporsi anggota keluarga yang memiliki pendidikan terakhir SMA 33,3%. dibandingkan yang memiliki pendidikan terakhir SMP hanya 22,2%, PT 27,8% dan SD 16,6%.

Tabel 4. Rekapitulasi PHBS Tatanan Rumah Tangga dengan Pokok Permasalahan

Keterangan:

Nilai 0 : Berarti tidak ada masalah

Nilai 1 : Berarti ada masalah

Keterangan tabel : untuk kesehatan umum proporsi jumlah penduduk yang merokok berjumlah 3, dan untuk kesehatan lingkungan proporsi jumlah penduduk yang tidak terdapat SPAL (Sistem Pembuangan Air Limbah) sebanyak 4 B. Survei Pengetahuan Kesehatan Gigi dan MulutTabel 5. Frekuensi Menyikat Gigi Responden PerhariNoFrekuensi Menyikat gigiKelompok Umur (tahun)

6-15 (n=)16-45 (n=)46-60 (n=)>60 (n=)

%%%%

1.Tidak pernah

2.Satu kali

3.Dua kali250%

4.Tiga kali125%125%

Keterangan table: Proporsi responden yang berusia 16-45 tahun sebanyak 50%. lebih besar dibandingkan proporsi responden berusia 46-60 dan lebih dari 60 tahun sebanyak 25%.

Tabel 6. Pemanfaatan Fasilitas kesehatan gigi dan mulut

NoJenis Masalahkondisi

YaTidakTdk Tahu

%%%

1.Pernah mendapatkan perawatan gigi125%375%

2.Merasakan kelainan pd gigi & mulut125%375%

3.Melakukan perawatan gigi di puskesmas4100%

Keterangan tabel : Proporsi responden yang tidak pernah melakukan perawatan gigi di puskesmas paling besar dari semua masalah dalam tabel di atas yaitu 100%.Umur

Tgkt pengetahuan6-1516-4546-60>60Total

%%%%%

Rendah (0-4)

Sedang (5-8)125%125%250%

Tinggi (>9)125%125%250%

Tabel 7. Tingkat Pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulutKeterangan tabel : Proporsi responden yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan sedang adalah sama sebesar 25% dan 50% pada usia 16-45

NoJenis MasalahKondisi

YaTidakTidak Tahu

%%%

1.Percaya gigi bisa dipertahankan sampai tua375%125%

2.Percaya pencabutan gigi menyebabkan kebutaan125%375%

Tabel 8. Tingkat kepercayaan responden tentang kesgilut

Keterangan tabel : Proporsi responden tentang tingkat kepercayaan tentang kesehatan gigi dan mulut lebih besar pada responden yang pecaya bahwa gigi bisa dipertahankan sampai tua yaitu sebanyak 75%.

Pembahasan :

Berdasarkan hasil survei PHBS diatas disebutkan bahwa perilaku hidup bersih pada tatanan rumah tangga sudah mencakup 10 indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang ditujukan pada tatanan rumah tangga. Dari seluruh anggota keluarga yang berjumlah 15 anggota keluarga ( keluarga Bapak Suhardono sebanyak 4 anggota keluarga, keluarga Bapak Sumardani sebanyak 3 anggota keluarga, Bapak Suparwoto sebanyak 4 anggota keluarga, dan keluarga ibu Maria sebanyak 4 anggota keluarga).

Berdasarkan hasil survei PHBS dalam tatanan rumah tangga berdasarkan tabel 3 dan tabel 7 yang sangat berakitan tentang tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan disebutkan bahwa Kepala Keluarga yang memiliki pendidikan terakhir SMA sebanyak 33,3% lebih tinggi tingkat pengetahuannya dibandingkan dengan Kepala Keluarga yang memiliki pendidikan terakhir SD dan SMP yaitu SD sebanyak 16,6% dan untuk SMP sebanyak 22,2%. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat dikategorikan tinggi yaitu sebanyak 25% untuk usia 16-45 tahun dan 25% pula untuk usia >60 tahun. Menurut proporsi tentang tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dapat dilihat bahwa keluarga yang telah dipilih sebagai responden mengerti tentang resiko terjadinya penyakit gigi dan mulut, penyebab timbulnya penyakit, apa yang terjadi jika penyakit tersebut tidak disembuhkan, serta pencegahan yang dilakukan sebelum penyakit gigi dan mulut yaitu dengan cara menyikat gigi sebanyak dua kali sehari. Pengetahuan tentang kondisi gigi seperti halnya mempercayai bahwa gigi dapat dipertahankan hingga tua sebanyak 75%, menunjukkan jika pengetahuan kesehatan gigi dan mulut mereka baik. Persentasi anggota keluarga yang tidak percaya bahwa pencabutan gigi dapat menyebabkan kebutaan yaitu 75%.

Berdasarkan hasil survei PHBS dalam tatanan rumah tangga dan berdasarkan tabel 2 tentang sosial ekonomi disebutkan bahwa anggota keluarga yang bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 11,8%, karyawan swasta sebanyak 35%, dan purnawirawan sebanyak 5,9%. Keempat keluarga tersebut memiliki cukup memiliki kesadaran tentang kesehatan gigi dan mulut dan mengetahui tentang pengetahuan tentang kondisi gigi, seperti halnya mempercayai bahwa gigi dapat dipertahankan hingga tua dan pencabutan gigi tidak dapat menyebabkan kebutaan.

Menurut hasil survei PHBS tentang kesehatan umum dan kesehatan lingkungan disebutkan bahwa ada 5 indikator yang dilakukan 100% seperti sarapan pagi, menggunakan jamban sehat (tidak bau, tertutup, dan lantai kuat), mencuci tangan sebelum makan, terdapat tempat pembuangan sampah bahkan ada yang dilakukan rutin oleh petugas kebersihan setiap hari, hanya saja kepadatan penduduk yang tidak sesuai antara luas lantai dan jumlah penghuni rumah, bahkan ada dalam satu rumah yang ditempati oleh 2 Kepala Keluarga sekaligus.

Pada kesehatan umum, terdapat 3 anggota keluarga yang merokok, pada survei penduduk yang tidak menggunakan dana kesehatan sebanyak 2 orang yang diperoleh dari asuransi kesehatan jamkesda,. Pada kesehatan lingkungan, jumlah paling banyak ialah tidak memadainya saluran pembuangan limbah (SPAL), hal ini dikarenakan terlalu padatnya lingkungan tempat tinggal sehingga saluran limbah langsung dibuang ke sungai dekat pemukiman mereka, hal ini jelas dapat mencemari air sungai dan karena kepadatan penduduk saluran limbah jaraknya sangat berdekatan antara 1 keluarga dengan keluarga lain sehingga air resapan limbah dapat mencemari air sumur.IV. KESIMPULAN dan SARANKesimpulanMenurut hasil survey,PHBS sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Dari hasil survei menunjukkan bahwa pola PHBS warga sudah cukup baik. Akan tetapi beberapa indikator PHBS masih menunjukan kurangnya kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup sehat. Menurut survei tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap responden terdapat 25% yang memiliki kategori tingkat pengetahuan tinggi pada usia 16-45 dan >60 tahun dan 25% pula pada tingkat pengetahuan sedang pada usia 16-45 dan 46-60 tahun.Saran

1. Masyarakat lebih meningkatkan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan lebih memperhatikan keadaan lingkungan sekitar.

2. Masyarakat memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara teratur minimal 6 bulan sekali agar dapat dilakukan tindakan preventif.BAB II

RENCANA PEMECAHAN MASALAH

I. PENDAHULUAN

Dari hasil survey yang dilakukan di kecamatan Danurejan terdapat beberapa prioritas masalah yang muncul berdasarkan hasil survey baik dari kesehatan umum, kesehatan lingkungan maupun kesehatan gigi dan mulut. Cara menentukan prioritas masalah adalah dipergunakan kriteria kriteria sebagai berikut :1. Importancy yaitu pentingnya masalah,terdiri dari :

Prevalence

: Besarnya masalah

Severity

: Akibat yang ditimbulkan

Rate of Increase

: Kenaikan besarnya masalahDegree of Unmeet need: Derajat keinginan masalah yang tidak terpenuhiSocial Benefit

: Keuntungan sosial karena terselesaikanya masalahPublic Concern

: rasa prihatin masyarakat terhadap masalah

Political Climate

: suasana politik2. Technical Feasibility

: kelayakan teknologi yang tersedia

3. Resources Availability : Sumber daya yg tersediaII. PENENTUAN PRIORITAS MASALAH

Tabel 9. Kriteria Matriks Pemilihan Prioritas masalahNoDaftar masalahITRIXTXR

PSRIDUSBPBPC

Kesehatan umum

1merokok555443243144000

2Tidak sikat gigi4233232246912

3Tidak mempunyai dana sehat34442333331104

4Tidak sarapan2323333235832

5Tidak mencuci tangan2223332232592

Kesehatan lingkungan

6Tidak menggunakan jamban4322242234608

7Tidak mempunyai sarana air bersih2334233221728

8Tidak mempunyai pembuangan sampah3233333221944

9Tidak ada SPAL555443233108000

5Tidak ada kesesuaian kepadatan penduduk5 3 323323314580

III. PENETAPAN PRIORITAS JALAN KELUAR

a) Penyusunan Alternatif Jalan Keluar

Tabel 10. Alternatif jalan keluar MASALAHPENYEBABALTERNATIF

Kesehatan Umum Merokok1. Kebiasaan merokok dari lingkungan dan keluarga2. Kurangnya perhatian masyarakat akan bahaya asap rokok pada perokok pasif

1. Memberikan penyuluhan tentang bahaya serta penyakit yang ditimbulkan akibat dari merokok.2. Memberikan edukasi dan kampanye bebas asap rokok

Kesehatan LingkunganTidak adanya Sistem Pembuangan Air Limbah

1. Kurangnya pengetahuan tentang SPAL yang baik

2. Banyak rumah yang tidak mempunyai Sistem Pembuangan Air Limbah min.10 mtr dari rumah

1. Melakukan penyuluhan tentang pentingnya SPAL

2. Mengajak warga untuk bergotong royong membangun SPAL yang memadai dan memenuhi standar

A. Pemilihan Prioritas Jalan Keluar

a. Tabel 11. Tabel prioritas alternatif jalan keluar kesehatan lingkunganNo

Daftar alternatif jalan keluar

Efektivitas

efisiensi

Jumlah

M x I x V

C

M

I

V

C

1

Melakukan penyuluhan tentang pentingnya Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL)5432302

Mengajak warga untuk bergotong royong membangun SPAL yang memadai dan memenuhi standar443412Keterangan tabel : Prioritas alternatif jalan keluar dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya tidak adanya SPAL sehingga dari hasil penyuluhan tsb meningkatkan kesadaran warga untuk berpartisipasi membuat SPAL yang layak dan memenuhi standar

b. Tabel 12. Tabel prioritas alternatif jalan keluar kesehatan UmumNoDafter alternatif jalan keluarEfektivitasefisiensiJumlah

M x I x V

C

MIVC

1Memberikan penyuluhan tentang bahaya serta penyakit yang ditimbulkan akibat dari merokok 443224

2Memberikan edukasi dan kampanye bebas asap rokok

43349

Keterangan tabel : Prioritas alternatif jalan keluar untuk masalah merokok adalah dengan melakukan penyuluhan tentang pentingnya menciptakan lingkungan bebas asap rokok dan bahaya serta penyakit yang ditimbulkan akibat dari merokok

Keterangan:

Magnitude (M): Besaranya masalah yang dapat diselesaikan

Importance (I)

: Pentingnya jalan keluar

Venerability (V): Seberapa cepat masalah dapat diselesaikan

Cost (C)

: Biaya yang digunakan untuk menyelesaikan masalahI. RENCANA PEMECAHAN MASALAHA. Asumsi perencanaan

1. Positif : warga desa Gemblakan atas dan Gemblakan bawah kooperatif , biaya pelaksanaan prioritas jalan keluar yang dibutuhkan mencukupi.

2. Negatif : kurangnya SDM dalam melakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan masyarakat rendah, sarana dan prasarana kurang memadai.

B. Strategi Pendekatan

Pendekatan secara langsung dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Melakukan pendekatan secara tidak langsung kepada para kepala keluarga agar dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya.

Dilakukan evaluasi secara rutin setelah dilakukan penyuluhan agar mengetahui keefektifan dari hasil penyuluhan.

C. Kelompok sasaran : individu dan komunitas di desa gemblakan atas dan bawah.

D. Tempat : mengumpulkan seluruh warga yang berada di lingkungan sekitar untuk berkumpul ke kantor kelurahan agar mendapat penyuluhan secara efektif.E. Waktu : dilaksanakan pada hari minggu atau pada saat semua warga berada di lingkungan sekitar.

F. Biaya : Rp 400.000 X 2 bulan sekali X 1 tahun = Rp 2.400.000

G. Organisasi dan Tenaga Pelaksana : puskesmas dan tenaga pemberi pelayanan kesehatan bekerjasama dengan kecamatan danurejan dibantu kader kader kesehatan yang ada disana untuk memberikan penyuluhan dan promosi kesehatan.

H. Metode penelitian dan kriteria keberhasilan : metode penelitian yang dilakukan adalah survey secara randomisasi pada 4 kepala keluarga dan observasi. Kriteria keberhasilannya adalah jika terjadi penurunan angka presentasi jumlah warga yang merokok dan SPAL secara baik.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN1. Kesimpulan

Berdasarkan prioritas masalah kesehatan umum yang telah ditentukan dan prioritas alternatif jalan keluar untuk menangani masalah disebutkan bahwa :

1) Prioritas alternatif jalan keluar untuk masalah anggota keluarga yang merokok adalah dengan memberikan penyuluhan rutin tentang bahaya merokok bagi kesehatan serta memberikan pengobatan bagi penduduk yang sudah terkena penyakit yang ditimbulkan kaarena akibat merokok agar tidak menjadi lebih parah

2) Prioritas alternatif jalan keluar untuk masalah warga yang tidak memiliki SPAL dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya tidak adanya SPAL sehingga dari hasil penyuluhan tsb meningkatkan kesadaran warga untuk berpartisipasi membuat SPAL yang layak dan memenuhi standar.

2. Saran

1. Setiap anggota keluarga diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal dan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik2. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan umum dan kesehatan lingkungan serta menjaga kesehatn gigi agar terhindar dari berbagai penyakitDAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Aspek Higiene dan Sanitasi. Diakses tanggal 1oktober 2011, sumber :

http://www.google.co.id/search?q=PHBS+pada+rumah+tangga&hl=id&client=firefox-a&hs=kBn&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=s&ei=vOqBTJ_JA4WmvQPh1vGaBA&start=10&sa=NDepartemen Kesehatan Republik Indonesia, 2007. Visi Nasional Promosi Kesehatan, Jakarta. Diakses tanggal 1oktober 2011 :

http://www.promosikesehatan.com/?act=profile&id=3Dinas kesehatan provinsi Sulawesi selatan. Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota percontohan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.Sulawesi Selatan.2006

Entjang,I.2000.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Bandung: PT. Citra Aditya Bakti

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. http://dinkes-sunsel.go.id/pdfAzwar,azrul.2010.Pengantar Administrasi Kesehatan.Binarupa AksaraSadayasa, P. 2010. 10 Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga. diakses tanggal 2 oktober 2011, sumber :

http://www.puskel.com/10-indikator-phbs-tatanan-rumah-tangga/ EMBED Excel.Sheet.12

16

Sheet1

NoPokok PermasalahanKeluargaTotal

1Kesehatan UmumIIIIIIIV

Tidak Merokok11013

Sarapan Pagi00000

Dana Sehat01102

Sikat gigi sebelum tidur01001

Cuci tangan10001

2Kesehatan Lingkungan

Penduduk menggunakan jamban00000

Penduduk mengunakan Air bersih00000

Terdapat tempat pembuangan sampah00000

Terdapat sistem pembuangan air Limbah11114

Kepadatan penduduk01001