bab vi penyelenggaraan tugas umum beta. . bab 6 tugas umum... · pdf filetentang...

Click here to load reader

Post on 03-Mar-2019

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

H a l - 5 5 7

B A B V I P e n y e l e n g g a r a a n T u g a s U m u m P e m e r i n t a h a n

L K P J W A L I K O T A S E M A R A N G A K H I R T A H U N A N G G A R A N 2 0 1 3

BAB VI

PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

6.1. KERJASAMA ANTAR DAERAH

Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

tentang Pemerintahan Daerah Pasal 195 ayat 1 yang berisikan bahwa dalam

rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, daerah dapat mengadakan

kerjasama dengan daerah lain yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi

dan efektifitas pelayanan publik, sinergi dan saling menguntungkan,

Implementasi kerjasama daerah pada era otonomi daerah merupakan suatu

kebutuhan bagi daerah, karena dalam mengembangkan memberdayakan

dan memanfatkan sumberdaya / potensi suatu daerah memerlukan

kerjasama dengan daerah lain karena adanya keragaman potensi dari setiap

daerah. Melalui kerja sama daerah diharapkan dapat mengurangi

kesenjangan daerah dalam penyediaan pelayanan publik. Selain itu

diharapkan dengan terjalinnya kerjasama antar daerah didapatkan solusi atas

berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah guna

peningkatan mutu pelayanan terhadap masyarakat

Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata

Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah serta turunannya Peraturan Menteri

Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara

Kerjasama Daerah ditegaskan bahwa kerjasama daerah merupakan sarana

untuk lebih memantapkan hubungan dan keterikatan daerah yang satu

dengan daerah yang lain dalam kerangka Negara Kesatuan Republik

Indonesia, menyerasikan pembangunan daerah, mensinergikan potensi antar

daerah dan/atau dengan pihak ketiga serta meningkatkan pertukaran

pengetahuan, teknologi dan kapasitas fiscal

Beberapa program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota

Semarang dalam rangka peningkatan kerjasama antar daerah antara lain :

A. KERJASAMA KEDUNGSEPUR

Kota Semarang dengan daerah hinterland-nya, yang meliputi

Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Ungaran (Kabupaten Semarang),

Kota Salatiga dan Purwodadi (Kabupaten Grobogan) bersepakat membentuk

kerjasama antar daerah yang disebut Kedungsepur. Kerjasama ini

merupakan komitmen bersama yang tertuang dalam Keputusan Bersama No.

H a l - 5 5 8

B A B V I P e n y e l e n g g a r a a n T u g a s U m u m P e m e r i n t a h a n

L K P J W A L I K O T A S E M A R A N G A K H I R T A H U N A N G G A R A N 2 0 1 3

30 Tahun 2005, No. 130 / 0975, No. 130 / 02646, No. 63 tahun 2005, No.

130.1/A.00016, No. 130.1/4382 tanggal 15 Juni 2005 tentang Kerjasama

Program Pembangunan di Wilayah Kedungsepur, dan telah diperbarui

dengan Kesepakatan Bersama No.146/199.c/2011, No.130/07/2011,

No.415.4/03.3/KJS/2011, No.MOU-6/Perj-III/2011, 130/049, 130/1131/I/2011

tentang Kerjasama Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan

Kemasyarakatan di Wilayah Kedungsepur.

Program kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan yang

serasi dan selaras antara daerah kota / kabupaten di wilayah Kedungsepur,

serta menjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antar

Pemerintah Daerah di wilayah Kedungsepur dalam rangka meningkatkan

kesejahteran masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mengurangi

ketidakseimbangan pertumbuhan masing-masing daerah, disamping juga

dalam rangka mensinergikan penyelenggaraan pemerintahan, program-

program pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah Kedungsepur.

Kesepakatan kerjasama antar daerah di wilayah Kedungsepur

mencakup berbagai aspek, meliputi :

1. Pendidikan;

2. Kesehatan;

3. Pekerjaan umum;

4. Perumahan rakyat;

5. Penataan ruang;

6. Perencanaan pembangunan;

7. Lingkungan hidup;

8. Pertanahan;

9. Kependudukan dan catatan sipil;

10. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

11. Keluarga berencana dan keluarga sejahtera;

12. Sosial;

13. Ketenagakerjaan;

14. Koperasi dan usaha kecil dan menengah;

15. Penanaman modal;

16. Kebudayaan;

17. Kepemudaan dan olah raga;

18. Kesatuan bangsa dan politik dalam negeri;

H a l - 5 5 9

B A B V I P e n y e l e n g g a r a a n T u g a s U m u m P e m e r i n t a h a n

L K P J W A L I K O T A S E M A R A N G A K H I R T A H U N A N G G A R A N 2 0 1 3

19. Otonomi daerah,pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah,

perangkat daerah, kepegawaian dan persandian;

20. Ketahanan pangan;

21. Pemberdayaan masyarakat dan desa/kelurahan;

22. Statistik;

23. Kearsipan;

24. Komunikasi dan informatika;

25. Perpustakaan;

26. Pertanian;

27. Kehutanan;

28. Energi dan sumber daya mineral;

29. Pariwisata;

30. Kelautan dan perikanan;

31. Perdagangan;

32. Industri;

33. Ketransmigrasian;

34. Bidang lain yang dianggap perlu.

Penyelenggaraan kegiatan kerjasama antar daerah Kedungsepur

diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang strategis, pertama, dengan orientasi

pada upaya-upaya untuk mengakomodir dan optimalisasi potensi wilayah

Kedungsepur, sehingga pembangunannya dapat dilakukan secara sinergis,

khususnya dalam skala regional Kedungsepur. Kedua, Penyelesaian

sengketa antar daerah, khususnya di wilayah Kedungsepur, penanganan

masalah perbatasan, air bersih, sampah, rob dan banjir, termasuk

menyangkut masalah-masalah sosial seperti gepeng, dan masalah-masalah

sosial lainnya.

Sejak tahun 2012 Sekretariat Bersama berada di Kabupaten Kendal

yang sebelumnya berada di Kota Semarang. pada tahun 2013 Kerjasama

Kedungsepur memprioritaskan kerjasama di bidang pariwisata dengan

mengemas paket wisata yang connect antar daerah perbatasan.

B. APEKSI (ASOSIASI PEMERINTAH KOTA SELURUH INDONESIA)

Kegiatan Kerjasama antar daerah yang lain adalah APEKSI (Asosiasi

Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), dimana anggotanya terdiri dari seluruh

Kota di Indonesia yang berjumlah 98 kota dan saat ini di ketuai oleh Walikota

H a l - 5 6 0

B A B V I P e n y e l e n g g a r a a n T u g a s U m u m P e m e r i n t a h a n

L K P J W A L I K O T A S E M A R A N G A K H I R T A H U N A N G G A R A N 2 0 1 3

Manado dengan Direktur Esekutif APEKSI Pusat sebagai sekretarisnya.

Berdasarkan Hasil Muskomwil III APEKSI tahun 2011 di Kota Bekasi, Kota

Semarang secara aklamasi di pilih sebagai ketua hingga tahun 2014.

Selain mengikuti kegiatan kegiatan APEKSI yang diselenggarakan

oleh Pusat, Kota Semarang selaku pengurus Komwil III APEKSI juga

memfasilitasi rapat - rapat persiapan (Rapat SC) untuk penyelenggaraan

Raker dan Rakor.

Kegiatan- kegiatan APEKSI yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 antara

lain :

1. Raker Komwil III di Bogor tanggal 17 19 April 2013, yang

menghasilkan rekomendasi internal dan eksternal yaitu :

a) Rekomendasi Internal.

1) Memfasilitasi terbentuknya forum/media Komunikasi antara

APEKSI dan ADEKSI (Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia)

serta AKABSI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh

Indonesia) dalam penyelarasan pemahaman permasalahan di

daerah.

2) Mengembangkan corporate partnership yang diarahkan untuk

meningkatkan keberlangsungan organisasi melalui inovasi yang

disusun berdasarkan program dan kegiatan dalam bentuk

kerjasama dengan pihak swasta, pelayanan pelatihan dan

konsultasi yang difasilitasi oleh APEKSI.

3) Menguatkan peran negosiasi APEKSI terhadap pemerintah

dengan melibatkan secara aktif pengurus APEKSI di masing-

masing KOMWIL.

4) Mewujudkan Tim Penasehat Hukum (advokat) profesional di

bawah APEKSI untuk memberikan bantuan hukum (konsultasi

ataupun pendampingan) kepada anggota yang menghadapi

masalah hukum.

5) Menguatkan peran APEKSI dalam mendorong implementasi

PP No. 50 Tahun 2007 tentang Kerjasama Antar Daerah.

6) Mengupayakan dan mendesak Kementerian Keuangan dan

berkoordinasi dengan BPK terkait dengan iuran wajib

keanggotaan APEKSI pasca diterbitkannya Permendagri No. 32

Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos

H a l - 5 6 1

B A B V I P e n y e l e n g g a r a a n T u g a s U m u m P e m e r i n t a h a n

L K P J W A L I K O T A S E M A R A N G A K H I R T A H U N A N G G A R A N 2 0 1 3

yang bersumber APBD, yang tidak memperbolehkan adanya

partisipasi keanggotaan APEKSI.

7) Memperbanyak dialog sektoral untuk melakukan pembahasan

secara mendalam mengenai berbagai isu aktual yang

berdampak pada daerah seperti kenaikan harga BBM,

pengembangan pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL),

pariwisata, UMK, inflasi, pengangguran, kemiskinan, dan

kerawanan sosial.

b) Rekomendasi Eksternal (Rekomendasi untuk Rakernas APEKSI

2013)

1) Mendorong percepatan pembahasan: (i) revisi UU No. 32 Tahun

2004 tentang Pemerintahan Daerah; (ii) revisi UU No. 33