bab ii tahap 2

Download BAB II Tahap 2

Post on 24-Jul-2015

256 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hotel resort

TRANSCRIPT

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum GulaBAB II TINJAUAN TEORIA. Tinjauan Revitalisasi 1. Konservasi a. Definisi Konservasi Segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna luktural yang dikandungnya terpelihara dengan baik. Konservasi dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan dan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. Dapat pula mencakup preservasi (pelestarian suatu tempat persis keadaan aslinya), rehabilitasi (mengembalikan suatu tempat ke keadaan semula), rekonstruksi (mengembalikan suatu tempat semirip mungkin dengan keadaan semula), revitalisasi (merubah tempat agar dapat digunakan untuk fungsi yang lebih sesuai) (Piagam Burra 1981). Konservasi harus memproteksi keberadaan lingkungan dan ruang kota yang merupakan tempat bangunan atau kawasan bersejarah dan juga aktifitasnya (Shirvani: 1984). Konservasi bertujuan untuk mefestarikan apa yang ada sekarang dan mengarahkan perkembangannya menuju masa depan. Konservasi digunakan untuk menjaga agar tempat-tempat yang menarik dan dapat dipakai tidak dihancurkan /dirubah dengan cara yang tidak sesuai. (Dinas Pariwisata). b. Dasar Konservasi 1) Keterkaitan dengan massa lalu. 2) Sudah merupakan bagian dari hidup masyarakat. 3) Melestarikan identitas dan jati diri. 4) Keterkaitan dengan peristiwa sejarah yang penting. 5) Nilai seni arsitektural dan aspek budaya yang terkandung didalamnya. 6) Keindahan lingkungan kota Pelestarian kualitas lingkungan hidup.7

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum Gulac. Kriteria Konservasi Dalam pelaksanaan suatu konsep konservasi perlu ditentukan sejumtah tolok ukur (kriteria) dan motivasi. Berikut ini adalah beberapa kriteria umum yang biasa digunakan untuk menentukan obyek yang perlu diiestarikan yang didasarkan dari beberapa pendapat, antara lain: 1) Estetika :Nilai arsitektural yang mewakili sejarah tertentu. 2) Kejamakan : Mewakili kelas dan jenis khusus 3) Kelangkaan : Sisa warisan yang tidak dimiliki daerah lain 4) Keluarbiasaan : Memiliki keistimewaan sebagai tanda/ ciri kawasan 5) Peranan Sejarah : Memiliki nilai sejarah dari perkembangan kota. 6) Memperkuat kawasan : Meningkatkan mutu dan citra lingkungan. 7) Keragaman Fungsi. 8) Nilai Sumber daya 9) Nilai Ekonomi dan Komersial d. Dasar Pertimbangan Konservasi Komponen Konservasi Gaya Arsitektur: Merupakan pola arsitektural bangunan tua yang terbagi berdasarkan masa berkembangnya, dan bentuk-bentuk arsitektural yang digunakan dalam gaya tersebut. Skala & Proporsi: Skala bangunan merupakan perbandingan antara satu bangunan dengan bangunan lainnya, sementara proporsi adalah perbandingan elemen yang terdapat daalm satu bangunan. Ornamen: Merupakan pola-pola yang digunakan sebagai elemen estetis bangunan, tergantung gaya yang ada pada bangunan. Fasade Bangunan: Merupakan bagian yang dapat memperlihatkan ekspresi dari suatu bangunan. Warna, Interior, bentuk bangunan, material bangunan, struktur & konstruksi bangunan. Fungsi: Merupakan kegiatan yang ditampung dalam bangunan tersebut.

8

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum Gulae. Manfaat Konservasi (Eko Budiharjo) Pelestarian memperkaya pengalaman visual, memberi kaitan yang berara dengan masa lalu. Pada saat perubahan dan pertumbuhan terjadi secara cepat seperti sekarang, kelestarian lingkungan lama memberi suasana permanen yang menyegarkan. Pelestarian memberi keamanan psikologis bagi seseorang untuk dapat melihat, menyentuh, merasakan buku sejarah. Pelestarian warisan arsitektur menyediakan catatan sejarah tentang masa lalu dan melambangkan keterbatasan hidup manusia. Pelestarian lingkungan lama adalah suatu aset komersial dalam kegiatan wisata intemasional. f. Motivasi Konservasi (Urban Planning (1979:313) Melindungi warisan budaya. Menjamin variasi dalam bangunan kota. Ekonomis :dapat meningkatkan nilainya bila dipelihara dengan baik. Simbolis :motif simbolis untuk pelestarian berkaitan dengan suatu pandangan bahwa menghancurkan bangunan hampir sama dengan memusnahkan kelompok sosial tertentu. g. Sasaran Konservasi Mengembalikan wajah dari objek pelestarian. Memanfaatkan objek pelestarian untuk menunjang kehidupan. Masa kini. Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian. Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi. h. Strategi Konservasi Lingkup Sasaran: Gedung, lahan, kawasan dengan kehidupan budaya dan tradisi yang mempunyai arti.9

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum GulaSyarat Obyek: Memiliki kriteria umum yang biasa digunakan untuk menentukan objek yang perlu dielstarikan, yaitu estetika, kejamakan, kelangkaan, peranan sejarah, memeperkuat kawasan didekatnya, keistimewaan Dalam skala yang lebih luas yakni bagian kota atau wilayah, kriteria yang dapat digunakan dalam proses penentuan konservasi adalah sebagai berikut: Kriteria arsitektural yang tinggi disamping memiliki proses pembentukan waktu yang lama atau keteraturan dan keanggunan Kriteria historis.Kawasan memiliki nilai historis dan kelangkaan yang memberikan inspirasi dan referensi bagi kehadiran bangunan baru, meningkatkan vitalitas bahkan menghidupkan kembali keberadaanya yang memudar Kriteria simbolis. Kawasan memiliki makna simbolis paling efektif bagi pembentukan citra suatu kota. i. Konsep Konservasi Melestarikan suatu tempat sedemikiari rupa sehingga

mempertahankan nilai kulturalnya. Melestarikan, Melindungi, Memanfaatkan sumber daya suatu tempat. Memanfaatkan kegunaan dari suatu tempat untuk menampung/ memberi wadah bagi kegiatan yang asam/ kegiatan yang baru sama sekali. Meningkatkan nilai ekonomi suatu bangunan sehingga benilai komersial untuk modal suatu lingkungan. Mengupayakan semaksimal mungkin agar orisinalitas/keaslian bentuk, wajah bangunan serta pola kawasan tetap dipertahankan.

10

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum Gula2. Revitalisasi a. Pemahaman Revitalisasi Revitalisasi berasal dari kata re dan vitalitas. Re berarti kembali dan vitalitas berarti daya hidup (vita: hidup). Revitalisasi mempunyai makna upaya untuk mengembalikan serta menghidupkan kembali vitalitas yang pernah ada pada kawasan kota yang mengalami degradasi, melalui intervensi fisik dan non fisik (rehabilitasi ekonomi, rekayasa sosial budaya serta pengembangan institutional) (Danisworo: 1988). Revitalisasi/adaptasi dilakukan dengan merubah suatu tempat agar dapat digunakan untuk fungsi yang lebih sesuai. Fungsi tersebut tidak menuntut adanya perubahan fisik atau hanya memerlukan sedikit perubahan atau dampak minimal. Langkah ini dilakukan apabila konservasi sulit dilakukan dan asalkan tidak merusak nilai budayanya. Revitalisasi merupakan upaya untuk menata kembali suatu wilayah melalui peningkatan kualitas fisik dengan tujuan meningkatkanvitalitas sosial, ekonomi, dan lingkungan fisik wilayah tersebut (Dokumen Pecinan Dalam, Hesti, 2005). Pengertian revitalisasi tersebut juga dapat diartikan menghidupkan kembali suatu kawasan yang sudah mati; meningkatkan kawasan yang sudah hidup; menyuntikan sesuatu yang baru (aktivitas dan bangunan)pada suatu kawasan. (Kimpraswil, 2003)

Menurut Danisworo (1988), Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami

kemunduruan/degradasi.

Berdasarkan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Butir 31, Revitalisasi adalah kegiatan pengembangan yang ditujukan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai penting Cagar Budaya dengan

11

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum Gulapenyesuaian fungsi ruang baru yang tidak bertentangan dengan prinsip pelestarian dan nilai budaya masyarakat.

Berdasarkan Departemen Kimpraswil (2005), definisi revitalisasi adalah upaya untuk menghidupkan kembali kawasan yang mati, yang pada masa silam pernah hidup, atau mengendalikan, dan

mengembangkan kawasan untuk menemukan kembali potensi yang dimiliki atau pernah dimiliki atau seharusnya dimiliki oleh sebuah kota

Menurut Hanan (2001), revitalisasi bertujuan untuk : 1. Menghidupkan kembali kawasan pusat kota yang memudar atau menurun kualitas lingkungannya. 2. Meningkatkan nilai ekonomis kawasan yang strategis. 3. Merangsang pertumbuhan daerah sekitarnya. 4. Mendorong peningkatan ekonomi lokal dari dunia usaha

danmasyarakat. 5. Memperkuat identitas kawasan 6. Mendukung pembentukan citra kota.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Revitalisasi berarti proses, cara, dan perbuatan menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang terberdaya. Sebenarnya revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan menjadi vital. Sedangkan kata vital mempunyai arti sangat penting atau perlu sekali (untuk kehidupan dan sebagainya). Pengertian melalui bahasa lainnya revitalisasi bisa berarti proses, cara, dan atau perbuatan untuk menghidupkan atau menggiatkan kembali berbagai program kegiatan apapun. Atau lebih jelas revitalisasi itu adalah membangkitkan kembali vitalitas. Jadi, pengertian revitalisasi ini secara umum adalah usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali.

12

Revitalisasi Pabrik Gula Colomadu sebagai Museum GulaRevitalisasi termasuk di dalamnya adalah konservasi-preservasi merupakan bagian dari upaya perancangan kota untuk mempertahankan warisan fisik budaya masa lampau yang memiliki nilai sejarah dan estetika-arsitektural. Atau tepatnya merupakan upaya pelestarian lingkungan binaan agar tetap pada kondisi aslinya yang ada dan mencegah terjadinya proses kerusakan.Tergantung dari kondisi

lingkungan binaan yang akan dilestarikan, maka upaya ini biasanya disertai pula dengan upaya restorasi, rehabilitasi dan/atau

rekonstruksi.Jadi, revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian ko