asuhan keperawatan bronkhitis

Download Asuhan Keperawatan Bronkhitis

Post on 25-Nov-2015

32 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengertian, etiologi, manisfestasi klinis, dsb

TRANSCRIPT

TUGASASUHAN KEPERAWATANTRAKEA BRONKTIS

KELOMPOK 2

AFRESI RENALDIFIFI FITRI YANTIIWAN ALFARISRESVI AYUDIA PUTRIVINCENSIUS ROLIS LAIA

PRODI S1 KEPERAWATANSTIKes RANAH MINANGPADANG2013KATA PENGANTARPuji dan syukur kita ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, sebab atas berkat-Nya penyusunan ASKEP Trakea Bronkitis ini dapat di selesaikan sesuai yang di rencanakan. Kami juga sadar bahwa terdapat banyak kekurangan dalam pembuatan ASKEP ini.ASKEP Trakea Bronkitis ini dibuat untuk melengkapi atau menyelesaikan tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Respirasi. Makalah ini di buat dengan tujuan memperkaya pengetahuan pembaca dan penulis agar lebih mengerti dan paham tentang Trakea BronkitisKami juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada semua yang membantu kami dalam menyelesaikan ASKEP ini termasuk kepada sumber-sumber yang telah membantu kami dalam mencari bahan untuk menyelesaikan ASKEP ini. Kami juga memberikan kesempatan kepada pembaca dalam memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami.

Wassalam,

Penulis

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-paru).Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.Pernapasan adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2 sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Fungsi dari sistem pernapasan adalah untuk mengambil O2 yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh untuk mengadakan pembakaran, mengeluarkan CO2 hasil dari metabolism. Anatomi pernafasan : Hidung, Faring, Laring, Trakea, Bronkus, Paru-paru.

BAB IIPEMBAHASANASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN BRONKITIS

I. DEFINISI BRONKHITIS

Bronkitis adalah peradangan (inflamasi) pada selaput lendir (mukosa) bronchus (saluran pernafasan dari trachea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Peradangan ini mengakibatkan permukaan bronchus membengkak (menebal) sehingga saluran pernapasan relatif menyempit.Bronkitis adalah suatu peradangan dari bronkioli, bronkus dan trakea oleh berbagai sebab. (Purnawan Junadi. 1982: 206).Bronkitis akut adalah penyakit infeksi saluran nafas akut (inflamasi bronkus) yang biasanya terjadi pada bayi dan anak yang biasanya juga disertai dengan trakeitis(Ngastiyah. 1997: 36).Bronkitis biasa juga disebut dengan laringotrakeobronkitis akut ataucroupdan paling sering menyerang anak usia 3 tahun(Ngastiyah. 1997: 37).Bronkitis berarti infeksi pada broncus, yakni adanya inflamasi lapisan mukosa jalan nafas trakea bronchial yang secara terus-menerus memproduksi mucus yang berlebihan, juga peningkatan progresif pada batuk produktif dan dispnea. Bronkhitis merupakan inflamasi bronkus pada saluran napas bawah. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau pajanan iritan yang terhirup. Bronkhitis biasanya lebih sering disebabkan oleh virus seperti rhinovirus, respiratory syncitial virus (RSV), Virus influenza, virus parainfluenza, dan coxsackie virus.

II. KLASIFIKASI BRONKHITIS

Bonkhitis diklasifikasikan menjadi dua yaitu:

1. BronkhitisKronisBronkhitis kronis adalah hipertrofi kelenjar mukosa bronkus dan peningkatan jumlah sel goblet dengan infiltrasi sel-sel radang dan edema mukosa bronkus. Pembentukan mucus yang meningkatkan mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif, batuk kronis yang disertai peningkatan sekresi bronkus tampaknya mempengaruhi bronkeolus yang kecil sedemikian rupa sehingga bronkeolus tersebut rusak dan dindingnya melebar, sifatnya menahun yang disertai dengan batuk hampir setiap hari disertai pengeluaran dahak 3 bulan dalam 1 tahun dan terjadi paling sedikit selama 2 tahun.

2. BronkhitisAkut Bronkhitis akut merupakan imflamasi bronkus pada saluran nafas bawah penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan virus. bronkhitis akut dapat sembuh sendiri dan berlangsung dalam waktu singkat. penyakit ini harus dibedakan dengan bronkhitis kronis yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru obstruktif kronik.II. ETIOLOGI

Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi timbulnya bronkhitis, yaitu : rokok, infeksi dan polusi. Selain itu terdapat pula hubungannya dengan faktor keturunan dan status sosial.a. RokokSecara patologis rokok berhubungan dengan hiperplasi kelenjar mucus bronkus dan metaplasia skuamus epitel saluran pernapasan juga dapat menyebabkan bronkotriksi akutb. InfeksiEksasebasi bronkhitis disangka paling sering diawali dengan infeksi virus yang kemudian menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Bakteri yang diisolasi paling banyak adalah hemophilus influenza dan streptococcus pneumonie.c. PolusiPolusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai factor penyebab, tetapi bila ditambah merokok resiko akan lebih tinggi. Zat-zat kimia dapat juga menyebabkan bronkhitis adalah zat-zat pereduksi O2, zat-zat pengoksidasi seperti N2O, hidrokarbon, aldehid,ozon.d. KeturunanBelum diketahui secara jelas apakah factor keturunan berperan atau tidak, kecuali pada penderita defesiensi alfa -1- antitripsin yang merupakan suatu problem, dimana kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. Kerja enzim ini menetralisir enzim proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan, termasuk jaringan paru.e. Faktor sosial ekonomiKematian pada bronkhitis ternyata lebih banyak pada golongan sosial ekonomi rendah, mungkin disebabkan faktor lingkungan dan ekonomi yang lebih burukIV. PATOFISIOLOGI BRONKITIS

Bronkhitis terjadi karena adanya penebalan dan kekakuan mukosa bronkhus akibat dari vasodilatasi bendungan dan edema, sehingga area mukosa dapat terinfiltrasi dengan leukosit, makrofag dan leukosit poti morfonuklean yang mengakibatkan sekresi yang berlebihan ditambah penyempitan jalan nafas yang menyebabkan obstruksi pertama pada ekspirasi maksimal dan selanjutnya aliran udara inspirasi maksimal yang mengakibatkan terjadinya sesak. Penyempitan juga terjadi pada saluran nafas kecil yang berdiameter 2 mm menjadi lebih sempit, berkelok-kelok dan berobliterasi. Penyempitan terjadi karena metaplasia sel goblet. Begitu pula dengan saluran nafas besar menyempit karena hipertropi dan hyperplasia kelenjar mucus.

V. MANIFESTASI KLINIS

Gejalanya berupa:a.batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)b.sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringanc.sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)d. lelahe. pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kananf.wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahang. pipi tampak kemerahanh.sakit kepalai.gangguan penglihatan

VI. TEST DIAGNOSTIK

- Analisa gas darah memperlihatkan penurunan oksigen arteri dan peningkatan karbondioksida arteri - Pemeriksaan sinar x-thorax dapat membuktikan adanya bronkitis kronik.- Pemeriksaan fungsi paru mungkin menunjukkan adanya abstruktif jalan nafas. - Pemeriksaan sputum selama 3x berturut-turut selama 3 hari pada pagi hari sesudah bangun tidur.

VII. KOMPLIKASI

Komplikasi bronchitis dapat berupa terjadinya korpulmonale, gagal jantung kanan dan gagal pernapasan.Beberapa komplikasi yang ditemukan pada bronkhitis adalah:1. EmfisemaEmfisema adalah akibat dari pelebaran sebagian atau seluruh bagian dari asinus alveoli yang disertai dengan kerusakan dari sel pernapasan.2. Kor pulmonaleKor pulmonale didefinisikan sebagai suatu disfungsi dari ventrikel kanan yang dihubungkan dengan kelainan fungsi paru atau struktur paru atau keduannya.3. PolisitemiaAdanya batuk,sputum,dan tanda-tanda hipoksemia pada blublotter.eksaserbasi akut disebabkan oleh infeksi.pada auskultasi terdapat ronki basah,baik pada ekspirasi maupun inspirasi.sesak nafas dan weizing atau mengi merupakan tanda utama dari bronkhitis. bila sudah terdapat komplikasi kor pulmonale,maka proknosis dari penyakit ini sudah buruk.

VIII. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN DAN MEDIS

1. Penatalaksanaan umum pada bronkhitis kronik bertujuan untuk memperbaiki kondisi tubuh penderita, mencegah perburuan penyakit, menghindari faktor resiko dan mengenali sifat penyakit secara lebih baik. Disamping itu tujuan utama pengobatan adalah untuk menjaga agar bronkiolus terbuka dan berfungsi, sehingga memudahkan pembuangan sekresi bronkhial, mencegah infeksi dan kecacatan. Perubahan pola sputum ( sifat, warna, jumlah dan ketebalan ) dan pola bentuk merupakan hal yang perlu diperhatikan.infeksi bakteri tambuh diobati dengan terapi antibiotika berdasarkan hasil pemeriksaan kultur dan sensitifitas.

2. Terapi bronkodilator berguna untuk menghilangkan bronkospasmo dan mengurangi obstruksi jalan nafas sehingga oksigen lebih banyak didistribusikan keseluruh bagian paru dan fentilasi alveolar diperbaiki.dreinasepostular dan perkusi dada setelah pengobatan biasanya sangat membantu terutama jika terdapat bronkiektasis.

3. Pemberian cairan peroral maupun parenteral jika terjadi bronkospasme berat merupakan tindakan sangat penting. pemberian terapi cairan sangat menbantu dalam mengencerkan sekresi sehingga mudah dikeluarkan dengan membatukkan. pemberian kortikos teroit diberikan jika tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan keberhasilan terhadap pengobatan konserfatif. klien harus berhenti merokok, karena rokok dapat menyebabkan bronkokontriksi, melumpuhkan silia yang berperan dalam membuang partikel yang mengiritasi serta menginaktifkan surfaktan yang berfungsi untuk mengembangkan paru. perokok juga