c. botulinum isolation agar base

Post on 23-Jan-2015

176 Views

Category:

Education

5 Downloads

Preview:

Click to see full reader

DESCRIPTION

C. Botulinum Isolation Agar Base adalah media mikrobiologi yang digunakan untuk analisa Clostridium Botulinum pada makanan

TRANSCRIPT

C. botulinum Isolation Agar Base direkomendasikan untuk isolasi selektif Clostridium botulinum pada sampel makanan.

Clostridium botulinum adalah bakteri anaerob, pembentuk spora yang menghasilkan protein neurotoksin botulin. Toksin ini pada beberapa kasus menyebabkan keracunan pada makanan.

C. botulinum Isolation Agar Base diformulasi mengikuti rekomendasi dari American Public Health Association (APHA) untuk isolasi selektif dari Clostridium botulnum dari sampel makanan.

Antibiotik supplement ( FD049 ) mengandung antibiotik dengan spektrum luas yaitu cycloserine, sulphametoksazole dan trimethoprime. Penambahan antibiotik tersebut membuat media mikrobiologi ini menjadi lebih selektif.

Egg Yolk emulsi membantu mendeteksi aktivitas lecithinase , lipase dan proteolytik. Lecithinase mendegredasi adanya lecithin pada egg yolk yang menghasilkan presipitate keruh, tidak larut ketika terjadi pertumbuhan bakteri.

Lipase memecah lemak bebas yang ada pada egg yolk menyebabkan terbentuknya lapisan minyak pada air yang terdapat pada permukaan koloni.

Casein enzymic hydrolysate dan yeast ekstrak akan menjadi sumber asam amino , substansi nitrogen lainnya dan vitamin B kompleks.

Dektrose berperan sebagai karbohydrate yang difermentasi, sedangkan Disodium Phosphate berperan sebagai  buffer pada media mikrobiologi. Magnesium sulphate berperan membantu sporulasi organisme sedangkan natrium chlorida berperan menjaga keseimbangan osmotik dari media mikrobiologi.

Toksin botulin merupakan senyawa tidak tahan panas. Karenanya penguian sampel dan kultur sebaiknya dilakukan pada suhu dingin.

pH material juga harus dijaga pada kondisi sedikit asam karena toksin botulinal tidak terlalu stabil pada suhu basa.

Inokulasi 1-2 gram sampel padat atau 1-2 ml sampel cair pada larutan enrichment. Media enrichment yang dapat digunakan adalah Cooked Meat Medium (M149).

Setelah inkubasi pada suhu 35° C selama 7 hari, amati terbentuknya kekeruhan serta produksi gas.

Lakukan pemeriksaan Gram staining dan pewarnaan spora untuk langkah konfirmasi.

Ingredient dalam Gram/Liter• Casein Enzymic Hydrolysate : 40.000• Yeast ekstract : 5.000• Dextrose : 2.000• Disodium phosphate : 5.000• Sodum Chloride : 2.000• Magnesium Sulphate : 0.010• Agar : 20.000

pH akhir pada suhu 25° C adalah 7.4± 0.2

Timbang 37 gram media mikrobiologi pada 450 ml aquadest. Panaskan sampai mendidih  dengan Hot Plate hingga media mikrobiologi larut dengan sempurna.

Sterilkan dengan menggunakan autoclave selama 15 menit pada suhu 121°C. Dinginkan pada suhu 50-55 °C dan secara aseptis tambahkan Egg Yolk Emulsion (FD045) dan rekonstitusi isi 1 vial CBI Supplement (FD049). Campur dengan baik dan tuang kedalam petridish.

Appearance• Bubuk berwarna krim sampai kuning, homogen, free flow

Warna dan kejernihan• Basal medium : gel berwarna kuning terang sampai agak

keruh. Setelah penambahan emulsi egg yolk membentuk warna kuning terang sampai keruh pada petri dish.

Karakteristik kultur dilihat pada kondisi anaerob dengan penambahan Egg Yolk Emulsion (FD049 ) setelah inkubasi pada suhu 35-37° C selama 48 jam.

@alat2lab

alatalatlaboratoriumsales@alatalatlaboratorium.com

top related