agatha christie - menuju titik nol

Download Agatha Christie - Menuju Titik Nol

Post on 20-Aug-2015

1.712 views

Category:

Sports

21 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Agatha ChristieMENUJU TITIK NOLScan by BBSCConvert to WORD, LIT, PRC, PDF by ben99Mereka yang Terlibat Tn. TrevesSeorang pengacara dengan segudang pengalaman. Usianya delapan puluhtahun. Kenangannya akan suatu pembunuhan di masa lalu menyebabkan kematiannya.Andrew MacWhirter-Berniat bunuh dir. tapi gagal karcna tersangkut pohon dandisela-matkan penjaga pantai. Beberapa bulan ke-mudian, di tempat yang sama, dia me-nyelamatkan nyawa seorang wanita yang putus asa. Inspektur BattleDetektif Scotland Yard yang wajalinya seperti kayu, tanpa ekspresi.Ke-biasaannya untuk selalu bersikap metodis membualikan hasil yang nyata, walaupunliburannya kali ini terpaksa diisi dengan tugas mengungkap pembunuhan. Bu AmphreyKepala sekolah yang sukses dan contoh nyata dari orang yang sok tahuteori teori psikologi dan menerapkannya secara sal ah kaprah.Sylvia Battleputri Inspektur Battle. Pengalamannya di sekolah membantu ayahnyame-nyelamatkan nyawaseorang wanita yang tak bersalah. Ntvile StrangeTampan bagai Dewa Apollo dan olaluagawan serba-bisa. Layak disebutpria paling beruntung, kaya-raya, reputasinya tanpa ccla, dan punya dua Istri yangcantik* cantiktapi, dia tidak bahagia. Kay StrangeMuda belia, cantik jelita, dengan temperamen yang gampang meledak-ledak lebih-lebili bila berhadapan dengan istri pertama Nevile. Lady Camilla TressilianWanita tua yang inva-lid. Suka sekali menjamu tamu-tamu diru mahnya. Tapi hobinya itu menjadi petaka ketika suatu kali di rumalinya berkumpulapa yang disebutnyasegitiga abadi. Mary AldinSabar, penuh perhatian, efisien, danseorang nyonya rumah yang baik. Setiamenemani Lady Camilla dan melayani kebu-tuhannya. Kali ini, kesabarannya benar-benar diuji. Audrey StrangeKecantikannya yang klasik tapi tak menonjol mengusik ketenanganGulls Point, dan membuat istri muda Nevde tak bisa meijguasai diri.Tliomas RoydeDijuluki "Thomas vang Lurus" oleh saudara angkatnya, Audrey. Di
  2. 2. balik penampilannya yang serba kikuk dan pen-diam, dia menyimpan gelora asmara yangmembara.Ted LatimerPria muda yang tampan. Teman lama Kay Strange, yang setiap kali selalumuncul mengusik kehidupannya.Inspektur James LeachKemenakan Inspektur Battle. Belum lama bertugas dan diberiwewenang mengungkap pembunuhan di Gulls Point. Kerjasamanya dengan paman-nyamembuatnya mempelajari banyak hai yang tak pernah dipelajarinya di AkademiKepolisianPendahuluan19 Nopember Kf.lompokyang duduk di sekeliling peApian itu hampir seluruhnya terdiri dari alilihukum atau orang-orang yang tertarik pada hukum. Ada Martindale, si pengacara, RufusLord,KC*,Daniels, si ahLi hukum muda yang telah membuat dirinya termasyhur karenakasus Carstairs, dan beberapa pengacara lain seperti Tn. Justice Clea-ver, Lewis darikantor pengacara Lewis and Trench, dan Tn. Treves yang sudah tua. Tn. Treves hampirmenginjak usia delapan puluh, dan memiliki kematangan serta pengalaman yang sesuaidengan usianya. Ia seorang ahli hukum dari sebuah kantor pengacara ternama, bahkanahli hukum yang paling terkenal dari kantor pengacara itu. Kasus-kasus rumit yang telahditanganinya di pengadilan tak terhitung banyaknya. Kata orang, ia mengetahui lebihbanyak rahasia-rahasia dibalik sejarah daripada siapa pun di mggris, aan juga seorangspesialis kriminologi. Orang yang berpikiran pendek sering mengata-kan bahwa semestinya Tn. Trevesmenulis me-moarnya. Akan tetapi Tn. Treves cukup arif. Ia tahu bahwa iatabuterlalubanyak. Walaupun ia sudah lama tak berprakwk lagi secara aktif, tak seorang pun di Inggris yangpendapatnya begitu dihargai oleh orang-orang dan ahli-ahli hukum. Manakala iamengangkat suaranya yang kecil dan tegas itu, semuanya langsung diam penuh hormat. Yang menjadi pokok pembicaraan mereka seka-rang adalah sebuah kasus yang masiliramai dibicarakan orang, yang perkaranya selesai disi-dangkan pada hari itu di Old-Bailey. Kasus itu adalah sebuah kasus pembunuhan dan tertuduh-nya telah dibebaskan.Kelompok ahli hukum itu kini sibuk membolak-balik persoalannya dan membuat kritik-kritik teknis. Pihak penuntut telah membuat kesalahan de-ngan mengandalkan pada satu dari saksi-saksi-nya Pak Peplegrhniaitu seharusnya menyadari baliwa ia telah memberikanpeluang besar kepada pihak pembela. .Si-AMuiirmuda telah berhasil mempergunakankesaksian gadis pelayan itu de-ngan sebaik-baiknya.Bentmore. dalam ringkasanpledoinya, dengan sangat baik telah meletakkas fakta-fakta itu pada perspektifnya yangbenar, tetapi sudah terlambatdewan juri telah mem-percayai gadis itu. Anggota jurimemang aneh apa yang masuk dalam benak mereka dan apa yang tidak, tak dapat
  3. 3. diiebaktetapi sekali sesuatu sudah menyangkut di kepala mereka, tak mungkin bisadikeluarkan lagi. Mereka percaya bahwa gadis itu telah mengatakan yang sebenar-nyatentang tinggis itu dan hal itu tak bisa diubah lagi. Fakta-fakta medis agak terlalu rumituntuk otak mereka. Semua istilah ilmiah yang panjang-panjangsaksi-saksi yangmenyebalkan, orang-orang yang berlagak ilmiahsetalu memberikan jawaban yangberliku-liku dan tak bisa hanya menjawab ya>atautidak untuk pertanyaan-pertanyaanyang sederhanaselalu memulai de-ngan berdasarkan kondisi tertentu yang immgkmbertaku pada waktu itudan seterusnya! Para ahli hukum itu mengcluarkan pendapat mereka dengan tuntas, dan akhirnya, padawaktu kalimat-kalimat mereka menjadi kacau dan tak sa-iing berhubungan lagi, makinterasalah bahwa ada sesuatu yang kurang. Satu demi satu kepala-kepa-(a itu dipalingkankepada Tn. Treves, Sebab sela-ma ini Tn. Treves belum menyumbangkan pikir-annyadalam diskusi itu. Makin lama makin jelas bahwa semuanya sedang menantikan pendapatakhir dari scjawat mereka yang paling dihormati. Tn. Treves, sambil bersandar di kursinya, sedang membersihkan kaca matanya sambilmela-mun. Sesuatu dalam keheningan itu membuatnya tersentak dari lamunannya. "Hah?" katanya. "Apa itu tadi? Kalian mena-nyakan sesuatu kepada saya?"Si Lewis muda berkata, "Kami sedang membicarakan kasus Lamorne, Pak." Ia berhenti, menanti. "Ya, ya," kata Tn. Treves. "Saya sedang me-mikirkan itu," Semuanya diam, menanti dengan penub rasa hormat. "Saya kuatir," kata Tn. Treves sambil terns menggosok kaca matanya, "saya terlalu ber-kliayal. Ya... terlalu berkhayal. Karena usia lanjut, saya kira. Orang seusia saya memangboleh saja berkhayal kalau mau.""Tentu saja, Pak," kata si Lewis muda, walau-pun mukanya menunjukkan bahwa ia takmenger-ti."Saya sedang mcmikirkan," kata Tn. Treves, "bukan tentang segt-segi hukum yangdikemuka-kan tadiwalaupun itu menarik sangat mena-rik... kalau saja keputusannyaadalah sebaliknya, saya rasa akan ada dasar-dasar untuk naik ban-ding... tetapi saya takakan membicarakan itu sekarang. Seperti saya katakan tadi, saya sedang memikirkan,bukan tentang segi-segi hukumnya, tetapi tentang... yah, tentangorang-orangyang terlibatdalam kasus itu." Semuanya kelihatan sedikit takjub. Selama ini mereka semuanya melihat orang-orangdalam kasus itu hanya sehubungan dengan sampai di mana orang-orang itu dapatdipercayai atau dalam peranannya sebagai saksi-saksi. Tak seorang pun dari merekapernah merenung, apakah tertuduh sebenarnya bersalah ataukah ia benar-benar takbersalah sepeiti yang diputuskan oleh pengadilan."Yah, manusia...," kata Tn. Treves dengan penub pikiran. "Manusia, Sungguh banvak ra-gam, beiituk, dan jenisnya. Sebagian ada yang berotak, tetapi sebagian besar lagi takberotak. Mereka juga datang dari mana-mana, Lancashire, Skotlandiapemilik restoiandari Icali itu misal-nya, dan wanita guru sekolah dari suatu tempat di Middle West itu.Semuanya tersangkut dan terli-bat di situ dan akhirnya semuanya bertemu di sebuah
  4. 4. sidang pengadilan di London pada suatu hari yang kelabu di bulan November. Masing-masing menyumbangkan peranannya yang kecij. Keseluruhannya memuncak dalamsebuah sidang pengadilan pembunuhan." Ia berhenti sebentar dan mengetuk-ngetuk lu-tutnya pelan-pelan. "Saya suka cerita detektif yang bagus," kata-.nya. "Tetapi, mereka setalu mutai di tempatyang saah! Mereka mulai dengan pembunuhannya. Padahal pembunuhan itu adalahakhir-nyz.Ceri-tanya dimulai jauh sebelumnyakadang-kadang bettahun-tahun sebelumnyadengan segala ma-cam sebab dan peristiwa yang membawa orang-6rang tertentu ke suatutempat tertentu pada suatu waktu tertentu di suatu hari tertentu. Am-billah kesaksianpelayan wanita itu, misalnya kalau pelayan dapur tidak menggaet pacarnya, ia takakau uaik pitam dan mendatangi Lamornedan menjadi saksi utama pihak pembeta. I.alu si iu5ppe AntojieJJidatang untukmenggantikan abangnya selama satu bulan. Abangnya itu hampir sama butanya dengankeleiawar. Ia tak akan dapat melihat apa yang telah dilihat oleh mata Giuseppe yangtajam. Kalau polisi itu tidak mcrayu koki di rumah No. 48,iatak akan tertambatmeronda..." Ia menganggukkan kepalanya. "Semuanya bergerak menuju ke sebuah titik tertentu. Lalu, waktu saatnya tibaterjadilah itu!Titik Nol.Ya, semuanya bergerak menuju titik nol...." Ia mengulangi, "Menuju titik nol...." Lalu badannya bergidik sedikit. "Bapak kedinginan,mari mendekat ke perapi-an.""Tidak, tidak," kata Tn. Treves. "Hanya se-perti ada orang yang berjalan di atas kuburku,kata pepatah. Ah, saya harus pulang." Ia mengangguk sedikit dengan ramah, lalu berjalan dengan langkah perlahan tapi tegas,keluar dari ruangan.Untuk sesaat lamanya semuanya diam, lalu Rufus Lord, KC, berkata bahwa Tn. Trevessudah mulai pikun. Sir William Cleaver berkata, "Otak yang tajamotak yang sangat tajam tetapi akhirnya usia juga yang menang.""Jantungnya juga lemah," kata Lord. "Bisa jatuh dan meninggal sewaktu-waktu, sayakira." "Ia bisa menjaga diri dengan baik," kata si Lewis muda. Pada saat itu Tn. Treves dengan hati-hati sedang masuk ke dalam mobit Daimler-nyayang selalu berjalan dengan mulus. Mobil itu memba-wanya ke sebuah rumah di sebuahkompleks perumahan yang tenang. Seorang pelayan pria dengan penuh perhatianmembantu membukakan jasnya. Tn. Treves berjalan menuju perpustakaan-nya, di manasebuah pe apian dengan api arang sedang menyala. Kamar tidurnya terletak dibelakan