3. pengangkatan perangkat desa - pemdes

Click here to load reader

Post on 03-Jan-2016

1.123 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jggjg

TRANSCRIPT

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR

PAGE - 6 -

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITARNOMOR 10 TAHUN 2006TENTANG

TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN ATAU PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESABUPATI BLITAR,

Menimbang

:a.bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 26 ayat (4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka perlu ditetapkan pedoman yang mengatur tentang Perangkat Desa ;

b.bahwa untuk melaksanakan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.Mengingat

: 1.Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur(Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 19, Tambahan Lembaran Nomor 9) ;

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 38, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 4493) yang telah ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom ( Lembaran Negara Republik Indoensia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952) ;

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587) ;

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593) ;

8. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomr 8 Tahun 2001 tentang Pedoman Pegawai Negeri Sipil Yang Dipilih Menjadi Kepala Desa Atau Dipilih / Diangkat Menjadi Perangkat Desa.

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

dan

BUPATI BLITAR

MEMUTUSKAN :Menetapkan: PERATURAN DAERAH TENTANG TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN ATAU PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan :

1. Pemerintah Daerah, adalah Pemerintah Kabupaten Blitar.2. Pemerintahan Daerah, adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.3. Daerah, adalah Daerah Kabupaten Blitar.4. Bupati, adalah Bupati Blitar .5. Kecamatan, adalah wilayah kerja Camat sebagai Perangkat Daerah Kabupaten.6. Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.7. Pemerintahan Desa, adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

8. Pemerintah Desa, adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Desa.

9. Badan Permusyawaratan Desa selanjutnya disingkat BPD, adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.

10. Peraturan Daerah, adalah Peraturan Daerah Kabupaten Blitar.11. Peraturan Desa, adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa.

12. Dusun, adalah bagian wilayah dalam desa yang merupakan lingkungan Kerja Pelaksanaan Pemerintah Desa.

13. Penjaringan, adalah suatu upaya yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan dan atau Pengangkatan Perangkat Desa untuk mendapatkan Bakal Calon dari warga masyarakat Desa setempat .14. Penyaringan, adalah seleksi yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan dan atau Pengangkatan Perangkat Desa baik dari segi administrasi.15. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selanjutnya disingkat APBDes, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

BAB IIKEDUDUKAN PERANGKAT DESA

Pasal2

(1) Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya.(2) Perangkat Desa lainnya terdiri dari :

a. sekretariat desa ;b. pelaksana teknis lapangan ; c. unsur kewilayahan.Pasal3

(1) Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) diisi dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan, yaitu :

a. berpendidikan paling rendah lulusan SMU atau sederajat ;

b. mempunyai pengetahuan tentang teknis pemerintahan ;

c. mempunyai kemampuan di bidang administrasi perkantoran ;d. mempunyai pengalaman dibidang administrasi keuangan dan dibidang perencanaan ;e. memahami sosial budaya masyarakat setempat ;f. bersedia tinggal di desa yang bersangkutan.(2) Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati.(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Sekretaris Desa diatur dengan Peraturan Bupati.

Pasal4

(1) Sekretariat Desa berkedudukan sebagai pembantu Kepala Desa dalam bidang administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.(2) Sekretariat Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf a dipimpin oleh Sekretaris Desa dan dibantu oleh para Kepala Urusan.(3) Jumlah Kepala Urusan sekurang-kurangnya 3 (tiga ) dan sebanyak-banyaknya 5 (lima) yang disesuaikan dengan beban tugas dan kondisi keuangan Desa bersangkutan.Pasal5

Pelaksana teknis lapangan berkedudukan sebagai pembantu Kepala Desa dalam tugas-tugas teknis lapangan sesuai dengan bidang tugasnya.Pasal6

(1) Unsur kewilayahan terdiri dari para Kepala Dusun, yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah dusun yang ada di desa bersangkutan.(2) Kepala Dusun berkedudukan sebagai pelaksana tugas Kepala Desa dalam wilayah kerjanya.

BAB III

PENGISIAN LOWONGAN JABATAN PERANGKAT DESA SELAIN SEKRETARIS DESAPasal 7Jabatan Perangkat Desa dinyatakan lowong jika Perangkat Desa berhenti atau diberhentikan oleh Kepala Desa.

Pasal 8

(1) Dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya batas usia maksimal Perangkat Desa, Kepala Desa wajib memberitahukan kepada yang berasangkutan perihal akan berakhirnya masa bakti Perangkat Desa yang bersangkutan.(2) Sekurang-kuranganya dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya batas usia maksimal Perangkat Desa, harus sudah dimulai persiapan pengisian lowongan jabatan Perangkat Desa.(3) Jika Perangkat Desa berhenti atau diberhentikan bukan karena telah mencapai usia 60 tahun, maka selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak terjadinya kekosongan jabatan Perangkat Desa, harus sudah dimulai persiapan pelaksanaan pengisian lowongan jabatan Perangkat Desa.Pasal9

(1) Pengisian lowongan jabatan Kepala Urusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dan lowongan jabatan Pelaksana Teknis Lapangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dilaksanakan melalui ujian.(2) Pengisian jabatan Perangkat Desa lainnya unsur kewilayahan yaitu Kepala Dusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dilaksanakan melalui pemilihan.

Bagian 1

Kepanitiaan

Pasal10

Untuk pengisian jabatan kepala urusan dan jabatan pelaksana teknis lapangan, dibentuk Panitia Pengangkatan Perangkat Desa yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

Pasal 11

(1) Untuk pengisian jabatan Kepala Dusun dibentuk Panitia Pencalonan dan Pemilihan Kepala Dusun yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

(2) Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dari unsur Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, dan Pengurus Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa.(3) Susunan kepengurusan Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut :

a. Ketua ;b. Wakil Ketua ;c. Sekretaris ;d. Bendahara ;e. Seksi-seksi ; f. Anggota, yang jumlahnya disesuaikan kebutuhan.(5)Kepala Desa, dan Anggata BPD tidak diperbolehkan duduk dalam susunan kepengurusan Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).

(6) Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Desa.

Pasal12

Panitia pencalonan dan pemilihan kepala dusun mempunyai tugas :

a. menyusun rencana pelaksanaan pemilihan Kepala Dusun ;b. menetapkan rencana anggaran biaya pemilihan Kepala Dusun ;II. melaksanakan pendaftaran pemilih dan mengesahkan daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap ;III. mengumumkan adanya lowongan jabatan Kepala Dusun ;IV. mengadakan pen

View more