tugas ttl transformator paralel

Download Tugas TTL transformator paralel

Post on 16-Feb-2017

240 views

Category:

Engineering

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Slide 1

tNama:Hanung HermawanNim:1310502024Dosen Pengampu:R.Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng.Fakultas:TeknikPerguruan Tinggi:Universitas Tidar

TUGAS TEKNIK TENAGA LISTRIK

PARALEL TRANSFORMATOR

PENGERTIAN TRANSFORMATORTransformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC).

Transformator terdiri dari 3 komponen pokok 1.kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input.2.kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output.3.inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Prinsip Kerja Transformator Ketika kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul GGL induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).

Pada skema transformator di samping, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.

Jenis-Jenis Transformator 1.Transformator Step-Up2.Transformator Step-Down3.Autotransformator4.Autotransformator variabel5.Transformator isolasi6.Transformator pulsa7.Transformator tiga fase

1.Transformator Step-Up

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkangeneratormenjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Lambang transformator step-up

2.Transformator Step-Down

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalamadaptorAC-DC.

Lambang Transformator Step-Down

3.AutotransformatorTransformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder.Fasaarus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikanisolasisecara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).

4.Autotransformator variabelAutotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

Skema Autoransformator Variabel

5.Transformator isolasiTransformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapanaudio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh koplingkapasitor

6.Transformator pulsaTransformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.

7.Transformator tiga faseTransformator tiga fase (3-phase) sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta ().

Karakteristik Transformator1. KEADAAN TRANSFORMATOR TANPA BEBAN2. KEADAAN BERBEBAN

1. TRANSFORMATOR TANPA BEBAN

Bila kumparan primer transformator dihubungkan dengan sumber tegangan V1 yang sinusoid maka akan mengalir arus primer Io yang juga sinusoid dan dengn menganggap belitan N1 reaktif murni, Io akan tertinggal 90o dari V1 dan fluks sefasa dengn Io. Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks bocor: Arus primer Io yang mengalir dalam kenyataannya bukan merupakan arus induktif murni, tapi terdiri atas komponen: 1. Komponen arus pemagnetan (Im) 2. Komponen arus rugi tembaga (Ic)

2. KEADAAN TRANSFORMATOR BERBEBAN

Apabila kumparan skunder dihubungkan dengan beban ZL, I2 akan mengalir pada kumparan skunder dimana I2 = V2/ZL. Persaman arus yang mengalir: I1 = Io + I2 Io = Im dianggap kecil N1 I1 = N2 I2 atau I1 / I2 = N2 / N1

RUGI RUGI TransformatorKerugian TembagaKerugian IR dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.Kerugian KoplingKerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna. Sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.

Kerugian Kapasitas LiarKerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi acak (bank winding).

Kerugian Efek KulitSebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan kawat litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.

PARALEL TRANSFORMATORDua buah transformator dikatakan bekerja secara pararel apabila kedua sisinya (primer dan sekunder) dihubungkan untuk melayani beban. Tujuan utama kerja paralel adalah agar beban yang dipikul sebanding dengan kemampuan KVA masing masing transformator, hingga tidak terjadi pembebanan lebih dan pemanasan lebih.

Untuk maksud diatas diperlukan beberapa syarat yaitu :1. Perbandingan tegangan harus samaJika perbandingan tidak sama, maka tegangan induksi pada kumparan sekunder masing masing transformator tidak sama. Perbedaan ini menyebabkan terjadinya arus pusar pada kumparan sekunder ketika transformator dibebani. Arus ini menimbulkan panas pada kumparan sekunder tersebut.

2. Polaritas tansformator harus sama.3. Tegangan impedansi pada keadaan beban penuh harus sama.

REFERENSI :http://genius.smpn1-mgl.sch.id/file.php/1/ANIMASI/fisika/Transformator/index.htmlhttps://id.wikipedia.org/wiki/Transformatorhttps://navalwomengineer.wordpress.com/2013/01/16/transformator/

SEKIAN DAN TERIMA KASIH