troubleshooting windows xp

Click here to load reader

Post on 26-Oct-2015

31 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

XP Troubleshooting - Jump-Start untuk Windows

XP Troubleshooting - Jump-Start untuk Windows

Windows Anda tidak mau dijalankan atau tidak berfungsi dengan lancar? Tak usah panik. Dengan rencana darurat yang CHIP berikan ini, sistem Anda dengan cepat akan berfungsi kembali.

Seperti mobil, PC juga senang mengikuti hukum Murphy: Mogok pada saat yang sangat tidak tepat. Ketika mobil Anda tidak dapat dihidupkan akibat baterainya lemah, kabel jump-start yang dihubungkan ke baterai mobil lain akan sangat membantu.

Demikian pula dengan Windows. Ketika Windows tidak mau dijalankan metoda 'jump-start' yang CHIP paparkan ini akan membantu Windows Anda hidup kembali.

Apakah PC Anda sama sekali tidak mau jalan, Windows selalu crash, atau tidak mau shutdown dengan benar? Dalam artikel ini Anda akan menemukan tip-tip dan program gratis untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Tool yang dibutuhkan dapat Anda download secara gratis di Internet.

Mengatasi Masalah Start

Bila Windows sejak awal menolak bekerja, periksa apakah ada kerusakan hardware atau tidak (baca boks 'Mengatasi Masalah Hardware'). Setelah diperiksa, baru Anda dapat menghidupkan kembali sistem operasi. Lakukan saja tip-tip dalam bagian ini satu demi satu.

1. Mereparasi Boot Sektor yang Rusak

Bila PC terus hang dengan laporan 'Verifying DMI Pool Data', berarti ada masalah dengan boot sektor hard disk. Periksa apakah hard disknya itu sendiri bermasalah atau tidak (baca boks). Bila dari sisi hardware tak ada masalah, kemungkinan sumbernya hanya pada boot sektor.

Sektor pertama hard disk berisi sebuah tabel informasi mengenai semua partisi Windows yang ada. Tanpa tabel yang disebut 'Master Boot Record' ini, PC tidak dapat mengenali partisi Windows. Boot dari CD Setup Windows XP dan jalankan Restore-Console. Lalu masukkan perintah berikut.

fixmbr

Windows akan mereparasi MBR yang sangat penting. Dengan cara ini, biasanya Windows akan kembali berfungsi.

Bila belum berhasil, jalankan kembali Restore-Console dan kali ini masukkan perintah berikut.

fixbootc:

Sesuaikan huruf drive-nya jika Windows XP Anda berada di partisi selain 'C:\'. Perintah di atas akan memperbarui boot sektor sebenarnya yang berisi file-file start untuk Windows.

Tip: Pada beberapa versi OEM, layanan Restore-Console dimatikan secara default. Bila demikian, buat sebuah disket boot pada PC lain. Jalankan command-prompt dan masukkan perintah berikut.

1. Terselamatkan: Dengan 'Ultimate Boot Disk' Anda dapat mereparasi partisi Windows secepat kilat.

2. Info yang relevan: Dalam 'boot.ini' tercantum semua partisi Windows. Tanpa file ini XP tidak bisa dijalankan.

formata:/u

Copy file 'ntdetect.com' dan 'ntldr.exe' dari CD Windows ke disket. Buat sebuah file teks dan beri nama 'boot.ini' pada disket boot. Ketikkan perintah berikut dalam file 'boot.ini.

bootloader]timeout=-1default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)

\Windows[operatingsystems] multi(0)disk

(0)rdisk(0)partition(1)\

Windows="Firstharddisk,

firstpartition "/sosmulti(0) disk(0)rdisk(0)

partition(2)\Windows=

"Firstharddisk,

secondpartition"/sosmulti(0)disk(0)

rdisk(0)partition(3)\Windows=

"Firstharddisk

, thirdpartition"/sos

C:\="PreviousOperatingSystem

onC:\"

Tip profesional: Pengguna berpengalaman biasanya tidak puas hanya dengan disket start sederhana. Mereka biasanya membuat sebuah CD yang tidak hanya

mampu memboot dengan file-file start Windows, tetapi juga berisi tools untuk menyelamatkan data atau menyingkirkan virus. Satu contoh yang bagus adalah Ultimate Boot Disk yang dapat Anda temukan di www.startdisk.com.

2. Me-restore File-file Start

Untuk mulai bekerja, Windows XP membutuhkan file 'ntdetect.com', 'ntldr.exe', dan 'boot.ini'. Jika salah satu file ini rusak atau terhapus, saat start Anda akan mendapat laporan 'File boot.ini cacat' atau 'NTLDR tidak ada atau rusak'. Dengan CD Windows Anda dapat memulihkan file-file tersebut dengan cepat.

3. Driver bermasalah: Melalui file boot log Anda dapat mengenali driver mana yang gagal dijalankan.

Untuk me-restore 'boot.ini' jalankan Restore-Console dan masukkan perintah berikut.

bootcfg/rebuild

Jika dalam PC Anda terdapat beberapa partisi Windows, akan muncul pertanyaan apakah partisi tersebut perlu dicantumkan ke dalam 'boot.ini' atau tidak. Kedua file lainnya tidak dapat direparasi. Oleh karena itu, copy saja dari CD Windows ke direktori utama partisi XP. Misalnya untuk mengcopy file 'ntldr.exe' dari drive CD 'D:\' ke partisi Windows di 'C:\', masukkan perintah berikut ke dalam konsol.

copyd:\i386\ntldrc:\

Dengan cara yang sama, copy juga file 'ntdetect.com'. Sekarang Anda dapat me-restart Windows.

3. Menganalisis File Log

Bila Windows hang pada layar pembuka, seringkali penyebabnya adalah masalah driver. Untuk mengetahui apakah driver sistem Windows atau driver perangkat buatan produsen lain yang menjadi masalah, jalankan Windows dalam Safe-Mode. Dalam Safe-Mode ini Windows akan membuat sebuah file log.

Untuk hard disk dengan satu partisi Windows, tekan [F8] sebelum sistem dijalankan. Untuk hard disk yang berisi beberapa partisi Windows, tunggu hingga menu pilihan partisinya muncul. Setelah muncul, tekan [F8] dan pilih sebuah partisi. Sekarang akan muncul menu dengan berbagai pilihan start. Pilih Safe-Mode.

Pada Safe-Mode, Windows akan membuat sebuah file log bernama 'ntbtlog.txt' dalam direktori Windows. Di sana tercantum semua driver yang dijalankan pada saat start. Dalam Safe-Mode hanya driver sistem penting yang akan dijalankan. Jika driver sistem ini tidak dapat dijalankan, Anda harus segera mengganti file-file yang diperlukan. Sediakan CD Windows dan masukkan perintah berikut pada command-prompt.

sfc/scannow

Perintah di atas akan mengganti driver yang rusak dengan file aslinya dari CD Windows.

Driver yang tidak penting bagi Windows tidak akan dijalankan dalam Safe-Mode. Untuk memeriksa driver apa saja yang dijalankan Windows, pilih 'Enable Boot Logging' dalam 'Windows Advanced Option Menu' yang muncul jika Anda menekan [F8] saat booting. Windows akan dijalankan seperti biasa dengan membuat file log. Semua driver yang dijalankan hingga desktop muncul akan dicantumkan dalam file 'ntbtlog.txt'. Driver dengan catatan 'Did not load driver' berpotensi sebagai sumber kesalahan.

Dengan Windows Explorer, temukan file driver berakhiran '.sys' yang dicantumkan dalam file log. Klik kanan file ini dan pilih 'Properties'. Di sini akan Anda temukan keterangan mengenai produsen atau perangkat yang mengakses driver tersebut. Matikan komponen ini dalam Device-Manager dan restart Windows.

Bila Windows dapat bekerja tanpa masalah, berarti Anda telah menemukan sumber kesalahannya. Install ulang atau update driver yang bermasalah ini.

4. Mencari bom waktu: Dengan pilihan ini Anda dapat menemukan driver yang crash ketika resource sistem terbatas.

Menstabilkan Windows

File sistem yang tidak tersedia dan driver yang rusak menyebabkan Windows crash setelah start. Hardware yang kepanasan atau virus membuat sistem operasi tidak stabil. Dengan tools dan trik-trik berikut, Windows Anda akan berfungsi kembali secara normal.

4. Mengganti File-file Sistem

Bila Windows tidak menemukan sebuah file sistem tertentu, ia akan crash saat file sistem tersebut dibutuhkan. File-file semacam itu mudah hilang akibat serangan virus atau salah hapus. Kadang-kadang sebuah aplikasi yang baru diinstalasi seenaknya mengganti file-file sistem dengan file mereka sendiri yang berisi kesalahan atau versinya tidak sesuai.

5. Memeriksa hardware: Secara permanen SpeedFan menampilkan suhu mainboard, hard disk, dan CPU.

Ada dua cara untuk mengganti file yang tidak tersedia atau file yang telah berubah. Bila crash terjadi tak lama setelah start, boot dari CD Windows dan pilih New Installation dalam menu Setup. Windows XP akan mencari partisi Windows yang ada dan menawarkan reparasi partisi yang rusak. Tekan [R] untuk memulai proses perbaikan. Dengan cara ini, file-file sistem akan di-copy dari CD. Semua setting pribadi tetap dipertahankan.

Cara lainnya adalah dengan menjalankan pemeriksaan file sistem seperti yang diperkenalkan dalam tip 3. Ketika Windows masih berfungsi, periksa dan ganti data yang tak tersedia atau rusak dengan perintah berikut.

sfc/scannow

Sebelumnya, masukkan CD Windows ke dalam CD-ROM drive Anda.

5. Tes Beban untuk Driver

Bila Windows selalu crash ketika Anda menjalankan aplikasi yang membebani resource seperti game 3D, kemungkinan sebuah driver tidak mampu menanggung beban tersebut. Dengan tool Windows yang dirancang untuk menguji driver buatan sendiri Anda dapat menemukan sumber kesalahannya.

Untuk mensimulasikan minimnya resource sistem (yang berarti adanya beban tinggi pada sistem), klik 'Start | Run' dan jalankan Driver Verifier Manager dengan perintah berikut.

6. Disket start diperlukan: Klik 'Create Startup Disk' dan masukkan sebuah disket ke dalam drive.

verifier

Pilih 'Create custom settings'. Dalam jendela berikutnya, pilih 'Enable predefined settings', 'Standard settings', dan 'Low resource simulation'. Bila Anda mencurigai driver tertentu, dalam jendela berikutnya pilih 'Select driver names from a list' dan beri tanda driver tersebut.

7. Bersih: Pada PC CHIP, tool Windows untuk menyingkirkan software 'jahat' tidak menemukan adanya virus.

Jika Anda tidak tahu driver mana yang mencurigakan, pilih 'Automatically select unsigned driver'. Alasannya, driver bersertifikat (signed) sudah diperiksa oleh Microsoft sehingga kemungkinan besar bukan merupak