surat utama al-quran

Download Surat utama Al-quran

Post on 28-Jan-2018

37 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Surat Utama Dalam Al-Quran Ada beberapa surat dalam Al-Quran yang memiliki kelebihan dibandingkan surat yang lain. Kelebihan ini diketahui dari beberapa hadis Nabi yang memerintahkan untuk membacanya, baik setiap hari atau pada saat-saat tertentu. Dalam Al-Quran sendiri ada 114 surat. Akan sangat bagus bagi kita jika bisa mengamalkan beberapa surat yang utama tersebut. 1. SURAT AL-FATIHAH ATelah menceritakan kepada kami Hasan bin Rabii dan Ahmad bin Jawwaas Al-Hanafiy, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash, dari Ammaar bin Ruzaiq, dari Abdullaah bin Iisaa, dari Saiid bin Jubair, dari Ibnu Abbaas -radhiyallahu anhuma-, ia berkata, ketika Jibriil sedang duduk di sisi Nabi Shallallaahu alaihi wasallam, terdengarlah suara dari arah atas dan ia mendongakkan kepalanya, Jibriil berkata, Ini adalah suara pintu langit dibuka pada hari ini setelah sebelumnya ia tidak pernah dibuka sama sekali kecuali pada hari ini. Maka turunlah malaikat darinya. Jibriil berkata, Ini adalah malaikat yang turun ke bumi setelah sebelumnya ia tidak pernah turun sama sekali kecuali pada hari ini. Lalu (malaikat tersebut) memberi salam dan berkata, Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu yang sebelumnya ia tidak pernah diberikan kepada seorangpun Nabi sebelummu, (yaitu) pembuka Kitab (Surat Al-Faatihah) dan penutup surat Al-Baqarah, tidaklah engkau membaca satu huruf pun (dari keduanya) kecuali cahaya tersebut akan diberikan kepadamu. [Shahiih Muslim no. 809; Sunan An-Nasaaiy no. 912] Telah menceritakan kepada kami Al-Husain bin Huraits, telah menceritakan kepada kami Al- Fadhl bin Muusaa, dari Abdul Hamiid bin Jafar, dari Al-Alaa bin Abdurrahman, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Ubay bin Kab -radhiyallahu anhuma-, ia berkata, Nabi Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Allah tidaklah menurunkan pada Taurat dan tidak juga pada Injil semisal Ummul Quran (Surat Al-Faatihah), dia adalah As-Sabul Matsaaniy (tujuh ayat yang
  2. 2. diulang-ulang) dan dia terbagi diantara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang diminta. [Jaami At-Tirmidziy no. 3125; Sunan An-Nasaaiy no. 914; Musnad Ahmad no. 20589] Shahih. Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy rahimahullah dalam Shahiihul Jaami no. 5560. Lihat juga Umdatut Tafsiir 1/51 karya Syaikh Ahmad Syaakir rahimahullah. Telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Ibraahiim Al-Hanzhaliy, telah mengkhabarkan kepada kami Sufyaan bin Uyainah, dari Al-Alaa, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallaahu alaihi wasallam, beliau bersabda, Barangsiapa yang shalat namun dalam shalatnya tidak membaca Ummul Quran (Al-Faatihah), maka shalatnya ada yang kurang, tidak sempurna -tiga kali-. Ditanyakan kepada Abu Hurairah, (Walaupun) Kami berada di belakang Imam? Abu Hurairah menjawab, Bacalah ia sendiri-sendiri karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Allah Taala berfirman, Aku membagi shalat antara Aku dan hambaKu separuh bagian, dan untuk hambaKu apa yang diminta, maka jika hamba berkata, Alhamdulillahi Rabbil alamin, Allah Taala berfirman, HambaKu memujiKu. Jika hamba berkata, Ar-rahmanirrahim, Allah Taala berfirman, HambaKu memujiKu. Jika hamba berkata, Maaliki yaumiddiin, Allah Taala berfirman, HambaKu memuliakanKu, dan Dia berfirman, HambaKu berserah diri kepadaKu. Jika hamba berkata, Iyaaka nabudu wa iyyaaka nastaiin, Allah Taala berfirman, Ini antara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang diminta. Jika hamba berkata, Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathal ladziina anamta alaihim ghairil maghdhuubi alaihim wa ladhdhaalliin, Allah berfirman, Ini untuk hambaKu dan untuk hambaKu apa yang diminta. [Shahiih Muslim no. 396; dan diriwayatkan oleh Ashhaabus Sunan] Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al-Mutsannaa, telah menceritakan kepada kami Wahb, telah menceritakan kepada kami Hisyaam, dari Muhammad, dari Mabad, dari Abu Saiid Al-Khudriy -radhiyallahu anhu-, ia berkata, kami sedang dalam perjalanan kemudian kami singgah di suatu tempat, lalu datanglah seorang jariyah, ia berkata, Sesungguhnya kepala desa kami sedang sakit sementara orang-orang kami sedang tidak ada, apakah diantara kalian bisa meruqyah? Maka berdirilah seorang laki-laki bersamaan dengannya dan kami tidak pernah mengetahui bahwa ia bisa meruqyah. Kemudian laki-laki itu meruqyah kepala desa tersebut dan ternyata ia sembuh, kepala desa memerintahkan agar laki-laki itu diberi tiga puluh kambing dan kami dijamu dengan susu. Ketika kami kembali, kami bertanya kepadanya, Apakah kau memang baik dalam meruqyah ataukah kau ini memang seorang peruqyah? Laki- laki itu menjawab, Tidak, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan Ummul Kitaab. Kami berkata, Janganlah kalian berbicara sesuatupun hingga kami bertanya kepada Nabi Shallallaahu alaihi wasallam. Ketika kami tiba di Madinah, kami menceritakan hal tersebut kepada beliau, beliau bersabda, Darimana kalian mengetahui bahwasanya ia (Al-Faatihah) bisa untuk meruqyah? Bagikan kemari kambing tersebut dan hendaknya aku ikut dibagi. [Shahiih Al-Bukhaariy no. 5007; Shahiih Muslim no. 2203] Amalkan membaca Surah Al-Fatihah saat hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya'Allah akan aman tenteram dan terjauh dari gangguan setan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengobati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah swt. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari yaitu dengan mengerjakan shalat 5 waktu. 2. Surat Al-Baqarah Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Saiid, telah menceritakan kepada kami Yaquub -dia adalah Ibnu Abdurrahman Al-Qaariy-, dari Suhail, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah didalamnya.
  3. 3. [Shahiih Muslim no. 782; Sunan Abu Daawud no. 2042; Jaami At-Tirmidziy no. 2877; Musnad Ahmad no. 7762] Telah menceritakan kepada kami Abu Nuaim, telah menceritakan kepada kami Sufyaan, dari Manshuur, dari Ibraahiim, dari Abdurrahman bin Yaziid, dari Abu Masuud -radhiyallahu anhu-, ia berkata, Nabi Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dalam suatu malam, kedua ayat itu telah mencukupinya. [Shahiih Al-Bukhaariy no. 5010] elah mengkhabarkan kepada kami Al-Husain bin Bisyr -di Tharsus, kami mencatat darinya-, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Himyar, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyaad, dari Abu Umaamah -radhiyallahu anhu-, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa yang membaca ayat Kursi pada tiap akhir shalat wajib maka tidak ada yang menghalanginya memasuki surga kecuali kematian. [Sunan An-Nasaaiy Al-Kubraa no. 9848] Hasan. Dihasankan oleh Syaikh Muqbil Al- Waadiiy rahimahullah dalam Shahiihul Musnad no. 478, dan Al-Haafizh Ibnu Hajar Al- Asqalaaniy rahimahullah dalam Nataaijul Ifkaar 2/294. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyaar, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdiy, telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, dari Asyats bin Abdurrahman Al-Jarmiy, dari Abu Qilaabah, dari Abul Asyats Al-Jarmiy, dari An- Numaan bin Basyiir -radhiyallahu anhu-, dari Nabi Shallallaahu alaihi wasallam, beliau bersabda, Sesungguhnya Allah telah menulis kitab sejak dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan darinya dua ayat yang menjadi penutup surat Al-Baqarah. Tidaklah keduanya dibaca didalam rumah selama tiga malam kemudian syetan berani mendekatinya. [Jaami At-Tirmidziy no. 2882; Musnad Ahmad no. 17947; Sunan Ad-Daarimiy no. 3387] Hasan. Dihasankan Al-Haafizh Ibnu Hajar Al-Asqalaaniy dalam Nataaijul Ifkaar 3/275 serta dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih At-Targhiib no. 1467. 3. SURAT ALI IMRAAN Telah menceritakan kepadaku Al-Hasan bin Aliy Al-Hulwaaniy, telah menceritakan kepada kami Abu Taubah -dia adalah Ar-Rabii bin Naafi-, telah menceritakan kepada kami Muaawiyah -yakni Ibnu Sallaam-, dari Zaid, bahwasanya dia mendengar Abu Sallaam mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Umaamah Al-Baahiliy, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Bacalah Al-Quran karena dia akan datang di hari kiamat nanti sebagai syafaat kepada yang membacanya. Bacalah Az-Zahraawain, yaitu Surat Al-Baqarah dan Ali Imraan, karena keduanya akan datang di hari kiamat nanti bagai dua gumpalan awan atau bagai dua naungan atau bagai dua kawanan burung sebagai pembela kepada yang membacanya. Bacalah Surat Al-Baqarah karena sesungguhnya membacanya adalah berkah dan meninggalkannya adalah kerugian, Al-Bathalah (tukang sihir) tidak akan dapat menguasainya. [Shahiih Muslim no. 807; Musnad Ahmad no. 21641] Telah menceritakan kepada kami Wakii, telah menceritakan kepada kami Basyiir bin Al- Muhaajir, dari Abdullaah bin Buraidah, dari Ayahnya -radhiyallahu anhu-, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Pelajarilah Surat Al-Baqarah dan Ali Imraan karena sesungguhnya keduanya adalah cahaya yang akan datang di hari kiamat bagaikan dua kumpulan awan atau bagaikan dua naungan atau bagaikan dua kawanan burung. Wakii berkata sekali lagi, Yang membela kepada yang membacanya. [Musnad Ahmad no. 22540] Dalam sanadnya ada kelemahan[1], namun ia menjadi shahih lighairihi dengan syaahid hadits sebelumnya. 4. SURAH AL-KAHFI
  4. 4. Dari Abu Said al-Khudri bahwa Nabi saw bersabda, Siapapun membaca surah al-Kahfi sebagaimana diturunkan, niscaya ia menjadi sinar4 dari tempatnya hingga Makkah. HR Nasa`i dalam al-Kubra 10722, shahih (As-Shahihah 2651) Dari Al Barra` bin Aazib ia berkata; Seorang laki-laki membaca surah Al Kahfi, sementara di sisinya terdapat seekor kuda yang terikat dengan dua tali, ternyata di atasnya terdapat kabut yang menaunginya. Kabut itu me