presentasi tulisan populer

Download Presentasi Tulisan Populer

Post on 19-Jul-2015

343 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tugas Presentasi Tulisan Populer, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, MalangRandi Dwi Anggriawan115080300111130

TRANSCRIPT

(Tulisan Populer ) Ciri, Bentuk, Bahasa, serta Kiat dan Praktik PenulisanKELOMPOK 5 Ely Maratus Estin Eka Devi Pangestu Randi Dwi Anggriawan SigibertusFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Artikel-artikel pada Koran

Majalah seperti Trubus

Tabloid, Puisi, dan sebagainya.

Contoh tulisan populer

Jawab : Karangan fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Karangan non fiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benarbenar dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Tulisan populer bersifat non fiksi. Mengingat tujuan dari tulisan populer itu sendiri untuk dapat menulis dengan kesadaran penuh akan pembaca. Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak rumit dan bersifat hiburan. Tulisan baik bersifat fiksi maupun non fiksi asalkan pembaca dapat menangkap pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan. Bahasa dan istilahnya sederhana, mudah dicerna dan populer di masyarakat. Materinya tidak selalu harus berdasarkan pada fakta-fakta empirik (penelitian), Hal ini menunjukkan bagaimana penulis dapat menyampaikan kepada pembaca sesuai dengan cara menulis dan pemikiran mereka sendiri.

APAKAH TULISAN POPULER ITU FIKSI ATAU NONFIKSI?

Apakah pengertian dan tujuan dari

penulisan populer? Apakah Perbedaan antara penulisan populer dengan artikel ilmiah? Bagaimanakah cara menulis tulisan populer yang baik?

Menulis populer adalah menulis dengan kesadaran penuh akan pembaca.

Penulisnya mampu berempati kepada pembaca, tidak mempersulit atau bahkan menyiksa pembaca.Penulis mampu berpikir sederhana. Penulis memilih bahasa dan istilah sederhana dengan tujuan orang memahami apa yang ia tulis, bukan mengakui kepintarannya. Tulisan populer justru menuntut penulis untuk benar-benar menguasai persoalan.

Penulis harus belajar dan membaca lebih banyak serta lebih keras. Penulis juga dituntut untuk berusaha menyederhanakan sajian, mencari analogi dan sebagainya.

Tujuan menulis tulisan populer sekadar memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan informasi atau wawasan penulisnya dan selanjutnya (lazimnya diharapkan) sebagai bahan wacana tentang topik itu bagi pembacanya. Materinya tidak selalu harus berdasarkan pada fakta-fakta empirik (penelitian), boleh juga dari hasil pengamatan. Pembahasan dan analisis tidak perlu terlalu mendalam dan rinci, namun logika serta sistematika pemikiran harus tetap diperhatikan, agar pembaca dapat menangkap pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan. Pembahasan dan analisisnya sedapat mungkin menggunakan kata-kata, istilah-istilah atau kalimat yang mudah dicerna dan sudah populer di masyarakat.

Semua itu tidak harus secara ketat mengikuti aturan main penggunaan tata bahasa yang berlaku di dunia akademik (Wiyata,2008).

Menulis populer sebenarnya mudah. Menulis populer nampak sulit karena kita sering terjebak cara berpikir dan kebiasaan yang keliru. Kita sering keliru menganggap bahwa tulisan yang bagus adalah tulisan yang bisa menunjukkan kepintaran penulisnya. Biar kelihatan pintar, kita memasukkan banyak istilah teknis, istilah asing atau kosakata sulit yang ironisnya sering kita sendiri tidak memahaminya.Melihat target pembacanya adalah khalayak umum, kita perlu mencermati bahasa yang kita gunakan dalam menulis artikel ilmiah populer ini. Meskipun bersifat ilmiah (karena memakai metode ilmiah), bukan berarti tulisan yang kita hasilkan ditujukan untuk kalangan akademisi. Sebaliknya, artikel ilmiah populer ditujukan kepada para pembaca umum.

Mengingat kondisi tersebut, kita perlu membedakan antara kosakata ilmiah dan kosakata populer. Kata-kata populer merupakan kata-kata yang selalu akan dipakai dalam komunikasi sehari-hari, baik antara mereka yang berada di lapisan atas maupun di lapisan bawah, demikian sebaliknya. Sedangkan katakata yang biasa dipakai oleh kaum terpelajar, terutama dalam tulisan-tulisan ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi, diskusi-diskusi khusus disebut kata-kata ilmiah (Keraf 2004).

Berikut daftar beberapa contoh kata ilmiah dan populerKata Ilmiah analogi Kata Populer Kiasan Kata Ilmiah format friksi Kata Populer ukuran bagian, pecahan

anarkibibliografi biodata

kekacauandaftar pustaka biografi singkat

indekskonklusi kontemporer kontradiksi

penunjukkesimpulan masa kini, mutakhir pertentangan

definisidiskriminasi eksentrik

BatasanPerbedaan perlakuan Aneh

menganalisaprediksi pasien

menguraikanramalan orang sakit

finalformasi

AkhirSusunan

TERDAPAT BEBERAPA CARA UNTUK MENULIS TULISAN POPULER, ANTARA LAIN ADALAH (JAMALUDIN, 2006) :

1. Menulis populer adalah menulis untuk pembaca awam. Karena itu, berempatilah terhadap pembaca. Mudahkan urusan mereka dalam memahami tulisan kita, jangan mempersulit atau bahkan menyiksa pembaca.2. Hindari istilah teknis dan jargon.-> Istilah teknis adalah istilah yang hanya dikenal dalam disiplin ilmu tertentu Contoh: Tiga Primata Endemik Indonesia Lahir di TSI Cisarua Bogor -> Jargon adalah istilah yang hanya berlaku di lingkungan tertentu (instansi pemerintah, militer, atau LSM tertentu) Contoh: Jakarta Memasuki Status Kejadian Luar Biasa Deman Berdarah

3. Hindari Akronim, Kata Asing, atau Serapan. Akronim banyak diciptakan instansi pemerintah, militer, dan polisi. Contoh: Tersangka Kasus Korupsi Sisminbakum Ditjen AHU diperiksa Jumlah Kasus Curat dan Curas Tahun Ini Meningkat Kata asing/serapan Contoh : Inflasi harga-harga melambung, Restrukturisasi dan pemecatan buruh besar-besaran, penjualan saham perusahaan, Infrastruktur jembatan dan jalan raya.

Dengan pola S-P-O. mengetahui dimana subyek, predikat dan obyek dalam kalimat itu. Jika tidak, sederhanakan kalimat. Pecah kalimat panjang menjadi dua atau mungkin tiga. Kalimat Jangan terlalu panjang. Makin panjang kalimat, makin mudah pembaca tersesat. Satu kalimat maksimal 13 kata. Pecahkan tulisan dalam paragraf singkat. Maksimal lima baris dalam format Word.

5. SAJIKAN SECARA KONKRET DAN SPESIFIK Jangan memakai pernyataan umum yang tidak jelas artinya. Contoh pernyataan pejabat polisi: Kasus ini sedang kami kembangkan. Apakah yang dimaksud adalah tersangka sudah ditahan, saksi sudah diperiksa atau bukti sedang dicari dan diuji di laboratorium forensik? Salah satu cara menyajikan tulisan spesifik adalah dengan meniadakan kata sifat. Tinggi. Seberapa tinggi: dua meter, setinggi menara Monas? Kaya. Seberapa kaya: punya sedan Jaguar lima biji? Luas. Seberapa luas: 10 meter persegi, seukuran lapangan sepakbola?

Menulis populer = menulis jelas = (kadang) rinci atau mendetil. Tapi, terlalu banyak detil bisa mengganggu pemahaman atau kelancaran membaca. Contoh: Bali pada tahun 2004 memiliki lahan sawah produktif 142.971 hektare, menyusut sekitar 1.306 hektar dari tahun sebelumnya (2003) yang total arealnya 144.277 hektare. Tahun 2000 areal sawah Bali seluruhnya seluas 153.228 hektare.

Sederhanakan: Lima tahun terakhir Bali kehilangan lahan sawah sekitar 10.000 hektare.

Konsep dan angka yang abstrak dan ruwet bisa disederhanakan dalam analogi yang mudah dicerna pembaca. Contoh: Pekarangan seluas tiga hektare = seluas tiga kali lapangan sepakbola. Kabupaten seluas 17.800 km2 = sekitar separo Provinsi Jawa Tengah.

KESIMPULAN