perencanaan matang usahapun berkembang - 4 ps... · pdf filedibagi dalam 3 kelompok...

Click here to load reader

Post on 02-Mar-2019

222 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

i

Perencanaan Matang

Usahapun Berkembang

Modul Pendampingan Rencana Pengembangan Usaha

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

ii

Perencanaan Matang Usahapun Berkembang

Modul Pendampingan Rencana Pengembangan Usaha

Penanggung Jawab

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM

Penulis

Ir. Ryke Liliek S Siswari

Ir. Rita Marsi

Ernita Mery Theresia, S.Hut

Nden Rissa Hadikusumah, S.Si

Tata Letak

Nden Rissa Hadikusumah

Kontributor foto

Ryke Liliek, Rita Marsi, Ernita Mery, Nden Rissa, Siwi,

Anton A. Sumadri, Wahyu Karyono, Syahril Wianto, Sahabat Bambu

Indonesia, Konsorsim Kota Agung Utara

Keterangan foto sampul

Camping Ground di Pelawangan Sembalun Lombok Timur

(Dokumentasi Anton A. Sumadri)

iii

PENGANTAR

Modul ini digunakan sebagai panduan dalam merencanakan pengembangan

usaha kegiatan Perhutanan Sosial. Untuk Hutan Tanaman Rakyat dan Hutan

Kemasyarakatan, Rencana ini disusun dalam bentuk Rencana Kerja Usaha

(RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), seperti yang diamanahkan

Peraturan Direktur Jenderal PSKL Nomor P 16/PSKL/PSl.0/2016.

Sedangkan untuk Hutan Desa, Rencana Pengembangan Usaha disusun dalam

bentuk Rencana Pengelolaan Hutan Desa (RPHD) dan RKT. Modul ini

dibagi dalam 3 kelompok bahasan yaitu Penyusunan RKU /RKT, Jenis-jenis

Usaha Produktif, Pengembangan Modal Usaha.

Tujuan dari modul ini adalah memberi panduan bagi pendamping untuk

membantu kelompok dalam menyusun Rencana Pengembangan Usaha,

memberi gambaran tentang jenis-jenis usaha produktif dan memandu

pendamping untuk membantu kelompok dalam mengakses permodalan.

Diharapkan dengan adanya modul ini masyarakat mampu melaksanakan

ketiga hal tersebut.

Dengan tersusunnya modul ini diucapkan terima kasih kepada Penyuluh

Kehutanan sebagai penyusun serta semua pihak yang berperan serta didalam

penyusunannya.

Jakarta, Februari 2018

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM

Helmi Basalamah

iv

DAFTAR ISI

Apa Isi Modul Ini 1

Penyusunan RKU/RKT 2

Langkah 1 Identifikasi Potensi 3

Langkah 2 Pemilihan Kegiatan 5

Langkah 3 Rencana Pengelolaan Hutan Desa

(RPHD)/Rencana Kerja Usaha

RKU-IUPHKm dan RKT-HD/

RKT- IUPHKm

7

Langkah 4 RKU-IUPHTR dan RKT-IUPHTR 11

Jenis-jenis Usaha Produktif 14

I. Maju Bersama Bambu 14

II. Bercengkerama Dengan Alam 20

III. Mengulik Pupuk Organik 24

IV. Menggauli Mangrove 29

V. Mengintip Energi Alternatif 31

Pengembangan Permodalan 35

Fasilitas Dana Bergulir (FDB) dari

BadanLayanan Umum Pusat Pembiayaan

Pembangunan Hutan

35

Kredit Usaha Rakyat (KUR) 41

Contoh RKT Hutan Desa LPHN Paru,

Nagari Paru, Sijunjung,

Sijunjung, Sumatera Barat

44

Penutup 51

Daftar Pustaka 53

1

Modul ini dibagi dalam 3 kelompok bahasan yaitu :

Penyusunan RKU /RKT

Menguraikan tata cara penyusunan RKU/RKT yang dapat dilakukan melalui

identifikasi potensi, pemilihan kegiatan, dan penyusunan RKU/RKT.

Jenis-jenis Usaha Produktif

Menguraikan beberapa contoh usaha yang produktif yang dapat dilakukan

oleh kelompok tani. Di dalamnya juga dicantumkan beberapa contoh

keberhasilan usaha produktif yang dilakukan oleh masyarakat.

Pengembangan Modal Usaha

Menguraikan kemungkinan pengembangan modal yang dapat diakses oleh

kelompok tani. Di dalamnya dicantumkan contoh mekanisme pengembangan

modal melalui BLU dan kredit usaha rakyat BNI.

Dalam tiga hal tersebut, diperlukan peran penyuluh untuk mendampingi

pelaksanaanya.

APA ISI MODUL INI ?

2

Rencana Kerja Usaha Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (RKU-

IUPHKm) dan Rencana Kerja Usaha Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu

pada Hutan Tanaman Rakyat (RKU-IUPHHK-HTR) adalah rencana kerja yang

disusun oleh pemegang izin IUPHKm dan IUPHHK-HTR yang berisi kegiatan

penandaan batas areal kerja, blok atau zonasi areal kerja, pemanfaatan hutan,

perlindungan, pengamanan hutan dan pengembangan kearifan lokal berdasarkan

perencanaan partisipatif.

Rencana kerja dalam skema hutan desa dinamakan dengan Rencana

Pengelolaan Hutan Desa (RPHD). RPHD, RKU-IUPHKmdan RKU-IUPHHK-

HTR disusun secara transparan, partisipatif, akuntabel dan tidak diskriminatif

dengan memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan.

Langkah-langkah dalam penyusunanya sebagai berikut:

Langkah 1. Identifikasi Potensi

1. Kegiatan awal yang perlu dilakukan dalam Penyusunan RPHD, RKU-

IUPHKm, dan RKU-IUPHHK-HTR berdasarkan peta areal kerja meliputi

kegiatan :

a. Penandaan batas

Penyuluh kehutanan atau Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan

Sosial (Pokja PPS) memfasilitasi penyusunan kesepakatan penandaan

batas, selanjutnya dibuat berita acara penandaan batas. Penandaan batas

tersebut disepakati dengan pemegang hak/pemegang izin atau

pemegang izin sah lainnya yang langsung berbatasan dengan areal kerja

dengan tanda-tanda yang mudah didapat dan dikenali di lapangan.

PENYUSUNAN RKU / RKT

3

b. Pembagian blok atau zonasi

Pembagian blok atau zonasi terdiri dari blok atau zona konservasi atau

lindung dengan memperhatikan sepandan sungai, pantai, danau dan

mata air. Pembagian blok atau zonasi menggunakan drone atau citra

satelit resolusi tinggi dan difasilitasi oleh UPT atau KPH atau Pokja

PPS.

Contoh RKT HKm Hutan Nagari Paru (dokumentasi Nden Rissa)

2. Identifikasi potensi wilayah secara partisipatif agar rencana kerja ke depan

dapat berjalan secara optimal. Identifikasi potensi dilakukan seperti uraian

pada modul III.

Hal yang perlu diperhatikan dalam identifikasi potensi adalah :

a. Sumber data adalah subjek darimana data diperoleh. Data dapat

diperoleh dari 3P (place/tempat, person/seseorang dan paper).

Penyuluh kehutanan mendapatkan sumber data yang menyajikan

tampilan berupa tampilan yang diam (ruangan, kelengkapan alat, wujud

benda, warna, dll) atau bergerak (aktivitas, kinerja, ritme, gerak, dll).

Sumber data juga dapat berupa jawaban lisan melalui wawancara atau

jawaban tertulis melalui suatu instrumen, data yang menyajikan huruf,

angka, simbol dokumen.

4

b. Metode

Berikut metode yang dapat dipilih oleh Penyuluh kehutanan dalam

mengidentifikasi potensi :

Pengumpulan data sekunder

Observasi lapangan

Diskusi kelompok

Pendekatan informan kunci

Focus Group Discussion (FGD)

Matrik USG atau GMP

Analisis SWOT

Rapid Rural Appraisal (RRA)

Paticipatory Rural Appraisal (PRA), paling sering dipakai

3. Analisis data

Pendamping bersama kelompok melakukan analisis data SDA dan SDM

yang dituangkan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel analisis SDA dan SDM

No. SDA SDM

1. Potensi SDA bidang kehutanan Prosentase penduduk usia

produktif

2. Potensi yang sudah

dikembangkan

Prosentase keterlibatan wanita,

tokoh masyarakat dan pemuda

3. Potensi yang belum

dikembangkan

Prosentase pelaku utama dan

pelaku usaha

4. Permasalahan Permasalahan

5. Upaya tindak lanjutnya Upaya tindak lanjutnya

6. Prosentase kawasan hutan dan

hutan :

a. Prosentase penutupan lahan b. Prosentase lahan kritis c. Prosentase SDA yang sudah

dimanfaatkan

d. Prosentase SDA unggulan

5

Langkah 2. Pemilihan Kegiatan

Penyuluh bersama dengan kelompok menginventarisasi kegiatan berdasarkan

analisis potensi yang telah dilakukan. Pemilihan kegiatan disesuaikan dengan

izin yang telah didapatkan olek kelompok masyarakat. Kegiatan kelompok telah

tersirat secara garis besar dalam permohonan izin. Langkah-langkah dalam

pemilihan kegiatan dilakukan agar kegiatan kelompok lebih detail dan terarah.

Langkah tersebut adalah :

1. Pemilihan prioritas kegiatan

Pendamping membagikan lembar daftar isian kepada anggota kelompok

untuk diisi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kelompok. Rencana

kegiatan menggambarkan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan,

bagaimana caranya, siapa yang melakukan, dimana, kapan, berapa biayanya

dan apa hasil yang akan dicapai untuk memecahkan masalah yang dihadapi

dan merespon peluang yang ada.

Untuk merumuskan rencana kegiatan perlu diperhatikan hal-hal sebagai

berikut :

a. Tingkat kemampuan (pengetahuan, sikap dan keterampilan) kelompok

dan pendamping;

b. Ketersediaan teknologi/inovasi, sarana dan prasarana, serta sumberdaya

lain yang mendukung kegiatan penyuluhan kehutanan;

c. Kondisi wialayah, sosial dan budaya yang ada;

d. Alokasi pembiayaan yang tersedia.

Contoh Daftar Isian

Setelah pengisian daftar isian penyuluh mengumpulkan dan merekapitulasi

hasil