perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (aditama,...

62
Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran MarthaT. B G.0002098 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

Upload: duongtruc

Post on 19-Mar-2019

232 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita

perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

MarthaT. B

G.0002098

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2009

Page 2: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi dengan judul : Perbedaan Kejadian Dismenorea Primer Antara Wanita Perokok (Aktif dan Pasif) dengan Wanita Bukan Perokok

Martha T. B, NIM : G0002098, Tahun : 2009

Telah diuji dan sudah disahkan di hadapan Dewan Penguji Skripsi

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Pada Hari Kamis, 23 Juli 2009.

Pembimbing Utama Nama : Slamet Riyadi, dr., M. kes NIP :132014871 (...................................) Pembimbing Pendamping Nama : Yoseph Indrayanto, dr., SH., MS., Sp And NIP : 131415235 (...................................) Penguji Utama Nama : Indriyati, Dra NIP : 131569277 (...................................) Anggota Penguji Nama : Selfi Handayani, dr., M. kes NIP : 132163111 (...................................)

Surakarta, ..................................

Ketua Tim Skripsi Dekan FK UNS Sri Wahjono, dr., MKes. Prof. Dr. AA Subijanto, dr.MS. NIP: 030 134 646 NIP: 030 134 565

Page 3: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

PERNYATAAN Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah di tulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Surakarta,18 Juli 2009 Martha T.B G0002098

iii

Page 4: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

ABSTRAK

Dismenorea primer adalah nyeri haid yang sering dijumpai, keluhannya menonjol dan pengobatannya hanya berdasarkan gejala dan bukan pada penyebab pokoknya. Nyeri haid juga sering dijumpai pada wanita perokok dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok dengan wanita bukan perokok.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional, dimana teknik sampling yang digunakan adalah random kluster. Penelitian dilakukan dengan kuesioner dengan sampel sebanyak 60 orang wanita dengan rentang usia 18-25 tahun yang terdiri atas 20 orang wanita perokok aktif, 20 orang wanita perokok pasif, 20 orang wanita bukan perokok. Penelitian ini dilaksanakan di 15 kelurahan di kota Surakarta. 15 kelurahan tersebut adalah Kepraton, Kadipiro, Manahan, Jebres, Mojosongo, Purwadiningratan, Purwosari, Jajar, Bumi, Kedung lumbu, Gajahan, Pasar kliwon, Tipes, Danukusuman, Joyotakan. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan uji chi square tabel 2x3 disertai dengan perhitungan rasio prevalensi.

Setelah dilakukan penelitian pada 60 orang wanita, didapatkan hasil 39 wanita mengalami dismenorea primer,17 diantaranya adalah perokok pasif, sedangkan 15 orang lainnya adalah perokok aktif dan 5 orang bukan perokok. Sedangkan yang tidak mengalami dismenorea primer berjumlah 21 wanita yang terdiri dari 5 orang perokok aktif, 3 orsng perokok pasif, 13 orang bukan perokok.

Hasil perhitungan dengan metode chi square (X2) tabel 2x3 adalah 12,308 (p>0,05). Dari data tersebut terdapat perbedaan angka kejadian dismenorea primer antara wanita perokok dengan wanita bukan perokok. Dengan rasio prevalensi adalah sebesar 2,28, yang berarti bahwa merokok merupakan faktor resiko terjadinya dismenorea primer. Kata kunci : Dismenorea primer – perokok wanita – bukan perokok wanita

ABSTRACT

Primary dismenorrhea is a common menstruatual pain with complaint prominent and medication only based on symptom but not the main etiology.

iv

Page 5: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Menstruatual pain more often occur on smoking woman compare to non-smoking woman. Aim of this study to understand the prevalence differences of primary dismenorrhea between smoking woman (active and passive) and non-smoking woman.

This study was observasional analytic, with cross sectional approach and random cluster sampling technique. This study using quetionary to 60 woman of 18-25 years old divided into 20 females as active smoker, 20 females as passive smoker, 20 female as non smoker. The study held on 15 sub-district in Surakarta, include Kepraton, Kadipiro, Manahan, Jebres, Mojosongo, Purwadiningratan, Purwosari, Jajar, Bumi, Kedung lumbu, Gajahan, Pasar kliwon, Tipes, Danukusuman, Joyotakan. Data was analyzed by table 2x3 chi square test with calculation of prevalence ratio.

After the study of 60 subjects, the result was 39 subjects having primary dismenorrhea,17 persons were passive smoking, and the others 15 were active smoking woman,the rest 7 subjects is non-smoking woman.Whereas, subjects who did not have primary dismenorrhea were 21 woman consist of 3 passive smoking woman, 5 active smoking woman, 13 non-smoking woman.

The result of table 2x3 chi square (X2) methode was 12,308 (p>0.05). From the data there are significant differences in incidency rate of primary dismenorrhea between smoking woman and non-smoking woman. With prevalence ratio = 2,28, which mean that smoking is risk factor of primary dismenorrhea. Key words : primary dismenorrhea – smoking woman– non-smoking woman

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas segala karunia dan berkatNYA sehingga penulis berhasil menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Perbedaan Kejadian Dismenorea Primer antara Wanita Perokok (Aktif dan Pasif) dengan Wanita Bukan Perokok.”

Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan baik moril maupun materiil yang telah diberikan selama pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian ini kepada :

v

Page 6: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

1. Bapak Prof. Dr. A. A. Subiyanto, dr, MS, selaku dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Tim skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah banyak membantu bagi kelancaran penyusunan skripsi ini.

3. Bapak Slamet Riyadi,dr, M.kes. selaku pembimbing utama yang telah berkenan meluangkan waktu untuk mengarahkan serta memberikan masukan kepada penulis.

4. Bapak Yoseph Indrayanto, dr, MS., Sp.And, SH. selaku pembimbing pendamping yang telah memberikan arahan, kritik dan saran demi sempurnanya penulisan skripsi ini.

5. Ibu Indriyati, Dra. selaku penguji utama yang telah berkenan menguji dan memberikan masukan bagi penulis.

6. Ibu Selfi Handayani, dr., M.kes selaku anggota penguji yang telah berkenan menguji dan memberikan masukan bagi penulis.

7. Staf Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah membantu penulis dalam memperlancar penyusunan skripsi.

8. Orang tua penulis Bapak Marulak Silalahi SE. dan Ibu Christa Sidabutar yang senantiasa mendoakan dan memberi dukungan baik materil maupun spirituil kepada penulis.

9. Terkhusus kepada sahabat penulis yaitu Berlian Ozax Purba, Astri Pasaribu, Welly, Fema, Elkari, Sari (05),Wulan (03), Sari (03), Adit (02) You guys are the best. Terima kasih banyak atas tenaga, biaya,dukungan kalian kepada penulis.

10. Kakak PA saya upik dan teman-teman PA Rosa dan Maria yang memberikan dukungan doa bagi penulis.

11. Semua pihak yang tidak dapat disebut satu-persatu yang telah memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam penyusunan skripsi ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dalam penyempurnaan skripsi ini di masa datang. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca serta menjadi sumbangan bagi ilmu kedokteran selanjutnya. Surakarta, 18 Juli 2009 Martha T. B.

DAFTAR ISI

PRAKATA...................................................................................................... vi

DAFTAR ISI .................................................................................................. vii

DAFTAR TABEL .......................................................................................... ix

vi

Page 7: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

DAFTAR GAMBAR...................................................................................... x

DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................. xi

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1 B. Perumusan Masalah ....................................................................... 2 C. Tujuan Penelitian .......................................................................... 2 D. Manfaat Penelitian ......................................................................... 3

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 4

A. Tinjauan Pustaka ............................................................................ 4 1. Dismenorea .............................................................................. 4

a. Definisi............................................................................... 4 b. Klasifikasi .......................................................................... 4 c. Patofisiologi ....................................................................... 7 d. Penatalaksanaan ................................................................. 9

2. Rokok....................................................................................... 11 3. Pengaruh Merokok Terhadap Dismenorea Primer................... 15

B. Kerangka Pikiran............................................................................ 16 C. Hipotesis......................................................................................... 17

BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 18

A. Jenis Penelitian .............................................................................. 18 B. Subjek Penelitian ........................................................................... 18 C. Lokasi Penelitian............................................................................ 19 D. Teknik Sampling............................................................................ 19 E. Variabel Penelitian......................................................................... 20 F. Definisi Operasional ...................................................................... 20 G. Instrumentasi Penelitian................................................................. 21 H. Teknik Analisis .............................................................................. 21 I. Desain Penelitian............................................................................ 21

BAB IV HASIL PENELITIAN..................................................................... 22

BAB V PEMBAHASAN ................................................................................ 24

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 27

A. Simpulan ........................................................................................ 27 B. Saran............................................................................................... 27

vii

Page 8: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... xii

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Unsur Asap Rokok…………………………………………….....……... 13 Tabel 2. Distribusi Dismenorea Primer Berdasarkan Status Perokok................... 23

viii

Page 9: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Persentasi Distribusi Dismenorea Primer menurut Status Perokok.... 23

ix

Page 10: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Data Primer Hasil Penelitian Lampiran B. Perhitungan Statistik

x

Page 11: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Lampiran C. Daftar 51 Kelurahan di Kota Surakarta Lampiran D. Kuesioner penelitian Lampiran E. Tabel Nilai X2

BAB 1

PENDAHULUAN

xi

Page 12: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

A. Latar Belakang Masalah

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat

menyebabkan suatu ketergantungan seseorang pada rokok seperti

ketergantungan pada obat tertentu (Riyadina, 1995). Dalam sebatang rokok

terdapat kurang lebih 4000 jenis bahan kimia, 40% diantaranya beracun

(Indriasari, 2006). Kandungan bahan kimia pada asap rokok sampingan

ternyata lebih tinggi dibanding asap rokok utama, antara lain karena tembakau

terbakar pada temperatur lebih rendah ketika rokok sedang tidak dihisap,

membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan lebih

banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap

yang keluar dari ujung rokok yang terbakar yang dihisap oleh orang sekitar

perokok. Asap rokok utama adalah asap yang dihisap oleh perokok (Aditama,

1996).

Prevalensi perokok aktif di Indonesia pada tahun 1995 tergolong tinggi

yaitu sekitar 27,7% pada laki-laki, prevalensi perokok pada tahun 1995

mengalami kenaikan dari 51,2% menjadi 54,5% pada tahun 2001 sedang pada

perempuan sedikit menurun yaitu 2% pada tahun 1995 menjadi 1,2% pada

tahun 2001. Dilain pihak prevalensi mantan perokok relatif kecil yaitu 2,8%

secara keseluruhan, 5,3% pada laki-laki dan 0,3% pada wanita. Dari data di

atas maka semakin tinggi tingkat polusi dan dampak negatif asap rokok

terhadap individu di sekelilingnya yang disebut sebagai perokok pasif

(Pradono, 2001). Sementara itu menurut data survei nasional tahun 2004

1

Page 13: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

menyebutkan bahwa 63,2% laki-laki dan 4,4% perempuan Indonesia adalah

perokok. Secara keseluruhan maka lebih dari 30% penduduk Indonesia

merokok (Aditama, 2006).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Global Youth Tobacco Survey

pada tahun 2005 terhadap kebiasaan merokok di sekolah-sekolah di Surakarta

didapatkan 18,1% merupakan perokok, 9,8% adalah perokok yang merokok

setiap hari dan 4,4% di antaranya adalah perempuan sedangkan yang kadang-

kadang merokok adalah 13,1% dan 13,2% di antaranya adalah perempuan

(Purnamasari, 2006).

Kelainan menstruasi termasuk di dalamnya dismenorea, ketegangan

premenstrual, ketidakteraturan menstruasi dan secondary amenorrhea dapat

disebabkan adanya kebiasaan merokok. Menurut ada tidaknya kelainan yang

dapat diamati, dismenorea dibedakan menjadi dismenorea primer dan

dismenorea sekunder. Dismenorea primer lebih sering dijumpai, keluhannya

lebih menonjol dan pengobatannya hanya berdasarkan pada gejala dan bukan

pada penyebab pokoknya (jacoeb, 1990). Asap rokok juga meningkatkan

risiko terhadap penyakit akibat defisiensi estrogen seperti postmenopausal

osteoporosis dan subsequent fractures (Traquet-chollat-, 1992). Nyeri haid

juga sering dijumpai pada wanita perokok dibandingkan dengan wanita yang

tidak merokok (Megawati, 2006). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh

Changzhong insiden dismenorea yang terpapar asap rokok adalah sebesar

13,3% sedangkan yang tidak terpapar adalah 9,7% (Chen, 2000).

Page 14: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengetahui apakah

benar terdapat perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok

termasuk didalamnya perokok aktif dan pasif dengan wanita bukan perokok.

B. Perumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah “apakah

ada perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita peokok (aktif dan

pasif) dengan wanita bukan perokok?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian

dismenorea primer antara wanita perokok (aktif dan pasif) dengan wanita

bukan perokok.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain :

1. Manfaat Teoritis

4

Page 15: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Memberikan sumbangan informasi bagi pengembangan ilmu

kedokteran dan penelitian selanjutnya tentang bahaya rokok terhadap

kesehatan reproduksi wanita khususnya pada dismenorea primer.

2. Manfaat Praktis

Memperoleh data sebagai bahan penyuluhan bagi masyarakat

di kota Surakarta tentang dampak buruk merokok bagi kesehatan

reproduksi wanita khususnya dismenorea primer.

BAB II

LANDASAN TEORI

Page 16: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

A. Tinjauan Pustaka

1. Dismenorea

a. Definisi

Istilah dysmenorrhea berasal dari bahasa Yunani.yang terdiri

dari dys yang berarti gangguan atau nyeri hebat atau abnormalitas,

meno yang berarti bulan, dan rrhea yang berarti aliran. Jadi,

dismenorea adalah gangguan aliran darah haid atau nyeri haid.

Dismenorea adalah nyeri siklis pada panggul atau perut bagian

bawah, rasa nyeri dapat menjalar kearah punggung dan paha bagian

depan, terjadi sebelum atau selama menstruasi (Widjanarko, 2006).

b. Klasifikasi

Menurut jenis nyeri yang dialami, dismenorea dibagi menjadi

dua, yaitu (Arifin, 2002) :

1) Dismenorea spasmodik

Nyeri terasa di perut bagian bawah dan berawal semasa

haid atau segera setelah masa haid dimulai. Banyak wanita

terpaksa harus berbaring dan tidak dapat mengerjakan aktivitas

sehari-hari, terkadang juga disertai mual, muntah ataupun

pingsan. Dismenorea spasmodik umumnya terjadi pada wanita

muda. Pada sebagian wanita yang telah melahirkan anak

pertama, gejala dismenorea spasmodik ini berkurang.

5

Page 17: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

2) Dismenorea kongestif

Gejala berupa pegal, sakit pada payudara, perut kembung

tidak menentu, sakit kepala, sakit punggung, merasa lelah,

mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, mengalami

gangguan tidur atau muncul memar di paha atau lengan atas.

Gejala ini berlangsung antara 2 hari sampai kurang dari 2

minggu. Proses menstruasi tidak terlalu menimbulkan nyeri jika

sudah berlangsung.

Sedangkan menurut ada tidaknya kelainan atau sebab yang

dapat diamati, dapat dibagi menjadi dua,yaitu :

1) Dismenorea primer (esensial, intrinsik, idiopatik)

Dismenorea primer umumnya timbul 2-5 tahun setelah

menarche yaitu saat siklus mulai bersifat ovulatorik dan jarang

pada tahun-tahun pertama setelah menarche (Folin, 2004).

Biasanya terjadi pada wanita usia muda dengan nyeri yang terasa

sebagai kejang uterus dan spastik, sering pada nullipara dan

timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur dan

memberikan respons terhadap pengobatan medikamentosa

(Mansjoer et al., 2005). Sedangkan pada wanita multipara, nyeri

yang dirasakan berkurang atau mengalami perbaikan (Juang et

al., 2006)

Page 18: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Dismenorea primer merupakan nyeri yang timbul

karena ketidakseimbangan hormonal tanpa adanya kelainan

ginekologik. Dismenorea ini diduga berhubungan dengan siklus

pelepasan telur di indung telur (Riyanto, 2002). Nyeri dirasakan

pada panggul atau perut bagian bawah yang dapat menjalar ke

punggung dan sepanjang paha dan rasa nyeri tidak disertai

peningkatan jumlah darah haid dan puncak rasa nyeri sering kali

terjadi pada saat perdarahan masih sedikit. Selain itu, dapat

disertai sakit kepala, diare, mual, muntah. Hal ini berlangsung

48-72 jam (Calis dan Vaishali, 2006).

Dismenorea primer biasanya terjadi dalam jangka

waktu 2-5 tahun setelah menarche, yaitu disaat siklus mulai

bersifat ovulatorik dan jarang terjadi pada tahun-tahun pertama

setelah menarche, karena pada siklus awal bersifat anovulatorik

(Folin, 2004). Menurut Andersch dan Milson, tingkatan

dismenorea primer dibagi menjadi :

a) Derajat 1

Nyeri ringan, jarang memerlukan analgetika, aktivitas

sehari-hari jarang terpengaruh.

b) Derajat 2

Nyeri sedang, memerlukan analgetika, aktivitas

terganggu tetapi jarang absen dari pekerjaan.

8

Page 19: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

c) Derajat 3

Nyeri berat, nyeri tidak banyak berkurang dengan

analgetika, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari,

timbul keluhan vegetatif, misalnya nyeri kepala, kelelahan,

mual, muntah, diare (Jacoeb, 1990).

2) Dismenorea sekunder

Dismenorea sekunder umunya pada usia lebih tua

dibandingkan dengan dismenorea primer, yaitu wanita berusia

30-45 tahun (Mansjoer et al, 2005). Nyeri yang timbul karena

kelainan ginekologik seperti endometriosis, tumor jinak rahim,

kista indung telur, polip dinding rahim dan lain sebagainya

(Riyanto, 2002). Nyeri sering terasa terus-menerus dan tumpul,

dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya

darah. Dismenorea sekunder berhubungan dengan kelainan

pelvis, tidak berhubungan dengan adanya ovulasi dan sering

memerlukan tindakan operasi (Mansjoer et al, 2005).

c. Patofisiologi

Patofisiologi dari dismenorea primer :

9

Page 20: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

1) Peningkatan prostaglandin, terutama PGF2α

Kadar prostaglandin endometrium dari fase folikuler

sampai fase lutheal meningkat 3 kali lipat dan semakin

meningkat selama haid. Kenaikan kadar PGF2α sesuai dengan

penurunan kadar progesteron pada fase lutheal yang

menyebabkan peningkatan tonus miometrium dan kontraksi

uterus berlebihan. PGF2α juga merupakan stimulan kuat terhadap

uterus dan vasokonstriktor pada endometrium dalam fase sekresi

(Widjanarko, 2006).

Dilain pihak Cherry (1999) menuliskan bahwa kadar

prostaglandin wanita dengan ovulasi teratur lima kali lebih besar

dibandingkan dengan wanita dengan ovulasi kurang teratur.

Sehingga wanita yang ovulasinya kurang teratur tidak

mengalami nyeri haid. Kadar PGF2α akan menstimuli kontraksi

miometrium dan meningkatkan kepekaan serabut-serabut saraf

terminal rangsang nyeri (Coco, 1999). Leukotrien diduga dapat

menurunkan nilai ambang serabut nyeri dalam uterus

(Widjanarko, 2006). Leukotrien adalah salah satu kelompok

senyawa aktif secara biologis, yang dibentuk dari asam

arakhidonat oleh jalur lipoksigenase dan berfungsi sebagai

regulator reaksi alergi dan inflamasi (Dorland, 2002).

Page 21: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

2) Vasopresin

Vasopresin diproduksi oleh hipofise posterior. Hormon

ini diduga menyebabkan hipersensitifitas miometrium,

penurunan aliran darah uterus, serta rasa nyeri pada pasien

dismenorea primer. Peranan vasopressin pada endometrium

berhubungan dengan sintesis dan sekresi prostaglandin

(Widjanarko, 2006).

3) Psikis

Faktor psikis dapat membangkitkan atau memperberat

nyeri haid (Prawirohardjo, 1999). Psikis (cekaman) akan

meningkatkan katekolamin dan vasopressin. Peningkatan

katekolamin dan vasopressin mengakibatkan peningkatan

prostaglandin sehingga nyeri terasa semakin berat (Mansjoer et

al, 2001).

4) Faktor konstitusi

Faktor konstitusi mempengaruhi ketahanan penderita

terhadap nyeri. Penyakit anemia, penyakit menahun dan

sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea primer

(Prawirohardjo, 1999).

5) Hormon steroid seks

10

11

Page 22: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Penurunan kadar progesteron akan menyebabkan

terbentuknya PF2α dalam jumlah yang banyak (Junizar et al.,

2001).

6) Obstruksi kanalis servikalis

Sarwono menyebutkan bahwa obstruksi disebabkan oleh

karena stenosis pada kanalis servikalis (Prawirohardjo, 1999).

7) Faktor genetik

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang

tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan baik aktual

maupun potensial. Salah satu penyebab timbulnya nyeri adalah

faktor genetik (Suroto, 2004).

8) Sistem saraf

Karena terjadi perangsangan yang berlebihan pada saraf

simpatis, serabut-serabut sirkuler pada isthmus dan ostium uteri

internum menjadi hipertonik. Ketidakseimbangan pengendalian

sistem saraf otonom terhadap miometrium akan mengakibatkan

dismenorea primer (Junizar et al., 2001).

d. Penatalaksanaan

12

Page 23: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Terapi dari dismenorea primer dibagi menjadi dua yaitu

terapi medikamentosa dan terapi non medikamentosa. Terapi

medikamentosa tersebut antara lain :

1) Obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS)

AINS adalah inhibitor sintesa prostaglandin dan

menurunkan kadar prostaglandin dan kontrakatilitas uterus

sehingga nyeri dapat berkurang (Marjoribanks et al, 2003)

a) Naproxen dosis 250 mg 2 kali sehari

b) Ibuprofen dosis 400 mg 3-4 kali sehari

c) Indometasin dosis 25 mg 3-4 kali sehari

d) Asam mefenamat 250 mg 4 kali sehari

Pengobatan tersebut dimulai 1-3 hari sebelum haid dan pada hari

pertama haid (Greenspan dan Gardner, 2001).

2) Pemberian obat Analgesik seperti novalgin, ponstan,

acetaminophen, kombinasi aspirin dan fenasetin (Prawirohardjo,

2005).

3) Kontrasepsi Oral Jenis Kombinasi

Pil kontrasepsi oral kombinasi tidak menurunkan aliran

darah haid dan merupakan terapi yang efektif untuk dismenorea

primer. Pil ini berisi estrogen dosis sedang dan progresteron

generasi satu atau dua (Proctor et al, 2001).

Page 24: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Sedangkan terapi non medikamentosa dari dismenorea

primer antara lain :

1) Trancutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)

TENS dapat meringankan keluhan nyeri pada penderita

dismenorea. TENS berperan merubah kemampuan tubuh untuk

menerima rangsang nyeri dan terhadap kontraksi uterus

(Widjanarko, 2006).

2) Kompres hangat lokal

Kompres hangat lokal pada perut bagian bawah selama

10-15 menit (Skillern et al., 2006).

3) Akupuntur

Akupuntur dapat mengurangi mual, muntah dan nyeri

(Cohen et al., 2005).

4) Psikoterapi

Terapi ini dilakukan apabila dismenorea terjadi karena

terkait dengan stress yang dialami (Skillern et al., 2006).

5) Terapi gizi

Vitamin E dapat mengurangi produksi prostaglandin,

sehingga rasa nyeri dapat berkurang (Utami, 2002). Asupan

Calsium 1000 mg/hari dan vitamin B6 50-100 mg/hari juga dapat

membantu mengurangi nyeri haid (Saraswati, 2005). Selain itu,

13

Page 25: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

magnesium, asam lemak omega 3 dan transdermal nitrogliserin

dapat mengurangi nyeri haid (Coco, 1999).

6) Olah raga

Olah raga dan latihan peregangan otot-otot dan ligamen

sekitar panggul dapat melancarkan aliran darah di rongga

panggul sehingga dapat mengurangi keluhan dismenorea primer

(Syahbana, 2001). Olah raga dapat mengurangi stress dan

meningkatkan produksi endorphin otak yang merupakan penawar

rasa sakit alami tubuh (Arifin, 2002).

2. Rokok

Rokok pada dasarnya merupakan pabrik bahan kimia. Sekali

satu batang rokok di bakar maka ia akan mengeluarkan sekitar 4000

bahan kimia. Bahan-bahan kimia itulah yang kemudian menimbulkan

berbagai penyakit. Kebiasaan merokok kini merupakan penyebab

kematian 10% penduduk dunia. Artinya, satu dari sepuluh penghuni

bumi kita meninggal akibat asap rokok (Aditama, 2006).

Asap rokok terbagi atas asap utama (main stream smoke) yaitu

asap yang dihirup langsung oleh perokok, dan asap samping (side

stream smoke) yaitu asap yang disebarkan ke udara bebas, yang akan

dihirup oleh orang lain atau perokok pasif (Syahdrajat, 2007).

14

Page 26: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Bahan-bahan yang terkandung dalam asap rokok 92%

terdapat dalam asap rokok 92% terdapat dalam fase gas dan 8% dalam

fase partikel. Komponen gas terdiri dari karbonmonoksida, asam

hidrosinat, asetaldehid, akrolein ammonia, formaldehid, oksida dari

nitrogen, nitrosamin, hidrazin, dan vinil klorida. Sedangkan komponen

padat atau partikel terdiri dari tar, hidrokarbon aromatic polinuklear,

nikotin, fenol, kresol, betha naftilamin, N-nitrosonor nikotin,

benzo(a)piren, logam renik (nikel, arsen, polonium 210), indol,

karbazol, dan katekol (Purnamasari, 2006).

Tar pada rokok mengandung bahan karsinogen, sedang

nikotin merupakan bahan adiktif yang menimbulkan ketergantungan.

Tar kini dikaitkan dengan kerusakan kromosom pada manusia.

Penelitian pada binatang percobaan menemukan bahwa asap rokok

menyebabkan perubahan bahan genetik, gangguan kromosom,

menghambat perbaikan DNA yang rusak serta mengganggu sistem

enzimatik. Sedang nikotin berpengaruh terhadap respon kardiovaskuler,

antara lain adanya peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik,

frekuensi denyut jantung, kekuatan kontraksi miokardium, aliran arteri

coronaria, eksitabilitas miokardium dan vasokonstriksi perifer. Nikotin

juga meningkatkan konsentrasi serum glukosa, kortisol, asam lemak

bebas, hormon antidiuretik, serta meningkatkan agregasi trombosit

(Aditama, 2006).

15

Page 27: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Karbonmonoksida (CO) merupakan gas toksik yang

mempengaruhi transport dan pemakaian oksigen. Daya gabung CO

dengan hemoglobin kira-kira 245 kali lebih besar daripada daya gabung

dengan oksigen (Fajriawan dan Jusuf, 1999). Asap rokok mengandung

6% CO, maka perokok mengalami peningkatan kadar

karboksihemoglobin (COHb). COHb pada orang bukan perokok

mendekati 1% sedang pada perokok rata-rata 5%. Efek yang merugikan

dari CO adalah mengurangi jumlah oksihemoglobin dan mioglobin yang

tersedia, padahal COHb tidak dapat mengangkut oksigen sehingga

mengurangi transfer oksigen ke jaringan. Peningkatan COHb ringan

menahun akibat merokok merupakan sebab lazim polisitemia ringan dan

penurunan ringan fungsi susunan saraf pusat yang tersamar

(Purnamasari, 2006).

Rokok selain berpengaruh buruk terhadap perokok itu sendiri

juga memiliki resiko yang lebih besar bagi orang yang menghirup asap

rokok di sekitarnya untuk menderita sakit akibat rokok. Seorang yang

bukan perokok dan ikut mengkonsumsi asap rokok beserta zat-zat lain

yang terkandung didalamnya disebut perokok pasif atau involuntary

smoke (Riyadina, 1995). Menurut WHO, perokok pasif adalah individu

yang terpapar asap rokok sekurang-kurangnya 15 menit dalam 2 hari

selama 1 minggu (Jamaluddin, 2007).

16

Page 28: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Tabel 1. Unsur asap rokok (Yani, 2006)

Senyawa Efek

Fase Partikel

Tar Karsinogen

Hidrokarbon aromatic polinukler Karsinogen

Nikotin Stimulator,depressor

ganglion, kokarsinogen

Fenol Kokarsinogen dan iritan

Kresol Kokarsinogen dan iritan

β-Naftilami Karsinogen

N-Nitrosonor nikotin Karsinogen

Benzo(a)piren Karsinogen

Logam renik (nikel, arsen, Karsinogen

Polanium 210)

Indol Akselator tumor

Karbazol Akselator tumor

Katekol Kokarsinogen

Fase gas

Karbon monoksida Pengurangan transport

dan pemakaian O2

Asam hidrosianat Sitotoksin dan iritan

Asetaldehid Sitotoksin dan iritan

Akrolein Sitotoksin dan iritan

Amonia Sitotoksin dan iritan

Formaldehid Sitotoksin dan iritan

Oksida dari nitrogen Sitotoksin dan iritan

Nitrosamin Karsinogen

Hidrazin Karsinogen

Vinil klorida Karsinogen

17

Page 29: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Absorbsi asap rokok oleh para perokok pasif dipengaruhi oleh

jumlah produksi asap, dalamnya isapan dari perokok, ada tidaknya

ventilasi untuk penyebaran atau pergerakan asap, jarak antara bukan

perokok dengan perokok dan lamanya paparan. Efek merokok pasif

terhadap kesehatan sangat tergantung pada lingkungan. Dalam

lingkungan uterus dimana fetus secara biologi tergantung pada ibu, akan

didapat efek yang merugikan terhadap fetus. Dalam lingkungan rumah

dimana orangtua mereka merokok, juga didapatkan efek yang

merugikan pada anaknya. Demikian juga dalam lingkungan masyarakat,

efek akibat merokok pasif akan mempengaruhi kita semua. Dari hasil

penelitian yang dilakukan pada 49 perokok dan 184 bukan perokok di

London didapatkan bahwa konsentrasi kotinin urin 3 kali lebih besar

pada perokok pasif dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Pengukuran konsentrasi kotinin urin merupakan penanda yang spesifik

dan sensitif akibat pajanan asap rokok (Fajriawan dan Jusuf, 1999).

Prevalensi infertilitas yang cukup tinggi bagi yang merokok

dibanding dengan yang tidak merokok menunjukan bahwa rokok

mempunyai pengaruh yang merugikan pada kesuburan. Merokok

berbahaya bagi ovarium, kandungan nikotin dalam rokok mempercepat

hilangnya kemampuan sel telur (ovum) untuk membuat estrogen,

cenderung menyebabkan oosit menjadi abnormal genetik, dan

mempercepat menopause 2-3 tahun lebih awal. Dalam jangka panjang

18

Page 30: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

merokok dapat mempengaruhi fungsi ovarium yang irreversible. Study

in Vitro Fertilization (IVF) melaporkan bahwa perokok wanita

membutuhkan lebih tinggi gonadotropin untuk stimulasi ovarium,

mempunyai estradiol yang lebih rendah, dan mendapat lebih banyak

siklus menstruasi dengan tanpa pengeluaran ovum dibandingkan dengan

wanita bukan perokok (Dalono, 2006).

3. Pengaruh Merokok Terhadap Dismenorea Primer

Menurut Aulia dalam satu batang rokok terdapat lebih kurang

4000 jenis bahan kimia, 40% diantaranya beracun. Bahan kimia yang

paling berbahaya terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbonmonoksida,

dan logam berat dalam asap rokok (Indriasari, 2006). Jadi bila sesorang

membakar kemudian menghisap rokok,maka perokok tersebut akan

mrnghisap bahan kimia yang terkandung didalam rokok. Bila rokok

dibakar maka asapnya juga akan berterbangan disekitar perokok aktif.

Asap yang berterbangan itu juga mengandung bahan kimia yang

berbahaya, dan bila asap itu dihisap oleh orang yang ada disekitar

perokok aktif, maka orang itu juga menghisap bahan kimia berbahaya

kedalam dirinya, walaupun orang tersebut tidak merokok (Aditama,

1996). Dengan demikian efek merokok pasif hampir sama dengan efek

yang timbul pada merokok aktif (Fajriawan dan Jusuf, 1999).

19

Page 31: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Penelitian yang dilakukan oleh Dorn et al (2008) terhadap

perokok aktif menuliskan bahwa substansi yang terdapat dalam asap

rokok yaitu nikotin bisa menimbulkan sintesis prostaglandin. Penelitian

yang dilakukan oleh Chen et al (2008) terhadap perokok pasif

menuliskan nikotin dikenal sebagai vasokonstriktor, yang mana

memberikan efek pengurangan darah endometrial. Nikotin dapat masuk

kedalam tubuh perokok baik aktif maupun pasif melalui mulut, hidung,

bahkan dapat terserap melalui kulit (Saputri, 2004). Vasokonstriksi

pembuluh darah menyebabkan ischemia yang akan memacu produksi

prostaglandin. Kadar prostaglandin yang tinggi mengakibatkan seorang

wanita mengalami nyeri haid (Widjanarko, 2006)

Nikotin dapat menyebabkan gangguan pematangan pada sel

telur sehingga sulit terjadi kehamilan. Gangguan pada proses pelepasan

sel telur meningkatkan resiko wanita perokok untuk mengalami

kehamilan di luar kandungan sekitar 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan

dengan wanita bukan perokok. Nikotin juga menjadi penyebab

timbulnya gangguan haid pada wanita karena mempengaruhi

metabolisme hormon estrogen yang tugasnya mengatur proses haid.

Gangguan metabolisme akan menyebabkan haid tidak teratur pada

wanita perokok dan pada wanita perokok akan mengalami nyeri perut

yang lebih berat ketika haid (Dalono, 2006).

20

Page 32: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

B. Kerangka Berfikir

Wanita Usia Reproduksi 18-25 tahun

Perokok (Aktif dan Pasif)

Bukan Perokok

Nikotin yang terkandung dalam rokok

Tidak ada nikotin dari rokok

Pembuluh darah uterus vasokonstriksi

Ischemia

Prostaglandin meningkat

Dismenorea primer

Gizi, genetik, faktor psikis (tidak diteliti)

Pembuluh darah uterus vasodilatasi

Mencegah peningkatan prostaglandin

Tidak dismenorea primer

21

Page 33: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

C. Hipotesis

Ada perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok

(aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok

22

Page 34: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan

cross sectional.

B. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang memenuhi kriteria

sebagai berikut :

1. Usia 18-25 tahun

2. Merokok (aktif dan pasif) atau tidak merokok.

Keterangan :

a. Merokok aktif

b. Merokok pasif :

1) Tidak merokok secara aktif.

2) Memiliki anggota keluarga serumah yang merokok, atau

3) Bekerja ditempat dengan paparan asap rokok tinggi.

c. Tidak merokok :

1) Tidak merokok secara aktif.

23

Page 35: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

2) Tidak memiliki anggota keluarga serumah yang merokok.

3) Tidak bekerja pada lingkungan dengan paparan asap rokok tinggi.

3. Tidak memiliki riwayat kelainan ginekologik.

4. Belum pernah melakukan hubungan seksual.

5. Bersedia menjadi subjek penelitian.

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kota Surakarta yang terdiri dari 5

kecamatan yang meliputi 51 kelurahan.

D. Teknik Sampling

Dari penelitian ini data diambil dengan random klaster, dimana

jumlah minimal subjek penelitian adalah sebanyak 60 orang yang terdiri dari

20 wanita perokok aktif, 20 wanita perokok pasif dan 20 wanita bukan

perokok. Hal ini didasarkan pada ukuran sampel yang di terapkan pada uji chi

square sebaiknya lebih dari 40 sample (Murti, 1994).

24

Page 36: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

E. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas : Wanita perokok (aktif dan pasif) dan wanita bukan

perokok.

2. Variabel terikat : Dismenorea primer

3. Variabel luar :

a. Terkendali :

1) Tidak memakai alat kontrasepsi.

2) Tidak menderita kelainan ovarium.

SURAKARTA

Laweyan Banjarsari Serengan Pasar Kliwon

Jebres

13 keluraha

n

9 keluraha

n

11 keluraha

n

11 keluraha

n

7 keluraha

n

3 keluraha

n

3 keluraha

n

3 keluraha

n

3 keluraha

n

3 keluraha

n

Subjek Sampel

25

Page 37: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

b. Tidak terkendali :

1) Genetik.

2) Keadaan psikis.

3) Gizi.

F. Definisi Operasional

1. Variabel bebas: Wanita perokok (aktif dan pasif) dan wanita bukan

perokok.

2. Definisi perokok dalam penelitian ini adalah:

a. Perokok aktif adalah orang yang telah merokok lebih dari 100 batang

rokok selama hidup dan masih merokok sampai 1 bulan terakhir (Jusuf

et al., 1994)

b. Perokok pasif adalah orang yang terpapar asap rokok sekurang-

kurangnya 15 menit dalam 2 hari selama 1 minggu (Jamaluddin,

1997).

c. Definisi bukan perokok artinya tidak memiliki kebiasaan merokok

baik secara aktif maupun pasif dan tidak masuk kriteria keduanya.

d. Skala : Nominal

26

Page 38: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

3. Variabel terikat : dismenorea primer

a. Definisi :

Dismenorea primer adalah nyeri perut bagian bawah,

menjalar ke daerah pinggang dan paha yang timbul sebelum dan

selama haid (Widjanarko, 2006).

b. Skala : Nominal

G. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dipandu dengan

wawancara tatap muka antara peneliti dan responden.

H. Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan teknik analisis Kai Kuadrat (X2) tabel

2x3. Dengan batasan kemaknaan yang dipakai adalah 5% (p < 0,05).

27

Page 39: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

I. Desain Penelitian

Dismenorea primer

Wanita usia 18-25 tahun

Wanita perokok (aktif dan pasif)

Kuesioner

Tidak Dismenorea

primer

Wanita bukan perokok

Kuesioner

Dismenorea primer

Tidak Dismenorea

primer

28

Page 40: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di Kota Surakarta dalam kurun waktu bulan Januari

sampai dengan Februari 2009. Lokasi penelitian ditentukan dengan rancangan

random cluster, dimulai dengan pemberian nomor pada tiap kelurahan kemudian

diundi, diambil 3 kelurahan di masing-masing kecamatan sehingga didapatkan 15

kelurahan sebagai lokasi penelitian. 15 kelurahan yaitu Kepraton, Kadipiro, Manahan,

Jebres, Pucang Sawit, Purwadiningratan, Purwosari, Jajar, Bumi, Kedung lumbu,

Gajahan, Pasar Kliwon, Tipes, Danukusuman, Joyotakan. Subjek penelitian adalah 60

wanita usia reproduksi dengan rentang usia 18-25 tahun, terdiri dari 20 wanita

perokok aktif, 20 wanita perokok pasif, serta 20 wanita bukan perokok.

Tabel 2. Distribusi Dismenorea Primer Menurut Status Perokok

Bukan perokok perokok jumlah

Perokok pasif aktif

Dismenorea primer 7 17 15 39

Bukan dismenore

Primer 13 3 5 21

Total 20 20 20 60

29

Page 41: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Gambar 1 Persentase Distribusi Dismenorea Primer menurut Status Perokok

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

Bukan Perokok Perokok Aktif Perokok Pasif

Per

sent

ase

Persentase Dismenorea Primer Persentase yang Tidak Menderita Dismenorea Primer

Berdasarkan tabel di atas, dari 20 responden wanita bukan perokok, 7 di

antaranya mengalami dimenorea primer dan 13 responden lainnya tidak mengalami

dismenorea primer. Dari 20 responden wanita perokok aktif, 15 responden

mengalami dismenorea primer dan 5 responden tidak mengalami dismenorea primer.

Sedangkan dari 20 responden wanita perokok pasif didapatkan 17 responden

mengalami dismenore primer dan 3 responden lainnya tidak mengalami dismenorea

primer. Hal ini seperti tercantum didalam tabel dimana dismenorea primer lebih

banyak dialami oleh wanita perokok baik aktif maupun pasif dibanding wanita bukan

perokok, dimana jumlah responden yang mengalami dismenorea paling banyak

dialami oleh perokok pasif.

Hasil perhitungan dengan metode chi square (X2) = 12,308. Sedangkan X2

tabel (0,05 ; 2) = 5,991. Dengan nilai p > 0,05. Dari hasil tersebut menunjukkan

terdapat perbedaan yang bermakna mengenai angka kejadian dismenorea primer

antara wanita perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok dengan rasio

30

Page 42: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

prevalensi antara wanita perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok

adalah sebesar 2,28.

31

Page 43: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

BAB V

PEMBAHASAN

Dari penelitian yang dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Februari

2009 mengenai perbedaan angka kejadian antara wanita perokok (aktif dan pasif) dan

wanita bukan perokok di 15 kelurahan di Kota Surakarta. Dari 60 sampel didapatkan

hasil 39 responden mengalami dismenorea primer yang terdiri dari 7 orang bukan

perokok (17,95%), 15 orang perokok aktif (38,46%), 17 orang perokok pasif

(46,15%), dan 21 orang tidak mengalami dismenorea primer yang terdiri dari 13

orang bukan perokok (61,9%), 5 orang perokok aktif (23,8%), 3 orang perokok pasif

(14,29%). Hasil perhitungan dengan metode chi square (X2) hitung = 12,308

sedangkan X2 tabel (0,05;2) = 5,991, jadi dari hasil tersebut menunjukkan terdapat

perbedaan yang bermakna antara kejadian dismenorea primer antara wanita perokok

(aktif dan pasif) dan wanita bukan perokok. Dengan rasio prevalensi antara wanita

perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok = 2,28, yang berarti bahwa

merokok merupakan faktor resiko terjadinya dismenorea primer.

Menurut Taufiqurahman (2004) interpretasi hasil rasio prevalensi dibagi

menjadi 3 yaitu apabila rasio prevalensi = 1 artinya prevalensi subjek yang terpapar

faktor resiko sama dengan prevalensi subjek yang tidak terpapar faktor resiko.

Prevalensi rasio <1 berarti bahwa faktor yang diteliti justru menurunkan terjadinya

efek atau dengan kata lain faktor yang diteliti bukan merupakan faktor resiko

32

Page 44: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

melainkan faktor preventif. Prevalensi rasio >1 dapat dikatakan bahwa dugaan adanya

faktor resiko terhadap efek yang diteliti memang benar. Hal ini yang menjadi acuan

peneliti bahwa dari perhitungan hasil penelitian tersebut menunjukkan merokok

merupakan faktor resiko kejadian dismenorea primer.

Pada tabel 1 memberikan gambaran mengenai angka kejadian dismenorea

primer pada wanita perokok (aktif dan pasif) dan wanita bukan perokok. Diketahui

bahwa dismenorea primer lebih banyak dialami oleh wanita perokok dimana perokok

pasif yang mengalami dismenorea primer sebesar 17 orang (46,15%) sedangkan

perokok aktif yang mengalami dismenorea primer 15 orang (38,46%). Hal tersebut

telah dijelaskan pada teori yang telah didapatkan sebelumnya yaitu bahwa adanya

kebiasaan merokok dapat menyebabkan dismenorea primer (Traquet-chollat, 1992).

Kandungan nikotin yang terdapat didalam rokok merupakan vasokonstriktor yang

akan memberikan efek pengurangan darah endometrial (Chen et al,2000).

Vasokonstriksi pembuluh darah menyebabkan ischemia yang akan memacu produksi

prostaglandin. Kadar prostaglandin yang tinggi mengakibatkan seorang wanita

mengalami nyeri haid (Widjanarko,2006). Substansi yang terdapat dalam asap rokok

yang dihirup oleh perokok aktif yaitu nikotin bisa menimbulkan sintesis

prostaglandin (Dorn et al, 2008). Kandungan nikotin yang terdapat didalam asap

rokok yang dihirup oleh perokok pasif merupakan vasokonstriktor yang akan

memberikan efek pengurangan darah endometrial (Chen et al, 2000). Vasokonstriksi

pembuluh darah menyebabkan ischemia yang akan memacu produksi prostaglandin.

33

Page 45: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Kadar prostaglandin yang tinggi menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri haid

(Widjanarko, 2006).

Menurut Fajriawan dan Jusuf (1999) efek yang ditimbulkan pada merokok

aktif sama dengan yang ditimbulkan oleh merokok pasif. Pada hasil penelitian

terdapat perbedaan hasil antara perokok pasif dengan perokok aktif, dimana

dismenorea primer lebih banyak dijumpai pada perokok pasif. Hal ini mungkin

disebabkan oleh subjektivitas para responden dalam merasakan nyeri haid yang juga

dipengaruhi oleh faktor genetik (Suroto, 2004). Selain itu, dismenorea primer

dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor psikis. Faktor psikis yang

dialami oleh masing-masing responden berbeda-beda. Seperti yang dijelaskan pada

teori sebelumnya bahwa faktor psikis akan meningkatkan katekolamin dan

vasopresin. Peningkatan katekolamin dan vasopresin mengakibatkan peningkatan

prostaglandin (Mansjoer et al, 2001).

34

Page 46: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan

sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik didapatkan

hasil yang bermakna mengenai perbedaan angka kejadian dismenorea primer

antara wanita perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok, dimana

dismenorea primer lebih banyak terjadi pada wanita perokok (aktif dan pasif)

daripada wanita bukan perokok.

B. Saran

Sehubungan dengan hasil penelitian, analisa data dan kesimpulan yang

diperoleh, disarankan pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih

dikembangkan penelitian dengan variable yang lebih beragam dengan jumlah

sample yang lebih besar. Terhadap masyarakat umum disarankan agar sebisa

mungkin menghindari rokok.

35

Page 47: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

DAFTAR PUSTAKA

Aditama T. Y. 2006. Tuberculosis, rokok dan perempuan. Jakarta: Balai Penerbit FK UI, pp:37-27.

Aditama T. Y. 1996. Rokok dan Kesehatan. Majalah Kesehatan Masyarakat.

Departemen Kesehatan. 8:556-559. Arifin S. 2002. Nyeri Haid. http://www.ipi4u.esmartstudent.com. (6 November

2008). Budiarto E. 2002. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Edisi 1.

Jakarta : EGC. pp:214. Calis K.A. and Vaishali P. 2006. Dysmenorrhea. http://www.emedicine.com. (06

november2008). Chen C., Cho S., Damokosh A. I., Chen D., Li G., Wang X., Xu X. 2000. Prospective

Study of Exposure to Environmental Tobacco Smoke and Dysmenorrhea. http://www.pubmedcentral.nih.gov. (22 november 2008).

Cherry S.H. 1999. Bimbingan Ginekologi Perawatan Modern Untuk Kesehatan

Wanita. Bandung: CV Pionir Jaya, pp:57-55. Coco A.S. 1999. Primary Dysmenorrhea. http://www.aafp.org. (6 november 2008). Cohen A.J., Menter A., and Linsey H. 2005. Acupuncture Role in Comprehensive

Cancer Care. A Primer for the Oncologist and Review of the thye Literature 4 (2)131.http:www.Integrative cancer therapies.htm (22 November 2008).

Dalono. 2006. Tinjauan Medis Efek Rokok Terhadap Fertilitas (Kesuburan).

Surakarta: Bagian?SMF Obstetri & Ginekologi FK UNS/RSUD Dr. Moewardi. pp:5-1.

Dorland W. A. N. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta : EGC.

pp:1204. Fajriawan, Jusuf A. 1999. Merokok Pasif. Jurnal Respirologi Indonesia. Vol.19. No.1.

pp:26-22. Follin. 2004. Rapid Assasment A Flowchart Guide to Evaluating Signs And

Symtomps. Philadelphia: Lippincot William and Wilkins, pp:133-132.

36

Page 48: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Greenspan F.S. and Gardner D.G. 2001. Basic & Clinical Endocrinology. Sixth

edition. New York: Lange Medical Books/McGraw-Hill, pp:472-471. Hornsby PP., Wilcox AJ., Weinberg CR. 1998. Cigarrete Smoking and Disturbance

of Menstrual Function. http://www.pubmed.com. (22 November 2008). Indriasari L. 2006. Rokok Bisa Tingkatkan cholesterol. http://www.gizi.net/gaya-

hidup/rokok-vs-kholesterol.pdf. (7 november 2008). Jacoeb, T.Z., Endjun J. J., Bazlad M. A. 1990. Dismenorrhea aspek patofisiologi dan

penatalaksanaan. Jakarta : Sub bagian Endokrinologi Reproduksi bagian obstetri dan Ginekologi FK UI. pp:2;20.

Jamaludin N.H. 2007. Penyakit Asap Rokok. http://www.mail-archive.com. (24

November 2008).

Juang CM., Yen MS., Twu NF., Horng H. C., Yu H. C., Chen C. Y.et al. 2006. Impact of Pregnancy on Primary Dysmewnorrhea. http://www.pubmed.com. ( 7 November 2008).

Junizar G., Sulianingsih., Widya D.K. 2001. Pengobatan Dysmenorrhea Secara

Akupungtur. Majalah Cermin Dunia Kedokteran. Nomor 133. pp:55-52. Jusuf A., Shebubakar S., Aditama T. Y., Wawoulamaya C., Amri Z. 1994. Sikap dan

Perilaku Murid Sekolah Dasar kelas V dan VI Tentang Rokok di Jakarta Timur. Paru. Vol.14. No.1. pp:8-18.

Khusna N.P.R.A. 2007. Perbedaan Keteraturan Siklus Menstruasi Antara Wanita

Perokok (Aktif dan Pasif) dengan Wanita Bukan Perokok. Surakarta : Universitas Sebelas Maret. Skripsi.

Lorah L. D., Negriff S., Huang B., Pabst S., Hillman J., Braveman P., Susman E. J.

Menstrual symptoms in adolescent girls : association with smoking, depressive symptoms, and anxiety. Http://www.Sciencedirect. com (27 Juli 2009).

Mansjoer A., Triyanti K., Savitri R., Wardhani W. I., Setiowulan W., Tiara A. D.,

Hamsah A., Patmini E., Armilasari E.,Yunihastuti E., Madona F., Wahyudi I., Kartini, Harimurti K., Nurbaiti, Suprohaita, Usyinara, Azwani W. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius FK UI. pp: 372-374.

37

Page 49: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Marjorbanks J., Proctor ML., Farquhar C. 2003. Nonsteriodal Anti-Inflammatory Drugs for Primary Dysmenorrhea. http://www.pubmed.com. (9 November 2008).

Megawati G. 2006. Bahaya Mengintai Wanita Perokok. http://www.pikiran-

rakyat.com. Murti B. 1994. Penerapan Metode Statistik Non-Parametrik Dalam Ilmu-ilmu

kesehatan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. pp:45. Pradono J., Kristanti C. M. 2001. Perokok Pasif Bencana Yang Terlupakan.

http://www.promosikesehatan.com. (7 November 2008). Prawirohardjo S. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. pp:232-229. Proctor ML., Roberts H., Farquhar CM. 2001. Combinated Oral Contraception Pill

(OCP) as Treatment for Primary Dysmenorrhea. http://www.pubmed.com. (9 November 2008).

Purnamasari Y. 2006. Pengaruh Peraturan Sekolah Terhadap Kebiasaan Merokok

Pada Personalia Sekolah Menengah Pertama di Surakarta. Jakarta: Universitas Indonesia. Thesis.

Riyadina W. 1995. Pengaruh Paparan Merokok Terhadap Kesehatan. Majalah

Kesehatan Masyarakat. 52:35-33. Riyanto H. 2002. Nyeri Haid Pada Remaja. http://www.keluargasehat.com. (6

november). Saputri C. A. 2009. Stop Merokok. Http://www.KSUpointer.com (09 Agustus 2009). Saraswati S. A. 2005. Nyeri Pada Saat Menstruasi, Mengapa?.

http://wwwBali_post.com. (8 November). Skillern L. R., James I., Mcleod A., Grant L., Akerlund M. 2006. Validation of A

Test Model of Induced Dysmenorrhea. http://www.pubmed.com. (7 November 2008).

Somantri A., Muhidin S. A. 2006. Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Edisi 1.

Jakarta : CV pustaka setia. pp:193-196.

38

Page 50: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Suroto, 2004. Patofisiologi Nyeri Neuropatik dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Saraf. Surakarta : BEM Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret Press. pp:81-82.

Syahbana O. 2001. Mencapai Kondisi Aerobik. http://www.satumed

.com?isi_artikel?6749.html. (9 November 2008). Syahdrjat T. 2007. Merokok dan Masalahnya. Dexa Media. Vol.4. No.20. pp:187-

184. Taufiqurahman M. A. 2003. Metodologi Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan.

Klaten : Perhimpunan Pemandirian Masyarakat Indonesia. pp:126. Traquet-chollat, Claire. 1992. Woman & Tobacco. Geneva: World Health

Organization, p:49. Utami. 2002. Tren Makanan Untuk Kesehatan dan Pengobatan. http://www.koran

kompas.com (8 November 2008). Widjanarko B. 2006. Tinjauan Terapi pada Dismenorrhea primer. Majalah

Kedokteran. Damianus. Vol.1.No.5. pp: 8-1.

39

Page 51: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Lampiran A. Data Primer Hasil Penelitian. No. Umur

(Tahun) Status Merokok

Status dismenorea primer Lokasi penelitian

1. 19 BP DP Joyotakan 2. 20 BP DP Bumi 3. 22 BP DP Bumi 4. 21 BP TDP Jebres 5. 20 BP DP Danukusuman 6. 21 BP DP Purwodiningratan 7. 20 BP TDP Jebres 8. 21 BP DP Gajahan 9. 21 BP DP Gajahan 10. 20 BP TDP Jebres 11. 20 BP TDP Manahan 12. 18 BP TDP Keprabon 13. 24 BP TDP Joyotakan 14. 19 BP TDP Pasar Kliwon 15. 21 BP TDP Tipes 16. 22 BP TDP Kedung Lumbu 17. 20 BP TDP Jebres 18. 22 BP TDP Manahan 19. 18 BP TDP Pasar Kliwon 20. 19 BP TDP Jebres 21. 18 PP TDP Kedung Lumbu 22. 24 PP TDP Kadipiro 23. 19 PP TDP Kadipiro 24. 19 PP TDP Kadipiro 25. 20 PP DP Keprabon 26. 26 PP DP Keprabon 27. 20 PP DP Keprabon 28. 19 PP DP Jajar 29. 24 PP DP Kadipiro 30. 18 PP DP Kedung Lumbu 31. 18 PP DP Manahan 32. 19 PP DP Bumi 33. 19 PP DP Bumi 34. 20 PP DP Kedung Lumbu 35. 25 PP DP Purwosaro 36. 21 PP DP Purwosari 37. 19 PP DP Pucang Sawit

Page 52: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

38. 20 PP DP Pucang Sawit 39. 24 PP DP Purwosari 40. 19 PP DP Jebres 41. 23 PA TDP Kadipiro 42. 20 PA TDP Purwosari 43. 22 PA TDP Kadipiro 44. 19 PA TDP Bumi 45. 22 PA TDP Jebres 46. 19 PA DP Jebres 47. 19 PA DP Jebres 48. 20 PA DP Tipes 49. 19 PA DP Kedung Lumbu 50. 20 PA DP Manahan 51. 23 PA DP Pucang Sawit 52. 20 PA DP Jajar 53. 19 PA DP Kedung Lumbu 54. 19 PA DP Keprabon 55. 19 PA DP Tipes 56. 19 PA DP Pasar Kliwon 57. 18 PA DP Jajar 58. 19 PA DP Kadipiro 59. 20 PA DP Pasar Kliwon 60. 23 PA DP Kadipiro Keterangan : BP : Bukan Perokok PA : Perokok Aktif PP : Perokok Pasif DP : Dismenorea Primer TDP : Tidak Dismenorea primer

Page 53: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

(ni) x (nj) n

Lampiran B

PERHITUNGAN STATISTIK Distribusi dismenorea primer berdasarkan status perokok

Bukan

Perokok Perokok Pasif Perokok aktif Jumlah

Dismenora Primer 7

(E1)

17

(E2)

15

(E3)

39

Bukan Dismenora

Primer

13

(E4)

3

(E5)

5

(E6)

21

Total 20 20 20 60

1. Perhitungan Chi Square

Frekuensi harapan sel (ij) = (Total Baris - i) x (Total Kolom – j) Total Observasi (Pengamatan)

Atau dapat dinyatakan dengan : eij =

(Somantri dan Muhidin, 2006)

E1 = 20 x 39 = 13 60 E2 = 20 x 39 = 13 60 E3 = 20 x 39 = 13 60 E4 = 20 x 21 = 7

Page 54: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

60 E5 = 20 x 21 = 7 60 E6 = 20 x 21 = 7 60

X2 = ∑ (fo – fe)2 fe

X2 = (7-13)2 + (17-13) + (15-13)2 + (13-7)2 + (3-7)2 + (5-7)2 13 13 13 7 7 7 = 2,769 + 1,231 + 0,308 + 5,143 + 2, 285 + 0,571 = 12,308

Keterangan :

X2 = Chi Square

ni = Total baris nj = Total kolom n = Total observasi fo = Frekuensi observasi fe = Frekuensi harapan

2. Perhitungan Rasio Prevalensi

RP = A/ (A+B) : C/ (C+D) RP = (17+15) / 40 : 7 / 20

k

i=1

Page 55: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

RP = 32 / 40 : 7 / 20 RP = 2,28 Keterangan : A = Jumlah subjek dengan factor resiko positif yang sakit B = Jumlah subjek dengan factor resiko positif yang tidak sakit C = Jumlah subjek tanpa faktor resiko yang sakit D = Jumlah subjek tanpa faktor resiko yang tidak sakit

(Taufiqurahman, 2003)

3. Derajat Kebebasan DK = (Jumlah Baris – 1) (Jumlah Kolom – 1) = (2 – 1) (3 – 1) = 2 (Budiarto, 2002)

Page 56: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Lampiran C 1. Kecamatan Banjarsari :

Terdiri dari 13 kelurahan : 1) Timuran 2) Keprabon 3) Ketelan 4) Punggawan 5) Kestalan 6) Stabelan 7) Gilingan 8) Nusukan 9) Kadipiro 10) Banyuanyar 11) Sumber 12) Manahan 13) Mangkubumen

2. Kecamatan Jebres : Terdiri dari 11 kelurahan : 1) Sudiroprajan 2) Gandekan 3) Sewu 4) Jagalan 5) Pucang Sawit 6) Jebres 7) Mojosongo 8) Tegalharjo 9) Purwodiningratan 10) Kepatihan Wetan 11) Kepatihan Kulon

3. Kecamatan Lawiyan Terdiri dari 11 kelurahan : 1) Penumping 2) Sriwedari 3) Purwosari 4) Kerten 5) Jajar 6) Karangasem 7) Pajang 8) Sondakan

Page 57: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

9) Lawiyan 10) Bumi 11) Panularen

4. Kecamatan Pasar Kliwon : Terdiri dari 9 kelurahan : 1) Kampung Baru 2) Kauman 3) Kedung lumbu 4) Baluwarti 5) Gajahan 6) Joyosuran 7) Semanggi 8) Pasar Kliwon 9) Sangkrah

5. Kecamatan Serengan : Terdiri dari 7 kelurahan : 1) Kemlayan 2) Jayengan 3) Kratonan 4) Tipes 5) Serengan 6) Danukusuman 7) Joyotakan

Keterangan : yang dicetak tebal adalah kelurahan yang digunakan sebagai lokasi

penelitian

Page 58: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Lampiran D

KUESIONER

PERBEDAAN KEJADIAN DISMENOREA PRIMER ANTARA WANITA

PEROKOK (AKTIF DAN PASIF) DENGAN WANITA BUKAN PEROKOK

DI SURAKARTA

2009

Petunjuk :

a) Jawablah pertanyaan dengan lengkap dan jujur.

b) Untuk pertanyaan dengan jawaban pilihan, lingkarilah jawaban yang

sesuai.

c) Untuk jawaban dengan isian, tulislah jawaban anda sesuai dengan

pertanyaan.

d) Data ini bersifat rahasia bagi peneliti.

Umur :

Pekerjaan :

Status pernikahan :

1. Apakah dalam 1 bulan terakhir ini anda merokok?

a. Ya b. Tidak

2. Jika jawaban NO.1 YA, berapa batang rokok anda habiskan perhari?

Batang/hari

3. Jika jawaban NO.1 YA Sudah berapa lama anda merokok?

4. Apakah anda bekerja di tempat dengan paparan dengan asap rokok tinggi?

a. Ya b. Tidak

5. Jika jawaban NO.4 YA, sudah berapa lama anda bekerja ditempat tersebut?

Page 59: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

6. Apakah di tempat tinggal yang anda tempati (serumah) ada yang mrmiliki

kebiasaan merokok?

a. Ya b. Tidak

7. Jika jawaban NO.6 YA apakah lamanya anda terpapar asap rokok lebih dari 15

menit?

a. Ya b. Tidak

8. Jika jawaban NO.6 YA berapa hari dalam 1 minggu anda terpapar asap rokok

yang anda hirup dari lingkungan rumah anda?

hari

9. Apakah anda mengalami nyeri (rasanya seperti ditusuk atau melilit atau keram)

pada waktu haid atau menjelang haid?

a. Ya b. Tidak

10. Apakah anda meminum obat penghilang rasa nyeri?

a. Ya b. Tidak

11. Jika anda meminum obat penghilang rasa nyeri, apakah rasa nyeri tersebut

berkurang? (jika tidak minum,nomor ini dikosongkan)

a. Ya b. Tidak

12. Jika anda mengalami nyeri haid, apakah disertai keluhan-keluhan lain seperti sakit

kepala, kelelahan, mual, muntah atau diare?

a. Ya b. Tidak

13. Apakah anda pernah melakukan hubungan seksual secara aktif?

a. Ya b. Tidak

14. Apakah anda memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan kandungan?

a. Ya b. Tidak

(Terima kasih atas partisipasi dalam rangka kemajuan pendidikan)

Page 60: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar

Lampiran E. Tabel Nilai X2.

Page 61: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar
Page 62: Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok ...... · banyak bahan kimia (Aditama, 2006). Asap rokok sampingan adalah asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar