pengaruh struktur modal, manajemen jurnal ekonomi, keuangan, perbankan dan akuntansi vol. 3, no. 1,...

Download PENGARUH STRUKTUR MODAL, MANAJEMEN Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan dan Akuntansi Vol. 3, No. 1, Mei 2011, 27- 46 27 PENGARUH STRUKTUR MODAL, MANAJEMEN AKTIVA, RASIO LIKUIDITAS

Post on 08-Mar-2018

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Ekspansi Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan dan Akuntansi

    Vol. 3, No. 1, Mei 2011, 27- 46

    27

    PENGARUH STRUKTUR MODAL, MANAJEMEN AKTIVA, RASIO LIKUIDITAS DAN TOTAL LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN TOTAL

    LEVERAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI)

    Diharpi Herli Setyowati

    Program Studi Keuangan dan Perbankan, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

    Abstract This research mainly purposed to describe how to manage a company financial, in order to maximize its earnings per share, so the future price per share can be predicted. The object of this research are food and drinks industries, which is registered to Bursa Efek Indonesia (BEI) and Indonesian Capital Market of Directory (ICMD). Data used are financial reports as : balance sheets and income statement years 2000-2008. Independent variable used are : capital structure with debt ratio, asset management measured by Total Assets Turn Over (TATO), liquid ratio measured by current ratio, and total leverage measured bay Degree Total Leverage (DTL), meanwhile anather independent variable is company value masured bay Price Book Value (PBV). Statistics experiment using regression analysis with intervening variable, with significance level 5% and sample based on F and t test. Result of this research shows that capital structure, asset management, liquid ratio and total leverage together has impact to company value. Meanwhile total leverage does not intervence capital structure variable, assets management and liquid ratio to company value. This result can be used by investor to predict share future price. Keywords : Capital structure, Assets Management, Liquid Ratio, Total Leverage, and company value. PENDAHULUAN

    Tujuan perusahaan dapat diwujudkan dengan memaksimumkan nilai perusahaan

    dengan asumsi bahwa pemegang saham akan makmur jika kantongnya bertambah

    tebal.(Atmaja, L.S.,2008). Memaksimumkan nilai perusahaan merupakan

    memaksimalkan kekayaan pemegang saham yang dapat tercermin pada harga

    saham, artinya nilai perusahaan dapat tercerminkan pada harga sahamnya.

    Semakin tinggi harga saham suatu perusahaan berarti nilai perusahaan tersebut

    tinggi, semakin tinggi nilai perusahaan semakin diminati oleh investor sebaliknya,

    semakin rendah nilai perusahaan semakin dijauhi oleh investor.

    Untuk menghasilkan nilai perusahaan yang baik, dalam arti diminati oleh investor

    maka, perusahaan harus mengelola keuangan perusahaan, suatu perusahaan

    harus berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan yang menyangkut,

  • Ekspansi

    Keuangan

    28

    keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan deviden. Ketiga

    keputusan tersebut merupakan penentuan nilai perusahaan.

    Berdasarkan ICMD, pada industri makanan dan minuman tahun 2000 2008 ada

    beberapa perusahaan yang mempunyai rata-rata nilai perusahaan kurang dari 1

    (satu). Nilai perusahaan yang dimaksud adalah harga per lembar saham dipasar

    dibandingkan dengan nilai buku per lembar saham yang istilah dalam manajemen

    keuangan adalah PBV (Price Book Value). Jika PBV lebih kecil dari satu artinya

    harga perlembar saham dipasar lebih murah dari nilai buku per lembar saham,

    berarti nilai perusahaan rendah. Semakin rendah harga per lembar saham di pasar

    saham maka semakin lama akan lebih terpuruk lagi jika perusahaan tidak segera

    melakukan keputusan keuangan yang lebih baik, diantaranya keputusan pendanaan

    dan keputusan investasi atau penempatan dananya sehingga dapat

    menguntungkan perusahaan dan berdampak meningkatkan nilai

    Berdasarkan uraian diatas, adanya keputusan keuangan diantaranya keputusan

    pendanaan dan keputusan investasi yang akan mengubah nilai perusahaan menjadi

    lebih baik. Keputusan-keputusan tersebut diantaranya, struktur modal, manajemen

    aktiva, rasio likuiditas dan total leverage.

    Rumusan Masalah

    Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu :

    1. Apakah struktur modal, manajemen aktiva dan rasio likuiditas baik

    secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh signifikan

    terhadap total leverage.

    2. Apakah struktur modal, manajemen aktiva, rasio likuiditas dan total

    leverage, baik secara parsial maupun secara simultan mempunyai

    penganguh signifikan terhadap nilai perusahaan makanan dan minuman

    pada tahun 2000-2008

    3. Apakah total leverage memediasi pengaruh signifikan,struktur modal

    terhadap nilai perusahaan.

    4. Apakah total leverage memediasi pengaruh signifikan, manajemen

    aktiva terhadap nilai perusahaan.

    5. Apakah total leverage memediasi pengaruh signifikan, rasio likuiditas

    terhadap nilai perusahaan.

  • Diharpi Herli

    29

    Tujuan Penelitian

    Penelitian ini dilakukan pada perusahaan makanan dan minuman tahun

    2000-2008, dengan tujuan untuk:

    1. Mengetahui pengaruh struktur modal, manajemen aktiva dan rasio

    likuiditas terhadap total leverage.

    2. Mengetahui pengaruh struktur modal, manajemen aktiva, rasio likuiditas

    dan total leverage terhadap nilai perusahaan.

    3. Mengetahui apakah total leverage memediasi pengaruh struktur modal

    terhadap nilai perusahaan.

    4. Mengetahui apakah total leverage memediasi pengaruh manajemen

    aktiva terhadap nilai perusahaan.

    5. Mengetahui apakah total leverage memediasi pengaruh rasio likuiditas

    terhadap nilai perusahaan.

    TELAAH PUSTAKA

    a. Nilai Perusahaan

    Nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasar untuk

    menghasilakn laba dan resiko bisnisnya, dengan kata lain bahwa nilai perusahaan

    tergantung semata-mata pada pendapatan yang dihasilkan oleh aktivanya,

    bagaimana pendapatan tersebut dibagi diantara deviden dan laba ditahan. Nilai

    perusahaan adalah nilai sekarang dari serangkaian arus kas masuk yang akan

    dihasilkan perusahaan pada masa mendatang. (Handono Mardiyanto,2008). Proses

    terbentuknya nilai perusahaan (yang mempengaruhi nilai perusahaan) adalah faktor

    pasa dimana, faktor pasar ini dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan (kinerja

    perusahaan) yang menghasilkan arus kas bersih dan perilaku investor yang

    memerlukan.

    b. Struktur Modal

    Struktur modal, merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan,

    seringkali dihitung berdasarkan besaran relatif berbagai sumber pendanaan. Terlalu

    banyak utang dapat menghambat perkembangan perusahaan yang pada gilirannya

    dapat membuat pemegang saham berpikir dua kali untuk tetap menanamkan

    modalnya. Kebijakan struktur modal melibatkan perimbangan (trade off) antara

    resiko dan tingkat pengembalian. Resiko yang semakin tinggi cenderung

    menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkat pengembalian yang

    diharapkan (expected rate of return) akan menaikkan harga saham tersebut.

  • Ekspansi

    Keuangan

    30

    Kepentingan untuk melakukan analisis struktur modal dari berbagai perspektif,

    salah satunya adalah perbedaan antara utang dan ekuitas. Keputusan struktur

    modal adalah suatu keputusan yang menentukan berapa proporsi sumber dana

    yang berasal dari utang dan dari modal sendiri (ekuitas).

    c. Manajemen Aktiva

    Manajemen aktiva yaitu, bagaimana perusahaan mengelola seluruh aktivanya untuk

    menghasilkan volume penjualan tertentu. Aktivitas operasi perusahaan

    membutuhkan investasi, baik untuk asset yang bersifat jangka pendek (inventory

    and account receivable) maupun jangka panjang (property, plan and equipment).

    Pengukuran aktiva ini disebut rasio manajemen aktiva (asset management ratio) .

    Rasio ini menggambarkan hubungan antara tingkat operasi perusahaan. Rasio yang

    tinggi, artinya produktivitas pemakaian aktiva yang baik, sebaliknya jika rendah

    menunjukkan tingkat penjualan rendah dan dana banyak ditanam dalam aktiva yang

    tidak perputar, keadaan ini menunjukkan aktiva yang kurang produktif sehingga laba

    yang diperolehpun akan lebih rendah dari keadaan seharusnya.

    d. Rasio Likuiditas

    Likuiditas (liquidity) merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi

    kewajiban jangka pendeknya.

    Liquidity Rasio ( Rasio likuiditas/Rasio Modal Kerja), adalah kempuan perusahaan

    membayar utang-utangnya tepat pada waktunya, yang dititik beratkan kepada

    kemampuan untuk membayar utang jangka pendek atau yang segera jatuh tempo

    pada waktunya. (Rachmat Firdaus & Maya Ariyanti, 2003). Rasio ini menunjukkan

    pula berapa dari setiap rupiah aktiva lancar dibiayai oleh utang/pinjaman jangka

    pendek atau berapa kemampuan aktiva lancar untuk menutup utang jangka

    pendeknya.

    Kelebihan dan kekurangan likuiditas (John J Wild dkk, 2001)

    Bagi perusahaan

    o pentingnya likuiditas dapat dilihat dengan mempertimbangkan

    dampak yang berasal dari ketidak mampuan perusahaan memenuhi

    kewajiban jangka pendeknya.

    o kurangnya likuiditas, menghalangi perusahaan untuk memperoleh

    keuntungan dari diskon atau kesempatan mendapatkan keuntungan.

  • Diharpi Herli

    31

    Bagi Pemegang Saham

    o kurangnya likuiditas seringkali diawali dengan keuntungan yang

    rendah dan berkurangnya kesempatan.

    o kurangnya likuiditas, dapat mengakibatkan hilangnya pengendalian

    pemilik atau kerugian modal.

    Bagi Kreditor Perusahaan

    o kurangnya likuiditas, dapat menyebabkan penundaan pembayaran

    bunga dan pokok pinjaman at

Recommended

View more >