panduan kartu jakarta pintar

14
1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI PANDUAN KARTU JAKARTA PINTAR 2013/2014 S E K O L A H D K I J A K A R T A TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA

Upload: dediharyadilaga

Post on 02-Dec-2015

1.729 views

Category:

Documents


6 download

TRANSCRIPT

Page 1: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

PANDUAN KARTU JAKARTA PINTAR

2013/2014

S E K O L A H D K I J A K A R T A TAHUN PELAJARAN 2013/2014

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA

Page 2: Panduan Kartu Jakarta Pintar

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan bidang pendidikan menjadi semakin strategis di era otonomi, karena daerah memiliki

kemampuan dan kewenangan untuk menentukan arah dan kebijakan pembangunannya di sektor pendidikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengemban tugas untuk melaksanakan pembangunan bidang pendidikan yang

multi karakteristik, terutama besarnya populasi penduduk dan banyaknya masyarakat kurang mampu di wilayah

perkotaan. Pelayanan sektor pendidikan untuk menjangkau masyarakat kurang mampu menjadi tantangan besar

mengingat kondisi ekonomi makro yang belum kondusif.

Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan dalam pasal 5 ayat (1),

menyatakan bahwa “warga masyarakat yang berusia 7 sampai 18 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar

sampai tamat”. Pasal 16 huruf (f) menyebutkan bahwa ”pemerintah daerah wajib menyediakan dana guna

terselenggaranya wajib belajar 12 tahun khusunya bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu dan anak

terlantar” .

Berdasarkan peraturan daerah tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan

rintisan Wajib Belajar 12 Tahun (2007) dan selanjutnya pada tahun 2012 telah dicanangkan Wajib Belajar

12 Tahun. Untuk mewujudkan program Wajib Belajar 12 Tahun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan

menjamin seluruh warga usia sekolah untuk mendapatkan pelayanan pendidikan minimal sampai jenjang

pendidikan menengah dengan kebijakan pemberian dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Biaya

Personal Siswa Miskin (BPSM) guna membantu mereka agar tetap dapat mengikuti pembelajaran di sekolah

dengan baik. Khusus untuk BPSM teknis penyaluranya dilakukan melalui Program Kartu Jakarta Pintar,

yaitu berupa kartu ATM Bank DKI.

Dalam rangka mewujudkan Program Kartu Jakarta Pintar yang tepat sasaran, Dinas Pendidikan Provinsi DKI

Jakarta perlu menyusun buku Pedoman Pemenuhan Kebutuhan Biaya Personal Siswa Miskin (BPSM) Peserta Didik

SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTS, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA Melalui Kartu Jakarta Pintar. Buku pedoman ini

diharapkan dapat menjadi acuan dalam mentransformasikan pemahaman dan teknis pelaksanaan kepada jajaran

Dinas Pendidikan khususnya dan instansi terkait di Provinsi DKI Jakarta.

Page 3: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

B. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang–Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota

Negara Republik Indonesia Jakarta;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2009 tentang Standar Nasional Pendidikan;

5. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem

Pendidikan;

6. Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

7. Peraturan Gubernur Nomor 130 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan

Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta;

8. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 199 Tahun 2009 tentang Perubahan

atas Peraturan Gubernur Nomor 134 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan;

9. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 190 Tahun 2012 tentang Pemberian

Bantuan Personal Pendidikan Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, dan Sekolah Menengah

Kejuruan Bagi Peserta Didik Tidak Mampu/Miskin Melalui Kartu Jakarta Pintar;

10. Instruksi Gubernur Nomor 106 Tahun 2012 tentang Penggunaan Data Rumah Tangga Hasil Pendataan

PPLS 2011.

11. Peraturan Gubernur Nomor 190 Tahun 2012 tentang Pemberian Bantuan Biaya Personal Pendidikan

Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan Bagi Peserta Didik Dari Keluarga Tidak

Mampu/Miskin Melalui Kartu Jakarta Pintar.

C. Maksud dan Tujuan

Buku Pedoman BPSM peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs,

SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar ini disusun untuk memberikan penjelasan

latar belakang, mekanisme dan ketentuan-ketentuan teknis pelaksanaannya dengan tujuan :

1. Memiliki persepsi yang sama tentang program pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI,

SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar.

2. Menjabarkan secara operasional pemanfaatan pemberian BPSM untuk kepentingan masyarakat tidak

mampu pada usia sekolah dasar sampai dengan menengah di Provinsi DKI Jakarta.

3. Melaksanakan program BPSM untuk peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs,

SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar dengan data yang cermat, akuntabel

dan tepat sasaran.

D. Sasaran

Sasaran untuk program pemberian BPSM bersumber dari hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial

(PPLS) Tahun 2011. Data penduduk Provinsi DKI Jakarta kategori 40% rumah tangga Indonesia berpenghasilan

terendah tercatat 332,465 ribu jiwa yang termasuk dalam usia sekolah (7-18 tahun), dengan rincian sebagai berikut :

Hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2011

Usia Sangat

Miskin Miskin

Hampir Miskin

Rentan Miskin

Jumlah

Keterangan

7-12 Tahun

84.830 49.913 32.176

3.467 170.386

Setara SD/SDLB/MI

13-15 Tahun

36.996 26.029 18.607

2.220 83.852

Setara SMP/SMPLB/MTs

16-18 Tahun

28.710 24.980 21.721

2.816 78.227

Setara SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA

Page 4: Panduan Kartu Jakarta Pintar

Total 150.536

100.922

72.504

8.503 332.465

E. Hasil yang Diharapkan

Dengan dibuatnya buku Pedoman Pemenuhan Kebutuhan Biaya Personal Siswa Miskin (BPSM) Peserta Didik

SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA Melalui Kartu Jakarta Pintar, diharapkan :

1. Komunitas pendidikan di Provinsi DKI Jakarta semakin memahami tentang program pemberian BPSM

bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu

Jakarta Pintar.

2. Para pengelola program, mampu menjabarkan secara operasional pemanfaatan pemberian BPSM untuk

kepentingan masyarakat tidak mampu di Provinsi DKI Jakarta.

3. Jajaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Instansi terkait, mampu melaksanakan program

BPSM melalui Kartu Jakarta Pintar secara cermat dan tepat sasaran.

BAB II

PROGRAM BIAYA PERSONAL SISWA MISKIN

Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian

pemerintah di negara manapun. Salah satu aspek penting untuk mendukung Strategi Penanggulangan

Kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Pengukuran kemiskinan yang

dapat dipercaya dapat menjadi instrumen bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi

hidup orang miskin. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah

terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk

miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka.

A. Pengertian

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar

seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan

oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan

yang mencakup gambaran tentang:

A. Kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan

pelayanan kesehatan (kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar).

B. Kurangnya kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk

berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya

dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral.

C. Kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi

bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. (Sumber : diolah dari http://id.wikipedia.org).

Berdasarkan pengertian dan pemahaman tentang kemiskinan tersebut di atas, maka yang dimaksud

siswa miskin adalah peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah

yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang

tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Kebutuhan dasar pendidikan yang dimaksud

mencakup : seragam, sepatu, dan tas sekolah, biaya transportasi, makanan serta biaya ekstrakurikuler.

B. Kategori Miskin

Berdasarkan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Tahun 2011, orang miskin dapat

dibedakan dengan kategori sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Badan Pusat

Page 5: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

Statistik (BPS) per Maret 2010 telah mengumumkan bahwa orang miskin di Indonesia mencapai 31,02

juta.

BPS (hasil survei per September 2011), mengkategorikan orang miskin di Indonesia menjadi tiga,

yaitu :

1. Miskin.

2. Hampir miskin.

3. Sangat miskin.

BPS mencatat perhitungan kategori orang miskin, yaitu dilakukan untuk mengetahui bagaimana

pemenuhan terhadap kebutuhan dasar berupa nasi (makan), karena jika tidak yang bersangkuatan akan meninggal.

Kemiskinan yang diukur, yakni dengan mengetahui ketidakmampuan seseorang dari sisi ekonomi. Dengan

demikian, bisa saja orang miskin itu mendapat bantuan seperti jaminan kesehatan berupa jamkesmas, bantuan

subsidi beras murah, bantuan operasional sekolah dan lain-lain. Orang miskin yang penting makan, karena tidak

mampu untuk pengeluaran sandang, perumahan, pendidikan dan kesehatan. (Sumber : diolah dari © VIVA.co.id).

Masyarakat rentan miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan dan mampu menghidupi dirinya

dan keluarga, tetapi tidak mampu membiayai pengobatan di rumah sakit. Sedangkan masyarakat miskin

adalah masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, juga tidak mampu

membiayai pengobatan rawat jalan dan rawat inap. (Sumber : diolah dari

http://www.solopos.com/2012/03/08/rentan-miskin).

C. Kriteria Siswa Miskin dan Persyaratan Penerima BPSM

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa siswa miskin adalah peserta didik pada jenjang satuan pendidikan

sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun

penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Kebutuhan dasar

pendidikan yang dimaksud mencakup : seragam, sepatu, dan tas sekolah, biaya transportasi, makanan serta biaya

ekstrakurikuler. Berdasarkan pengertian tersebut, maka untuk kepentingan pemenuhan kriteria program

pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu

Jakarta Pintar Tahun Anggaran 2013 sebagai berikut :

1. Tidak merokok dan atau mengkonsumsi narkoba

2. Orang tua tidak memiliki penghasilan yang memadai

3. Menggunakan angkutan umum

4. Daya beli untuk sepatu dan pakaian seragam sekolah/pribadi rendah

5. Daya beli untuk buku, tas, dan alat tulis rendah

6. Daya beli untuk konsumsi makan/jajan rendah

7. Daya pemanfaatan internet rendah

8. Tidak dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi mengeluarkan biaya

D. Unit Cost BPSM

Pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTS,

SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar didasarkan pada perhitungan besaran unit

cost per peserta didik per bulan untuk satu tahun anggaran sebagai berikut :

1. SD/SDLB/MI sebesar Rp. 180.000,- (Rp. 2.160.000/ tahun).

2. SMP/SMPLB/MTs sebesar Rp. 210.000,- (Rp. 2.520.000/ tahun).

3. SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA sebesar Rp. 240.000,- (Rp. 2.880.000/ tahun).

Page 6: Panduan Kartu Jakarta Pintar

Adapun untuk pemenuhan unit kebutuhan bagi peserta didik yang memperoleh program BPSM yaitu

mencakup sebagai berikut :

No Unit Kebutuhan

Unit Cost/Tahun/Satuan Pendidikan

SD/SDLB/MI SMP/SMPLB/MTs

SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA

1 Transport ke

dan dari Sekolah Rp. 900.000,- Rp. 1. 200.000,- Rp. 1.320.000,-

2 Buku, Alat Tulis,

dan Tas Sekolah Rp. 400.000,- Rp. 450.000,- Rp. 450.000,-

3 Baju dan Sepatu

Sekolah Rp. 560.000,- Rp. 560.000 Rp. 710.000,-

4 Tambahan

Makan dan Minum Rp. 300.000,- Rp. 335.000,- Rp. 400.000,-

Jumlah Total Rp. 2.160.000,- Rp. 2.520.000,- Rp. 2.880.000,-

E. Alokasi Anggaran yang Dibutuhkan :

Lancar dan suksesnya program pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI,

SMP/SMPLB/MTS, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar, sangat ditentukan dari

tersedianya alokasi dana yang dibutuhkan. Pada Tahun Anggaran 2013 untuk program pemberian BPSM,

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan

mengalokasikan dana sebesar Rp. 804.634.560.000,- (delapan ratus empat milyar, enam ratus tiga puluh

empat juta, lima ratus enam puluh ribu rupiah).

Adapun rincian alokasi pemanfaatan dana BPSM sebagai berikut :

No

Kelompok Usia

(Satuan Pendidikan)

Jumlah

Siswa Miskin

Unit Cost Per

Bulan (Rp)

Jumlah Bulan

Jumlah Anggaran

KJP (Rp)

1 7 - 12 Tahun

(Setara SD/SDLB/MI) 170.

386 180.000 12

368.033.760.000

2 13 - 15 Tahun

(Setara SMP/SMPLB/MTs) 83.8

52 210.000 12

211.307.040.000

3 16 - 18 Tahun

(Setara SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA) 78.2

27 240.000 12

225.293.760.000

JUMLAH 332.465

804.634.560.000

Page 7: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

BAB III

MEKANISME PELAKSANAAN

Mekanisme pelaksanaan program pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs,

SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar, merupakan bagian dari kegiatan perencanaan Dinas

Pendidikan Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran yang ada di Suku Dinas Pendidikan, Sekolah, dan instansi terkait.

Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja, rapat koordinasi, forum diskusi, dan pertemuan informal. Tahap kegiatan

pelaksanaan program mencakup : penentuan kuota, penjaringan, verifikasi, dan migrasi data, pembuatan MoU/PKS

dengan Bank DKI, serta penerbitan dan distribusi Kartu Jakarta Pintar.

A. Penentuan Kuota

Penentuan kuota untuk pemberian program BPSM didasarkan pada hal standar, yaitu proporsional luas

wilayah, jumlah sekolah, dan jumlah peserta didik. Dalam hal jumlah peserta didik miskin yang ada di suatu wilayah

(akurasi data dapat dipertanggung jawabkan), akan memperoleh prioritas dengan persentase yang lebih besar.

Kuota masing-masing wilayah dengan sebaran sekolah dan peserta didik calon penerima BPSM KJP Tahun

2013 adalah sebagai berikut :

N Wilayah

Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta

Keterangan SD/SDLB MI SMP/SMPLB MTs SMA/SMA

LB/SMK/ SMKLB

MA

1 Jakarta Pusat

13.387 4.506

12.950 1.931 12.509 890 Data Siswa Miskin PPLS (2011) : Setara SD/SDLB/MI

= 170.386 Setara

SMP/SMPLB/MTs = 83.852 Setara

SMA/SMALB/ SMK/SMKLB/M

A = 78.227

Total = 332.465

2 Jakarta Utara

21.575 7.400 14.800 2.300 15.281 900

3 Jakarta Barat

30.578 6.000 13.800 2.650 15.000 985

4 Jakarta Selatan

29.123 6.820 12.950 2.400 15.000 -

5 Jakarta Timur

41.212 7.815 15.131 4.150 15.500 681

8 Kab. Adm. Kp. Seribu

1.820 150 740 50 385 100

Jumlah 137.695

32.691

70.371

13.481 73.675

4.552

Jumlah Total

170.386 83.852 78.227 332.465

B. Persyaratan Penerima BPSM

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Tahun Anggaran 2013, akan memberikan BPSM bagi peserta didik

SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar dengan persyaratan

sebagai berikut :

1. Warga DKI Jakarta yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau surat keterangan lain yang dapat dipertanggung

jawabkan.

2. Membuat surat pernyataan tidak mampu/miskin yang diketahui orang tua dan Ketua Rukun Tetangga (RT)

setempat.

3. Terdaftar dan masih aktif disalah satu satuan pendidikan di Provinsi DKI Jakarta.

4. Diusulkan oleh sekolah yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan Kepala Seksi

Dikdas/Dikmen Kecamatan setempat yang selanjutnya diajukan ke Suku Dinas/Dinas Pendidikan setempat.

5. Menandatangani lembar Pakta Integritas yang telah disediakan.

C. Mekanisme Pelaksanaan dan Tahapannya

Mekanisme pelaksanaan pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs,

SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar agar akurat dan tepat sasaran, yaitu dengan melakukan

tahapan sebagai berikut :

Page 8: Panduan Kartu Jakarta Pintar

No Tahapan Pelaksanaan Waktu

Pelaksanaan Penanggung Jawab

1 Sekolah mendata peserta didik miskin sesuai standar format data

individu Bank DKI setelah diberikan kuota oleh Sudin Pendidikan

setempat.

Desember 2012

Kepala Sekolah

2 Sekolah mengusulkan peserta didik calon penerima KJP yang

memenuhi persyaratan, ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan

Ketua Komite Sekolah.

Data diserahkan ke Kasi Dikdas/Dikmen Kecamatan dalam

bentuk printout dan softcopy (CD)

Desember 2012

Kepala Sekolah

3 Data peserta didik calon penerima KJP, selanjutnya diverifikasi

oleh Kasi Dikdas/Dikmen Kecamatan setempat. Januari 2013 Kasi Dikdas

/Dikmen Kec

4 Rekapitulasi data berdasarkan kelompok jenjang pendidikan

tersebut selanjutnya dikirim ke Sudin Dikdas/Dikmen masing-masing

wilayah.

Januari 2013 Kepala Sekolah

5 Sudin/Dinas Pendidikan setempat mengesahkan kuota jumlah

KJP untuk SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/

SMALB/SMK/SMKLB/MA.

Februari 2013 Kasudin Pendidikan

6 Sudin/Dinas Pendidikan mengajukan daftar nama-nama siswa

penerima KJP untuk pembuatan aplikasi ATM ke Bank DKI. Februari 2013 Kasudin

Pendidikan

7 Rekap data penerima BPSM KJP dikirim ke Dinas Pendidikan

melalui Seksi Kerja Sama Antar Lembaga (KAL)/Persekolahan. Maret 2013 Dinas

Pendidikan

8 Penyerahan ATM KJP kepada peserta didik penerima BPSM. Maret 2013 Bank DKI

BAB IV

STANDAR BAKU PENGGUNAAN, PENGAWASAN

DAN PELAPORAN PENGGUNAAN BPSM

A. STANDAR BAKU PENGGUNAAN BPSM

No Jenis Belanja Kebutuhan Personal

Siswa

Maksimum Volume

Per Hari Per Bulan Per Tahun

1 Pakaian Seragam

Sekolah

2 stel seragam harian

1 stel baju batik

1 stel baju olah raga

1 stel baju lab/bengkel

1 stel baju pramuka

1 stel baju praktik kerja

industri (SMK)

1 stel baju ekstra

kurikuler

2 Sepatu dan kaos

kaki

1 pasang

3 Tas 1 buah

4 Buku Tulis 4 unit per mata pelajaran

5 Ballpoint 1 lusin

6 Pensil/Spidol 1 lusin

7 Penghapus/Tipex 1/2 lusin

8 Penggaris 1 unit

9 Transportasi/Ongkos 2 – 4 trip

10 Tambahan Gizi Tentatif (sesuai keadaan)

11 Foto Copy materi

pelajaran dan

penugasan

Tentatif (sesuai keadaan)

12 Alat Praktik (Pelajaran

Sains/Kejuruan)

Tentatif (sesuai keadaan)

13 Bahan Praktik

(Pelajaran

Tentatif (sesuai keadaan)

Page 9: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

Sains/Kejuruan)

B. MEKANISME PENGAWASAN PEMBELANJAAN BIAYA PERSONAL SISWA MISKIN (BPSM)

MELALUI KJP

No Sasaran Pengawasan Petugas Pengawas

Dokumen Pendukung

1 Siswa membuat rencana

pembelanjaan BPSM Triwulan I, II, III,

IV

Sekolah Rencana Belanja Siswa (RBS)

2 Siswa dan orang tua siswa

menandatangani Surat Pernyataan

tentang kesediaan membelanjakan

BPSM/KJP untuk pemenuhan kebutuhan

sekolah

Sekolah Surat Pernyataan

3 Siswa menyerahkan laporan

pembelanjaan BPSM/KJP setiap bulan.

Sekolah Laporan Bulanan Pembelanjaan BPSM oleh setiap siswa pemegang KJP

4 Sekolah membuat rekapitulasi

pembelanjaan seluruh siswa penerima

KJP setiap triwulan

Sekolah Rekapitulasi Belanja BPSM seluruh siswa

5 Sekolah melaporkan pembelanjaan

BPSM untuk seluruh siswa penerima

KJP setiap Triwulan I, II, III, IV ke

Sudin.

Sudin Laporan Sekolah tentang Belanja BPSM seluruh siswa pemegang KJP.

C. JENIS SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PEMBELANJAAN BPSM

No

Jenis Pelanggaran Sanksi Tindak Lanjut

1 Siswa membelanjakan BPSM diluar

kebutuhan sekolah (membeli HP,

menonton film, dll)

BPSM/KJP dicabut Digantikan siswa miskin lain yang belum menerima BPSM KJP

2 Orang tua membelanjakan BPSM

untuk kebutuhan rumah tangga diluar

kepentingan sekolah

BPSM/KJP dicabut Digantikan siswa miskin lain yang belum menerima BPSM KJP

3 Sekolah memanfaatkan dana BPSM

siswa penerima KJP untuk pelunasan

administrasi keuangan sekolah (khusus

sekolah swasta)

Kepala Sekolah diberikan peringatan keras oleh Kasudin

Kepala Sekolah membuat Surat Pernyataan Tidak Mengulangi

D. MEKANISME PELAPORAN PEMBELANJAAN BPSM

Biaya Personal Siswa Miskin (BPSM) dicairkan oleh Bank DKI setiap tiga bulan (triwulan) sekali dan

bagi siswa penerima Kartu Jakarta Pintar dapat melakukan penarikan BPSM untuk dibelanjakan guna

memenuhi kebutuhan sekolah.

Setiap siswa pemegang KJP diwajibkan membuat laporan tertulis tentang pembelanjaan BPSM setiap

bulan sebagai bentuk pelaporan dan sekaligus pertanggung jawaban penggunaan dana BPSM.

Laporan penggunaan BPSM setiap bulan diserahkan siswa kepada sekolah dan selanjutnya seluruh

rekapitulasi penggunaan BPSM dilaporkan oleh Kepala Sekolah kepada Sudin.

Page 10: Panduan Kartu Jakarta Pintar

BAB V

PENUTUP

Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari

kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan

dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta

Manfaat dan dampak positif yang diharapkan dari siswa penerima KJP, antara lain :

1. Seluruh warga DKI Jakarta menamatkan pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK;

2. Mutu pendidikan di Provinsi DKI Jakarta meningkat secara signifikan;

3. Peningkatan pencapaian target APK pendidikan dasar dan menengah.

Demikian pedoman ini dibuat dengan harapan agar dapat dijadikan rujukan dalam pelaksanaan kegiatan

pemberian Kartu Jakarta Pintar pada tahun 2013 dan dapat digunakan sebagaimana mestinya baik oleh Dinas

Pendidikan, Suku Dinas Pendidikan, sekolah, peserta didik, orang tua maupun masyarakat.

Jakarta, 1 Desember 2012

KEPALA DINAS PENDIDIKAN

PROVINSI DKI JAKARTA

Dr. H.TAUFIK YUDI MULYANTO, M.Pd

NIP 196111091987031005

Page 11: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

Lampiran 1

SURAT PERNYATAAN

PESERTA DIDIK PENERIMA KARTU JAKARTA PINTAR

Dalam rangka penggunaan Biaya Personal Siswa Miskin (BPSM) melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Tahun

2013, maka yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa :

Nama :

Sekolah :

Kelas :

Nama Orang Tua :

1. Bersedia membelanjakan BPSM untuk pemenuhan biaya personal dalam rangka menuntut ilmu di

sekolah;

2. Setiap bulan melaporkan penggunaan BPSM secara jujur, transparan dan bertanggungjawab;

3. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam Surat Pernyataan ini, maka saya

bersedia dikenakan sanksi berupa pencabutan BPSM/KJP.

Jakarta,............................... 20 ...

Mengetahui

Orang Tua/Wali Penerima Kartu Jakarta Pintar

(.................................................) (.................................................) nama lengkap dan tanda tangan nama lengkap dan tanda tangan

Page 12: Panduan Kartu Jakarta Pintar

Lampiran 2

FORMULIR LAPORAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN

BIAYA PERSONAL SISWA MISKIN (BPSM)

MELALUI KARTU JAKARTA PINTAR (KJP)

Bulan :

Nama Sekolah :

Nama Peserta Didik :

Kelas :

N

o.

Kebutuhan Personal Peserta Didik Besar Dana Keterangan

1 Transportasi Rp.

2 Buku Tulis Rp.

3 Alat Tulis Rp.

4 Sepatu Rp.

5 Seragam Rp.

6 Lain-lain : (sebutkan)

a. Rp.

b. Rp.

c. Rp.

d. Rp.

e. Rp.

f. Rp.

g. Rp.

h. Rp.

i. Rp.

JUMLAH Rp.

Jakarta, .........................20.....

Penerima Kartu Jakarta Pintar

(................................................)

Page 13: Panduan Kartu Jakarta Pintar

1 Pedoman Kartu Jakarta Pintar 2013 _ Dinas Pendidikan Prov.DKI

Lampiran 3

SURAT PERNYATAAN

SEKOLAH PENERIMA KARTU JAKARTA PINTAR

TAHUN 2013

Dalam rangka peningkatan akses dan mutu pendidikan melalui penggunaan Biaya Personal Siswa Miskin

(BPSM) dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Tahun 2013 maka dengan ini saya :

Nama :

Jabatan : Kepala Sekolah

Sekolah :

Alamat :

menyatakan bahwa :

1. Bersedia melakukan pemantauan dan pembinaan intensif kepada peserta didik dan orang tua penerima

Kartu Jakarta Pintar Tahun 2013

2. Bersedia membuat laporan secara berkala (triwulan) tentang pelaksanaan Kartu Jakarta Pintar Tahun 2013

sesuai format terlampir

3. Melakukan evaluasi pelaksanaan Kartu Jakarta Pintar Tahun 2013

Jakarta, ...

Kepala Sekolah

(................................................) nama lengkap dan tanda tangan

Page 14: Panduan Kartu Jakarta Pintar

Lampiran 4

LAPORAN

REKAPITULASI PELAKSANAAN BANTUAN

BIAYA PERSONAL SISWA MISKIN (BPSM)

MELALUI KARTU JAKARTA PINTAR

Triwulan :

Nama Sekolah :

Jumlah Peserta Didik Penerima KJP :

Total Kumulatif Dana BPSM/KJP :

N

o.

Nama Peserta Didik

Penerima KJP

Kebutuhan Personal yang Dibelanjakan Peserta Didik

1

2

3

4

5

Permasalahan yang dihadapi dalam program BPSM KJP :

No. Permasalahan Penyebab

Permasalahan

Solusi Tindak Lanjut

Jakarta, ...................................20....

Kepala Sekolah

(......................................................) NIP/NRK.