minggu, 14 november 2010 | media indonesia tiga hari ?· alamat lengkap, dan nomor telepon yang...

Download MINGGU, 14 NOVEMBER 2010 | MEDIA INDONESIA Tiga Hari ?· alamat lengkap, dan nomor telepon yang bisa…

Post on 25-Mar-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PADA prinsipnya, siapa pun bisa ber-snorkeling, bahkan bagi yang tak bisa berenang sekalipun. Di Pulau Umang misalnya, hampir 90% peserta snorkeling tidak bisa berenang. Hal yang terpenting adalah dengarkan instruksi dan ja-ngan panik. Inilah beberapa tips dan informasi dari Opan Zulfi kar dan Mesakh Talarima selaku snorkeling leader di Pulau Umang.

Ada tiga perlengkapan yang harus dipakai untuk me-nyelam dangkal, yaitu masker (untuk menutupi mata), snorkel (selang untuk bernafas), dan fi n (sepatu berben-

tuk sirip panjang untuk berenang). Biasanya tiap snorkeling area menyediakan alat-alat tersebut untuk disewakan.

Sebelum ber-snorkling, ada baiknya untuk mendengar-kan instruksi dari para snorkeling leader. Kalau belum terbiasa berenang dengan menggunakan fi n di kaki,

kamu juga bisa latihan terlebih dahulu di kolam renang. Biasanya bagi para pemula, fi n akan terasa berat. Namun, jika sudah terbiasa, fi n justru akan membantu kayuhan kaki saat berenang sehingga lebih kuat.

Saat mulai ber-snorkeling, usahakan jangan menyen-tuh atau berdiri di atas terumbu karang. Selain bisa merusak terumbu karang yang masih hidup, kaki dan

tangan kita juga bisa terluka karenanya.

Pukul 9.00 sampai pukul 12.00 adalah waktu terbaik untuk melakukan snorkeling karena biasanya pada jam itu ombak masih tenang dan air sedang jernih. Namun,

kegiatan yang mengasyikkan ini memang rentan terhadap cuaca. Kalau sudah hujan deras dan angin kencang, biasanya kegiatan akan langsung dihentikan. Tujuannya agar penye-lam tak terseret ombak dan menghantam karang.

Menyelamlah di kedalaman 3-5 meter. Usahakan ja-ngan berenang di tepi area snorkeling agar tak terluka karang mati yang tajam. Biasanya, snorkeling memakan

waktu 30 menit sampai 1 jam saja. Kalau sudah lancar ber-main snorkling, bisa juga bawa kamera underwater supaya kamu bisa potret keindahan terumbu karang dan ikan-ikan cantik di dalamnya!

Selain di Pulau Umang, banyak tempat snorkeling yang bisa kamu jelajahi. Di Pulau Seribu, Pulau Menjangan di Bali, Bunaken, Wakatobi, dan yang paling bagus: di

Raja Ampat, Papua! (*/M-2)

| 17MINGGU, 14 NOVEMBER 2010 | MEDIA INDONESIA

Duta Pantai Indonesia

DOK. PULAU UMANG

2

itu mengha rus-kannya ber-snorkling sambil memotret.

Walau bukan pertama kali mencoba snorkling, Yvonne sempat kesulitan untuk mengambil foto di dalam air. Pasalnya, om-bak selalu membuat foto yang dihasilkan goyang dan tidak fokus.

Di Pulau Umang sendiri, kita bisa melihat berbagai terumbu karang yang can-tik seperti fl ower, lily, tanduk rusa, label, dan lainnya. Ikan hias yang wara-wiri di perairan pun lucu-lucu. Ada napoleon fi sh yang berbibir

t e b a l ,

KITA patut berbang-ga tinggal di negara kepulauan seperti Indonesia. Karena selain pesona hutan, perbuki-tan, dan lembah yang meme-sona,

Indonesia memiliki pantai terpanjang keempat di dunia. Menurut data PBB yang diri-lis 2008, panjang garis pantai Indonesia mencapai lebih dari 95.181 kilometer, terpanjang se-telah Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia.

Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbe-sar dengan lebih dari 17 ribu pulau. Lautnya punya perbandingan tiga per empat dari luas daratan. Kebayang dong betapa ba-gusnya pesona bahari yang ada di tanah kelahir-an kita ini!

Karena i tu , sayang banget kalau kita eng-gak pernah me-rasakan indah-nya pantai dan laut. Di mana pun kamu la-hir--dari ujung Sumatra hing-g a P a p u a - -pas ti punya objek wisata pantai yang indah.

Di pantai, kita enggak cuma bisa cuci mata melihat birunya laut dan indahnya ombak. Berbagai olahraga bahari bisa jadi rutinitas yang fun. Nah, pengalaman menarik itulah yang dialami Yvonne Sille, 17, dari Deutsche Inter-nationale Schule, Jakarta. Selama tiga hari, Ia berun-tung merasakan asyiknya menjadi anak pantai.

Olahraga bahariLewat Festival Interna-

sional Pemuda & Olah-raga Bahari (FIPOB) yang diadakan di Pu-lau Umang, Banten, 57 November lalu, Yvonne Sille mencoba banyak permainan seru. Mulai dari snor-kling, wind surfing, sampai bermain per-

mainan tradisional macam egrang, balap ka rung, dan lomba bakiak.

Bagi pelajar berdarah Jer-man-Indonesia itu, pantai ada lah tempat favoritnya untuk berlibur. Ombak yang bergelung dan biru membuat perasaannya lebih damai. Di pantai saya juga bisa berjemur di bawah ma-tahari! ujarnya.

Di ajang kompetisi per-sahabatan ini, ia mengikuti underwater photo Contest.

Kompetisi

KUIS kali ini ingin menantang kamu berandai-andai jadi duta pantai di Indonesia. Setelah baca artikel Move edisi ini, pasti kebayang dong betapa panjang garis pantai yang kita punya. Pantai yang membentang dari Sumatra hingga Papua itu punya daya tarik menggoda.

Namun sayangnya, enggak semua bisa terekspos. Nah, sebagai duta pantai, kamu berkewajiban untuk mengajak anak muda aktif berkegiatan di pantai. Bukan sekadar hura-hura, melainkan kamu juga harus mendorong mereka untuk aktif di olahraga bahari!

Kira-kira kalau kamu jadi duta pantai Indonesia, program apa sih yang kamu ingin laksanakan? Kirim program terbaik yang kamu punya dan kirim ke kita@mediaindonesia.com. Ingat, deskripsinya jangan lebih dari satu halaman ya... Biar lebih menarik, kamu boleh juga menyisipkan foto-foto yang kamu ambil di pantai (yang penting harus orisinal dari kamu!)

Jangan lupa sertakan juga data diri (nama, sekolah/kampus, alamat lengkap, dan nomor telepon yang bisa dihubungi). Kirim paling lambat 23 November. Pemenang akan diumumkan pada 28 November mendatang di rubrik Move. (*/M-2)

1

3

4

Tiga Hari Jadi Anak Pantai

FOTO-FOTO: DOK. PULAU UMANG

HOW TO?

ikan buntal yang gen-dut, angel fi sh, botana fi sh, lion fi sh, hingga kuda laut mungil berwarna pink bernama pygmy seahorse.

Selain menyelam menikmati indahnya terumbu karang, Yvonne sempat mencoba wind surfi ng alias selancar angin.

Baru kali ini saya mencoba wind surfi ng. Kalau menegak-kan layar sih bisa, tapi yang susah justru mencari angin dan membuat papan selancar bisa bergerak. Namun, setelah mencoba beberapa kali, saya bisa juga berlayar walau cuma 10 detik. Haha.., ujarnya.

Peluang besarOlahraga bahari

seperti selancar angin, renang, mendayung ternyata menyimpan peluang besar bagi kamu yang tertarik un-tuk menggelutinya.

Namun sayangnya, tidak banyak anak muda yang tertarik untuk me-nekuni olahraga bahari. Menurut Karyo Sunaryo, staf Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi), memang ada ke-sulitan untuk mencari bibit baru.

Di cabang selancar angin misalnya, hanya ada belasan atlet muda yangkini berlatih di Anyer. Salah satu anak muda yang langka itu adalah Nur Azizah, 18, mahasiswi Univer-sitas Negeri Jakarta.

Ia yang sebelumnya meng-

Enggak Harus Bisa Berenang!

geluti olahraga voli. Mulai Mei 2009, Ia beralih menjadi atlet selan-car angin.

Melihat orang y a n g m a i n w i n d surfi ng kayaknya enak dan pas dicoba me-mang ternyata suka, ujar Azizah.

Ia mengakui, berpin-dah dari cabang voli ke selancar angin adalah upaya untuk mencari kesempatan bertanding lebih ba nyak. Berbeda dengan voli, selancar an-gin punya peluang lebih besar untuk bertanding di kompetisi regional dan internasional.

Berselancar angin itu susah banget awalnya.

Saya enam bulan baru bisa.Tantangannya karena kita

melawan angin, semakin ken-cang makin susah, ujarnya.

Kompetisi selancar angin juga punya tahapan yang pan-jang, biasanya memakan waktu tiga hari. Tiap harinya diper-lombakan empat race yang tiap race-nya mengharuskan peserta untuk mengitari jalur lomba sebanyak tiga sampai empat kali. Pemenangnya diambil dari peserta yang punya poin terbanyak dari keseluruhan race itu, jelas Azizah.

Selama tiga hari di Pulau Umang, siswa-siswa dari Inter-national School serta para atlet muda berkesempatan menik-mati suasana pantai yang indah.

Tak hanya menikmati olahra-ga pantai, mereka juga menda-pat kesempatan untuk me-naiki perahu jongkong. Perahu kecil yang hanya berisi dua orang ini dulu pernah dipakai masyarakat sekitar untuk men-cari ikan di tengah laut.

Konon, nelayan lokal ke rap hilang terbawa ombak saat mencari ikan. Maklum, saat itu perahu dan peralatan yang tersedia amat tradisional.

Ajang ini dibuat agar anak-anak muda ikut merasakan bagaimana kehidupan bahari kita, ter utama pengalaman para nelayan, salah satunya dengan mengeksplorasi olah-raga bahari.

Buat seru-seruan asyik, diseriusi juga bisa! (*/M-2)

5

6

WAKTU kecil saya tinggal di rumah dekat pantai ka-rena itu saya suka bermain air dan menggeluti dunia renang. Dengan berenang, saya bisa melepas stres dan menghilangkan rasa bosan. Kalau berenang di pantai, kita harus lihat tanda ben-dera supaya jelas arahnya.

Kalau ada ombak besar biasanya saya menyelam ke dalam supaya tak terempas arus.

Septi Kurnia Pangestu, 14peserta FIPOB 2010

SMA I Cilegon

MENURUT saya, snorkling yang paling bagus itu di pulau Menjangan di Bali, di sana airnya bersih dan terumbu karangnya indah banget. Selain di sana, saya pernah snorkling di Lom-bok, Great Barrier Reef, dan Carita. Di Jerman, biasanya kita tak bisa snorkling ka-rena enggak ada terumbu karang. Lagi pula air pantainya dingin, jadi lebih cocok untuk olahraga wind Surfing.

Magdalena Panke, 18peserta FIPOB 2010

Deutsche Internationale Schule

SAYA belajar berenang se-jak umur empat tahun. Be-renang di pantai memang susah karena jaraknya yang jauh. Namun, saya sudah terbiasa latihan berenang 4 kilometer jadi tidak begitu masalah. Cuma kan di laut ada ombaknya dan kalau air lautnya tertelan tenggoro-kannya su

Recommended

View more >