manajemen limbah padat domestik

Download Manajemen Limbah Padat Domestik

Post on 31-Jan-2016

34 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

limbah

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUAN

Limbah padat atau sampah (solid waste) secara umum dapat diartikan sebagai semua buangan yangdihasilkan dari aktivitas manusia atau hewan yang tidak diinginkan ataudigunakan lagi, baik berbentuk padat atau setengah padat.Setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia selalu menghasilkan sampah danhampir setiap hari manusia menghasilkan sampah. Jika sampah tersebut tidakdikelola dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai masalah sepertimasalah estetika karena bau yang ditimbulkannya, menjadi vektor penyakitdan dapat menganggu kualitas tanah dan air tanah sekitarnya.Untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap lingkungan dan kesehatanmanusia maka perlu dirancang suatu sistem pengelolaan persampahan yang baikmulai dari sumber, pengumpulan, transportasi hingga ke TempatPembuangan Akhir (TPA). Dalam perancangan sistem pengelolaanpersampahan suatu daerah diperlukan data mengenai timbulan sampah, komposisi dankarakteristik sampah yang dihasilkan di daerah yang direncanakan.Menurut UU Nomor 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sedangkan pengelolaan sampah didefinisikan sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.Menurut WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sedangkan menurut ilmu kesehatan lingkungan adalah sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak siap digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau harus dibuang sedemikian rupa sehingga tidak sampai mengganggu kelangsungan hidup.Keberadaan jumlah sampah di perkotaan dari waktu ke waktu kian banyak, jika tidak dikelola secara baik dan benar, dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kualitas kehidupan lingkungan, utamanya kualitas air, polusi udara, tanah, biologi, sosial ekonomi serta budaya. Karena demikian maka cara memandang dan mengelola sampah harus diubah dari kebiasaan membuang sampah secara sembarangan menjadi mengola sampah.Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri atas: (a) pengurangan sampah; dan (b) penanganan sampah. Di mana pengurangan sampah yang dimaksud meliputi kegiatan: (a) pembatasan timbulan sampah; (b) pendauran ulang sampah; dan/atau (c) pemanfaatan kembali sampah.Penanganan sampah atau limbah padat yaitu penanganan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, baik yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan lain sebagainya yang meliputi kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan melalui TPS atau transfer depo ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).Penanganan persampahan merupakan bagian untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang berkualitas dan lestari, lingkungan perumahan layak huni serta pengurangan timbulan sampah dari sumbernya dengan penanganan sampah berwawasan lingkungan. Namun berbagai tantangan yang dihadapi pada sub sektor persampahan, maka secara non teknis strategi yang akan ditempuh kedepan dalam pengelolaan limbah domestik adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan, peraturan, koordinasi lintas sektor, berupaya mendapatkan dukungan pendanaan dari berbagai pihak, memaksimalkan sosialisasi dan advokasi, dan secara teknis mengoptimalkan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan yang sudah ada sesuai standar, serta menambah fasilitas pendukung untuk meningkatkan cakupan pelayanan.

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Limbah atau SampahLimbah atau sampah yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan karenapembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bias menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis.

B. Definisi Limbah PadatLimbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur atau bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan. Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik.Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum.Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll.Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, limbah nuklir, pengawetan buah, ikan, atau daging. Secara garis besar limbah padat terdiri dari :1) Limbah padat yang mudah terbakar.2) Limbah padat yang sukar terbakar.3) Limbah padat yang mudah membusuk.4) Limbah yang dapat di daur ulang.5) Limbah radioaktif.6) Bongkaran bangunan.7) Lumpur.

C. PENGGOLONGAN SAMPAH MENURUT SUMBERNYASampah yang ada dapat berasal dari beberapa sumber berikut:1. Pemukiman pendudukSampah di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan atau asrama yang terdapat di desa atau dikota. Jenis samp[ah yang dihasilkan biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah basah (garbage), sampah kering (rubbish), abu atau sampah sisa tumbuhan.2. Tempat umum dan tempat perdaganganTempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan, termasuk juga tempat perdagangan. Jenis sampah yang dihasilkan dari tempat semacam itu dapat berupa sisa-sisa makanan (garbage), sampah kering, abu, sisa-sisa bahan bangunan, sampah khusus, dan terkadang sampah berbahaya.3. Sarana layanan masyarakat milik pemerintahSarana layanan masyarakat yang dimaksud disini, antara alain, tempat hiburan dan umum, jalan umum, tempat parker, tempat layanan kesehatan (missal : rumah sakit dan puskesmas), kompleks militer, gedung pertemuaan, pantai tempat berlibur, dan sarana pemerintah yang lain. Temapt ini biasanya menghasilkan sampah khusus dan sampah kering.4. Industry berat dan ringanDalam pengertian ini termasuk industri makanan dan minuman, industry kayu, industry kimia, industry logam, tempat pengolahan air kotor dan air minum, dan kegiatan industry lainnya, baik yang sifatnya distributive atau memproses bahan mentah saja. Samapah yang dihasilkan dari tempat ini biasanya samah basah, sampah kering, sisa-sisa bangunan, sampah khusus, dan sangat berbahaya.

5. PertanianSampah berasal dari tanaman atau binatang. Lokasi pertanian seperti kebun, lading, ataupun sawah menghasilkan sampah berupa bahan-bahan makanan yang telah membusuk, sampah pertanian, pupuk, maupun bahan pembasmi serangga tanaman.

D. JENIS SAMPAH PADATSampah padat dapat dibagi menjadi beberapa kategori, seperti berikut :a) Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalamnya1) Organic, missal : sisa makanan, daun, sayur dan buah2) Anorganik, misalnya : logam, pecah belah, abu dan lain-lain.b) Berdasarkan dapat atau tidaknya dibakar1) Mudah dibakar, missal : kertas plastic, daun kering, kayu2) Tidak mudah dibakar, missal : kaleng, besi, gelas dan lain-lainc) Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk1) Mudah membusuk, missal : sisa makanan, potongam daging, dan sebagainya2) Sulit membusuk, missal : plastic, karet, kaleng, dan sebagainyad) Berdasarkan ciri atau karakteristik sampah1) Garbage, terdiri atas zat-zat yang mudah membusuk dan dapat terurai dengan cepat, khususnya jika cuaca panas. Proses pembususkan sering kali menimbulkan bau busuk. Sampah jenis ini dapat ditemukan di tempat pemukiman, rumah makan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya.2) Rubbish, terbagi menjadi dua :a. Rubbish mudah terbakar terdiri atas zat-zat organic, missal: kertas, kayu, karet, daun kering, dan sebagainya.b. Rubbish tidak mudah terbakar terdiri atas zat-zat anorganik, missal: kaca, kaleng, dan sebagainya.3) Ashes, semua sisa pembakaran dari industry4) Street sweeping, sampah dari jalan atau trotoar akibat aktivitas mesin atau manusia5) Dead animal, bangkai binatang besar (anjing, kucing, dan sebagainya) yang mati akibat kecelakaan atau secara alami6) House hold refuse, atau sampah campuran (missal, garbage, ashes, rubbish) yang berasal dari perumahan7) Abandoned vehicle, berasal dari bangkai kendaraan8) Demolision waste, berasal dari dan hasil sisa-sisa pembangunan gedungContructions waste, berasal dari hasil sisa-sisa pembangunan gedung, seperti tanah, batu dan kayu9) Sampah industri, bersal dari pertanian, perkebunan dan industry10) Santage solid, terdiri atas benda-benda solid atau kasar yang biasanya berupa zat organic, pada pintu masuk pusat pengolahan limbah cair11) Sampah khusus, atau sampah yang memerlukan penanganan khusus seperti kaleng dan zat radioaktif

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH SAMPAHBerikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah sampah, yaitu:a) Jumlah PendudukJumalah penduduk begantung pada aktivitas dan kepadatan penduduk. Semakin padat penduduk, sampah semakin menumpuk karena tempat atau ruang untuk menampung sampah kurang. Semakin meningkat aktivitas penduduk, sampah yang dihasilkan semakin banyak, misalnya pada aktivitas pembangunan, perdagangan, industry, dan sebagainya.b) System pengumpulan atau pembuangan sampah yang dipakaiPengumpulan sampah dengan menggunakan gerobak lebih lambat jika dibandingkan dengan trukc) Pengambilan bahan-bahan yang ad