latihan pengolahan tanah serta pengukuran kapasitas dan efisiensi kerja lapangan

Download LATIHAN PENGOLAHAN TANAH SERTA PENGUKURAN KAPASITAS DAN EFISIENSI KERJA LAPANGAN

Post on 04-Aug-2015

1.143 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LATIHAN PENGOLAHAN TANAH SERTA PENGUKURAN KAPASITAS DAN EFISIENSI KERJA LAPANGAN

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM ENERGI DAN MESIN PERTANIAN ( TPT 2021 )

ACARA KE V LATIHAN PENGOLAHAN TANAH SERTA PENGUKURAN KAPASITAS DAN EFISIENSI KERJA LAPANGAN

DISUSUN OLEH : NAMA NIM Gol Co.Ass : Tunjung Bayu Hernawan : 10/300816/TP/09883 : Senin : 1. Jhonny Sigiro 2. Fajar Tsani R.

LABORATORIUM ENERGI DAN MESIN PERTANIAN JURUSAN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Mekanisasi pertanian adalah pengenalan dan penggunaan alat mekanis untuk melaksanakan operasi pertanian. Yang dimaksud dengan alat mekanis adalah semua peralatan yang digerakkan dengan sumber tenaga manusia, hewan, motor listrik, angin, air, dan diartikan sebagai penerapan ilmu-ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisir, dan mengatur semua operasi dalam usaha pertanian. Alat dan mesin pertanian terdiri dari berbagai macam dan jenis, baik yang tradisional maupun semi-mekanis sampai dengan yang modern. Begitu juga yang dibutuhkan dalam proses pengolahan tanah. Pengolahan tanah dapat kita pahami sebagai usaha manusia untuk merubah sifat-sifat tanah, baik secara fisik, kimiawi maupun secara biologis untuk memperoleh suatu kedalaman tertentu agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang ada, maka

perkembangan alat dan mesin pengolah tanah juga semakin baik. Adanya alat dan mesin pengolah tanah dapat memaksimalkan kinerja manusia menjadi lebih efektif dan efisien, karena berbagai kendala yang ada telah dapat diatasi dengan adanya alat dan mesin pengolah tanah, seperti misalnya lahan yang luas, dapat diolah dalam waktu yang lebih singkat dengan menggunakan mesin dibandingkan hanya mengandalkan tenaga manusia. Dalam menggunakan alat atau mesin tersebut membutuhkan analisa, baik dari segi teknis maupun segi ekonomis. Analisis teknis dan juga ekonomis dinilai cukup penting dalam menentukan alat dan mesin pengolahan tanah mana yang akan digunakan untuk kegiatan pengolahan tanah. Dengan adanya analisis teknis, maka akan dapat ditentukan jenis dan ukuran alat dan mesin pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di wilayah tersebut. Kemudian dengan dilakukannya analisis kapasitas dan effisiensi kerja dari alat dan mesin terpilih, akan dapat ditentukan jumlah penyediaan alat dan mesin pertanian tersebut guna memenuhi kebutuhan pada suatu wilayah. Dengan adanya praktikum ini, praktikan diharapakn dapat melakukan latihan

pengolahan tanah, serta melakukan pengukuran kapasitas dan effisiensi kerja lapang. Praktikum pada acara kali ini sangat erat hubungannya dengan studi praktikan. Hal ini karena nantinya praktikan akan menemui peralatan maupun mesin-mesin tersebut di dalam kehidupan kerjanya. Dengan mempelajari praktikum kali ini, praktikan diharapkan akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai kedua jenis traktor tersebut sehingga tidak akan mengalami kesulitan ketika nantinya sudah bekerja di bidang teknologi pertanian. Selain itu praktikan juga akan mendapatkan ilmu yang lebih, sehingga dalam masa perkuliahannya akan semakin mudah menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

B. Tujuan Untuk mempelajari kinerja (permorfance) alat dan mesin pengolah tanah secara mekanis ditinjau dari aspek teknik kerekayasaan, teknik operasional, dan aspek ekonominya.

C. Manfaat Dengan adanya kegiatan praktikum acara kelima ini, diharapkan agar mahasiswa dapat mempelajari kinerja (performance) alat mesin pengolah tanah secara mekanis dan dapat melakukan kegiatan pengolahan tanah secara mekanis dengan menggunakan traktor mini dan mampu mengukur kapasitas dan efisiensi lapang dari alat dan mesin pertanian serta dapat menganalisa lebih lanjut mengenai alat mana yang lebih menguntungkan ditinjau dari aspek operasional dan aspek ekonomisnya.

BAB II DASAR TEORI

Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk mengubah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah agar sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia. Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik, khemis, dan biologis tanah yang lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Pengenalan mengenai alat dan mesin pengolahan tanah dinilai sangat penting dalam bidang teknik pertanian, namun tidak terbatas pada itu saja, analisis dari segi teknis dan ekonomis mengenai bberbagai peralatan yang digunakan dalam kegiatan pengolahan tanah juga merupakan suatu hal yang tidak kalah pentingnya (Fahmi, 1994). Pengolahan tanah / penanaman mengikuti garis kontur dilakukan pada lahan miring untuk mengurangi erosi dan aliran permukaan. Garis kontur adalah suatu garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama dan berpotongan tegak lurus dengan arah kemiringan lahan. Bangunan dan tanaman dibuat sepanang garis kontur dan disesuaikan dengan keadaan permukaan lahan. Penanaman pada garis kontur dapat mencakup pula pembuatan perangkap tanah, teras bangku atau teras guludan, atau penanaman larikan. Pengolahan tanah dan penanaman mengikuti kontur banyak dipromosikan di berbagai daerah di Indonesia dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan. Beberapa kelebihan sistem penanaman dengan mengikuti garis kontur adalah dapat mengurangi aliran permukaan dan erosi, mengurangi kehilangan unsur hara, mempercepat pengolahan tanah apabila menggunakan tenaga ternak atau traktor karena luku atau alat pengolah tanah yang lain. Sedangkan kelemahannya adalah dalam penentuan garis kontur yang kurang tepat dapat memperbesar resiko terjadinya erosi, karena itu diperlukan ketrampilan khusus yang memadai untuk menentukan garis kontur, membutuhkan pengerahan tenaga kerja yang cukup intensif (Hardjosentono, 1996).

Apabila ditinjau dari aspek wilayah serta aspek sosial budaya, alat dan mesin pertanian sudah dipandang layak untuk dikembangkan pada suatu wilayah tertentu. Selanjutnya perlu dilakukan analisis dari segi teknis dan ekonomis bagi alat dan mesin pertanian yang mempunyai peluang untuk dipilih dan dikembangkan pada wilayah tersebut. Dengan analisis teknis akan dapat ditentukan jenis dan ukuran alat mesin pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di wilayah tersebut. Kemudian dengan dilakukannya analisis kapasitas dan efisiensi kerja dari alat dan mesin yang terpilih, akan dapat ditentukan jumlah penyediaan alat dan mesin pertanian tersebut guna memenuhi kebutuhan pada suatu wilayah (Ciptohadidjoyo, 2003). Traktor diartikan sebagai mesin bersumber daya mekanis untuk penggerak/penarik beban. Di lapangan pertanian, selain digunakan untuk penggerak/penarik alat dan mesin pengolah tanah, traktor juga digunakan sebagai penggerak/penarik alat dan mesin peanam, alat dan mesin pemeliharaan tanaman (pompa air, sprayer), alat dan mesin pemanen, alat pengangkut, juga dapat digunakan sebagai penggerak alat dan mesin pengolahan hasil pertanian (Rustam, 2003). Traktor merupakan sumber tenaga atau alat tarik mekanis yang umumnya digunakan dalam bidang pengubahan tanah. Traktor kecil adalah traktor beroda dua yang digerakkan oleh motor penggerak, menggunakan bahan bakar bensin atau solar atau kerosin, dapat digunakan sebagai sumber tenaga pengolah tanah (Wijanarko, 1995). Pengujian mesin, merupakan suatu proses untuk menyelidiki, mencoba, atau membuktikan, yang memungkinkan kita untuk mengevaluasi atau bahkan menetapkan nilai dari mesin yang diuji. Sedangkan evaluasi merupakan langkah lanjut dari pengujian untuk mengetahui, menilai, dan menetapkan nilai mesin tersebut, bukan hanya didasarkan atas data mesin yang diperoleh, tetapi juga didasarkan atas keterangan-keterangan tentang keadaan lahan, keadaan iklim tanaman, keadaan sosial ekonomi masyarakat, dan lain-lain dari keadaan luar mesin itu sendiri. Baik produsen maupun konsumen harus mengetahui kinerja daripada suatu mesin yang akan digunakan dengan benar, jika ingin

menggunakan modal yang serba terbatas secara efektif. Masing-masing harus mengetahui apakah mesin tersebut menguntungkan atau tidak. Oleh karena itu pengujian dan evaluasi yang tepat dan obyektif perlu dilakukan terhadap alat dan mesin pengolahan yang akan digunakan, tidak hanya untuk menetapkan kinerja teknik dari suatu mesin, namun juga untuk mengetahui kinerja dari segi ekonomisnya (Irwanto, 1980). Dalam menentukan tata cara pengujian mesin di lapangan, terdapat banyak pertimbangan yang dinilai perlu untuk dilakukan. Hal ini mengingat karena banyak faktor yang kelak akan memengaruhi hasil pengujian mesin dengan cara-cara yang berbeda pula. Suatu tata cara atau metode pengujian yang diciptakan untuk suatu jenis mesin pada suatu daerah atau keadaan mungkin tidak cocok untuk suatu keadaan di daerah lain. Beberapa parameter yang harus dipenuhi dalam tata cara pegujian suatu mesin adalah sebagai berikut (Fahmi, 1994) : 1. Tata cara pengujian harus luwes, hal ini untuk memungkinkan penyesuaian dengan sifat-sifat lingkungan dan perubahan yang ada. Hasil pengujian yang diperoleh dari suatu daerah mungkin juga akan dapat digunakan untuk menentukan penyesuaian suatu mesin untuk daerah lain yang sesuai. 2. Tata cara pengujian harus handal, untuk memperoleh data khusus pengujian, keterangan-keterangan tentang lahan, keadaan iklim, keadaan tanaman, dan faktor-faktor lapangan lainnya. Dalam melaksanakan pengujian lapang, petani atau masyarakat juga harus diikutsertakan, dan dengan menggunakan metode

pengumpulan data secara tepat. 3. Tata cara pengujian harus disesuaikan dengan faktor manusia dan sosial ekonomi daerah yang bersangkutan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi yang menndalam dari data-data dan informasi yang diperolah. Pengujian yang dikerjakan dalam keadaan lokal, kemampuan pelaksana, dan ketersediaan peralatan juga mungkin

menjadi faktor pembatas, untuk itu tata cara pengujian untuk keadaan lokal harus dibuat lebih sederhana. 4. Periode tata cara pengujian yang dilakukan harus cukup panjang. Hal ini dimaksudkan

Recommended

View more >